NovelToon NovelToon
PRINCESS AZURA

PRINCESS AZURA

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:157k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Putri Azura dari kerajaan Utara, menikah dengan pangeran Xavier, putra Mahkota kerajaan Selatan. Xavier membenci Azura saat mengetahui wanita itu hanya memanfaatkannya demi pernikahan politik. Semua orang yang pernah dekat dengan Azura pun berpaling darinya dan menganggapnya wanita jahat yang haus akan kekuasaan.

Namun, apakah sang putri benar-benar jahat? Atau dia hanya menjadi boneka politik yang berusaha bertahan hidup?

Nanti akan terungkap bahwa di balik keanggunan dan kepintarannya, Princess Azura diam-diam melindungi Xavier dan orang-orang yang dia sayangi dari bahaya yang jauh lebih besar. Kebencian perlahan berubah jadi keraguan, hingga akhirnya kebenaran mengejutkan terkuak, kebenaran tentang betapa pahitnya kisah hidup Azura dan cintanya yang tulus terhadap Xavier.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berhak

Xavier tampak gagah di tengah matahari terbit. Tubuhnya yang tegap dibalut pakaian tempur berwarna hitam yang sudah sedikit berdebu dan terkena noda tanah, menandakan ia sudah berlatih cukup lama. Keringat mengalir membasahi sisi wajahnya yang tegas, menuruni leher kekarnya yang terlihat karena kancing atas bajunya terbuka.

Rambut hitamnya sedikit berantakan tertiup angin, namun justru itu yang membuatnya tampak semakin menawan dan berwibawa. Di tangannya, ia memegang busur perang besar yang terbuat dari kayu paling kokoh, sementara di punggungnya terselip puluhan anak panah tajam yang siap melesat kapan saja.

Azura terpaku sejenak. Meski hatinya sedang perih dan penuh konflik batin, ia tak bisa menyangkal bahwa pemandangan di hadapannya itu sungguh luar biasa. Xavier terlihat seperti dewa perang yang berwibawa, kuat, dan mengerikan sekaligus.

Belum sempat Azura membuka mulutnya untuk menyapa, Xavier yang sepertinya sudah menyadari kehadiran orang asing di sana perlahan menoleh. Saat tatapan tajam itu jatuh pada sosok Azura yang berdiri tak jauh dari sana, wajahnya yang tadinya tenang dan fokus seketika berubah drastis. Matanya yang abu-abu itu melebar sesaat karena kaget, lalu seketika dipenuhi kemarahan yang berkobar hebat.

Tangan Xavier yang memegang busur itu mencengkeram begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Dengan gerakan kasar dan cepat, ia melempar busur itu ke tangan salah satu prajurit di dekatnya, lalu berjalan mendekat dengan langkah lebar dan berat. Aura yang dipancarkannya begitu menekan dan mengerikan, membuat para prajurit yang sedang berlatih di sekitar sana serentak berhenti bergerak, menahan napas, dan menundukkan kepala dengan takut-takut.

Begitu sampai di depan Azura, Zavier langsung menyambar pergelangan tangan wanita itu dengan kasar, membawanya ke dalam tenda pribadinya. Ia segera menghempas kasar tangan itu begitu sampai.

"Siapa yang mengijinkanmu ke sini?" suara itu tidak kuat. Rendah, tapi justru terdengar mengerikan.

Azura tersenyum memasang muka badaknya.

"Ayahmu tentu saja. Kau suamiku, kita baru menikah, masih pengantin baru. Bukankah terlalu aneh kalau kita tinggal terpisah? Kepergianmu semalam membuat para dayang menggosipkan hubungan kita. Aku seorang putri agung, tidak ada yang boleh permalukan aku." katanya dengan dagu terangkat menatap Xavier.

Pria itu mendengus keras.

"Jadi maksudmu, kau ingin tanggal bersamaku di sini? Kau tidak takut aku melukaimu lagi seperti semalam?"

Azura tetap tersenyum. Sama sekali tidak menunjukkan kalau dia terpengaruh dengan kata-kata pria itu.

"Lebih baik aku di lukai olehmu, daripada mendengar orang-orang itu menghinaku."

Kali ini Xavier tertawa. Bukan tawa senang, jelas tawa menakutkan. Ia melangkah mendekati Azura, membuat perempuan itu mundur beberapa langkah hingga tubuhnya menubruk dinding kemah yang keras.

Tubuh mungil Azura terkunci dengan tubuh besar milik Xavier. Jarak mereka sangat dekat, Xavier menunduk hingga hidung mereka hampir bersentuhan. Dada Azura berdebar-debar beraturan saking dekatnya jarak mereka. Kedua tangan Xavier berada di kedua sisi kepala Azura, menahan wanita itu terjepit di antara lengan dan dinding tenda. Aura panas dan tekanan yang dipancarkan lelaki itu membuat udara di sekitar mereka terasa sesak dan berat, seolah waktu berhenti berjalan sejenak.

"Kau ... Jangan coba-coba melakukan sesuatu yang mengacaukan kerajaanku, aku tahu hatimu busuk seperti ap."

Ucapan Xavier tiba-tiba terhenti karena serangan mendadak di bibirnya. Ya, Azura dengan tidak tahu malunya berjinjit dan mencium bibir Xavier. Sang pangeran kaget sekali. Untuk sesaat, dia tidak melakukan apa-apa saking tidak kagetnya.

Bahkan ia merasakan lumatan dan gigitan-gigitan halus di bibir bawah dan bibir atasnya.

Ciuman pertamanya, akhirnya di ambil oleh wanita yang paling dia benci sekarang. Saat lidah Azura hendak masuk ke dalam mulutnya, Xavier tersadar dan dengan marah mendorong tubuh perempuan yang jauh lebih mungil darinya itu.

"KAU GILA?!" bentak Xavier keras, suaranya menggelegar hingga membuat benda-benda di dalam tenda itu seolah bergetar. Wajahnya merah padam, campuran antara kaget, marah, dan rasa panas yang menjalar cepat ke seluruh tubuhnya akibat peristiwa yang baru saja terjadi.

Ia menatap Azura dengan pandangan tak percaya sekaligus amarah yang membara. Ia mengusap bibirnya kasar berkali-kali dengan punggung tangan, seolah bibirnya itu baru saja terkena kotoran yang sangat menjijikkan.

"Kau benar-benar wanita tidak tahu diri dan tidak tahu malu! Apa yang kau lakukan itu hah?! Kau pikir dengan melakukan hal murahan seperti ini kau bisa membuatku luluh?!" teriak Xavier lagi, napasnya memburu, dadanya naik turun menahan emosi yang meledak-ledak.

Azura terhuyung ke belakang akibat dorongan keras itu, punggungnya kembali terbentur dinding tenda hingga menimbulkan rasa sakit yang cukup hebat. Namun, ia tidak menangis atau menampakkan wajah kesakitan sedikitpun.

Ia justru masih menatap Xavier dengan tatapan berani, meski di dalam hatinya dia malu sekali karena telah berbuat nekat. Ia tahu risiko melakukan hal itu, ia tahu reaksi Xavier akan seperti ini, tapi ia tidak menyesal. Ia mengusap bibirnya sendiri perlahan, menatap lurus ke mata abu-abu yang kini penuh kemarahan itu.

"Kita adalah suami istri, aku berhak melakukan itu terhadapmu."

Xavier mendengus keras.

"Berhak? Ah, kau ingin mengambil hakmu? Baik, akan ku berikan."

Dengan kasar Xavier menarik Azura, melemparnya ke atas kasur di tengah kamar lalu menindihnya dan menyerangnya dengan ciuman yang sangat brutal.

Ciuman itu sama sekali tidak ada lembut-lembutnya. Ciuman Xavier penuh dengan amarah, kepahitan, dan rasa ingin melampiaskan segala kekesalannya. Ia menggigit, menyedot, dan melumat bibir Azura dengan kasar seolah sedang menghancurkan sesuatu yang paling ia benci di dunia ini.

Azura yang awalnya terkejut dan membeku, perlahan merasakan rasa perih yang tajam di bibirnya. Ia mencoba memberontak, kedua tangannya mendorong dada bidang Xavier yang keras seperti batu, namun tenaganya terlalu kecil dibandingkan kekuatan pria itu.

Xavier justru menangkap kedua pergelangan tangan Azura, menekannya kuat-kuat ke atas kepala gadis itu, membiarkan tubuhnya yang besar dan berat menindih sepenuhnya tubuh mungil di bawahnya, membuatnya tak bisa bergerak sedikitpun.

"Kau mau hakmu kan? Ambillah." geram Xavier di sela-sela ciuman brutalnya, suaranya terdengar berat dan mengerikan. Ia tidak hanya menyerang bibir, tapi giginya juga menyapu seluruh permukaan kulit wajah dan leher jenjang Azura, meninggalkan jejak merah yang pasti akan membiru nantinya. Rasanya seperti seekor binatang buas yang sedang mencabik mangsanya, bukan seorang suami yang sedang mencium istrinya.

Tangan Xavier tidak tinggal diam meremas kuat buah dada Azura yang masih tertutupi gaun yang ia kenakan. Azura kaget bukan main. Kali ini ia mencoba berontak, tapi Xavier sudah seperti kesetanan.

1
memei
xavier ayo cepat datang
Cristella Tella
moga ada penyelamat.... ksihan bnget orion.. moga dia bsa bersama mamanya
Ny Rudi Harianto
gak tau lah bagaimana Xavier....yg pasti dlm keadaan seperti ini aku cma teringat sma sang pangeran itu.....cma dia yg bisa nolong Azura
Ny Rudi Harianto
gak tau lah bagaimana Xavier....yg pasti dlm keadaan seperti ini aku cma teringat sma sang pangeran itu.....cma dia yg bisa nolong Azura
Bunda Dzi'3
xavier Pasti datang yaa kaa Mae...
kan ga ada yg bisa kendalikan Xavier di kerjaan Utara skalipun...
ayooo xavier bantu Azura&Orion😭
sr
huaaa tambah lgi thorr mmpung lgi libur gregetan😭
Vie
apakah orion itu sebenarnya adalah anaknya pangeran Xavier gitu? karena dulu pangeran wessel pernah heran mendengar Xavier menyebut dirinya mandul??? iiihhhh plot twist banget deh....
Syifa Azhar
Orion jangan takut mama dan kak roel pasti akan melindungi mu.azura jangan takut sama selir Evelin dan ayah tirimu karena mereka tanpa kamu gak ada artinya apa-apa.kekuasaan cuma menumpang aja sok berkuasa, tunjukan pada mereka kamulah pemilik kerajaan Utara sesungguhnya 💪💪
itin
maju kena mundur kena hidupnya azura saat ini
Nandi Ni
Semoga Xavier mata dan hati serta pikirannya terbuka,ttg kesusahan,kesakitan dan derita Azura,sehingga bisa menolong keluar dr penderitaan itu
Nandi Ni
kasihan sekali...hanya demi kekuasaan nilai kekelyargaan diabaikan,rakus.
Seorang ibu tdk akan rela,anak disakiti dan telantarkan,sungguh biadab mereka.
Hindra Cechen
jgn cuma 2 bab thorrrr
Hanima
👍👍💪
partini
Azura harusnya belajar bela diri juga lah aihhhh jaman bahela putri" kan diajari memanah dan bertarung
ga semua duduk manis
mars
xazier hrus dtg dan bawa pergi azura dan putranya biar terkuak semua pasti itu anak xazier. ayo lnjut ka
Vie
yeeee... go... azura .... go... lawan semua ketidakadilan itu, sudah saatnya kamu bangun dan berdiri tegak tanpa rasa takut dihatimu.... kuatkan hatimu demi anak dan juga masa depanmu.... tenang saja, karena xavier pasti cepat atau lambat akan tau semua kebenaranya, dan dia akan membelamu juga anakmu kalau dia sudah tau semua kebenaranya ...
🌿🌺WINA🌸🌿
Kasian orion sangat menderita masih kecil sangat ketakutan, parahnya lagi gak dikasih makan dan minum sampai kurus lagi sakit demam... evelyn sangat kejam banget memperlakukan anak kecil sampai ketakutan dan trauma...

azura akan berusaha bawa orion pergi kasian anaknya sangat menderita, hati seorang ibu hancur melihat anaknya disiksa...putri azura akan berjuang membebaskan anaknya dan membawa pergi, minta bantuan pangeran xavier zura sebaiknya jujur, pangeran xavier hatinya sangat baik pasti akan membantu menolong anakmu...
faridah ida
semoga Xavier datang ini ...
faridah ida
anak kamu di giniin kamu harus bales Azura , tetutama sama selir dan ayah.tiri kamu , kalau bisa kasih racun mereka semua ...
faridah ida
bawa aja anak kamu sama kamu Azura , nanti kamu kelasin ke Xavier , biar Xavier tahu dan bisa bantu kamu nanti ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!