Cerita ini Menceritakan tentang Perjalanan Hidup dan cinta gadis muda.
Dahulu dia adalah Seorang Gadis yang Ceria, Manja dan Dia juga Terlahir dari Keluarga Pengusaha.
Semenjak Ayahnya pergi Kehidupannya mulai tersiksa, Hari-harinya penuh Siksaan dan Cacian.
Awal mula kehidupan baru terjadi, Dia Di pertemukan dengan Seorang Pengusaha, di pertemukan di tempat dan waktu yang salah.
Pertemuan mereka begitu pahit, Namun akan kah berbuah manis pada akhirnya?
Ikuti Cerita ini ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GIRL MEY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TEMPAT BERIKUT NYA
"Itu tidak akan terjadi Sayang,"
"Kamu adalah Harta yang paling berharga dalam hidup ku ini."
"Aku tidak akan meninggalkanmu,"
"Lihat lah, Papa akan menjadi saksi Kalau Cinta dan Kasih sayang ku hanya untukmu seorang." ucap Arjuna kemudian mencium Rambut Alika.
Alika merasa legah dan dia juga tidak merasa takut lagi jika dia akan Menikah dengan Arjuna.
Semua tutur kata yang di ucapkan dari mulut Arjuna sudah cukup untuk Alika yakin.
"Jadi apakah kamu mau Menjadi Istriku?"
"Wanita satu-satunya dalam hidupku, hingga aku sudah tidak bernyawa lagi?" tanya Arjuna kepada Alika sambil memengan dan menggengam kedua tangan Alika.
"Maaf aku mengungkapkannya di tempat yang kurang Romantis,"
"Tapi aku ingin papa menyaksikan bertapa besar nya cinta ku untuk mu." ucap Arjuna sambil tersenyum. melihat Arjuna tersenyum Alika juga ikutan tersenyum.
Alika mengangguk pelan pertanda iya, Dia menerima lamaran dari Arjuna, Melihat Alika menerima lamarannya Arjuna memeluk dia dengan sangat erat.
KANTOR
Syam sedang berada di dalam ruangan Dinda.
Dinda sedang mengecek beberapa berkas, Dinda adalah Sekretaris baru Arjuna. Dinda gadis cantik, baik dan berpenampilan sedikit sopan.
Dulu sebelum di angkat menjadi sekretaris Dinda merupakan karyawan terbaik di kantor Arjuna.
"Syam apa kamu yakin?"
"Jika aku yang melakukan tugas ini?" tanya Dinda kepada Syam karena selama ini dia tidak pernah melakukan nya.
"Aku yakin kamu akan bisa mengerjakan nya,"
"Kita sudah lama bersama, Jadi aku tau batas kemampuanmu seperti apa." ucap Syam, yang sekarang berdiri di samping Dinda yang lagi mengecek berkas.
"Kamu mau menggoda ku atau berkata jujur sih?" tanya Dinda sambil melihat ke arah Syam.
Syam malah tertawa mendengar ucapan Dinda karena Dinda tau siapa itu Syam.
"Aku serius Din,"
"Jadi berhentilah bertanya, Aku tidak mau berdebat dengan mu saat ini." ucap Syam, Dia menatap mata Dinda.
Dinda malah tertawa balik, karena biasanya Syam tidak mau kalah jika berdebat dengan dia.
Kenapa aku begitu nyaman bila berdekatan dengan kamu din? aku lebih nyaman di dekat mu dari pada di dekat Aufa.
Apakah aku mulai menyukai diri mu juga. Tapi tidak mungkin, mungkin saja karna aku terlalu risih bila bersama Aufa. Makanya nyaman bersamanya.
Dari arah luar Ruangan, Ada yang lagi sedang melihat mereka tersenyum dan tertawa berdua.
"Kenapa aku tidak suka mereka berdekatan,"
"Hanya aku yang boleh dekat dengan mereka berdua." ucap Aufa kesal.
"Ketika bersama aku saja dia tidak pernah tertawa dan tersenyum seperti itu." ucap Aufa lagi, karena dia merasa cemburu, Syam memperlakukan Dinda dengan sangat baik.
***
"Tidak apa-apa kakak,"
"Ini semua sudah lebih cukup untuk Alika." ucap Alika.
"Tapi Alika mintak satu Syarat." Pinta Alika sambil memengang pipi Arjuna.
"Syarat Apa sayang?" tanya Arjuna.
"Aku mau pernikahan kita di rahasiakan untuk sementara waktu,"
"Bukannya Alika karna malu,"
"Tapi Alika takut jika para Wanita-wanita itu mengganggu Alika, karena dia tidak suka kalau kakak melilih Alika.." ujar Alika kepada Arjuna.
Mendengan ucapan Alika, Dia berbicara sampai sejauh itu Arjuna malah tersenyum sambil mencubit pipi Alika.
"Auuw... Sakit kakak." rengek Alika sambil mengelus pipinya yang sedikit nyerih.
"Hmm.." menyahut sambil mengangguk.
"Sampai sejauh ini kah pemikiran Sayang ku ini?" goda Arjuna.
Alika malah tersenyum malu, sebenarnya dia cemburu jika ada orang yang berusaha untuk mendekati Arjuna.
"Baiklah kita akan menyembunyikannya,"
"Hanya orang-orang terdekat saja yang mengetahuinya,"
"Jika kamu sudah benar-benar siap baru kita akan mengumunkan nya di publik dan pada saat itu pulalah nanti kita akan mengadakan Resepsi pernikahan kita." ucap Arjuna sambil mengelus pipi Alika yang dia cubit tadi.
Setelah Asik bercerita saling bertukar isi hati, Arjuna dan Alika berpamitan kepada Dirga.
Mereka meninggalkan pemakaman lalu berjalan menuju parkiran di mana mobil berada.
Selama perjalanan keluar dari pemakaman Arjuna tidak mau melepaskan genggaman tangan Alika, Mereka berjalan sambil bergandengan tangan.
deg2an jg bc y selamat dr kucing garong mlh masuk kandang buaya, mudah2an si buaya mau bertanggungjawab kpdmu