NovelToon NovelToon
Aku Transmigrasi Menjadi Istri Mafia Pengkhianat

Aku Transmigrasi Menjadi Istri Mafia Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Mafia
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: ocha Via

Kirana adalah gadis pekerja keras yang hidup sederhana, rela lembur sampai larut malam demi menabung untuk masa depan yang lebih baik. Suatu malam saat hujan deras mengguyur kota, ia melihat seekor anak kucing terlantar di tengah jalan. Tanpa ragu ia menolongnya, namun justru ia yang tertabrak truk melaju kencang. Di detik-detik terakhir hidupnya, Kirana memohon dengan sekuat tenaga agar diberi kesempatan hidup sekali lagi.

Saat terbangun, ia tidak lagi berada di jalan raya atau rumah sakit. Ia kini menempati tubuh Elena—istri dari Leonid, seorang pemimpin kelompok mafia yang ditakuti banyak orang. Elena asli dikenal wanita yang licik, kejam pada anak kandungnya sendiri yang baru berusia empat tahun bernama Alvaro, serta diam-diam menjalin hubungan gelap dan merencanakan pelarian membawa harta suaminya.

Kini Kirana harus bertahan hidup dengan menyamar sebagai Elena. Ia berj

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ocha Via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak Kebaikan yang Mulai Tersebar

Bab 27

Matahari baru saja naik setinggi galah saat suara tawa riang mulai terdengar dari halaman depan. Berita bahwa keluarga besar Leonid kini membuka perpustakaan dan ruang belajar bagi anak-anak sekitar sudah menyebar cepat sejak kemarin sore. Awalnya ada keraguan warga takut mendekat, mengingat nama Leonid yang dulu dikenal menakutkan dan jauh. Namun saat melihat Elena berdiri di teras dengan senyum hangat menyambut mereka, keraguan itu perlahan luruh berganti rasa percaya.

Alvaro berdiri di samping Elena, tangannya menggenggam ujung gaun ibunya, sesekali melambaikan tangan malu-malu pada anak-anak yang datang membawa buku lusuh atau sekadar rasa ingin tahu. Leonid berdiri agak di belakang, menyaksikan semuanya dengan pandangan tenang. Ia tak banyak bicara, namun setiap kali ada yang menunduk hormat, ia mengangguk pelan tanda bahwa sikap dinginnya tak lagi bermakna ancaman, melainkan perlindungan.

"Silakan masuk saja," sapa Elena lembut. "Ambil buku apa saja yang kalian suka, bacalah di mana saja yang nyaman. Kalau ada yang tidak mengerti, tanya saja pada kami."

Siang itu rumah yang dulu sunyi itu benar-benar hidup. Suara halus bacaan bergema dari sudut-sudut ruangan, tawa kecil terdengar saat ada yang menemukan cerita lucu, dan anak-anak tampak begitu menikmati waktu mereka tanpa rasa takut sedikit pun. Leonid bahkan ikut duduk di lantai bersama mereka, menceritakan kisah sederhana tentang keberanian dan kesetiaan hal yang dulu tak pernah ia bayangkan akan ia lakukan. Elena memperhatikannya dari kejauhan, hati terasa penuh melihat sisi lain pria yang dicintainya itu.

Saat suasana mulai tenang dan anak-anak pulang dengan wajah berseri, Elena menghampiri Leonid yang sedang merapikan buku bersama Alvaro.

"Kau hebat sekali tadi," puji Elena pelan. "Mereka jadi tidak takut padamu."

Leonid menatapnya, lalu mengusap kepala putranya. "Kau yang mengajarkanku, Elena. Bahwa kekuatan sejati bukan membuat orang takut, tapi membuat orang merasa aman di dekat kita."

Sore harinya, seorang wanita tua yang dulu bekerja di rumah itu datang berkunjung. Ia menatap Elena lekat-lekat, lalu tersenyum haru. "Nyonya benar-benar berubah. Dulu tak ada yang berani berbicara lama di hadapan Nyonya. Sekarang... Nyonya membawa cahaya ke tempat yang gelap ini."

Elena tersenyum tulus. "Bukan aku saja, Bu. Semua ini kita buat bersama. Dan aku berjanji, perubahan ini tidak akan berhenti di sini."

Malam pun tiba membawa kedamaian. Setelah Alvaro tertidur pulas, Elena dan Leonid duduk di beranda seperti biasa, membiarkan angin malam membawa sejuknya ke dalam hati.

"Masih banyak yang harus kita perbaiki," ucap Leonid memecah hening. "Ada aturan lama yang harus diubah, ada kesalahpahaman yang harus diluruskan, dan ada orang yang mungkin tidak suka dengan semua perubahan ini."

Elena menyandarkan kepala di bahu suaminya. "Kita lakukan pelan-pelan. Yang penting kita berjalan bersama. Selama kita berpegang pada kebenaran dan kebaikan, aku yakin semuanya akan baik-baik saja."

Leonid menggenggam tangan wanita itu erat. "Kau benar. Kita hadapi semuanya beriringan. Kau, aku, dan Alvaro. Kita bangun dunia yang lebih baik untuk kita dan untuk mereka."

Malam itu menjadi bukti bahwa perubahan tak datang dengan kekerasan atau amarah, melainkan dengan ketulusan hati yang perlahan menyentuh satu per satu hati yang lain. Dan cerita mereka masih terus berlanjut, menapaki jejak kebaikan yang makin lama makin luas, membawa harapan bagi siapa saja yang merasakan bahwa takdir masih bisa berubah menjadi lebih indah.

 

BERSAMBUNG...

1
ocvia
🤣baik kak
Susi Nugroho
Nanti bikin Elena mengandung kembar.... Lanjut....
yula
👍
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
ocvia: siap kak
total 1 replies
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu.... Semangat
ocvia: baik kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!