Shen Yunan mengalami kematian tragis. Dikhianati keluarga, dikhianati pria yang dia cintai, menghabisii orang yang mencintainya dengan tulus.
Mendengar tawa sang putra mahkota yang baru naik tahta, dengan pedang di tangan yang telah menusuknya, bersama Shen Yuxiao, putri palsu yang mencuri tempatnya di kediaman Marquis selama 17 tahun. Shen Yunan bersumpah, dia akan membalas mereka semua. Dia akan membuat semua orang yang menertawakan kematiannya menangis.
'Jika ada kehidupan kedua, aku akan habisi kalian semua!'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3
"Lepaskan aku! bukan aku! ini pasti ulah Chao Yunan tidak tahu diri itu!"
Dari dalam kurungan babi, Mo Bian terus berteriak mengatakan kalau dirinya tidak bersalah.
Tapi sayangnya semua warga desa tidak mendengarkan. Orang seperti mereka lebih percaya pada apa yang mereka lihat. Dan yang terlihat adalah ada dua mayat saling bunuhh, dengan pakaian dalam wanita milik Mo Bian berada di baju Sufeng.
Kepala desa dan kakek Sun juga nenek Sun, bahkan terus membela Yunan. Pada akhirnya, tetap saja mau Mo Bian menjerit, berteriak seperti apa. Tetap saja para warga membawanya ke arah sungai.
Di jaman dimana mereka berada saat ini. Hukuman langsung dari masyarakat adalah menenggelamkan pelaku perselingkuhan ke dalan sungai. Dan itu yang akan dilakukan pada Mo Bian.
Begitu semua orang yang membawa kurungan keranjang babi itu sampai di tepi sungai. Kepala desa mendekati Yunan.
"Yunan, meskipun mereka telah banyak menyakiti kamu. Tapi mereka juga orang tuamu. Kamu... katakanlah sesuatu sebelum ibumu ditenggelamkan!"
Yunan berpura-pura sangat sedih. Hal itu tidak sulit, hanya berpura-pura memelas, sedikit terisak dengan air mata yang berusaha dia keluarkan.
Yunan melangkah perlahan, dia membiarkan bagian bawah pakaiannya basah begitu saja. Itu lebih terkesan dramatis, ketimbang dia menyincingnya kan?
Mata Mo Bian melotot begitu melihat Yunan.
"Dasar tidak tahu diri, kamu pikir bisa lolos begitu saja setelah melakukan semua sandiwara ini...!"
"Ibu!"
Yunan berseru histeris, tapi justru dia mendorong kurungan keranjang babi itu ke bawah. Membuat Mo Bian menghentikan ocehannya karena mulutnya kemasukan air sungai.
"Aku tidak tahu kalau ternyata ibu dan paman Sufeng punya hubungan seperti itu. Biasanya ibu bicara dengan paman Sufeng di kebun, aku pikir hanya sekedar bertemu biasa. Ternyata..."
"Bicara apa kamu?" pekik Mo Bian.
Warga desa semakin gerah. Mereka benar-benar tak akan membiarkan ada yang mencemari desa mereka. Bisa sial nantinya.
"Dasar murahan!"
"Wanita tidak setia!"
"Cepat tenggelamkan!"
Warga desa segera menarik kurungan keranjang babi itu ke tengah.
"Lepaskan aku!" Mo Bian masih terus bersikap.
Hingga warga mengikat batu besar di kedua ujung kurungan. Perlahan, kurungan itu tenggelam.
"Kalian salah! aku tidak pernah...."
Blubuk blubuk
Kurungan itu tak terlihat lagi, gelembung air hilang perlahan bersama dengan tenggelam sepenuhnya kurungan keranjang itu.
Nenek Sun kembali menghampiri Yunan.
"Yunan, yang sabar ya nak!"
Yunan menangis di pelukan nenek Sun. Semua warga tampak puas melihat orang yang telah mencemari desa mereka mendapatkan hukuman setimpal. Itu juga dilakukan untuk pembelajaran, agar lain kali jangan pernah ada lagi perselingkuhan di desa itu. Karena akan membawa sial bagi warga desa lainnya.
Yunan kembali ke rumah, nenek Sun menemani sampai pagi. Hingga beberapa orang dari kediaman Marquis datang.
Rombongan pengawal, pelayan dan pengasuh di kediaman Marquis berjalan ke arah rumah Mo Bian.
"Bibi Mo, apa kita benar-benar akan membawa wanita kampung itu ke kediaman Marquis?" tanya pelayan wanita di sisi bibi Mo.
"Tentu saja, kalau kita menghabisinya di jalan. Para tetua yang sudah menerima kabar kalau putri kediaman Marquis tertukar pasti akan mempertanyakan hal itu. Tapi khawatir apa? wanita kampung itu tidak akan menjadi ancaman apapun untuk nona ketiga kita. Karena Mo Bian, sudah merencanakan sesuatu yang akan merusak nama baiknya. Hingga meskipun dia tiba di kediaman Marquis pun. Dia tidak akan diperlakukan seperti majikan. Malah akan dibenci seperti sampah!"
Pelayan yang ada di sisi Bibi Mo terkekeh. Mereka memang pendukung setia nona ketiga kediaman Marquis, Shen Yuxiao. Siapapun di ibukota tahu, kalau Shen Yuxiao adalah wanita paling berbakat dan punya hubungan dekat dengan putra mahkota. Dia juga digadang-gadang sebagai murid kesayangan perdana menteri yang sangat berpengaruh, Liu Yuting.
Bukan hanya di jaman ini, di jaman manapun. Seseorang memang cenderung akan mendukung orang yang akan menjamin kesejahteraannya ke depannya.
"Pelayan! sampaikan kedatangan ku. Mo Bian pasti sudah menunggu!" kata bibi Mo.
"Pengasuh senior kediaman Marquis tiba!" seru pelayan dengan suara lantang.
Dari dalam rumah sangat sederhana itu, nenek Sun menoleh ke arah pintu.
"Kediaman Marquis? Yunan, apa kamu kenal mereka?" tanya nenek Sun.
Yunan menggelengkan kepalanya.
Tapi situasi di kehidupan lalu, Yunan tahu persis. Setelah kedatangan bibi Mo di umumkan. Mo Bian akan keluar dan langsung memulai drama menjadi seorang ibu yang tidak beruntung karena telah gagal mendidik putrinya.
Di kehidupan lalu, Mo Bian keluar, menangis berguling-guling. Memukul-mukul kepalanya sendiri, benar-benar seperti seorang ibu yang sangat kecewa. Saat itu para warga datang, bibi Mo bertemu kepala desa dan menyampaikan apa tujuannya datang.
Lalu kepala desa mendengus, kecewa pada kelakuan Yunan yang merayu Sufeng. Padahal saat itu Sufeng yang melecehkann Yunan.
Saat itu bibi Mo bersikeras membawa Yunan, tapi dengan sangat tidak hormat. Dia bahkan di biarkan berjalan, sementara kereta kuda yang ada di penginapan, malah di pakai bibi Mo dan pelayannya.
Di kehidupan kali ini, Yunan tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
"Yunan, ayo keluar!" ajak nenek Sun.
"Nenek, aku takut. Kita tunggu kepala desa dulu ya!" kata Yunan yang menunjukkan kalau dia merasa takut bertemu dengan orang yang tidak dia kenal.
Nenek Sun segera merangkul Yunan. Kasihan, gadis itu masih berusia 17 tahun. Tapi orang tuanya meninggal langsung keduanya, dan dia akan sendirian. Wajar kalau dia ketakutan.
Sementara di luar, bibi Mo terlihat kesal.
"Kenapa belum ada yang keluar? pelayan, umumkan sekali lagi!"
Pelayan pria di belakang bibi Mo, meletakkan dua telapak tangannya di kanan dan di kiri lalu kembali berseru dengan lantang.
"Pengasuh dari kediaman jenderal tiba! siapapun yang di dalam, cepat keluar!"
Tapi Yunan masih tidak keluar, tentu saja dia harus menunggu kepala desa. Harus ada saksi yang melihat ketika bibi Mo mengatakan dia adalah putri sah jenderal yang tertukar 17 tahun yang lalu.
Tak lama, ketika bibi Mo kembali mendengus kesal. Kepala desa dan beberapa warga datang.
"Kalian ini siapa?" tanya kepala desa yang masuk ke pekarangan rumah sederhana itu.
"Kalian yang siapa? kami dari kediaman Marquis, kami akan menjemput putri sah kediaman Marquis yang tertukar 17 tahun yang lalu!" kata pelayan wanita di sebelah Bibi Mo.
"Siapa?"
"Dia adalah anak perempuan Mo Bian dan Chao Yanhui!" kata bibi Mo.
"Yunan?"
Warga desa langsung heboh. Mereka saling bergunjing.
"Ternyata bukan anak kandung, pantas saja diperlakukan tidak baik!"
"Mereka memang pantas mati, bahkan menukar anak Marquis!"
"Iya benar kasihan Yunan, selama ini sudah mendapatkan ketidakadilan!"
Dari belakang pintu. Yunan tersenyum tipis.
'Bagaimana bibi Mo? dulu aku pergi dengan hinaan warga desa. Sekarang, aku akan pergi dengan dukungan warga desa, lihat bagaimana kamu akan memperlakukan aku seperti apa?' batin Yunan.
***
Bersambung...
Gengsi aja di gedein.. Menggemaskan..🤣🤣🤣