NovelToon NovelToon
Tegar

Tegar

Status: tamat
Genre:Anak Yatim Piatu / Nikahmuda / Poligami / Cintapertama / Tamat
Popularitas:32.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nur hapidoh

Suami yang pamit bekerja ke luar pulau Jawa ternyata malah menikah lagi dengan orang terdekatnya karena permintaan ibunya yang tak pernah menerima Marissa jadi menantunya, dunia seakan hancur berkeping-keping saat mengetahui hal itu.

"Apa yang harus aku lakukan, Tuhan?" doaku pada suatu malam dengan bersimbah air mata.

Dalam pencarian suaminya yang menghilang, Marissa menemukan kenyataan ternyata suaminya anak dari penjahat yang telah membunuh ibu dan memisahkannya dengan ayah kandungnya selama 20 tahun.

Apakah Marissa harus mempertahankan pernikahannya ataukah mengikuti keinginan ayah kandungnya untuk bercerai dan menikahi pria yang dia pilih? Simak kisah mereka di novel terbaru Author.

Mohon dukungannya ya, readerku sayang dengan like, favorit dan komen. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur hapidoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 22

Bara berusaha terus untuk menemukan keberadaan Marissa. Lokasi terakhir yang di kirimkan oleh Marissa ternyata sudah berganti. Karena Marissa sudah di pindah oleh Rudi ke rumah pribadinya.

'Ya Allah, semoga kau menolong hambamu!' doa Marissa sekuat tenaga. Dia tidak rela kalau sampai hidupnya hancur karena perbuatan Arimbi.

Adik madunya ternyata sangat jahat karena merencanakan semua kejahatan itu dengan begitu sempurna. Marissa bahkan tidak tahu di mana dirinya saat ini berada. Ruangan remang-remang dan pengap, yang diperkirakan oleh Marissa adalah sebuah gudang yang sudah lama tidak digunakan.

Marissa masih terus pura-pura pingsan. Dia pengen mengetahui sejauh apa mereka melakukan kejahatan terhadap dirinya. Lebih penting lagi, Marissa ingin tahu rencana mereka atas dirinya.

"Perempuan ini, kenapa lama sekali siuman? Padahal kita hanya memberikan sedikit obat bius. Aneh sekali!" kepala penjahat yang ditugaskan oleh Arimbi mulai mendekati Marissa.

"Heh, bangun! Aku akan membuang kamu ke jurang kalau tidak mau bangun juga!" Marissa tentu saja terkejut mendengar ancaman itu.

"Kita perkosa saja dulu, Bang. Sayang kalo perempuan secantik dia, mati begitu saja!" ucap rekannya yang lain yang sejak tadi begitu tertarik dengan tubuh Marissa.

Laki-laki yang rupanya adalah pemimpin mereka, terlihat melotot ke arahnya. "Kalau kau mau dikejar-kejar oleh hantunya ketika dia sudah mati, silahkan saja lakukan apa yang kau mau!" laki-laki itu pun kemudian meninggalkan Marissa.

Pria yang tadi begitu menggebu Ingin melampiaskan hasratnya kepada Marissa sontak menciut nyalinya. Bagaimana pun dia tidak ingin mati konyol karena setan penasaran.

Marissa cukup lega saat dia mendengar suara pintu yang ditutup dari arah luar. Marissa membuka matanya dan melihat ke sekeliling.

Marissa ingin kabur dari sana. Dia mencari celah di mana Dirinya bisa kabur dengan aman tanpa dicurigai oleh para penjahat suruhan Arimbi.

Marissa benar-benar tidak menyangka adik madunya akan begitu tega melakukan kejahatan seperti itu kepada dirinya. Dia bahkan memerintahkan anak buahnya untuk membunuh dirinya tanpa meninggalkan jejak.

"Apakah ada hal yang begitu enak? Aku yakin kejahatan pasti tidak akan menang. Aku harus berusaha untuk bisa kabur dari tempat ini." Marissa berusaha mencari ponselnya tetapi nihil.

Arimbi ternyata sudah mengambil ponselnya karena tidak mau keberadaan Marissa diketahui. Bagaimana pun juga Arimbi takut dengan anak buah mertuanya yang banyak.

Marissa terlihat begitu lemas ketika menyadari bahwa tempat itu begitu terpencil dan sulit untuk dia tembus.

***

Anak buah Bara saat ini masih terus berusaha untuk mencari keberadaan Marissa. "Bos, tadi saya melihat anak buahnya Arimbi membawa nama muda ke sebuah bangunan tua di pinggiran kota. Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanyanya pada Bara.

Bara langsung bergegas untuk menuju ke lokasi yang dikatakan oleh anak buahnya. "Kita selamatkan dia sekarang. Ayahku dari kemarin sudah bertanya terus tentang keberadaan Marissa. Kita tidak bisa membiarkan hal ini lebih lama lagi!" Mereka pun kemudian pergi ke tempat di mana Marisa berada saat ini.

Setelah perjuangan yang sangat melelahkan akhirnya mereka melihat bangunan yang dimaksud oleh anak buahnya Bara. terjadi bentrokan yang sangat sengit di antara dua kubu.

Bara langsung menerobos masuk ke dalam bangunan dan mencari keberadaan Marissa di setiap ruangan di sana.

Marissa merasa sangat senang melihat Bara yang sudah bisa menemukan dirinya. Bara terlihat begitu geram melihat Marissa yang diikat tangan dan kakinya. Bajunya bahkan kotor penuh lumpur.

Tampaknya Marissa sampai ke bangunan itu dengan cara digeret. Terlihat dari pakaian yang kotor dan dekil. Wajah Marissa bahkan begitu menyedihkan.

"Marissa, Akhirnya aku bisa menemukanmu. Ayo kita pergi dari sini!" Marissa di gendong oleh Bara selagi dia melihat anak buahnya masih sibuk bertarung dengan anak buahnya Arimbi.

Setelah Bara berhasil menyelamatkan Marissa, dia memberikan kode kepada anak buahnya untuk segera meninggalkan tempat itu.

Bara sangat senang sekali karena Marissa bisa dia tolong. Marissa terus menangis di pelukan Bara.

"Tenanglah, kita sudah aman. Kamu jangan khawatir lagi!" Marissa benar-benar bersyukur karena bisa bertemu lagi dengan Bara.

Bara membawa Marissa ke rumah sakit dulu untuk memastikan keadaannya baik-baik saja. Marissa telah hilang dari pengawasannya lebih dari 2 minggu lamanya. Makanya Bara sangat khawatir dengan keadaan mental dan kesehatan Marissa.

"Aku baik-baik saja. Mereka belum sempat melakukan eksekusi padaku. Terima kasih karena kamu sudah menolong aku lagi. Aku benar-benar memiliki hutang budi padamu yang sangat besar. Oh ya, bagaimana keadaan Faqih sekarang? Aku sangat khawatir sekali dengan dia." Marissa melihat ke pada Bara yang sejak tadi terus memperhatikannya.

"Beristirahatlah baik-baik. Faqih sekarang tinggal di kediaman ayahku. Dia aman disana. Kamu jangan khawatir." Marissa merasa lega mendengarnya.

Marisa berusaha sekuat tenaga untuk tetap tegar dan kuat demi Faqih yang selalu menguatkan dirinya. Marissa memejamkan matanya karena lelah dan rasa kantuk yang mendera.

Bara merasa bersyukur karena setelah pemeriksaan dokter Marissa ternyata tidak mengalami goncangan apapun. Dia hanya shock akibat penyekapan itu.

Bara segera melaporkan kejadian penculikan itu kepada polisi. Bara tidak akan membiarkan Arimbi dilepas begitu saja setelah membahayakan kehidupan Marissa.

***

Arimbi terlihat begitu kesal setelah dia mendapatkan laporan dari anak buahnya tentang Marisa yang berhasil diselamatkan oleh Bara.

"Bodoh! Kalian orang-orang yang berbadan besar bagaimana bisa kehilangan seorang wanita bodoh seperti dia? Sungguh mengecewakan sekali! Percuma aku memberikan uang begitu banyak untuk kalian." Arimbi yang merasa kesal akhirnya meninggalkan basecamp tersebut.

Tetapi dia terlambat. Karena saat itu bertepatan dengan kedatangan polisi yang bersiap untuk meringkus mereka semua. Arimbi dan anak buahnya tidak bisa berkutik lagi karena polisi sudah mengepung tempat itu.

Arimbi mau tidak mau langsung digelandang ke penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatan jahatnya kepada Marissa.

Ketua orang tua Arimbi tentu saja marah dengan berita di tangkapnya Arimbi oleh polisi.

"Sejak dulu anakmu tidak pernah berubah. Dia selalu saja melakukan apapun dengan ceroboh. Menyusahkan saja kerjanya! Dulu kalau keluarganya Damar hendak menuntutnya, dia pasti masuk penjara. Sudah membuat Damar koma berbulan-bulan lamanya. Kalau bukan karena aku yang mengemis dan memohon kepada mereka. Apa dia bisa bebas dengan begitu mudah?" terlihat ayahnya Arimbi begitu marah.

Istrinya yang tidak tega melihat anak perempuannya dipenjara terus membujuk sang suaminya untuk membantu membebaskan Arimbi.

"Bagaimanapun juga di anak kita, Pah. Tidak mungkin kita membiarkan dia menderita di penjara." Ayahnya Arimbi mendengus kesal.

"Karena kau yang selalu memanjakannya membuat dia selalu bersikap seenaknya tanpa berpikir panjang. Untuk kali ini biarkan saja kalau dia ingin mendekam di penjara. Biar dia belajar bahwa semua hal tidak harus selalu berputar di sekitarnya!" ayahnya Arimbi memilih meninggalkan sang istri yang menangis mendengar keputusannya.

1
nining
udah tamat aja🤣
nining: sabar ya....padahal menurut aq ceritanya menarik....tetep semangat ya
total 2 replies
Apriyanti
knp Marissa nya di bikin meninggal thor,, trus gimana dengan Celine yg blom ketangkep,, Celine kan ikut andil jg dlm penculikan Marissa SM faqih
Apriyanti: iya thor
total 4 replies
Hanisah Nisa
thanks
Nur hapidoh: sama2kak
total 1 replies
Nur hapidoh
Alhamdulillah akhirnya seles juga novel ini dengan baik
Hanisah Nisa
lanjut
Nur hapidoh: siap kak
total 1 replies
Apriyanti
lanjut thor
Nur hapidoh: siap kak
total 1 replies
nining
di tungggu episode berikut nya
Nur hapidoh: siap kak
total 1 replies
nining
di tunggu episode berikutnya
Nur hapidoh: siap kak
total 1 replies
nining
lanjut kk
Nur hapidoh: siap kak
total 1 replies
Apriyanti
lanjut thor
Nur hapidoh: siap kak
total 1 replies
Hanisah Nisa
bara Marissa damar.......binggung...
Nur hapidoh: sama kak, aku juga 😁 makanya nanya ke kalian
total 1 replies
nining
marissa bara dong
Nur hapidoh: bara ganteng pula 😂
total 1 replies
Apriyanti
bingung jg thor barra baik,, damar baik
lanjut thor
Apriyanti: iya thor😅
total 2 replies
Apriyanti
lanjut thor
Nur hapidoh: siap kak
total 1 replies
nining
di tunggu bab berikut nya
Nur hapidoh: siap kak
total 1 replies
Hanisah Nisa
lanjut
Nur hapidoh: siap kak
total 1 replies
nining
lanjut kk...di tunggu bab berikutnya
Nur hapidoh: siap kak
total 1 replies
Hanisah Nisa
lanjut
Nur hapidoh: siap kak
total 1 replies
Apriyanti
kamu jgn bodoh Marissa,, benar apa kata bara nyawa di balas nyawa
lanjut thor
Nur hapidoh: siap kak
total 1 replies
Apriyanti
lanjut thor
Nur hapidoh: siap kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!