NovelToon NovelToon
Terpaksa Menjadi Istri Sang Miliarder

Terpaksa Menjadi Istri Sang Miliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Fluffy Dream

Hidup Arumi hancur saat ayahnya terjerat utang besar kepada keluarga konglomerat Wijaya. Untuk melunasi utang tersebut, ia terpaksa menikah dengan Renard, sosok miliarder dingin yang dikenal kejam dan penuh rahasia. Bagi Renard, Arumi hanyalah alat untuk memenuhi tuntutan keluarga. Namun, di balik topeng arogan dan gengsinya, Renard menyimpan sisi lembut yang ia sembunyikan dari dunia, termasuk hobi rahasia yang tidak sengaja terbongkar oleh Arumi. Tanpa Renard sadari, Arumi adalah sosok penyelamat masa kecil yang selama ini ia cari. Mampukah Arumi mencairkan hati sang miliarder sebelum masa kontrak pernikahan mereka berakhir dan rahasia masa lalu terungkap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fluffy Dream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Penyusup Bulu Oranye

Malam kian larut menyelimuti mansion pualam itu, meninggalkan kesunyian yang terasa berat di kamar utama lantai dua. Padahal sore tadi, Renard sempat melahap habis semangkuk puding cokelatnya, meski bibirnya tak henti melontarkan keluhan ketus soal kadar gula yang berlebihan.

Kini, ia memilih mengunci diri dengan dalih harus memeriksa berkas legalitas akuisisi lahan.

Pukul sebelas malam, lampu utama sudah padam. Arumi tampak meringkuk nyaman di sofa beludru, berbalut selimut bulu angsa abu-abu gelap milik suaminya. Di seberang sana, di atas ranjang king-size yang megah, siluet tegap Renard terlihat diam membeku.

Namun, si miliarder berdarah dingin itu sebenarnya masih terjaga. Sepasang mata elangnya menatap nanar ke arah langit-langit kamar yang gelap. Pikirannya kacau balau.

Logika bisnis yang biasanya bekerja setajam silet, malam ini mendadak macet total. Bayangan tawa renyah Arumi saat di meja makan dan binar jenaka di matanya terus terngiang di kepala. Bahkan, rasa manis puding buatan gadis itu seakan-akan masih tertinggal di ujung lidahnya.

Garis... garis...

Bunyi gesekan halus dari balik pintu ganda memecah keheningan, disusul suara ngeongan kecil yang sangat ia kenal. Arumi terjaga, lalu membuka matanya perlahan. "Si Oyen?" bisiknya.

Ia segera beranjak, melangkah tanpa alas kaki untuk membuka sedikit celah pintu. Benar saja, si bola bulu oranye itu menyelinap masuk dengan langkah gontai yang menggemaskan.

Tampaknya, si Oyen berhasil kabur dari kamar tamu Mama Sofia di lantai bawah demi mencari Arumi. "Sstt, jangan berisik. Nanti Tuan Mudamu mengamuk," bisik Arumi sembari menutup pintu rapat-rapat agar tak terdengar hingga ke kamar Mama Sofia.

Sialnya, bukannya menghampiri Arumi, anak kucing liar itu malah mencium aroma yang ia kenali. Tanpa ragu, si Oyen melompat ke ranjang mewah Renard, berjalan merayap di atas selimut tebal, lalu dengan santai merebahkan tubuh mungilnya tepat di atas dada bidang sang CEO.

Renard tersentak. Matanya membelalak lebar di tengah kegelapan, tubuhnya mendadak kaku seperti patung. "Arumi... singkirkan makhluk ini sekarang," desis Renard. Suara baritonnya yang berat terdengar menyimpan kepanikan yang luar biasa.

Arumi menahan tawa sambil melangkah ke tepi ranjang. Di bawah temaram lampu tidur, ia melihat wajah Renard yang luar biasa tegang.

Seolah-olah yang ada di dadanya bukan seekor anak kucing mungil, melainkan sebuah bom waktu yang siap meledak. "Tinggal diangkat saja susah sekali, Tuan Renard? Dia tidak akan menggigit, kok," goda Arumi.

Ia mengulurkan tangan untuk mengambil si Oyen. Karena posisi kucing itu ada di tengah ranjang, Arumi terpaksa menumpu satu lututnya di atas kasur dan membungkukkan badan.

Seketika, jarak di antara mereka lenyap. Wajah Arumi kini hanya berjarak beberapa sentimeter dari wajah suaminya. Aroma lembut vanila dari rambut Arumi menyeruak, merasuki indra penciuman Renard dengan telak.

Mata mereka saling terkunci dalam pendar cahaya kuning yang hangat. Jantung Renard yang biasanya tenang, kini berdegup kencang hingga suaranya seolah menggema di kesunyian kamar. Renard menelan ludah dengan susah payah.

Melihat sorot mata Arumi yang begitu lembut, segala kata ketus yang sudah ia siapkan mendadak hilang tanpa bekas.

"A-Arumi... kamu melanggar batas wilayah," ucap Renard kaku dengan suara serak, berusaha sekuat tenaga menjaga wibawanya yang hampir runtuh. "Di draf kontrak sudah jelas... kamu dilarang mendekati ranjangku tanpa izin tertulis. Ambil kucing ini sekarang... atau aku potong komisi bulananmu!"

Bukannya mundur, Arumi justru tersenyum tipis. Ia memperhatikan kedua telinga Renard yang memerah padam, kontras dengan kaus hitam yang ia pakai. "Kontrak Anda tidak berlaku bagi si Oyen, Tuan Muda," bisik Arumi dengan nada menggoda, lalu mengangkat kucing itu ke pelukannya.

Arumi melangkah kembali ke sofa dengan perasaan ringan.

Sementara itu, Renard buru-buru membalikkan badan memunggungi Arumi, menarik selimut sampai menutup kepala demi menyembunyikan wajahnya yang merona merah karena salah tingkah.

Malam itu, sekat di antara sang miliarder dan istri kontraknya kembali retak, runtuh oleh kehadiran seekor kucing oranye dan debaran jantung yang tak lagi bisa disangkal oleh selembar kertas bermeterai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!