NovelToon NovelToon
Really? We Got Married?

Really? We Got Married?

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:297.3k
Nilai: 5
Nama Author: Axelle Axa

Ketika sebuah pernikahan mengantarkan seorang gadis pada kehidupan yang sama sekali tak pernah dia duga.

Suami tampan super sempurna, kehidupan yang mendebarkan, rahasia yang terkuak satu-persatu, dan dendam masa lalu. Semuanya bercampur menjadi satu mengantarkan si gadis pada situasi untuk memilih antara egonya atau hati nurani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Axelle Axa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22. Berita

Sean berdiri di balik kaca ruang kerjanya, matanya dingin menatap lurus ke pemandangan bersalju di halaman mansion. Sikapnya tenang, namun memancarkan udara yang sangat mengancam. Sejenak terlihat seperti sikap tenang sebelum badai Lou.

“Bos, Tuan Anthony sudah datang.” Malik melaporkan.

Sean tak mengatakan apapun, dia hanya memberi anggukan singkat dan Malik segera pergi untuk menjemput Anthony.

Setelah beberapa saat, sesosok pemuda tampan dengan balutan pakaian serba hitam muncul di ruangan itu. Sikapnya sedingin es dan tatapannya sangat mengancam. Pemuda tampan itu mengabaikan Sean yang berdiri di dekat jendela dan langsung duduk di sofa ruang kerja.

Sean sudah terbiasa dengan sikap dingin dan acuh temannya itu. Dia tidak mengatakan apapun tentang hal itu dan ikut duduk di salah satu sofa. Keduanya diam selama beberapa saat, membuat suasana yang menjadi lebih dingin.

“May menghilang.” Anthony membuka suara, dia menatap Sean dengan wajah datarnya.

Sean menatap Anthony sejenak dan nampak berpikir. “Sejak kapan?” tanyanya kemudian.

“Kemarin malam.” Anthony menghela napas pelan. Kali ini dia sama sekali tak menduga sikap May. Semuanya baik-baik saja kemarin, hubungan mereka bahkan sangat harmonis, tapi tiba-tiba May menghilang di malam harinya. Dia bahkan baru menyadari setelah hari hampir pagi.

Sean menatap Anthony penuh tanya, namun tak satupun dia ungkapkan dalam kata-kata atau lebih tepatnya dia sama sekali tak bisa berkata-kata. Dia dan Lou pergi ke rumah sakit kemarin dan semuanya nampak baik-baik saja. Bahkan Lou menyelamatkannya dari upaya pembunuhan.

Sean sangat senang saat itu dan berpikir bahwa Lou telah membuka hatinya untuknya. Dia benar-benar melupakan fakta bahwa dia yang telah memaksakan pernikahan dengan Lou. Bahwa istrinya pernah mencoba melarikan diri darinya. Dia dibutakan oleh kebahagiannya dan menjadi gegabah.

Terlebih lagi dia sedikit kesulitan mengatur emosinya saat salah seorang anak buahnya mengatakan mereka melihat seseorang yang paling tidak ingin Lou temui. Suasana hati Sean langsung turun drastis dan dia dengan percaya diri meminta Lou menunggunya sebentar sementara dia pergi mengurus orang itu.

Pikiran Sean kacau saat itu dan dia dengan gegabahnya percaya bahwa insiden penembakan itu didalangi oleh orang itu. Jadi dia ingin menemuinya dan memperingatkannya. Bahkan saat orang itu menyangkal semua yang Sean tuduhkan, Sean hanya berpikir bahwa dia hanya berbohong untuk mempermainkannya.

Saat salah seorang anak buahnya melaporkan Lou telah diculik, dia nyaris membunuh orang itu di tempat karena berpikir dia yang melakukannya. Sean bahkan mengancam bahwa dia akan secara pribadi menghancurkannya bila dia berani menyakiti Lou.

Namun setelah dia memikirkan semuanya sekali lagi dan melihat semua rekaman CCTV saat penculikan Lou. Dia menyadari sesuatu, dia menyadari bahwa sejak awal Lou sama sekali tak berniat melawan. Sean telah melihat kemampuan Lou saat dia menghadapi pembunuh bayaran. Tentunya itu bukan hal sulit baginya bila dia ingin menyelamatkan diri saat itu.

Lou tak melakukan apapun, bahkan dia terkesan bekerjasama dengan penculiknya. Kenapa? Apa karena semua ini adalah rencananya?

Kemudian dia juga tahu dari orang kepercayaan Anthony bahwa May menghilang. Seketika Sean seolah melihat titik terang dari masalah itu. Apa yang dia pikir sebagai penculikan sebenarnya bukanlah penculikan. Itu mungkin hanya ulah Lou dan May.

Sean merasa sangat kecewa, dia tidak pernah memperlakukan Lou secara salah, lalu kenapa dia selalu mencoba lari darinya? Apa dia sangat tidak ingin bersamanya? Apa selama ini dia merasa tertekan? Apa dia terlalu memaksakan diri padanya?

Sean menghela napas dan mengusap wajahnya kasar. Kenapa Lou harus lari? Apa dia tak tahu bahwa Sean sangat mengkhawatirkanya? Apalagi setelah Sean melihat hasil pemeriksaan kemarin, dia benar-benar hampir kehilangan ketenangannya.

Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa istrinya tengah hamil enam minggu. Namun saat ini dia sama sekali tak tahu dimana istrinya. Dia tak tahu apakah dia baik-baik saja. Sean ingat morning sick Lou sangat parah dan tak kenal waktu. Bagaimana kondisinya sekarang? Semua ini benar-benar membuat Sean sangat frustasi.

Anthony juga tak bisa berkata-kata. Dia mengenal May sejak kecil dan dia tahu May adalah orang yang masuk akal. Bukan caranya untuk pergi dan menghilang saat dia menemui masalah. Anthony mendesah pelan, tiba-tiba ingin mengutuk adiknya sendiri.

“Kalau orang yang menculik Lou adalah May, dari mana dia mendapatkan senjata?” Sean tiba-tiba memikirkan hal ini. Orang yang menculik Lou adalah orang yang sama yang mencoba membunuhnya atau lebih tepatnya mencoba mengalihkannya. Karena setelah melihat lagi, dia tahu bila sekalipun Lou tak mendorongnya, paling-paling dia hanya akan menderita sedikit luka goresan.

“Ini juga yang membuatku bingung. Bahkan aku bingung bagaimana cara mereka meninggalkan rumah sakit. Burdenko dipenuhi CCTV di setiap sudut dan hanya ada beberapa titik buta yang sama sekali tak terhubung. Apa mungkin seseorang bisa melarikan diri tanpa di deteksi CCTV?” Anthony menatap Sean dengan senyum sarkastis.

Sean mengangguk setuju. Bahkan bila Lou dan May meninggalkan gedung dengan menuruni tali di sisi bangunan, mereka masih akan terpantau CCTV. Jadi bagaimana mungkin seseorang bisa menghilang seperti itu?

“Atau mereka sejak awal memang tidak menghindari CCTV.” Sean tiba-tiba berbicara. Tinggal bersama Lou selama setengah tahun terakhir membuat Sean menyadari satu hal, bahwa istrinya benar-benar bisa berpikit di luar kotak.

Semua idenya sangat mengejutkan dan nyaris tak terbayangkan untuk dilakukan oleh orang lain. Dia juga ingat saat pertama kali Lou melarikan diri darinya. Dia berpikir Lou akan membentur batu karang, tapi siapa yang menduga bahwa ada trampolin besar terpasang di dinding jurang. Yang membuat gadis itu dapatterjun bebas ke laut tanpa khawatir mengenai karang.

Sean tersenyum tipis saat dia mengingat kekonyolan Lou dan sedikit rasa lelah di hatinya menghilang. Hal yang terpenting untuknya adalah Lou sehat dan baik-baik saja, maka dari itu dia harus secepatnya tenang dan menemukan istrinya itu.

Anthony melihat senyum tipis di bibir Sean sebelum dia mengalihkan pandangannya. Bila itu Lou dan May, maka mungkin saja mereka akan mencoba cara ekstrem ini.

“Periksa CCTV sekali lagi. Lihat apakah ada yang terpantau keluar, tapi tidak terpantau saat masuk.” Anthony memerintahkan Malik yang saat itu ada di sana.

Malik mengenal Anthony dengan baik dan mengakui keberadaanya. Jadi dia mengangguk sedikit sebagai tanda mengerti sebelum berbalik pergi.

Hanya keheningan yang memenuhi ruangan itu setelah Malik pergi. Bahkan tak ada sepatah katapun keluar sampai Malik kembali.

“Bos, kami menemukan dua orang yang tidak terpantau kedatangannya, tapi terlihat keluar mengendarai mobil di gerbang keluar utama.” Malik melaporkan sambil menyerahkan hasil tangkap layar kamera CCTV. Di kertas itu nampak dua orang wanita mengenakan hoodie dan masker meninggalkan rumah sakit dengan mengendarai mobil. Gambar dari CCTV itu cukup jelas dan mereka bisa melihat ciri-ciri kedua wanita itu yang sangat mirip dengan Lou dan May.

“Apa yang mereka lakukan di rumah sakit?” Sean bertanya sambil terus menatap kertas tipis itu. Pikirannya sangat rumit sekarang, setitik keegoisan di hatinya berharap Lou tidak melarikan diri. Tapi dia lebih tidak berharap Lou diculik, mungkin melarikan diri akan menyakiti hati Sean, tapi itu tak akan menyakiti Lou setidaknya.

“Sebenarnya salah satu dari mereka terlihat datang pukul tujuh pagi dengan mobil yang sama, tapi pakaian berbeda. Kami melacaknya dan melihat dia menghilang di toilet lantai satu. Tapi kemudian kami menemukan bahwa dia sebenarnya hanya berganti pakaian dengan memanfaatkan toilet sebagai titik buta.

“Dia kembali menghilang di titik buta lantai tiga. Tempat kita mengalami insiden penembakan dan kembali muncul beberapa saat kemudian di CCTV tak jauh dari sana. Setelah kami memeriksa lagi, ada satu titik buta di ujung lorong lift lantai tiga dan kami berpikir mungkin orang inilah yang menembak Anda saat itu.

“Setelah itu dia menghilang lagi selama beberapa saat dan kemudian insiden penculikan nyonya terjadi. Tapi orang yang menculik nyonya mengenakan pakaian serba hitam dan berbeda dari orang ini. Lalu mereka menghilang lagi di lantai tujuh dan dua orang wanita mengenakan hoodie ini muncul entah dari mana.” Malik menjelaskan panjang lebar pada Sean dan Anthony. Dari sini mereka sudah bisa memastikan bahwa May dan Lou memang melarikan diri berdua.

Saat keduanya sibuk merenungkan situasi, Malik berdeham untuk menarik perhatian mereka. Kedua pemuda tampan itu melirik Malik bersamaan, menatapnya seolah bertanya, ‘ada apa?’

“Kami juga menemukan ini.” Malik memberika tangkap layar CCTV yang menunjukkan situasi lift. Bisa dilihat di dalam lift ada beberapa penjaga yang Sean pekerjakan dan dua orang wanita menggunakan hoodie.

Tiba-tiba Sean bisa membayangkan sumpah serapak apa yang dikatakan Lou selama berada dalam lift. Sementara itu Anthony tersenyum tipis melihat kekonyolan dua orang itu.

Suasana di ruangan itu sedikit menghangat karena tangkap layar CCTV yang ditunjukkan Malik. Bisa dikatakan, Malik berhasil menjernihkan situasi.

“Kendaraan ini, apa ini bukan milikmu?” Sean bertanya setelah beberapa lama.

“Bukan. Sepertinya dia membelinya setelah pergi.” Anthony menggelengkan kepala, sangat yakin bahwa mobil itu bukan salah satu mobilnya.

Sean melirik Malik dan Malik segera mempresentasikan sebuah kertas berisi data kendaraan itu. Sean mengangguk puas, namun dia sedikit terkejut saat melihat data yang ada di tangannya.

“Mobil itu baru saja dibeli, hari itu juga. Tapi bukan dengan identitas May. Pemilikinya adalah seorang wanita bernama Sheyla Ivanovic, berkewarganegaraan Rusia, tapi fotonya adalah foto May.” Sean menyerahkan kertas itu pada Anthony.

Baik Sean maupun Anthony terdiam sejenak. Mustahil membuat identitas ganda seperti ini kecuali sejak awal May memang sudah memilikinya. Tapi warga negara baik mana yang akan memiliki dua identitas seperti ini?

Saat keduanya sibuk berdiskusi, suara telepon berbunyi. Malik melangkah ke meja telepon dan mengangkatnya. Setelah beberapa saat mendengarkan, dia menoleh ke arah Sean dan berkata, “Bos, seseorang mengaku mengenal Nona May dan mengklaim bisa menemukannya. Dia ingin bertemu dengan Anda.”

Sean mengerutkan kening dan menatap Anthony sejenak. Tapi Anthony sepertinya lebih kaget dari Sean. Karena menurut ingatannya sendiri, May tak pernah datang ke Rusia, jadi aneh bila seseorang mengaku mengenalinya. Terlebih lagi dari mana sebenarnya orang ini tahu kalau mereka sedang mencari May.

“Bawa dia kemari.” Sean berkata setelah menimbang beberapa saat.

Malik mengangguk dan memberikan perintah pada orang di sisi lain telepon. Namun dia tak langsung mematikan telepon itu, sepertinya ada sesuatu yang dilaporkan oleh sisi lain.

Setelah beberapa saat Malik mematikan telepon dan mendekati Sean.

“Ada apa?” tanya Sean.

“Bos, orang itu tahu bahwa nyonya melarikan diri. Ada berita yang tersebar di dunia bawah tentang nyonya.” Malik sedikit takut untuk melaporkan saat melihat wajah dingin Sean.

“Berita apa?” Nada suara Sean menyimpan amarah.

“Berita itu menyatakan bahwa nyonya melarikan diri dan saat ini sedang hamil.” Malik berkata.

 

 

1
elfrine hingis
hai kakk! balik baca lagi nih aku di 2025 hihi karna emang sesuka itu 😍

anyway ini aku yang ketinggalan sesuatu, atau lupa, tapi emang disini extra partnya ga ada ya kak? padahal udah nunggu hihihi walopun masih sempet inget sih ending pas di w***pad gimana hihi tp ttp pengen bnget baca lagi sampe akhir skrng apa lagi yg side storynya 🤩 MANGAT TERUS KAKK! TETAP DITUNGGU EXTRA DAN SIDE PARTSNYA DAN DITUNGGU DIPUBLISH HIHI 🤩
Anonim
thor ayo up lagi dong after story nyaaa
Anonim
bagus bangetttt ceritanyaaa! ayo kaaak dilanjut lagi pweasee udah nunggu dari 2021😭😭
Adinda
kakk extra partnya donggg😁😁😁
sakura
...
justFlio
biar bintang berbicara
justFlio
gemessssss bangett..

ceritanya komplit Thor...sedepp bangettt
⭐⭐⭐⭐⭐
Modali Maluku
🤩
Partiah Yake
uhhhh, merasa ikut dicintai🫠
Ayu Lestari
Suka banget ceritanya dari dulu ❤
Faradiba Firdaus
kak extra partnya dongg
sakura
...
Tri Widayanti
Bar bar😁
Amelie. review
aku udah baca ini belasan kali dan ga pernah bosan. sukses terus kak Axa
Izzy
rebirth of the wildest poison empress kok gk sekalian di up di sini kak?
Giana Nanini
😁
gracia_ratih
kerennn
gracia_ratih
wahhhh daebak
gracia_ratih
goooooooooooddddddd
floo
🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!