Alur maju-mundur.
****
Kini senyum menawan itu hilang, menyisakan penyesalan merayap datang.
Hal terindah di sia-siakan demi nafsu pekerjaan.
Terpuruk dalam kesedihan, seakan mimpi menjadi kenyataan.
Istri cantik ku berlumuran darah kaku seperti kayu.
****
Menikahi seorang wanita yang masih asing, membuat Ridwan acuh dalam rumah tangganya. Ridwan yang merupakan seorang peneliti, tetap sibuk dengan penelitian meski sudah menikah. Hingga suatu saat, Ridwan baru menyadari jika dirinya mulai nyaman dan tertarik Ketika istrinya sudah tiada.
Apa yang akan di lakukan seorang genius gila penelitian untuk menebus kesalahannya?
Hal gila akan di lakukan demi melihat senyum istrinya yang sangat jarang nampak di lihat.
Akan tetapi, hal gila tersebut membuatnya merasakan sakit yang berulang dan lebih sakit dari sebelumnya.
yuk ikuti ceritanya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pejuang imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ratusan Kali
Jjeeeeezzzzzzzzzz…… … … … … … … Kursi yang di tumpangi Ridwan bergetar hebat saat mesin mulai berputar pada kecepatan maksimalnya. Pengalaman menembus ruang dan waktu kembali dilalui oleh Ridwan. Perjalanan untuk ke dua kalinya kini terasa sangat berbeda.
Bayangan kecelakaan yang menewaskan Reisya di depan mata Ridwan dan bayangan ketakutan akan kehilangan Reisya kini menghantui perjalanan Ridwan saat menembus ruang dan waktu.
Jleeesss… Terdengar suara kunci pintu hidrolik terbuka secara otomatis. Hal yang menandakan jika Ridwan telah sampai pada tujuannya.
Lalu Ridwan melihat tanggal dan jam yang berada di sebuah layar. Tertera tanggal yang berada di sana adalah tanggal di mana saat Reisya mengalami kecelakaan dan waktu sebelum Reisya mengalami kecelakaan.
Melihat tanggal dan waktu tersebut, dengan segera Ridwan keluar dari mesin waktunya. Setelah berada di luar mesin waktu, Ridwan menekan sebuah tombol pada remote yang Ridwan pegang seperti sebelumnya. Setelah tombol pada remot di tekan, mesin waktu yang Ridwan miliki berkamuflase dengan lingkungan sekitar.
Setelah Ridwan berada di jalan raya, dengan segera Ridwan pergi menggunakan taxi menuju rumahnya. Ridwan ingin mendahului Reisya yang akan membawakan bekal dan mengantarnya ke kantor penelitian Ridwan.
Beberapa saat kemudian, Ridwan melihat istrinya baru saja keluar dari rumah dengan membawa bekal yang akan dia berikan kepada Ridwan.
"Stop.. Stop.." Ridwan berbicara kepada sopir taxi. Dengan segera taxi tersebut berhenti tepat di depan Reisya yang sedang berjalan.
"Loh.. Mas Ridwan..?" Reisya lumayan terkejut melihat suaminya yang turun dari sebuah taxi yang berhenti di depannya.
"Ayo.." Ridwan berbicara dengan senyum sedikit tegang.
"Mau kemana mas..?"
"Kita jalan-jalan.." Mendengar ucapan Ridwan. Seketika Reisya menunjukkan wajah bahagia. Sebab, baru 1 kali Ridwan mengajak Reisya jalan-jalan selama 3 bulan pernikahan. Tanpa menanyakan akan jalan-jalan kemana, Reisya mengangguk senang dan mengikuti tarikan tangan Ridwan untuk masuk ke dalam taxi.
"Antarkan saya ke puncak."
"Siap pak.." Sopir taxi sangat senang mendengar tujuan penumpangnya. Karena Ridwan merupakan penumpang pertamanya di pagi ini dan akan melakukan perjalanan cukup jauh.
"Begitu parahnya kah aku..? Sampai wajah bahagia Reisya belum menghilang karena aku mengajaknya jalan-jalan..? Aku benar-benar suami yang bodoh." Ridwan membatin saat memperhatikan wajah Reisya yang terlihat bahagia karena Ridwan mengajaknya jalan-jalan.
Di dalam taxi, Ridwan yang sangat rindu terhadap istrinya, memeluk pundak Reisya hingga kepala Reisya menyandar pada pundak Ridwan. Baru kali ini Reisya merasakan pelukan hangat suaminya. Reisya sampai terharu merasakan kehangatan yang di berikan oleh Ridwan. Kehangatan yang selalu di nantikan Reisya selama 3 bulan pernikahan.
Reisya tidak menegur atau menanyakan perubahan perlakuan Ridwan terhadapnya. Sebab Reisya khawatir jika hal itu dia lakukan, Reisya akan kembali kehilangan pelukan hangat suaminya.
Kini Ridwan juga tidak banyak berbicara, Ridwan hanya ingin merasakan nikmatnya memberikan kasih sayang kepada seorang istri.
"Aku gak tau apa yang di pikirkan mas Ridwan dan yang di rasakan mas Ridwan. Tapi pelukan ini seakan terasa seperti pelukan perpisahan. Sangat hangat, lembut dan nafsu genggaman yang tak ingin melepaskan. Meski ini aneh, aku tidak ingin kehilangan momen ini." Reisya membatin saat sudah merasakan pelukan Ridwan sejak awal naik ke dalam taxi.
Sudah 10 menit perjalanan mereka lalui. Selama itu pula Ridwan tidak melepaskan dekapan pelukannya terhadap Reisya. Kini Reisya merasakan degup jantung Ridwan semakin kencang. Suara degup jantung seperti seseorang yang sedang tidak baik-baik saja.
"Mas, kenapa jantungmu berdegup sangat keras..? Ada yang sedang kau takutkan..?" Reisya bertanya dengan mengangkat kepalanya dari pundak Ridwan.
"Tidak, aku baik-baik saja. Mungkin aku hanya merasa tidak sabar untuk bisa menikmati pemandangan puncak bersama kamu." Ridwan berbicara dengan meraih kepala Reisya supaya kembali meletakkan kepalanya di pundak Ridwan.
Mobil taxi kini berada di sebuah jalan lurus dan ingin mendahului sebuah truk bermuatan galvalum. Saat taxi yang di tumpangi Ridwan dan Reisya akan mendahului truk tersebut, terlihat truk berguncang karena roda kanan depannya terkena lubang yang cukup besar.
Bersamaan dengan itu, tali yang mengikat galvalum putus hingga menumpahkan sebagian muatannya ke sebelah kanan.
Priiiiiaaaanng.. Praaaang… Praaang.. Suara sebagian galvalum yang di bawa truk terjatuh dan membentur aspal. Dengan terkejut, sopir truk di depan taxi menginjak pedal rem secara spontan. Sedangkan sopir taxi yang juga terkejut karena galvalum yang terjatuh, membanting setir ke kiri. Nahas, truk yang secara mendadak mengerem membuat taxi tidak dapat menghindar hingga menabrak bagian belakang truk.
Galvalum yang tersisa di atas truk, menembus kaca depan bagian kiri dan menusuk kepala dan tubuh Reisya. Seketika saat itu juga Reisya tewas di tempat dan tepat di sebelah Ridwan.
Untuk ke 3 kali Ridwan harus kehilangan istri tercintanya dan 2 kali menyaksikan istri tercinta tewas mengenaskan secara langsung. Kejadian itu membuat Ridwan kembali histeris dan berteriak.
"Kenapa hal ini kembali terulang. Aku ingin merubah semua ini…" Ucapan Ridwan setelah Ridwan berteriak histeris.
Dengan lunglai, Ridwan berjalan menjauh dari kecelakaan tanpa ingin melihat jasad istrinya yang tewas mengenaskan. Kini Ridwan kembali menuju ke mesin waktu dan kembali mengulang kehidupannya dengan harapan dapat merubah takdir kematian Reisya.
** kembali ke masa lalu ke 500 kali **
"Mas Ridwan..?" Reisya cukup terkejut saat melihat Ridwan sudah berada di belakangnya saat menutup gerbang rumah. Mata Ridwan terlihat berbinar dan terlihat seperti orang yang baru saja selesai menangis.
"Kau menangis..?" Reisya yang melihat mata Ridwan berbinar, memberanikan diri untuk mengusap sisa air mata Ridwan yang masih tersisa.
Saat tangan Reisya menyentuh pipi Ridwan dan mengusap air mata yang tersisa. Ridwan merasakan kehangatan yang sangat mendalam. Ridwan yang sudah melihat kematian istrinya ratusan kali, kini seakan tidak mampu untuk melihat wajah Reisya.
"Ada apa denganmu mas..? Jika kau mau, ceritalah kepadaku.." Ucapan Reisya hanya di jawab dengan gelengan oleh Ridwan.
"Aku hanya ingin melihat senyummu… Selamanya.. Hanya itu yang aku mau.. Tidak ada yang lain.." Ridwan berbicara dengan menahan tangis. Tetapi sekuat apapun Ridwan menahannya, air mata terus jatuh tak tertahan.
Semakin Ridwan ingin berbicara, semakin deras air mata yang Ridwan keluarkan. Hal itu membuat Reisya semakin bingung. Reisya juga bingung untuk bersikap. Suami yang biasanya cuek dan acuh terhadapnya, tiba-tiba kini menangis seperti seorang anak kecil.
Dalam kebingungan Reisya, tiba-tiba Ridwan memeluknya dengan erat dan terus menangis. Bahkan tangisan Ridwan kini semakin keras.
"Apakah kali ini aku bisa mengubah takdir kematian Reisya..? Sudah ratusan kali aku melihat kematiannya.." Ridwan membatin saat memeluk Reisya dengan erat.
"A.. A.. Apa kali ini aku bisa..?" Ridwan membatin dengan perasaan ragunya.
setiap org mengharapkan dpt istri salehah yg selalu berbakti pd suami, krn tanggungan sebagai suami itu sangat lh berat..
penelitian apa yg membuat Ridwan tega meninggalkan istri yg baru 1 hari dinikahinya..