Mawar seorang gadis yatim piatu yang membuat seorang Alex CEO dari perusahaan terbesar di negaranya jatuh cinta pada pandangan pertama.Namun sayang kisah cinta mereka harus melewati jalan yang berliku oleh orang-orang disekelilingnya yang tak menyukai hubungan keduanya.Dapatkah mereka bersatu...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22
Sesaat Mawar pun jadi teringat dengan seseorang yang berwajah seperti idolanya.
"Saya Jiho" tanpa diduga pria tampan itu mengulurkan tangannya pada Mawar.
Mawar pun menyambutnya dengan tangan yang dingin lantaran grogi.
"Mawar" ucapnya gugup.
"Boleh minta nomor telepon Nona, supaya kita bisa berteman?" tanya Jiho dengan senyum manisnya Membuat hati Mawar langsung meleleh.
Bluss
Wajahnya terlihat merona akhirnya kedua anak muda itu saling bertukar nomor telepon.
saat itu juga Erin telah kembali setelah mencari-cari keberadaan Mawar diantara rak-rak yang berjajar di supermarket tersebut.
"Mawar! disini kamu ternyata, aku cari muter-muter dari tadi gak ketemu- ketemu" seru Erin dengan nafas ngos-ngosan.
Karena ternyata toiletnya ada diseberang jalan sedikit jauh dari supermarket ia pun juga takut akan ditinggal Mawar karena terlalu lama.
"Kamu habis lari maraton Rin?" ejek Mawar melihat temannya seperti habis lari-lari.
"Gila! toiletnya jauh ternyata, capek aku bolak-balik" keluh Erin.
"Ya udah, lagian udah selesai juga belanjanya. yuk balik! tapi kita mampir dulu makan bakso" usul Mawar Erin pun hanya mengangguk setuju.
Setelah sampai dirumah Mawar menata belanjaannya tadi. ia pun beranjak menuju kamar sebab berencana ingin menonton drama yang belum selesai ditontonnya namun ponselnya berbunyi.
*Ting📩*
Terlihat satu pesan masuk dari nomor tak dikenal Mawar pun membukanya.
"**Selamat malam Mawar, ini aku Jiho**" begitulah isi dari pesan itu. setelah mawar tahu siapa pengirim pesan tersebut dia langsung membalasnya.
"Malam juga kak Jiho" balasnya dia sampai tak sadar jika tengah senyum-senyum sendiri membaca pesan tersebut.
"**Kamu sedang apa Mawar**?" balasan pesan dari jiho.
"Tidak sedang apa-apa kak" Mawar kembali membalas pesan dari Jiho ia jadi keasyikan sendiri berbalas pesan dengan pria Korea itu.
Tadi ketika berkenalan Mawar sempat bertanya tentang Jiho karena namanya seperti aktor Korea apalagi wajahnya. dan Jiho pun memberitahunya jika pria itu blasteran Indonesia-Korea dan menetap di negara ini jadi tak heran jika lancar bicara bahasa di negara ini.
Disaat sedang asyik berbalas pesan dengan Jiho tiba-tiba panggilan masuk mengagetkan Mawar. ia pikir Jiho yang menelponnya ternyata Alex sang pria dingin untung saja Mawar sempat melihat dulu sebelum menerima panggilan itu. walau pun dia sedikit kecewa Mawar pun segera mengangkatnya.
"Halo Tuan Alex" ucap Mawar seperti tak bersemangat.
"*Apa kamu sibuk*?" tanya Alex diseberang sana Mawar tampak berpikir.
"Tidak Tuan, memangnya kenapa? " Mawar balik bertanya.
"*Aku akan mengajakmu ke suatu tempat*" ucap Alex.
Mawar yang mendengar pun kaget tak menyangka jika akan diajak pergi oleh Alex. batin Mawar sudah bersorak-sorai namun kala teringat jika dia hanya seorang pacar palsu. seketika dirinya seolah jatuh terhempas dari langit ketujuh setelah melambung tinggi ke angkasa.
"*Bagaimana*?" tanya Alex karena belum ada jawaban dari Mawar.
"Iya, baiklah Tuan " Jawab Mawar gugup.
"*Bersiaplah, aku akan segera menjemputmu*!" setelah mengatakan itu Alex mengakhiri panggilan tersebut.
Mawar pun sampai meloncat dari ranjangnya saking kagetnya karena Alex akan segera menjemputnya.
"Aduh! aku harus segera siap-siap nih sebelum orangnya datang!" monolognya.
Mawar pun beranjak menuju lemari pakaian guna mencari dress yang akan dipakainya. saking terburu-buru untuk bersiap Mawar sampai tak sadar jika ada tiga pesan masuk yang belum dibacanya.
Beberapa saat mobil alex telah sampai didepan rumah Mawar lalu dia pun menghubungi gadis itu.
"Aku tunggu diluar!" ucap Alex setelah panggilan tersambung.
Beberapa saat kemudian Mawar keluar dari rumahnya. kini ia mengenakan dress pemberian dari Alex Height hall dan juga tas yang dibeli Alex ketika di mall bersamanya waktu itu. ia berjalan menuju mobil Alex lalu duduklah Mawar disamping pria yang tengah menatap menyusuri penampilannya.
"Kenapa dia menatapku seperti itu?" batin Mawar salah tingkah.
"Pakai sabuk pengaman mu!" ucap Alex datar.
Mawar pun menarik seat belt itu namun ketika dia mau mengaitkannya tenyata susah tak seperti biasanya. disaat dia sedang kesusahan tiba-tiba Alex mencondongkan tubuhnya mendekat pada tubuh Mawar. kepala Alex begitu dekat dengan wajah Mawar hingga gadis itu dapat mencium aroma wangi di rambut Alex. jantung Mawar berdetak tak karuan ia pun sampai merapatkan kedua matanya lantaran takut dengan apa yang akan terjadi padanya.