emelli adalah gadis tomboy yang cantik karna perjodohan yang di lakukan orang tua nya ia harus menikah dengan seorang mafia,sebenar nya mafia tersebut di suruh untuk memilih antara emelli dan amella sang kembaran nya tapi mafia itu memilih emelli,amella marah karna yang di pilih bukan dia melain kan emelli kembaran nya ia sangat mengidolakan mafia itu ia juga ingin menikah dengan nya karna cemburu dan iri ia balas dendam dengan trik trik yang menghancur kan hubungan emelli dan rian(mafia).
emelli berubah drastis alasan nya karna ia sudah jatuh cinta kepada rian tapi hati nya hancur kala mendengar dari cinta pertama rian kalo dia sedang mengandung anak rian.
benar benar hancur ia merasa cinta nya bertepuk sebelah tangan dan orang yang mengaku hamil anak rian itu meminta nya untuk meninggal kan rian demi anak nya dan rian. emelli yang tidak bisa berfikir jernih lagi dan juga ia tidak bisa egois demi bayi yang belum lahir dalam kandungan wanita itu. ia dengan sedih dan hati yang hancur pergi sejauh jauh nya tanpa sepengetahuan rian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
jesi menarik tangan rian dan ingin masuk ke dalam mobil tapi sebuah tangan menghalangi nya dan menarik bahu rian.
"benar benar wanita licik"ucap lio.
lio tau kalo ini semua adalah rencana jesi
"kamu gk perlu ikut campur uruasan orang balikin rian"ucap jesi berusaha menarik tangan rian tapi di tepis oleh lio.
"wanita seperti mu tidak pantas mendampingi sahabat ku"ucap lio emosi.
"panas lio ini benar benar panas antar kan aku pulang"ucap rian lalu masuk ke dalam mobil belakang di ikuti lio yang masuk ke depan untuk menyetir mobil.
"lio sialan!!!kembaliin rian!!!"teriak jesi menatap kepergian mobil.
"aaakh gagal lagi gagal lagi kamu benar benar kurang ajar lio kamu laki laki sialan"teriak jesi kesal.
"cepat sedikit lio aku benar benar tidak bisa tahan panas nya"triak rian.
saat sampai di apertemen rian membuka pintu dan mendapati emelli yang tertidur di sofa seperti menunggu nya pulang.ia berlari ke kamar nya tapi itu membangun kan emelli.
emelli yang melihat rian berlari merasa khawatir
"nona rian di beri obat perangsang oleh seseorang"ucap lio yang tiba tiba muncul.
emelli menelan salvina nya.
"nona tau kalau sudah meminum obat perangsang dan jika tidak segera di salurakan maka dapat berakibat fatal bahkan bisa mengakibat kan orang meninggal nona jadi pikir kan lah baik baik nona"ucap lio
"kalo begiti saya pamit pulang dulu ya nona"pamit lio tersenyum menyeringai.
emelli yang merasa khawatir berlari menghampiri rian
"rian ada apa?apa yang terjadi pada mu"teriak emelli menggedor pintu kamar mandi berkali kali.
tiba tiba rian keluar dari kamar mandi menggunakan handuk dengan mata yang merah.
emelli menelan kembali salvina nya melihat tubuh rian yang terlihat sempurna di mata nya memang tidak ada yang sempurna di dunia ini kecuali tuhan.
"pergi lah keluar aku tak ingin menyakiti mu ini benar benar panas pergi lah"ucap rian meringis menahan panas.
emelli tau kalo sudah meminum obat perangsang jika tidak di salur kan maka akan mengakibat kan penyakit.
"tidak aku tidak ingin kau sakit aku tidak ingin kau meninggal kan ku aku ingin kau selalu bersama ku jika hal itu yang terbaik lakukan saja asal kau tidak meninggal kan ku"tangis emelli memeluk erat tubuh rian.
rian tersenyum mendengar nya sekarang ia tahu kalo emelli mencintai nya dan sejujur nya ia juga sangat mencintai emelli dengan menahan panas yang semakin membar.
.
ia memeluk emelli erat dan menuntun emelli masuk ke dalam bat hup dan menyalur kan hasrat nya menghilang kan rasa panas yang membara.cukup lama ia mencumbu dan akhir nya telah selesai dan mengangkat tubuh polos emelli ke kasur dan memeluk erat tubuh polos itu yang memang sama sama polos.
"aku mencintai mu"ucap rian mencium bibir emelli sekilas dan tertidur pulas.
sekarang duduk di kursi kebesran nya tersenyum senyum sendiri.
"rencana gue kayak nya berhasil nih udah gol belum"goda lio.
"rencana?rencana apaan"tanya rian bingung.
"ya kalo bukan karna hasutan gue mungkin emelli gk akan mau"ucap lio merasa bangga.
tapi membuat rian merasa geram.
"katakan yang jelas jangan bertele tele"bentak rian marah.
"hm kau ini memang tidak sabaran sekali.baik lh aku akan membritahu mu"
"sebenar nya aku membritahu istri mu kalau sudah meminum obat perangsang dapat menyebab kan penyakit bahkan dapat membuat orang meninggal kalau tidak segera di salur kan"
"bagaimana rencana ku benar benar bagus bukan padahal kan gk sampai segitu nya juga tapi seperti nya dia benar benar tidak mau kehilangan mu apa kau benar benar akan menceraikan nya meski pun kau sudah merebut k******an nya"tanya lio sedih.
"tidak aku tidak akan pernah membiarkan dia pergi dari hidup ku dan aku tidak akan pernah menceriakan nya karna sekarang aku sadar kalau aku mencintai nya"ucap rian kemabali tersenyum.
"bagiamana dengan nenek lampir itu"tanya lio malas
"nenek lampir?????"
""ia si orang tercinta lho itu"ucap lio benar benar malas.
"maksud lho jesi"
"ya ia siapa lagi"
"gk tau gimana akhir nya nanti belum ku pikir kan inti nya sekarang perasaan ku pada jesi telah hilang dan sekarang aku mencintai istri ku"tersenyum senyum sambil membayang kan wajah emelli malam itu rasa nya ia ingin melakukan nya lagi.
"hm sekarang kau menajadi bucin tuan tapi setidak nya tidak bucin pada nenek lampir itu"batin lio.
"gimana kalau dia nanti dia menyakiti emelli"
"gk akan bisa emelli jago bela diri"jawab rian merasa bangga.
"akh rasa nya aku sudah rindu pada nya apa boleh aku pulang "
"tidak sekarang kita ada rapat tuan"jawab lio jutek.
sedang kan orang yang di balik pintu sedari tadi mendengar percakapan rian dan lio merasa marah bagai kan naga yang siap siap mengeluar kan api sebanyak banyak nya.
"benar benar kurang ajar kamu rian sekarang kau tidak mencintai ku bukan baik lah semua orang tidak akan bisa mencintai mu lihat apa yang aku lakukan"gumam jesi dengan seyum menyeringai melaju kan mobil nya ke apertemen rian.
sedang kan di apertemen emelli sedang tersenyum senyum"sekarang aku sudah milik rian seutuh nya"ucap emelli membayang kan bagaimana rian mencumbu nya semalam dan berguling guling di tempat tidur seperti anak kecil.
ting tong
"itu pasti rian tapi kenapa ia tidak membuka nya saja ia kan tau pasword pintu nya"dan berjalan membuka pintu.