"kalau kamu melanggar kesepakatan kita maka kamu akan denda sebesar 1miliar.."
karena ingin menghindari perjodohan paksa yang dilakukan oleh ibu sambungnya Sean Wiratama ,duda tampan kaya raya melaksanakan pernikahan kontrak secara rahasia dengan Berliana.gadis cantik pemberani yang mengaku jago bela diri yang secara tak sengaja ia temukan dipinggir jalan.
penolakan demi penolakan sering ditunjukkan oleh berlian yang merasa terpaksa menjadi seorang istri diusia muda.namun ancaman yang diberikan oleh Sean membuat nyalinya ciut! dan terpaksa menjadi istri yang penurut.
bagaimana seru nya kisah pasangan beda usia itu ? akankah berlian yang masih menyandang status pelajar itu bertahan dengan pernikahan nya atau dia lebih memilih meninggalkan Leon?
yuk simak bareng!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon calondra gayatri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ulat bulu dan belut sawah
Berlian yang baru saja menyelesaikan santap siangnya, berjalan seorang diri menuju ke kamar kecil yang terletak di bagian belakang restoran. sedangkan Kenan seperti biasa masih sibuk dengan ponselnya.
Perasaan berlian yang sebelumnya adem-adem saja mendadak memanas, ketika kembali menuju ke meja yang ia tempati bersama sang suami. Bagaimana tidak , ternyata persis disamping suaminya, Adel yang entah datang dari mana telah duduk sambil menyilangkan kedua kakinya.
Sungguh sebuah pemandangan yang sangat merusak mata, apa lagi berlian sempat mendengar sebagian percakapan Adel dengan suaminya.
"thanks ya Ken, kamu udah izinin aku pulang bareng naik jet pribadi kamu.."
Berlian terperangah mendengar perkataan si ulat bulu. Tak menyangka jika suaminya wanita itu ikut serta pulang bersama mereka.
"sepertinya kamu lelah ya Ken, mata kamu masih kelihatan ngantuk. Aku pijitin mau..?" tawarnya sambil meremas pelan tangan laki-laki itu.
dengan gerakan secepat kilat ,berlian pun datang menghampiri.
"Tante bisa minggir gak..? Itu bangku saya.."
Sergah berlian yang sudah tak tahan ingin meremas plester yang ada dibibir wanita itu.
"kamu bisa pilih bangku yang lain, masih banyak kan?"
Ucap Adel dengan senyuman angkuh nya, dan Kenan yang masih sibuk dengan pekerjaan nya, tak begitu memperhatikan apa yang terjadi.ia sibuk berbalas pesan dengan beberapa kliennya.
Bukan berlian namanya jika kehabisan akal, dan mau mengalah begitu saja. Ia langsung menduduki paha suaminya, berpangku dengan kenan. tentu saja, Kenan tidak merasa keberatan sama sekali. Dan masih tetap sibuk dengan pekerjaannya. Bahkan saat berlian bersandar didadanya pun, Kenan sama sekali tak merasa risih. Ia terlihat asyik menghubungi seseorang melalui ponsel.
Adel merasa sangat geram melihat kelakuan berlian yang berhasil membuatnya jengkel setengah mati. Apalagi, gadis itu tersenyum penuh kemenangan di pangkuan kenan. Membuat Adel ingin menggantung gadis itu di jendela pesawat. tapi ia masih berusaha bersikap anggun dan sekuat tenaga menahan emosi yang telah memuncak.
"aku ketoilet dulu ya Ken..!"
ucapnya sangat lembut walaupun Kenan tak menanggapi, laki-laki itu hanya mengangguk singkat saja.
"kemana lagi Li...?" tanya nya ketika sang istri turun dari pangkuan nya.
"ke toilet juga..." jawab berlian sambil mengikuti langkah Adel dari belakang.
wanita genit itu memasuki toilet hendak merapikan penampilan, dan berlian bersorak riang saat melihat kunci toilet tergantung di depan pintu. Dengan sigap, ia mengunci pintu toilet dari luar, saat Adel masih berada didalam. Dan sepertinya wanita malam itu tak menyadari kelakuan berlian.
(jangan harap Lo bisa pulang bareng kita..) gumamnya dalam hati.
Dengan langkah acuh dan senyuman jahilnya,berlian pun kembali ke meja ditempat suaminya menunggu.
"ayo Li... pesawat nya udah ready, kita harus ke bandara sekarang." ajak sang suami dan berlian langsung tersenyum lebar.
"Adel mana? Gak jadi ikut?" selidik Kenan dan berlian hanya mengedikkan bahunya.
"mungkin Tante Adel, udah pulang bareng yang lain.." jawab berlian cuek sambil melangkah duluan.
"buruan om...!"
Seru berlian dan Kenan mengikuti langkah istrinya dari belakang dengan pelan.
***
Berhubung saat berangkat ke Bali ia ketiduran selama di pesawat, dan sama sekali tak menikmati perjalanan ,berlian mendadak takjub ketika memasuki jet pribadi milik suaminya. Sebelum perjalanan pulang menuju ke Jakarta.
Bagaimana tidak ,selama ini ia hanya baru sekali merasakan naik pesawat. Itu juga pesawat yang tak lagi berfungsi, yang dijadikan tempat wisata.
Bisa dikatakan inilah pertama kali bagi berlian menumpangi pesawat beneran. dan langsung mendapatkan fasilitas yang eksklusif.
"wow, keren banget...!"
Matanya membola melihat interior mewah pesawat, berlian berlarian kesana kemari layak nya seorang bocah. Menyentuh apa saja benda yang ada dihadapannya. Tentu saja, membuat kru Pesawat tersenyum geli melihat tingkah polos remaja SMA itu.
"ada susu gak om..?" tanyanya sambil menaiki sebuah sofa.
"Ada ..." sahut Kenan dengan penuh kesabaran.
"susu putih atau coklat..?"
"ada susu putih , coklat, stroberi,melon, semua rasa ada.."
"yeaayy, kalau gitu saya minta kopi aja deh.."
Kenan terperangah, mengapa gadis yang telah menjadi istri nya itu, semakin hari semakin random saja pemikiran nya.
"makanannya ada apa aja, ada sereal gak?"
"sereal ada, tapi kamunya pasti minta nasi goreng kan?" tebak Kenan tak mau kena prank lagi.
"gak sih, saya tetap mau sereal. Nasi goreng nya dibungkus aja bawa pulang."
Seorang Pramugari spontan tertawa mendengar kepolosan berlian, namun saat Kenan menoleh wanita itu langsung memasang wajah seriusnya.
"saya boleh keliling-keliling kan om?"
Tanya berlian yang sebenarnya sudah berkeliling sebanyak tiga kali dan Kenan mengangguk mengiyakan.
Berlian bertepuk tangan kegirangan , kembali berlarian kesana kemari menjelajahi seisi pesawat. Sesekali Kenan berteriak pelan kala istri kecilnya terlihat sedikit aktif.
"awas Lian...nanti jatuh..!"
"jangan digangguin om pilotnya Lian..."
"jangan di buka jendelanya!"
Dan masih banyak lagi larangan-larangan yang keluar dari mulutnya, hingga membuat Kenan sangat tak menikmati perjalanan.
***
50 menit lamanya berlian bermain-main mengelilingi pesawat, akhirnya gadis itu mengantuk juga. Ia tertidur disebuah sofa panjang sambil mengemut setangkai permen. Kenan yang meyakini sang istri telah tertidur karena tak lagi mendengar celotehan apapun, Mulai mendekati istri nya. Ia mengangkat kepala berlian agar tidur di pangkuannya.
"Selimutnya pak..?" tawar seorang pramugari yang langsung diterima oleh kenan.
Berlian membuka mata saat pesawat akan mendarat, cukup bingung juga kenapa bisa tertidur dipangkuan sang suami ditutupi selembar selimut hangat.
Kenan yang juga ikut tertidur, melingkarkan sebelah tangannya di bahu berlian. Perlahan gadis itu mengusap pelan lengan suami nya, dan mulai menatapi wajah tampan yang sedang memejamkan mata.
"kenapa kamu ngeliatin saya..?"
Berlian tersentak dan langsung melepaskan pergelangan tangan suaminya ,tak menyangka ternyata kenan belum sepenuhnya terlelap.
"ngapain om tidur-tidurin saya disini..?"
"jadi maunya di tidurin dimana?" goda Kenan langsung mendapatkan sabetan selimut diwajahnya.
Berlian merapikan rambut , mengucek-ngucek matanya yang masih mengantuk.
"pesawat nya kok diam aja ya om? Lagi macet apa ya?"
"Udah lending Lian , yuk kita turun!"
Kenan mengulurkan tangan, dan berlian pun menyambutnya, ia menjauhkan wajah saat Kenan hendak menyentuh sudut bibirnya.
"cuci muka dulu sana, ileran!"
Berlian menyapu sudut bibirnya dengan punggung tangan sambil bersungut.
"pasti kotor deh celanan saya, kena iler kamu."
Gerutu Kenan yang masih tak melepaskan genggaman tangan nya saat menuruni pesawat.
***
ketenangan yang berlian rasakan hanya beberapa jam saja, karena saat tiba dirumah. Kehadiran mereka sudah disambut suasana horor dengan kehadiran Hellen sang mertua yang datang bersama siska duet sejatinya.
Belum lagi ponsel Kenan berdering bersahut-sahutan dari nomor Adel, mengadukan tentang dirinya yang terkunci di dalam toilet restoran Bali selama satu jam.
Berlian berpura-pura tidak tau apa yang terjadi.walau Kenan sebenarnya curiga, jika berlian lah yang telah mengunci Adel.
"welcome home Ken, kamu gak ngasih tau aku kalau pergi ke Bali.." Siska menyambut kedatangan Kenan dengan suka cita.
"kalau Adel terlihat seperti ulat bulu bagi berlian ,maka Siska ia beri julukan belut sawah. Karena gerakan tubuhnya sangat lincah, setiap berbicara dengan Kenan.
udh kelas XII jga kan ampun ceritanya Kya cewe desa
semakin lama semakin modis dong bukan malah semakin udik