NovelToon NovelToon
Cermin Retak

Cermin Retak

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:975
Nilai: 5
Nama Author: glaze dark

Namanya Anya Dia baru pindah ke rumah kontrakan lama di riau. Murah banget sewanya. Cuma ada 1 yang aneh: cermin gede di kamar.

Malam pertama, Anya iseng selfie depan cermin jam 12 malam. Pas diliat hasilnya... di foto dia senyum. Tapi di pantulan cermin, dia nunduk.

Dia kira cuma efek cahaya. Besoknya dia dandan buat kerja. Ngaca biasa.
Tiba-tiba lampu kedip. Pas nyala lagi, di cermin dia udah nunduk duluan. Padahal Sari masih natap cermin....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon glaze dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 32

"Tidak ada cara mudah untuk menghentikannya, Bu Mimi," jawab Ustadz Haris seraya berdiri. Pandangannya yang tajam beralih menatap Anya dengan sorot penuh keprihatinan. "Karena cermin itu... bukan tidak sengaja mendatangi Anya. Justru Anya yang membangunkannya."

Kalimat itu membuat suasana di ruang tamu seketika membeku. Anya menggeleng cepat, matanya membelalak panik.

"Maksud Ustadz apa? Saya tidak pernah memanggil hal-hal seperti itu! Saya bahkan takut menonton film horor!" tukas Anya, suaranya meninggi karena panik.

"Kau memang tidak memanggilnya dengan lisan, Nak," ujar Ustadz Haris sambil melangkah mendekati cermin tua berbingkai kayu. Tergantung di sudut ruang tamunya. Jarinya mengusap perlahan ukiran pada bingkai.

"Makhluk di balik kaca hanya bisa terbangun jika mendengar 'ketukan' dari seseorang yang memiliki ikatan darah dengannya. Katakan padaku, Anya... cermin berukir di kamar mandi kosmu itu berasal dari mana?"

"Saya... saya tidak tahu. Waktu pertama kali pindah sebulan lalu, cermin itu sudah ada di sana. Karena ukirannya bagus dan terlihat unik, saya sempat berfoto di depannya..." jawab Anya dengan napas memburu.

"Itu bukan sekadar foto biasa," potong Ustadz Haris pelan.

"Kilatan cahaya dari kameramu menjadi pemicu yang membangunkan segel gaib yang selama puluhan tahun mengurung makhluk itu. Dan ketika kau melihat pantulanmu tersenyum dengan wajah yang bukan milikmu, rasa takutmu menjadi jalan baginya untuk menembus batas antara dunia manusia dan alam gaib."

Tubuh Anya menegang. Bayangan dirinya yang tersenyum menyeringai di dalam cermin kembali memenuhi pikirannya. Keringat dingin mengalir di pelipis.

"Lalu... kenapa harus Anya, Ustadz?" tanya Tio. "Kenapa bukan penghuni kos sebelumnya?"

Ustadz Haris membalikkan badan. Wajahnya tampak semakin serius."Karena cermin berukir itu dibuat oleh Mbah Broto... kakek buyut Anya."

Semua terdiam...

"Delapan puluh tahun yang lalu, Mbah Broto mengukir bingkai cermin itu bukan sebagai hiasan, melainkan sebagai segel untuk mengurung makhluk pemakan sukma yang mengamuk di Desa Srandakan. Segel itu akan bertahan selama tiga generasi, dengan satu syarat... tidak boleh dibangunkan oleh darah keturunannya sendiri."

Ia menghela napas panjang."Generasi ketiga itu adalah kau, Anya. Ketika jarimu terluka lalu menyentuh bingkai cermin, bersamaan dengan kilatan kamera ponselmu, segel itu retak. Makhluk itu mengenali darah pembuat penjaranya. Sejak saat itulah ia memburumu."

Ruangan kembali diliputi keheningan.

"Kalau begitu... apa yang harus kita lakukan sekarang, Ustadz?" tanya Bu Mimi.

"Kita harus pergi ke tempat cermin itu pertama kali dibuat."

"Ke mana?" bisik Anya.

"Rumah tua Mbah Broto di Desa Srandakan."

Anya menatap kosong. "Itu...kampung halaman kakekku."

"Di sanalah punden yang menjadi sumber ikatan makhluk itu berada," ujar Ustadz Haris tegas. "Selama punden itu masih utuh, makhluk tersebut tidak akan pernah benar-benar berhenti mengejarmu."

Tio yang sejak tadi menggenggam ponselnya mendadak memucat. "Ustadz..."

"Ada apa?"

Tio menelan ludah. "Kalender Jawa hari ini menunjukkan... tinggal empat hari lagi menuju Jumat Kliwon."

Wajah Ustadz Haris langsung berubah serius. Tatapannya perlahan beralih kepada Anya. "Empat hari..." gumamnya pelan. Ia menghela napas panjang."Itu bukan waktu yang panjang. Justru itulah batas yang kita miliki."

Ustadz Haris menuangkan sedikit minyak doa ke telapak tangannya, lalu mengusapkannya pada sebilah keris kecil. Aroma melati dan kayu cendana memenuhi ruangan. "Jumat Kliwon adalah puncak kekuatan makhluk itu. Bila tidak dihentikan, portal gaib akan terbuka sepenuhnya."

Suara Ustadz Haris terdengar semakin berat. "Dan saat itu terjadi, bukan hanya Anya yang menjadi incarannya."

Anya membelalak. "Maksud Ustadz...Bapak, Ibu... Mas Arya... Mbak Revi...?"

"Semua keturunan Mbah Broto akan berada dalam bahaya." Ucapan itu membuat dada Anya terasa sesak.

"Empat hari ini akan menjadi masa ketika makhluk itu terus mengirim gangguan untuk melemahkanmu. Jika kau menyerah sebelum kita mencapai Srandakan, ia tidak perlu menunggu Jumat Kliwon untuk mengambil sukmamu."

Bu Mimi menggenggam erat tangan Anya. "Ustadz... perjalanan ke Desa Srandakan hampir tujuh jam. Apa kita berangkat sekarang?"

"Kita berangkat sore ini," jawab Ustadz Haris mantap. "Kita harus tiba sebelum malam pertama."

Ia menoleh kepada Tio. "Pastikan kendaraan dalam kondisi prima. Isi penuh bahan bakarnya. Dan ingat... jangan pernah mematikan mesin saat kita memasuki batas Desa Srandakan, apa pun yang terjadi."

"Siap, Ustadz."

"Bu Mimi, bawa kain berajah ini. Selama perjalanan, jangan biarkan Anya menyentuh permukaan kaca apa pun, termasuk cermin dan layar ponselnya."

Anya menatap layar ponselnya yang kini berada di tangan Tio. Untuk pertama kalinya, benda itu terasa begitu menakutkan.

"Tari, Wulan, Serra... kalian tetap di rumah ini. Taburkan garam krosok di setiap pintu dan jendela. Selama kain berajah tidak dilepas, rumah ini masih berada dalam perlindungan."

Ustadz Haris membuka pintu rumah. Angin siang berembus pelan menerpa wajah mereka."Ayo," ucapnya mantap.

"Perjalanan menuju Desa Srandakan baru saja dimulai."

1
Teh Euis Tea
makin penasaran
Teh Euis Tea
syukurlah mereka sampe jg ke rumah ustadz
Teh Euis Tea
hadeuhhh aku tegang bacanya tp penasaran
Teh Euis Tea
mungkin mahluk itu diamnya dipohon beringin
Teh Euis Tea
tegang aku bacanya, kasian loh Anya yg di incer trs sm setan
Teh Euis Tea
setannya kuat, apa lg Anya sering kosong pikirannya
Alissia
apa dulu itu hantunya kekasihnya tio 🤔🤔🤔🤔
Alissia
hai thor🤭🤭🤭
Sarah Bagan
mntap kak, lanjutkan
Teh Euis Tea
jujur aku baru kali ini baca novel horor, takut tp penasaran
Teh Euis Tea: sama2 tetap semangat berkarya thor
total 2 replies
Teh Euis Tea
Anya sepertinya mahkluk itu ga bakal berenti ganggu km, klu kmnya sering Ng gelamun, pikiranmu sering kosong jd setan gampang masuk
Teh Euis Tea
si Anya pikirannya selalu kosong jd gampang setan masuk ke badannya
Teh Euis Tea
Anya Serra kalian banyakin istiqfar biar hati tenang dan pikiran ga diganggu mahkluk halus lg
glaze dark
nanti akan terbongkar ya kak, masih panjang ko🤭🤭🤭
Teh Euis Tea: di tunggu
total 1 replies
Teh Euis Tea
aku ikutan tegang bacanya, dan penasaran kenapa si Minar terobsesi sm Anya, ada apa ya dgn Minar dulunya?
Teh Euis Tea
duhhh deg degan aku bacanya, mudah2 an Anya dan yg lainnya selamat
Teh Euis Tea
duhhh deg degan aku tkt Anya dan Bibah knapa napa
Teh Euis Tea
loh thor, bkn nya Anya kerja ya bkn kuliah?
atau Anya kerja sambil kuliah thor?
Teh Euis Tea
setan ko siang bolong msh gentayangan, lagian Bu kos udah tau kamar serem msh aj di sewain aturan rombak aj biar ganti suasana
Teh Euis Tea: betul ka
total 4 replies
Sarah Bagan
mungkin dibunuh kali, kita lihat aja endingnya. tamat atau Ndak, biasanya banyak novel ga tamat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!