Novel ini adalah sekuel dari Novel My Secret Agent yang mengisahkan tentang Fey dan Gian.
Novel The Best Sniper, akan membahas mengenai Ryuga, putra pertama Fey dan Gian yang mengikuti jejak sang Ibunda yang berkarier di dunia Agen Rahasia.
Tak hanya membahas tentang karier cemerlang dari Ryuga, namun juga akan membahas perjalanan cinta dari si Pemimpin Pasukan Agen Rahasia.
Selain tokoh Ryuga, Author juga akan membahas tentang dua tokoh lain yaitu adik kandung Ryuga dan juga sahabat - sahabat yang kocak dan tengil. Mereka tentu akan ikut mewarnai kisah hidup Ryuga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
5. Misi Pertama
"Jadi, lo cuma mau pamer kemesraan aja sama gue, Kak?" Omel Bryan saat ia dan Ryuga sudah berada di dalam mobil.
"Pamer kemesraan gimana?" Tanya Ryuga.
"Itu tadi, sama pacar lo? Gue juga liat, dari gesture kalian berdua aja, udah kelihatan mesra." kata Bryan.
"Halu, lo! Gue juga baru ketemu sama dia, bisa - bisanya lo bilang mesra." Kata Ryuga sambil tertawa.
"Lagian, ngapain ngedate cuma sebentar?" Imbuhnya kemudian.
"Terus, kalian berdua ngapain tadi? Kok cuma sebentar?" Tanya Bryan.
"Ngomongin bisnis." Kilah Ryuga.
"Bisnis apa, Kak? Info - info lah kalo ada tambahan cuan." Kata Bryan yang hanya di jawab gelengan dan tatapan jengah oleh Ryuga.
Ryuga pun mengalihkan pembicaraan. Tentu ia tak akan membahas mengenai misi rahasia yang tadi di sampaikan oleh partnernya. Meskipun belum membahas secara detil, namun besar kemungkinan jika misi rahasia ini hanya di ketahui oleh Petinggi BIN dan Petinggi Agen Rahasia.
Ryuga dan Bryan segera kembali ke Markas. Tentu saja Bryan hanya mengantar Ryuga karena hari ini ai bebas shift. Ryuga dan Wili lah yang memiliki tugas jaga hari ini.
Satu hari ini, semua aman terkendali. Tak ada tugas mendadak untuk mereka. Namun, saat malam hari, Ryuga tiba - tiba mendapat panggilan dari Elno. Dengan di antar supir Markas, ia menuju ke lokasi yang sudah di kirimkan oleh atasannya itu.
"Ini tempat apa, Pak? Udah pernah nganter ke sini?" Tanya Ryuga pada supir yang mengantarnya.
"Saya juga gak tau, Mas. Baru kali ini juga kesini." Jawab Supir. Meski merasa was - was, namun Ryuga segera turun dari mobil.
"Loh! Ada mobil Sir El sama Bunda?" Batin Ryuga saat melihat mobil milik Elno dan Fey terparkir di sana.
Ryuga kemudian segera masuk ke dalam bangunan gedung dua lantai yang tempatnya cukup tersembunyi dari keramaian kota.
"Selamat malam, Kapt!" Asisten El menyambut kedatangan Ryuga.
"Selamat malam." Jawab Ryuga.
"Ada Ma'am Fey?" Tanya Ryuga yang di jawab anggukan oleh Asisten El.
"Ada apa sih? Ini gedung apa?" Tanya Ryuga yang mencoba menggali informasi dari Asisten El.
"Langsung ke lantai dua saja, Kapt. Sir dan Ma'am ada di ruangan paling ujung sebelah kiri." Kata Asisten El.
Mendengar itu, Ryuga segera menaiki tangga di lantai dua. Kondisi bangunan itu bisa terbilang cukup minim penerangan. Tak seperti bangunan kantor pada umumnya yang terang benderang.
Begitu sampai di lantai dua, Ryu langsung berbelok ke sebelah kiri. Di sana, ia melihat seorang wanita yang sepertinya ia kenali sedang berjalan menuju ke ruangan yang sama.
Ryuga pun berjalan cepat untuk menghampiri wanita yang berada tak jauh di depannya. Saat ia hendak menepuk bahu wanita itu, dengan gerakan cepat, wanita itu menahan tangan Ryuga dan hampir memelintirnya.
Mendapatkan serangan seperti itu, Ryuga pun balas menyerang hingga pertarungan kecil di antara keduanya tak terhindarkan. Gerakan wanita itu sangat cepat dan tepat sasaran. Namun, Ryu sengaja tak benar - benar meladeni serangan si wanita hingga wanita itu berhasil mengunci tangannya di punggung.
"Gla! Ini gue, Ryu." Kata Ryu pada Gladys yang ada di belakangnya.
"Ck! Ngagetin aja!" Cicit Gladys yang kemudian melepaskan tangan Ryu.
"Lo ngapain kesini?" Tanya Gladys.
"Di suruh Sir El." Jawab Ryu.
"Lo?" Tanya Ryuga kemudian.
"Di suruh Pimpinan BIN." Jawab Gladys.
Keduanya saling berpandangan dan kini mengerti mengapa mereka berdua di panggil ke sini. Pasti ada kaitannya dengan misi rahasia yang akan mereka lakukan.
Gladys dan Ryu pun kembali melangkahkan kaki menuju ke ruangan yang di maksud. Langkah mereka cepat dan cukup hening. Saat tersadar, Ryu pun menoleh ke arah Gladys.
"Lo di ajarin langkah hantu?" Tanya Ryu.
"Enggak, belajar sendiri." Jawab Gladys yang membuat Ryu mengernyitkan dahi seolah tak percaya.
Begitu sampai di depan pintu, Gladys segera mengetuk pintu ruangan yang sepertinya cukup besar itu. Mereka berdua pun segera masuk setelah ada suara yang mempersilahkan mereka untuk masuk.
"Loh, bisa barengan?" Tanya El.
"Ketemu di koridor, Sir." Jawab Ryuga yang kemudian mengambil duduk di sebelah Fey.
"Bunda ngapain kesini?" Bisik Ryuga yang hanya di jawab lirikan oleh Fey.
"Sorry, Ma'am." Ucap Ryuga yang kemudian menegakkan duduknya.
Karena intensitas pertemuannya dengan Fey yang terbilang jarang, Ryu sering kali lupa memanggil Fey dengan sapaan biasanya ketika di rumah. Padahal Fey sudah sering kali mengingatkan agar memanggilnya dengan sapaan yang seharusnya.
Elno dan seorang pria yang duduk di hadapan mereka pun tersenyum saat melihat Ryu mendapat teguran dari Ibunya. Hanya Gladys yang tak mengetahui bagaimana hubungan Ryu dengan wanita di sebelah pria itu.
"Baik, karena semua sudah berkumpul, kita akan membicarakan misi yang akan kalian berdua jalani." Ujar pria yang merupakan salah satu petinggi di BIN.
"Jadi, kalian berdua diminta untuk menyelidiki seorang Mentri yang diduga melakukan banyak money laundry yang merugikan Negara hingga triliunan. Kami kekurangan banyak bukti untuk bisa menyeretnya ke dalam bui. Maka dari itu, kami meminta bantuan pada salah satu anggota Agen Rahasia yang di pilih langsung oleh Sir El dan Ma'am Fey." Ujar si Pria.
"Misi ini bukanlah misi sembarangan dan pastinya akan membutuhkan waktu lumayan panjang karena target kita adalah orang yang licik. Selain itu, pendukungnya bukanlah orang sembarangan dan kalian harus sangat berhati - hati, karena pasti akan bertaruh dengan nyawa." Imbuh si Pria.
Ryu dan Gladys mendengarkan dengan seksama setiap penuturan dari Pimpinan BIN itu. Sementara, Fey dan Elno sepertinya sudah mengerti mengenai misi ini.
"Misi pertama yang harus kalian lakukan adalah pernikahan kontrak." Kata Elno yang akan memimpin arahan pada setiap misi bersama dengan Fey.
"Hah!" Seru Ryu dan Gladys bersamaan dengan netra yang membulat sempurna.
"Fix, kalian berdua cocok! Ekspresi udah sama, sepertinya akan selalu kompak kedepannya." Kata Elno yang membuat Fey dan Pimpinan BIN itu terkekeh.
"Kenapa harus ada pernikahan kontrak?" Tanya Gladys yang tentu saja protes dengan perintah tiba - tiba ini.
"Misi ini bukanlah misi sederhana. Meskipun kelihatannya mudah, namun sudah pasti rumit saat di lakukan. Hal ini sudah kami pertimbangkan secara matang dan tentunya akan jauh lebih aman untuk keselamatan kalian berdua." Jelas Fey.
"Bukankah ini namanya menjebak? Kalian baru menjelaskan masalah ini secara detil setelah kami setuju untuk menjalankan misi." Protes Ryuga.
"Hanya pernikahan kontrak. Yang kami butuhkan hanya status kalian agar rencana yang sudah kami susun, bisa berjalan dengan lancar." Kata Petinggi BIN.
"Setelah misi ini selesai, kalian bisa bercerai dan kembali ke kehidupan masing - masing. Di dalam rumah tangga kalian pun, kalian bebas untuk tidak saling mencampuri urusan masing - masing. Yang terpenting, kalian harus berada satu rumah dan pernikahan kalian tercatat resmi di negara." Timpal Elno.
"Wah... Gila!" Kata Ryu sambil tertawa canggung.
"Rasanya aku lebih baik di kirim ke zona merah selama sepuluh tahun, ketimbang menjalankan misi gila ini." Ujar Ryu kemudian.
"Ryu!" Tegur Fey.
"Sebagai perempuan, Ma'am harusnya mengerti." Sahut Ryu sambil menatap tegas netra Ibunya.
"Besikap profesional, Ryu. Ini adalah tugas yang sudah kalian berdua sanggupi." Jawab Fey yang membalas tatapan putranya dengan tak kalah tegas.
abang cemburu berat ini 🤣
help 🤣🤣🤣🤣
lanjut kak author