NovelToon NovelToon
Dicerai Karena Gendut

Dicerai Karena Gendut

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Cerai / Selingkuh / Janda / Romansa / Fantasi Wanita / Chicklit
Popularitas:114.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Mina

"Mas, ini siapa?" matanya sudah mulai berembun dengan menahan sesak di dada
"Hanya teman" jawab suaminya singkat.
"Apakah seorang teman pantas berkata mesra!" Suara Bela mulai bergetar.
"Ah bawel! mengapa ponselku kau buka hah!" Wanita itu malah mendapat hardikan dari suami yang selama ini ia banggakan.
"Aku sudah bilang dia hanya teman" tambahnya lagi.
"Jika benar dia hanya teman, mengapa ada video ini!" Hancur sudah hati Bela mengetahui bahwa suaminya berhubungan dengan wanita lain bahkan sepertinya bukan hanya sekali.
"Yaudah lah, wajarkan aku mencari yang lebih seksi, lihat dirimu yang tak terawat, beratmu semakin bertambah, siapa yang bernafsu, bahkan kau telanjang pun pusaka ku tak bereaksi" Suaminya malah berkata demikian kemudian berlalu keluar kamar.
Dulu saja ia puja puji wanita yang sekarang menjadi istrinya. Tapi setelah 2 Tahun menikah ia sudah mencari wanita lain hanya karena berat badan yang terus meningkat. Apakah Bela akan menyerah atau justru bangkit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mawar putih

"Benarkah? Ah terima kasih banyak Dira, kau selalu baik padaku"

ucap Bani berbicara pada seseorang di ponselnya.

"Aku akan sukses lagi dan ku pastikan kau jadi milikku lagi Bela"

dengan semangat yang membara Bani bertekad akan membuat Bela menjadi istrinya lagi.

Sedangkan Fera masih terpaku setelah mendengan kalimat dari mulut Feri.

"Aku masih menjadi istri orang Feri"

Tak munafik, Fera sangat menyayangi Bani.

Ia nekad bertemu lelaki lain akhir-akhir ini di karena kan setiap ia berhubungan suami istri, Bani selalu menyebut nama Bela di tengah-tengah permainan mereka. Itulah yang menyebabkan Fera sakit hati. Bani ogah-ogahan menyentuh Fera namun sekali melakukannya ia selalu saja menyebut nama mantan istrinya.

"Aku tak peduli jika kau juga punya rasa denganku"

Ujar lelaki itu terus menatap wanita yang duduk di sampingnya.

Lalu ia menciun bibir milik Fera. Ciuman itu terasa tulus. Mereka tak peduli dengan keadaan sekitar. Hari itu pengunjung pantai tidak terlalu ramai hanya ada beberapa dan bisa di hitung jari. Mereka terus bertukar nafas sambil diterpa angin laut. Lalu Feri berdiri dan menarik tangan Fera memberi syarat untuk mengikutinya. Kini mereka memasuki mobil yang berada pada parkiran dan melaju ke suatu tempat.

Tling!

Terlihat pesan masuk di ponsel milik Bela. Ia lalu tersenyum melihat isi pesan itu lalu pergi melihat kembali isi lemarinya.

"Aku tunggu dirumah, jangan telat aku tak suka menunggu" balas Bela.

Lalu ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Persis seperti remaja yang jatuh cinta.

"Yes! Kali ini harus berhasil menahan diri. Tenang Rheniner, ia pasti kau dapatkan"

setelah membaca balasan pesan dari wanita idamannya, muncul senyum panjang pada kedua ujung bibirnya. Entah apa yang ia rencanakan namun ia semakin semangat ingin bertrmu sang pujaan hati. Ia lalu mengutak-atik ponselnya menghubungi seseorang untuk persiapan date pertamanya bersama wanita yang masih ia kejar cintanya.

"aku harus mengakhiri masa lajang ini, bersiaplah Rheiner!"

ucapnya sendiri di depan cermin sambil sesekali bergaya seperti sedang berbicara pada seseorang.

Sore pun tiba, Bela yang sedari tadi menunggu kedatangan lelaki yang sedang dengannya sudah siap dengan high waisted short krem dipadukan atasan basic crop berwana putih. Ku rambut sebahu yang dibiarkan terurai berwarna gold brown menambah kesan manis pada Bela. Ia terlihat seperti gadis yanh masih berusian 20tahun.

Semenjak ia kehilangan anak semata wayangnya dan di khianati suaminya, ia terus berusaha agar menggapai kebahagiaannya kembali dengan menata hidup lebih baik lagi. Ia rajin perawatan dan sudah tak pernah sedih lagi walau sesekali ia mengadu pada sang pencipta bahwa ia rindu anaknya.

Tibalah sebuah mobil mewah berwarna hitam di halaman rumah kediamannya. Bela pun segera menghampirinya namun yang sebelumnya ie tersenyum sambil membuka pintu rumah kini senyum itu berubah menjadi datar.

"Maaf Anda siapa" tanya Bela sambil mengerutkan kening.

"Saya di minta oleh Pak Rheiner untuk menjemput nona Bela, mari"

ucap lelaki dengan pakaian rapi itu sambil menuntut Nona kesayangan Rheiner menuju kendaraan yang sudah terparki di halaman rumahnya. Pintu mobil di buka oleh pria suruhan Rheiner. Bela terkagum di perlakukan seperti Ratu oleh Rheiner. Setelah memasuki mobil itu tiba-tiba Bela melihat bunga mawar putih yang di letakkan di sebelahnya dengan secarik kertas berisikan sebuah tulisan manis tertuju untuk Bela.

"Nikmatilah dengan nyaman Nonaku"

Dengan ditambah emot love di bawah pesan kalimat itu membuat Bela seperti melayang. Senyumnya terus mengembang selama perjalanan. Ia terus menciumi seikat mawar putih yang ada di genggamannya.

Kini mobil berhenti pada sebuah dermaga yang terlihat kapal phinisi di depannya. Bela terkejut ketika melihat sekitar. Ternyata tempat spesial yang dimaksud lelaki itu adalah sebuah laut.

"Pak Rheiner, apakah kita akan berlayar?" Tanya Bela bingung.

Ia hanya memakai pakaian yang tipis dan bawahan yang pendek. Ia juga tak membawa pakaian selain yang ada di tubuhnya. Lelaki itu tak menjawab, ia hanya terus tersenyum sambil menggandeng tangan imut milik Bela. Wanita itu lagi-lagi seperti terhipnotis selalu menurut apa yang Rheiner lakukan. Kini mereka berjalan memasuki kapal itu. Hanya ada mereka dan beberapa pelayan di kapal itu termasuk nahkoda.

"Pak.." Bela tak melanjutkan kalimatnya karena bibirnya disentuh oleh jari telunjuk milik Rheiner.

"Jangan panggil pak, Rheiner saja"

potongnya ketika Bela memanggilnya dengan sebutan bapak. Bela pun hanya mengangguk pelan tersenyum sambil menggigit bibirnya yang seksi.

"Aku harus tahan.." desis Rheiner melihat Bela yang menggigit bibirnya. Lalu ia membuang pandangan ke arah lain.

"Aku tak membawa pakaian selain yang aku kenakan Rhein" kata Bela sedikit panikm

Rheiner yang mendengar wanitanya memanggil namanya dengan sebutan Rhein membuatnya tersenyum-senyum sendirian. Bela hanya memperhatikan bingung mengapa lelaki itu tiba-tiba tersenyum.

"Jangan khawatir, aku sudah siapkan semuanya"

Ucap Rheiner lalu menggandeng kembali tangan Bela menuntunnya menuju kursi santai di ujung depan kapal itu sambil menikmati matahari yang mulai tenggelam.

1
Shinta Dewiana
apa reiner akan kejebak ya dg jalang ini
Shinta Dewiana
cih sampah ini mama sm anak sama gila
Yuli Yulianti
yakin banget si ulat bulu keterima ..klo ditrima langsung aj taruh dipelosok biar nyaho
Yuli Yulianti
hedeh siulat bulu didukung Ama emak nya dasar nggak tau malu
Saja Endah
lanjut
Wiliam Zero
Novelnya bagus 👍
Shinta Dewiana
apa kabarnya tu mm si erika
Shinta Dewiana
gila ni ibu ibu..
Shinta Dewiana
ck
Shinta Dewiana
ho..ho..ho...apa kisahnya seputaran pelakor.trus ini
Shinta Dewiana
kan gantian cemburu kan..
Shinta Dewiana
jijik pula gue dg si bela...udah syukur begitu di cintai sm.suami sekarang..tapi kok malah.....his...geram ini...
bagusnya di kasih hukuman sm suaminya biar sadar
Shinta Dewiana
di bani ini kapan kena batunya...
Shinta Dewiana
apa maksudnya ini...
Shinta Dewiana
rezeki nomplok ni si bani..
Shinta Dewiana
ho..ho..ho....
Shinta Dewiana
apa keluarga rhei tau kalau bela janda
Shinta Dewiana
aneh
Shinta Dewiana
ha...ha...ha....rasain lo fera....si bani tu takkan berubah
Shinta Dewiana
ya ampun rheiner beneran jatuh cinta sm.bela rupanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!