NovelToon NovelToon
Janji Di Atas Kertas

Janji Di Atas Kertas

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Dunia Masa Depan
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Neng Wendah

Di depan kamera, Aura Zhafira adalah presenter TV yang selalu tersorot lampu studio. Namun di balik layar, sebuah krisis memaksa Aura menandatangani perjanjian rahasia dengan Reno Adhyastha CEO dingin yang paling benci sorotan media.

Pernikahan mereka hanyalah transaksi dingin di atas kertas dengan aturan ketat: tanpa perasaan dan harus rahasia dari publik.

Namun, saat dua manusia dari dunia yang bertolak belakang ini dipaksa tinggal satu atap, akankah batas di atas kertas itu tetap bertahan? Atau justru akankah akan tumbuh rasa di antara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Wendah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

~ Kehangatan Pagi dan Kejutan Di Maldives

Usai menunaikan ibadah shalat Subuh berjamaah, kedamaian yang tak pernah terbayangkan sebelumnya merengkuh seluruh jiwa Aura. Kamar utama overwater villa di Maldives itu terasa begitu sakral, hanya diisi oleh suara deburan ombak halus yang berkejaran di bawah lantai kayu tempat mereka bersujud. Mukena putih bersih yang dikenakan Aura tampak berkilau lembut diterpa sinar fajar yang perlahan menyingsing dari balik ufuk timur. Reno melipat sajadahnya tenang, lalu berbalik menatap sang istri dengan binar mata teduh yang begitu hangat dan sarat akan kasih sayang.

Tanpa ragu, Reno mengulurkan tangan tegapnya. Aura menyambut uluran tangan itu dengan takzim, mencium punggung tangan suaminya dengan penuh rasa hormat. Sebelum Aura sempat menarik tangannya kembali, Reno merengkuh lembut kedua pipi sang istri, lalu mendaratkan kecupan hangat dan lama di kening Aura yang masih tertutup kain mukena.

"Terima kasih sudah menjadi makmum pertama dalam hidupku, Aura," bisik Reno dengan suara baritonnya yang sangat lembut, bergetar menyentuh lubuk hati terdalam.

"Sama-sama, suamiku..." jawab Aura pelan seraya mengukir senyum manis. Pipi mulusnya merona hangat mendengar panggilan suci itu terucap mantap dari bibirnya sendiri.

Reno membimbing Aura berdiri, lalu dengan telaten dan kelembutan ekstra membantunya melepas kain mukena. Helai demi helai rambut hitam Aura yang halus kembali terurai bebas membingkai paras ayunya yang alami tanpa riasan. Reno tidak menahan diri. Pria tegap itu menyisipkan beberapa helai rambut istrinya ke belakang telinga, lalu merengkuh tengkuk Aura, menyatu dalam ciuman dalam yang manis dan sensual di atas ranjang mereka. Ciuman fajar itu terasa melumat lembut, menyisakan napas yang sedikit memburu di keheningan kamar sebelum Reno akhirnya melepaskan tautan bibir mereka dengan kecupan terakhir di ujung hidung Aura.

"Ayo kita ke luar, matahari sebentar lagi terbit sempurna," ajak Reno seraya mengaitkan jemari tegapnya di sela-sela jemari lentur Aura.

Namun, sebelum melangkah menuju pintu kaca geser raksasa yang membatasi kamar dengan balkon luar, Reno menghentikan langkahnya. Pria itu menatap daster satin tipis yang dikenakan Aura, lalu beralih ke arah gantungan pakaian. Meskipun area luar adalah balkon privat overwater villa yang sangat tertutup dari jangkauan pengunjung lain, Reno tetap sangat menghargai prinsip dan komitmen berhijab istrinya di luar ruangan.

Reno berjalan menuju lemari, mengambil sebuah pashmina instan berbahan katun lembut berwarna pink pastel serta sehelai outer rajut panjang yang longgar. Pria itu kembali mendekati Aura, lalu dengan gerakan tangan yang sangat cermat dan canggung namun manis, Reno memakaikan outer tersebut ke tubuh Aura, menutupi lekuk daster tipisnya. Setelah itu, Reno melingkarkan pashmina ke kepala Aura, merapikannya dengan sangat telaten hingga seluruh rambut dan dada istrinya tertutup dengan sempurna.

"Nah, sekarang my queen sudah siap keluar," goda Reno dengan senyuman menawan, menyapu pipi Aura yang terbalut hijab dengan punggung jarinya yang hangat. Aura tersenyum haru, hatinya membuncah mendapati betapa suaminya begitu menjaga kehormatan dirinya bahkan di area privat sekalipun.

Pintu kaca raksasa digeser pelan oleh Reno, dan hembusan angin pagi Maldives yang segar serta beraroma khas lautan langsung menyapa kulit wajah mereka yang terekspos. Langkah kaki mereka yang beralas sandal santai mengetuk permukaan lantai kayu balkon luar dengan ritme yang tenang. Lautan biru jernih di bawah panggung villa berkilauan bagaikan hamparan kristal saat diterpa pendar sinar keemasan sunrise yang mulai membelah langit fajar.

Namun, perhatian Aura seketika teralih saat matanya menangkap kejutan manis yang terapung anggun di area infinity pool privat mereka. Di atas permukaan air kolam yang jernih dan tenang, sudah tersaji sebuah nampan kayu terapung berbentuk hati berukuran besar berisi hidangan floating breakfast yang sangat mewah dan tertata indah. Ada potongan buah-buahan tropis segar, pancake hangat dengan sirupan madu organik, dua cangkir kopi beraroma harum yang mengepul tipis, serta sebuah buket bunga mawar pink yang sangat cantik diletakkan di sudut nampan.

"Reno... ini semua kamu yang menyiapkan?" tanya Aura takjub, matanya berbinar-binar cerah menatap kejutan romantis yang sama sekali tidak ia duga tersebut.

Reno terkekeh pelan, suara tawa rendah yang terdengar begitu seksi, berat, dan menenangkan di indera pendengaran Aura. Dari belakang, pria itu melangkah maju memangkas jarak di antara mereka. Reno melingkarkan kedua lengan kokohnya yang dipenuhi otot berurat di sekeliling pinggang Aura, menarik tubuh mungil sang istri hingga punggung Aura menempel rapat pada dada bidangnya yang hangat. Reno menyandarkan dagunya di atas bahu Aura yang terbalut outer tebal, menikmati momen kebersamaan mereka yang intim.

"Tentu saja. saya sudah meminta staf khusus villa untuk menyiapkannya secara rahasia sebelum kita bangun dari tempat tidur tadi. Saya ingin pagi pertama kita sebagai pasangan suami istri sejati menjadi momen yang paling membahagiakan dan tidak terlupakan untukmu, Sayang," tutur Reno sangat lembut. Hembusan napas hangat pria itu menyapu sisi wajah Aura yang terbalut jilbab, menciptakan desir halus yang menyenangkan di dalam dada Aura.

Aura merilekskan tubuhnya, menyandarkan kepalanya dengan sangat nyaman di dada bidang Reno, menyerap seluruh kehangatan dekapan suaminya di tengah sejuknya angin fajar Maldives yang bertiup cukup kencang. Rasa haru dan kebahagiaan yang luar biasa besar membuncah hebat di dalam dadanya, membuat matanya sedikit berkaca-kaca menahan air mata haru.

"Terima kasih banyak, Reno... Aku benar-benar merasa menjadi wanita yang paling beruntung di seluruh dunia karena memiliki suami sesiap dan sehangat kamu," bisik Aura tulus dari dasar hatinya yang paling dalam.

Mendengar pujian tulus dari sang istri, Reno membalikkan tubuh Aura secara perlahan hingga kini posisi mereka saling berhadapan satu sama lain. Reno menangkup wajah Aura yang berbalut hijab pink pastel itu dengan kedua telapak tangannya yang besar dan hangat. Pria itu menatap dalam-dalam ke dalam manik mata jernih istrinya, mengunci fokus pandangan mereka dengan binar kasih sayang yang teramat suci dan tanpa syarat.

"Saya yang jauh lebih beruntung, Aura. Perjanjian di atas kertas yang dulu kita sepakati mungkin memang berawal dari rumitnya takdir dan ego kita masing-masing. Tapi hari ini, Tuhan membuktikan bahwa Dia menuntun kita untuk menyatu dalam ikatan cinta yang sesungguhnya. Kamu adalah anugerah terindah dalam hidup saya," ucap Reno dengan nada bariton yang mantap, lalu membungkuk sedikit untuk mengecup bibir Aura dengan lumatan lambat yang sarat akan perasaan mendalam.

Setelah mengakhiri ciuman intim itu, Reno membimbing Aura untuk berjalan menuju tepi kolam privat. Mereka berdua duduk santai di sana, menyingsingkan sedikit pakaian mereka lalu membiarkan kedua kaki mereka menyebur pelan ke dalam air kolam jernih yang menyegarkan tubuh. Nampan floating breakfast berbentuk hati itu ditarik perlahan oleh Reno agar mendekat ke posisi duduk mereka.

Pria tegap yang biasanya selalu bersikap dingin, kaku, tegas, dan berwibawa di hadapan para kolega bisnisnya di Jakarta itu, kini bertransformasi total menjadi sosok suami yang luar biasa manis. Dengan penuh kesabaran, Reno memotong pancake hangat, meniupnya sedikit, lalu menyuapkannya dengan telaten ke bibir Aura. Aura menerima suapan itu dengan senyuman manja, lalu bergantian menyuapi potongan buah segar ke mulut suaminya.

Canda tawa kecil, gurauan romantis, dan tatapan mata yang sarat akan api cinta terus menghiasi pagi pertama mereka di pulau impian tersebut. Sembari menikmati hidangan mewah dan secangkir kopi hangat di bawah siraman langit keemasan Maldives serta riak gelombang laut yang tenang, Reno dan Aura mengukir sebuah janji baru di dalam hati mereka masing-masing. Sebuah janji suci untuk saling menggenggam tangan dengan erat, saling percaya, dan saling menguatkan untuk melewati setiap badai atau rintangan kehidupan bersama-sama sebagai sepasang belahan jiwa yang tak terpisahkan hingga akhir hayat menjemput mereka menuju keabadian.

1
Rian Moontero
mampiiirr👍
Neng Wendah: Terima kasih banyak Kak Rian sudah mampir! Selamat menikmati kisahnya ya 😊🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!