NovelToon NovelToon
INDIGO

INDIGO

Status: tamat
Genre:Spiritual / Mata Batin / Horor / Tamat
Popularitas:533k
Nilai: 5
Nama Author: ARSY AL FAZZA

Penglihatan menembus dimensi ghaib. Tidak hanya di alam nyata, dalam pandangan lain bahwa sosok Indigo ketika berada alam bawah sadar itu sukmanya bisa terlepas keluar dari badannya. Berjalan-jalan menembus ruang dan waktu dunia lain. Setiap malam dirinya di kejar kematian yang mengancam. Para Indigo yang meninggal nanti ada dua kemungkinan. Yang pertama takdir dari Yang Maha Kuasa atau yang kedua karena tidak dapat kembali ke wujud tubuhnya di alam dunia. Simak kisahnya..!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSY AL FAZZA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Tabir waktu berubah

Bekal yang terpenting dari seorang ibu yang memiliki anak indigo adalah siraman ilmu akhirat. Nasehat yang tidak pernah terputus. Didikan menghilangkan kata ada menjadi tidak ada melihat makhluk-makhluk yang mendekatinya. Besar keinginan tahuan para Indigo menanyakan kata siapa sehingga orang tuanya lebih mawas diri menjaga dan meredam emosi di jiwanya. Tangisan, rasa takut, jam tidur yang berantakan, penguatan agar berani menghadapinya.

Kebanyakan orang tua yang mendapat takdir anak Indigo terpaksa mengatakan ada hantu di bagian yang terlihat. Walau mereka berusaha menutupi, tidak jarang makhluk halus sengaja menampakkan diri bahkan menerbangkan benda-benda.

......................

“Ibu....dan kakak” Luna sedikit belum fasih berbicara tersenyum melambaikan tangan.

Mahaswari mengalihkan pandangan menunjukkan boneka berbaju merah menggunakan Topi hitam berbulu halus, bagian tengah yang tekan mengeluarkan nada suara tangisan. Kompeng kecil di letakkan ke dalam mulutnya kemudian tangisan terhenti. Mahaswari membawa ke ruangan tengah, dia menutup pintu menahan rasa khawatir alih-alih jika selanjutnya anaknya di ganggu makhluk halus.

Persiapan berkemas selesai, pergi ke kampung halaman menunggu taxi datang. Perjalanan panjang ini tanpa ada penghalang. Kemarin mereka bersama keluarga yang lain menggunakan akomodasi jalur laut. Terjebak beberapa hari di tengah lautan hingga kapal air kembali melaju.

Kemungkinan besar di kala itu mesin di hentikan makhluk halus. Makhluk aneh yang di gambar Luna sebelum keberangkatan.

Mahaswari membuka buku gambar putri kecilnya. Dia lembaran-lembaran gambar hantu berdiri, melayang di beberapa ruangan. Beberapa gambar mencengangkan mata, sosok pocong bercorat coret krayon hitam pada wajah, kain kafan putih sedikit kumal kecoklatan dan bola mata merah menghitam.

“Ayo, bu.. supir menunggu di depan.”

Ukran menggendong tas besar, di tangan kanan dan kiri ada dua koper di tambah beberapa bungkusan plastik. Kedua keponakannya juga telah bersiap tanpa di komando. Mahaswari secepatnya memakaikan jaket ke tubuh Luna.

Tiga jam perjalanan ke bandara bersambung taking off selama dua jam. Sambungan taxi satu jam ke stasiun kereta api, Luna, Andika dan Dewi menghabiskan dua kantung plastik muntahan. Mabuk darat dan udara sampai berhenti di depan stasiun. Mereka di jemput mobil sedan hitam, pria yang mirip dengan Gajah Mada membantu membawakan barang-barang ke dalam bagasi mobil.

Perjalan yang lama, Aluna terbawa ke dalam ruangan di masa depan. Tubuhnya tertidur di perpustakaan di jaga burung hantu berwujud manusia. Kelelawar putih bersiaga, keangkeran perpustakaan yang terletak kedaton mengisahkan tanda tanya keganjilan yang belum terkupas.

......................

“Alhamdulillah akhirnya sampai juga!” Mahaswari menggendong tubuh Luna lebih erat.

Pekerja membuka pintu segera mempersilahkan mereka masuk. Wanita yang sangat dia rindukan, ibu suri di masa lalu yang sangat menyayanginya. Suasana kampung halaman yang keasrian dan keindahan alam tidak lekang oleh waktu. Rumah besar bak Istana terasa sepi. Eyang putri di temani beberapa pekerja rumah tangga dan dua orang pekerja yang terpercaya bertugas di malam hari.

Patung kepala rusa yang menggantung di dinding mengingatkan benda yang sering dia lihat. Aluna di masa itu terlalu dini mengingat dan menghadapi semuanya. Ukran dan Mahaswari pergi membawa keponakan Andika mereka ke rumah orang tuanya. Dewi di bantu pekerja lain ke kamarnya. Dia tinggal bersama Eyang sejak masih balita. Luna yang di minta ikut tinggal tidak di perbolehkan mahaswari yang terlalu menyayangi anaknya .Mahaswari berbalik khawatir menanyakan sekali lagi apakah putrinya akan baik-baik saja di tinggal sebentar.

“Loh, kok belum pergi?”

“Mau ajak Luna bu..”

“Anaknya masih tidur. Kasian kecapaian di jalan, tenang ada ibu yang menjaganya..”

Mau di bilang apa lagi, Mahaswari tetap setengah hati meninggalnya. Sepanjang perjalanan tidak tenang, dia tidak mendengar berkali-kali Urkan mengajaknya mengobrol. Dia melihat jam tangan, lima belas menit berlalu. Dia berpikir bagaimana keadaan putrinya.

“Bu, rupanya lagi melamun. Ada apa? Luna masih tidur, kasian juga di angkat pas nyenyak.”

“Ya tapi yah. Ibu tidak tenang..”

Pertemuan pihak keluarga ipar, bu Tin menerima kedatangan adik kandung dan adik iparnya dengan wajah senyum ceria. Dia tidak sabar melihat Aluna, Tin meminta mereka menunggu dia bersiap ikut ke rumah eyang. Berjarak dekat, gunung sawah melintang membentang rentangan tangan menghirup udara bersih. Rumah besar di padatkan kedatangan pihak keluarga.

“kemarin anak ku mimpi buruk. Dia menjerit ketakutan posisi tidur telentang dengan mata terbuka lebar. Ayahnya lagi tugas di luar kota, aku takut sekali terlebih lagi Sigit meracau keras.”

“Kakak kenapa tidak memberitahu ibu?” tanya Mahaswari.

“Ya benar rumah kakak kan berdampingan dengan rumah ibu kak. Bi Surti dan Upe pasti membantu. Aku jadi iri kenapa mas Parman tidak bisa pindah kerja di dekat sini. Kan jadi dua puluh empat jam ketemu Dewi dan Ibu..”

Keluhan Endang di timpa candaan para keponakan yang melakukan aksi kejar-kejaran memakai baju badut. Wajah senyuman tersimpan hati yang bersedih. Eyang putri duduk di sofa sambil mengambil buku-buku baca Eyang kakung semasa hidupnya.

“Bu ayo makan bersama..” Ukran membantunya berdiri.

Makan bersama di ruang makan, lilin panjang dan alunan suasana suara musik gamelan yang di hidupkan dari Gramophone. Piringan hitam yang berisi gending-gending nada ciri khas daerah. Piringan hitam tunggal yang berbidang lebar mengkilat menambah suasana damai.

Aroma makanan menggugah selera, mendohwan adalah menu favorit kesukaan Mahaswari. Sebagai menantu dia sangat cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Semur ayam, sate lilit, sambal kecap manis, rebusan sayur-sayuran dan keranjang buah sebagai makanan pencuci mulut.

Selesai makan malam, para keluarga mengambil tempat masing-masing. Sambungan percakapan Tin di teruskan Endang di ruang tamu.

“Mbak, coba tanyakan sama anaknya Mahaswari. Aku dengar Aluna bisa lihat makhluk halus.”

“Benar juga ya mbak, penyakit Sigit juga tidak terdeteksi dokter padahal demamnya tadi malam cukup tinggi.”

Tin menggiring lengan Mahaswari, dia menyampaikan dengan bisikan pelan tanpa terdengar yang lainnya. Mahaswari menggelengkan kepala, tidak ada yang tau apa yang di alami dan rasakan anaknya.

Melihat makhluk halus, menanyakan makhluk apa yang mengikuti tidak sesimpel yang mereka bayangkan. Memang benar anak indigo menembus lorong waktu alam halus. Bukan berarti bebas leluasa tanpa hambatan atau rintangan. Benturan energi ghaib sering mengurangi daya tahan tubuh, setiap hari mengkonsumsi obat demam seperti makanan pokok sehari-hari.

“Maafkan saya mbak, Luna masih kecil dan penglihatannya bisa menimbulkan penyakit di dirinya sendiri. Saya mau semua yang dia punya mengalir apa adanya. Bahkan saya dan mas Ukran berencana menghilangkan indera keenamnya.”

“Loh jangan begitu, aku malah mau membawa keponakan ku melihat apa yang ada di kamar atau diri Sigit. Hanya sekali saja. Tolong lah Mahaswari.”

1
Manda
selamat lebaran
milki
detik lebaran disini
Rina 〇△☆☂
♥️♥️
Rina 〇△☆☂
♥️
Komunitas basket SMANSA
indigo 😍😍😍
rindu
Kisah ini begitu menakutkan, membuat bulu kudukku berdiri sejak awal hingga akhir. Atmosfir gelap dan misterius benar-benar terasa, membuatku merasa seolah-olah aku sendiri berada di kerajaan Mandra Sukma. Saya benar-benar merinding membayangkan Aluna menghadapi semua rintangan mengerikan itu sendirian. Tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya sungguh membuatku merasa cemas. setaann
rindu
Aluna mendapati dirinya terperangkap di dalam ruangan gelap dengan bayangan menakutkan yang mengintai di sekelilingnya, saya hampir merasakan ketakutan yang sama seperti yang dia rasakan. Bola-bola api yang melayang di langit malam memberikan sentuhan supernatural yang menambah ketegangan cerita. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya berada di tempat Aluna, dikelilingi oleh kegelapan dan misteri.
𓆩❤𓆪
Ketika Aluna mendekati pulau yang dikelilingi oleh cahaya biru yang menyilaukan, saya merasa seolah-olah saya sendiri ikut terbawa dalam kegelapan dan ketakutan yang menyelimuti tempat itu. Saya hampir tidak bisa menahan napas menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Sosok-sosok yang tak jelas bergerak di sekeliling Aluna membuat bulu kuduk saya merinding. Saya merasa seperti saya sendiri berada di sana, merasakan ketegangan dan ketakutan yang melanda Aluna.
zatu
Ketika Aluna akhirnya menemukan bangunan kuno yang menjulang tinggi di tengah pulau, saya hampir tidak berani membayangkan apa yang mungkin menantinya di dalamnya. Rasanya seperti sebuah pembukaan menuju neraka yang menakutkan. istana keramat yang menyeramkan membuat saya benar-benar merasa seolah-olah saya sendiri berada di sana, menghadapi semua ketidakpastian dan bahaya yang menyertainya. Sungguh cerita yang sangat menegangkan!
mella
Aluna menghadapi berbagai rintangan yang mengerikan dengan keberanian yang luar biasa, dan saya tidak bisa tidak terkesan oleh kekuatan dan keteguhannya dalam menghadapi situasi yang begitu mencekam. Saya hampir tidak berani membayangkan bagaimana rasanya berada di tempat Aluna, dihadapkan pada semua misteri dan bahaya yang mengancam. Cerita ini benar-benar berhasil membuat saya merasa takut dan tegang sepanjang perjalanan.
Febri
Saat Aluna mendekati pintu istana kuno yang menyeramkan, saya merasa seolah-olah saya sendiri berdiri di sana, menunggu dengan ketegangan yang tak tertahankan untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Sungguh pengalaman membaca yang memikat dan mendebarkan. Bayangan-bayangan menakutkan yang mengintai di dalam ruangan gelap dan sosok-sosok tak jelas di sekeliling Aluna benar-benar memberikan sentuhan horor yang membuat bulu kuduk saya merinding. Saya hampir tidak berani membayangkan berada di tempat Aluna, menghadapi semua ketakutan itu sendirian
Banyuwangi
Suara-suara aneh yang menggema di lorong-lorong gelap dan bola-bola api yang melayang-layang di langit malam benar-benar menambah intensitas ketegangan dalam cerita. Saya merasa seperti saya sendiri berada di dalam dunia yang misterius dan menakutkan itu. Ketika Aluna memutuskan untuk terus maju meskipun dihadapkan pada bahaya yang mengancam, saya merasa terinspirasi oleh keberaniannya. Cerita ini bukan hanya sekedar cerita horor biasa, tetapi juga memiliki pesan tentang keberanian dan keteguhan hati dalam menghadapi rintangan.
kapulaga
Dalam momen-momen seperti ini, penggunaan detail-detail sensorik menjadi sangat penting untuk membawa pembaca lebih dalam ke dalam aliran cerita. Dari suara gemetar Tumang hingga aroma tanah basah yang menciptakan suasana yang semakin mencekam, setiap detail memberikan warna dan nuansa yang mendalam pada narasi. Ini memungkinkan pembaca untuk benar-benar terhubung dengan perasaan dan pengalaman karakter utama, sehingga mereka bisa merasakan setiap getaran dari ketakutan yang dialami.
Bukan cilook
🌹Deskripsi yang mendetail dan cerita ini benar-benar menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan bagi pembaca. Aq merasa seolah-olah saya sendiri berada di dalam kerajaan Mandra Sukma, merasakan setiap ketegangan dan ketakutan yang dirasakan oleh Aluna. Dari momen-momen gelap di lorong-lorong yang gelap hingga ketegangan yang melanda di dalam ruangan tersembunyi, aq tidak bisa tidak terhanyut oleh cerita ini. Bahkan ketika Aluna mendekati pulau yang dikelilingi oleh cahaya biru yang menyilaukan, saya merasa seperti saya sendiri ikut terbawa dalam perjalanannya, menunggu dengan napas tertahan untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Keberanian Aluna dalam menghadapi segala rintangan yang menakutkan benar-benar menginspirasi, dan cerita ini berhasil menangkap esensi dari horor psikologis yang membuat bulu kuduk merinding. Aq sangat terkesan dengan cara cerita ini membangun ketegangan secara bertahap hingga mencapai puncaknya di dalam istana kuno yang menyeramkan. Keseluruhan, cerita ini tidak hanya menawarkan hiburan yang menegangkan, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan tentang keberanian dan keteguhan hati dalam menghadapi ketakutan.
Tante godang
⭐⭐⭐⭐⭐
nobon
elemen-elemen mistis dengan ketegangan dan petualangan yang seru. Saya penasaran dengan nasib Aluna dan bagaimana dia akan menghadapi tantangan selanjutnya.
Penggambaran suasana dan detail dalam cerita ini sangat kuat, membuat pembaca seolah-olah ikut merasakan ketegangan dan ketakutan yang dirasakan oleh Aluna.
nobon
suka bagaimana cerita ini menunjukkan bahwa kekuatan tidak selalu membuat seseorang merasa aman, tetapi bisa menjadi beban dan tanggung jawab yang besar. Konflik internal Aluna juga menambah dimensi yang menarik dalam cerita ini. Dia harus berjuang antara melindungi dirinya sendiri dan membantu orang lain. Teman-teman hewan Aluna memberikan sentuhan yang menyentuh hati dalam cerita ini, menunjukkan bahwa dukungan dan persahabatan bisa datang dari tempat yang tidak terduga.
Zona nyaman
Teman-teman hewan Aluna memberikan sentuhan yang menyentuh hati dalam cerita ini, menunjukkan bahwa dukungan dan persahabatan bisa datang dari tempat yang tidak terduga.
Saya penasaran dengan bagaimana Aluna akan menemukan solusi untuk menghadapi bencana yang akan datang, dan apakah dia akan berhasil mengubah nasibnya.
Pesan tentang pentingnya keberanian, persatuan, dan harapan dalam menghadapi tantangan hidup sangat menginspirasi.
nina
Setiap langkah Aluna melalui kegelapan dan rintangan menghadirkan perasaan yang intens bagi saya. Saya bisa merasakan ketegangan dan keputusasaan yang dirasakannya, tetapi juga keberanian dan tekadnya untuk tidak menyerah. Cerita ini benar-benar membuat saya merenung tentang arti sebenarnya dari kekuatan. Saya belajar bahwa kekuatan sejati bukan hanya tentang kekuatan fisik atau magis, tetapi juga tentang keberanian, keteguhan hati, dan kemampuan untuk tumbuh dan belajar dari setiap pengalaman hidup.
Seroja
Ketika Aluna bertemu dengan wanita tua yang memberinya harapan dan kekuatan baru, saya merasa seperti ada sinar terang di ujung terowongan gelap. Deskripsi tentang keberanian dan ketulusan hati Aluna sungguh menggugah perasaan. Saya sangat terkesan dengan kekuatan Aluna untuk tetap berjuang meskipun dihadapkan pada kegelapan yang menakutkan. Dia adalah contoh yang menginspirasi tentang bagaimana kita bisa melawan ketakutan dan keputusasaan meskipun segala sesuatunya terasa sia-sia.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!