Dendam seorang dewa tertinggi yang dikhianati orang - orang terdekatnya, dalam beberapa kehidupannya dia terus berusaha untuk bangkit kembali meraih kejayaan nya lagi meskipun terus di gagalkan mereka para pengkhianat itu.
Sekarang Rakha Syahputra adalah seorang pemuda yang baru saja di putuskan tunangannya, dia berkelahi dan dipukuli oleh keluarga Bekas tunangannya. Tanpa tersadar dia membuka sisa - sisa kenangan kehidupan masa lalunya, beberapa kehidupan pada reinkarnasi - reinkarnasi sebelumnya. Sekarang dia memulai semuanya dari nol dan akan kembali merebut kejayaannya dan membalaskan dendam nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reno Zen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa lalu
Setelah Rakha menceritakan latar belakang Andini, Friska terlihat begitu sedih. Dia juga teringat keluarga dan kerajaan nya yang di hancurkan. Saat itu dia kehilangan ayah dan ibunya,
"Aku tidak pernah menyangka kedua orang tuanya begitu tega meninggalkannya, dan apalagi ditambah ayah dan ibu angkatnya yang telah tiada juga"
"Dia masih begitu muda saat dia kehilangan kedua orang tua angkatnya, dia mengatakan kepadaku bahwa saat itu usianya baru menginjak lima atau enam tahun"
"Saat itu ayahnya pergi berburu, dan pulang dengan kematiannya ditangan hewan buruannya. Setelah itu ibu angkatnya terus bersedih dan membuatnya begitu frustasi dan mati dalam kesedihannya selang beberapa hari kemudian"
"Itu benar-benar menyedihkan, di usianya yang masih semuda itu dia harus merasakan kemalangan yang berturut-turut"
"Ya itu benar, dia harus merasakan kemalangan yang terus menimpanya sejak dia masih muda. Dia ditinggalkan orang tua kandungnya di dalam sebuah goa sarang serigala, tidak lama kebahagiaan datang kepadanya karena ayah angkatnya menyelamatkannya saat itu. Dia sempat merasakan kebahagiaan walaupun sesaat karena kedua orang tua angkatnya terlihat begitu menyayanginya, tapi kebahagiaan itu segera sirna setelah kepergian ayah angkatnya dikarenakan terbunuh pada waktu dia berburu. Kemalangan nya tidak hanya sampai disana, tapi setelah itu ibu angkatnya yang sangat bersedih karena kehilangan ayah angkatnya juga kemudian depresi dan meninggal selang beberapa hari setelah itu."
"Akan sulit bagi kita menerima bahkan satu kemalangan seperti itu, tapi Andini mendapatkan tiga kemalangan itu secara berturut-turut bahkan itu terjadi saat usianya masih begitu muda. Bahkan di saat-saat terakhir ibu angkatnya baru memberitahunya bahwa mereka bukanlah orang tua kandung Andini, dan menjelaskan secara detail bahwa dia ditemukan di sebuah goa sarang serigala sebelum kemudian dia dirawat oleh ayah dan ibu angkatnya."
"Apaa?! aku tidak pernah menyangka ada seseorang yang memiliki nasib yang mungkin lebih buruk dariku" jawab Friska
"Ketika aku hampir terbunuh oleh beberapa anak buah Senior Lintang dan dikejar mati-matian oleh senior Lintang saat itu, dia datang dan menyelamatkanku. Aku bisa saja terbunuh sewaktu-waktu saat mencoba melarikan diri dari Senior Lintang karena aku menggunakan teknik terlarang dan membakar esensi jiwaku saat itu, Andini datang dan menyelamatkanki saat itu bahkan dia menentang kakaknya karena telah menyelamatkanku"
"Rakha jika memang Andini begitu tulus kepada orang lain berarti kemungkinan terbesarnya adalah Senior Djoko yang telah memberiku obat itu sebelum pertandinganki melawan Andini , itu karena Andini adalah adiknya dia pasti akan melakukan yang terbaik untuk membantunya"
"Saat itu terjadi begitu banyak pertaruhan disana, dan karena aku lebih diuntungkan jadi banyak murid yang bertaruh kepadaku. Tapi senior Djoko tetap bertaruh kepada adiknya dan yakin akan kemampuannya, dia mempertaruhkan begitu banyak batu kelas menengah saat itu. Aku yakin karena itu dia menyuruh seseorang untuk membubuhkan obat tidur pada minumanku agar Andini dapat menang dan dia tidak kehilangan batu kelas menengahnya sebagai pertaruhannya."
"Ohh, jadi ada kesepakatan seperti itu saat pertarungan mu melawan Andini waktu itu? Sekarang aku begitu yakin bahwa Andini tidak melakukan itu, apalagi setelah aku banyak mengenalnya beberapa hari terakhir ini" tegas Rakha
"Aku begitu penasaran kenapa kamu begitu bersikeras menyelesaikan kesalahpahaman ku dengan Andini, apa kamu telah tersihir kecantikannya sehingga kamu berusaha mendamaikan ku dengannya?"
Mendengar hal itu Rakha tersenyum dan menggeleng
"Bukan seperti itu maksudku, aku hanya merasa berhutang Budi kepadanya jadi akan tidak bijaksana jika aku membiarkanmu menyelesaikan urusanmu apalagi mengingat kemungkinan adanya seseorang lain yang melakukannya kepadamu."
"Dengarkan aku Rakha, selama semua hal belum terbukti aku masih akan tetap menyimpan dendam ini kepadanya. Aku harap kamu akan sedikit menjaga jarak dengannya, itu karena semua hal belum terlihat jelas sekarang." Friska nampak serius dan menatap Rakha
"Ha-ha-ha sepertinya jika seorang wanita cemburu memang begitu menyeramkan, baiklah aku akan melakukannya demi kamu" Rakha menjawab pertanyaan Friska dengan sebuah candaan
"Friska dengarlah, kamu adalah wanita yang sangat aku cintai sedangkan Andini adalah wanita yang telah menyelamatkanku dari kematian. Kamu harus mengetahui jika posisi kalian berdua dihatiku berbeda"
"Aku akui Andini adalah gadis yang baik, bahkan dahulu aku pernah beberapa kali bertemu dan berbincang dengannya. Tapi semenjak kejadian saat itu, aku dan dia sama-sama menjaga jarak." tegas Friska
"Aku tegaskan kembali kepadamu Friska, kamu adalah wanita yang paling aku sayangi saat ini. Dan dia adalah seseorang yang menyelamatkan nyawaku, jadi jelas posisi kalian berbeda. Aku tidak dapat meninggalkan salah satu diantara kalian, jika kalian suatu saat bertemu dan bertarung aku tidak yakin siapa yang akan aku bantu. Tapi aku harap kamu terus bersabar karena aku akan segera mengungkap kebenarannya agar kalian tidak terlibat dalam pertempuran dan saling berusaha membunuh" jawab Rakha tegas
Friska membalikan badan nya dan berjalan sendirian kedepan, dia menangis mendengar kalimat yang diucapkan Rakha. Itu seolah menyiratkan bahwa posisinya dan Andini di hati Rakha sama-sama penting dan bahkan Rakha sendiri tidak dapat memutuskan akan lebih memihak kepadanya jika mereka bertemu suatu saat nanti.
Rakha yang melihatnya segera menghampirinya, dia menjulurkan tangannya dan menyeka air mata di pipi Friska
"Gadis bodoh, kemari biar kuseka airmatamu"
Rakha menyeka air mata Friska dan duduk disampingnya
"Aku akan menceritakan satu hal kepadamu tentang masa laluku"
"Masa lalumu?"
Rakha terlihat menatap langit kosong dan sedikit raut keseriusan muncul disana
"Jauh diatas sana, terdapat alam semesta yang lebih luas. Disana terdapat 9 benua yang manusia menyebutnya sebagai surga, disana semua makhluk akan berbahagia. Sembilan surga itu adalah salah satu daerah dibawah kendali dewa tertinggi Han Yuan, daerah itu dipegang oleh Dewi sembilan surgawi yang merupakan salah Sorang bawahan dewa tertinggi Han Yuan."
"Han Yuan adalah dewa tertinggi yang bertugas menjaga kedamaian dari sembilan surga keabadian, selain dia ada satu dewa tertinggi lain bernama Xuan Yin dia adalah Dewa Tertinggi penjaga neraka"
"Tempat tinggal mereka berdua berjauhan tapi mereka saingbeerja sama menjaga kedamaian alam dewa, mereka berdua memiliki puluhan ribu tentara dewa di alam abadi"
"Mereka berdua bergandengan tangan melawan musuh bebuyutan bagi manusia dan dewa yakni tas iblis surgawi"
"Sebelum pada akhirnya dewa tertinggi Xuan Yin bekerjasama dengan pemimpin ras iblis surgawi dan membunuh dewa tertinggi Han Yuan"
"Dewa Han Yuan dijebak oleh dewa tertinggi Xuan Yin dalam suatu pertempuran mengajar raja iblis surgawi, di tengah perjalanan pengejaran mereka dia tiba-tiba ditikam dan dipenggal olehnya. Tapi karena tubuh abadi dewa Han Yuan itu mengakibatkan dewa tertinggi Han Yuan tidak dapat mati dan jiwanya akan terus bereinkarnasi"
"Saat ini aku adalah reinkarnasi dari dewa Han Yuan, meskipun aku adalah reinkarnasi nya aku belum cukup kuat untuk dapat membalaskan dendamku. Aku masih harus terus bertahap berkultivasi dan mengembangkan diri hingga semua kenangan masa laluku dapat aku capai kembali."
"Sampai waktu itu tiba aku tidak akan pernah menyerah"