NovelToon NovelToon
My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Balas Dendam
Popularitas:932
Nilai: 5
Nama Author: Rosemary Mary

Bagaimana perasaan mu jika kau terpaksa harus menikah muda? Terutama dengan orang yang usianya jauh lebih tua dari mu? Inilah yang terjadi dengan Clara Adeline Ferguson. Ia adalah putri tunggal keluarga Ferguson yang terkenal kaya. Papa nya juga adalah salah satu donatur terbesar sekolah SMA Citra Kirana di kota X.

Kenapa? Scandal apa yang telah dia lakukan sehingga ia harus menikah begitu dini? Ya. Jawaban nya adalah. Clara itu sangat nakal dan juga tidak pernah mendengarkan kedua orang tuanya,ia bahkan bisa di bilang anak manja dengan perilaku buruk, tidak jarang ia membuat onar di sekolah, ia bahkan selalu mendapat nilai merah di raport nya dan terancam tidak naik ke kelas tiga karena sering bolos sekolah.

Sementara itu Zidan, adalah seorang guru laki-laki termuda di sekolah SMA Citra Kirana yang katanya adalah keponakan kepala sekolah, namun identitas Zidan ini tidak lah akurat seperti sedikit tertutup dan tidak ada yang tau tentang keluarga nya kecuali sang paman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosemary Mary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28

"Astaga gak apa-apa lah, ja ha sedih gitu dong gini aja, gue gak ikut tapi Lo harus janji jaga diri baik-baik di sana terus balik bawain gue oleh-oleh, barang-barang dari Eropa okey?" kata Clara menguatkan hati sahabat nya.

"Okey deh siap kalau soal bingkisan mah gue bakal selalu bawa yabg terbaik buat Lo," kata Nola yang kemudian memeluk Clara.

Mereka berpelukan dengan erat,ini pertama kalinya Clara tidak ikut liburan dengan Nola ataupun dengan papa mama nya karena situasi yang sudah berbeda, ia juga menyembunyikan kesedihannya karena tidak ingin Nola khawatir.

Setelah berpelukan lama, Nola pun segera berpamitan dengan Clara untuk pulang duluan, ia ingin mempersiapkan barang-barang nya untuk berangkat besok.

"Ayo pulang," kata seseorang yang entah keluar dari mana menepuk pundak Clara.

"Astaga pak ngagetin aja sih," ucap Clara buru-buru menghapus air mata nya yang mengalir karena sedih.

"Kamu kenapa? Sedih karena tidak bisa ikut liburan dengan Nola?" ujar Zidan sambil memegang kedua pundak Clara.

"Apaan sih, enggak kok cuma kelipan doang, yaudah sih ayo pulang laper tau," kata Clara berusaha menyembunyikan kesedihannya dari Zidan.

Mereka pun masuk ke dalam mobil bersama-sama karena memang merasa sudah aman dan tidak ada orang yang melihat mereka lagi.

Namun tampa mereka ketahui, Lana yang sedari tadi melihat mereka tampa sengaja merasa kaget dan tidak percaya dengan apa yang di lihat nya.

"Pak Zidan pulang sama Clara? Ah pulang? Gak mungkin, apa hubungannya Clara sama pak Zidan sampai-sampai kelihatan nya santai banget masuk ke mobil pak Zidan?" ungkap Lana sedikit tercengang.

Perasaan penasaran pun mulai menyelimuti hati Lana, dia yang tidak pernah melihat Zidan dekat dengan murid perempuan atau bahkan laki-laki merasa ada yang tak beres karena Zidan dan Clara pulang bersama.

"Gue harus cari tau apa hubungan Clara sama pak Zidan, dan gue harus kasih tau Brayen," kata Lana berniat cari muka dan mengadu domba lagi karena saat ini Yuna sudah tidak bisa membantu nya.

Sementara itu di sisi lain,

"Kamu mau liburan?" tawar Zidan ke Clara sambil fokus mengemudi mobil nya.

"Enggak kok," jawab Clara sambil memainkan ponselnya.

Sudah sejak tiga Minggu tinggal bersama dengan Zidan Clara sudah tidak cangung lagi, apalagi merasa nyaman dengan sikap Zidan yang dingin namun peduli dengan nya meskipun hanya hal hal kecil.

Mereka juga sudah mulai sering bicara satu sama lain tidak ada kecanggungan lagi, meksipun hanya sedikit, menurut Clara sikap Zidan di sekolah dengan di villa sangat berbeda ia selalu bersikap profesional di sekolah dan di rumah agak sedikit berbanding terbalik.

"Yakin kamu?" ucap Zidan lagi.

"Iya ..." Kata Clara singkat.

Entah kenapa jawaban ini membuat Zidan risih karena sedari tadi Clara hanya fokus dengan ponselnya saja.

Tiba-tiba Zida memberhentikan mobilnya.

Hal ini membuat Clara celingak-celinguk karena tidak mengerti kenapa Zidan memberhentikan mobil.

"Kenapa pak?" ucap Clara.

Tanpa basa-basi Zidan langsung mengambil ponsel Clara dan melemparkan nya ke kursi belakang.

"Lah kok," Clara tercengang dengan perbuatan Zidan.

Zidan mendekati Clara dan menatap nya lekat," lain kali kalau saya bicara tolong jangan main-main, apalagi saya sedang serius paham kamu?" ungkap Zidan dengan tatapan tajam.

"I-iya tapi kan saya udah jawab pak," Clara tetap membela dirinya.

"Diam kamu," kata Zidan yang kemudian semakin mendekati Clara.

"Eh pak mau ngapain," Clara menutup wajahnya dengan kedua tangan mengira Zidan akan melakukan sesuatu dengan nya.

Namun ternyata Zidan hanya mengambil dan memasang sabuk pengaman Clara yang tidak ia pasang.

"Ini saja sampai lupa," kata Zidan kembali melajukan mobilnya.

Clara terdiam dengan jantung yang berdegup kencang, aroma rambut Zidan yang wangi membuat pikiran nya kacau balau.

Ia tak lagi memainkan ponselnya karena telah di marahi Zidan, ia menatap Zidan sesekali yang saat ini sedang fokus mengemudi mobil.

"Pak, tadi mama sama papa bilang buat kita datang ke rumah malam ini karena mama mau bikin makan malam bersama buat ngerayain kenaikan kelas saya," ujar Clara dengan suara pelan.

"Baik," jawab Zidan singkat.

Suasana kemana hening,tak lagi ada yang bicara baik Zidan maupun Clara mereka sama-sama membungkam mulut masing-masing.

Satu jam pun berlalu, mereka kini telah tiba di villa, Clara memutuskan untuk bersiap-siap karena memang sudah sore, perjalanan dari villa ke rumah nya akan memakan waktu dua jam mereka mungkin akan tiba di rumah pukul enam jika berangkat di jam empat.

Singkat cerita mereka pun akhirnya berangkat pada pukul empat sore menuju kediaman mama Reina.

"Kenapa kamu?" tanya Zidan sambil melihat Clara yang terlihat tidak nyaman duduk di dalam mobil.

"Gak apa-apa kok pak," Clara berbohong karena tidak di ingin Zidan tau kalau ia sedang merasa sakit di bagian kaki nya yang mengunakan high heels.

Zidan meminggirkan mobil mereka dan melihat ke arah kaki Clara.

"Kenapa pak?" ujar Clara berusaha menyembunyikan kaki nya di balik dres labuh yang ia pakai.

"Kamu tidak bisa mengunakan high heels? Kenapa kamu malah memakai nya?" ungkap Zidan yang kemudian membungkuk dan melihat kaki Clara yang merah.

"Gak gitu masalah nya high heels nya terlalu kecil untuk ukuran kaki saya, bukan nya gak bisa make high heels," jelas Clara lagi.

"Saya buka," ujar Zidan yang kemudian membuka high heels yang di gunakan Clara.

"Tapi ..." Clara tak bisa membatah lagi saat kaki nya terlihat lecet karena high heels tersebut.

"Sudah tau kekecilan masih saja di pakai, bukan kah setau saya kamu punya banyak sepatu? Kenapa harus memakai high heels yang kekecilan?" ujar Zidan mengomel.

Clara menundukkan kepalanya, ia mengingat kalau ia memang hanya punya satu high heels saja, dan itu juga hadiah dari sang mama saat ulang tahun nya yang ke delapan belas tahun.

Dia tidak suka mengunakan high heels dan lebih suka memakai sepatu, namun sang mama sangat menginginkan kalau Clara bisa memakai high heels dengan anggun sama seperti anak-anak gadis kaya pada umumnya.

"Mama, dia pengen lihat saya pakai high heels, selama ini saya selalu menolak nya tapi malam ini pengen bikin Mama senang jadi saya pakai pak," ungkap Clara lagi.

"Ternyata kamu ada hati ingin membahagiakan orang tua juga ya, jangan pakai yang ini lagi," kata Zidan yang kemudian kembali melajukan mobilnya.

Clara hanya bisa mengangguk kan kepala. Namun tak lama kemudian mereka berhenti di sebuah mall, Zidan memasukkan mobil nya ke dalam parkiran mall dan kemudian keluar dari mobil.

"Kenapa kok berhenti di sini? Bukan nya kita mau ke rumah mama? Nanti terlambat pak ayo!" ajak Clara sambil memegang lengan Zidan yang hendak keluar dari dalam mobil.

"Diam dan tunggu di sini," kata Zidan lagi.

Ia kemudian berjalan keluar dari mobil dan masuk ke dalam mall sendirian, sementara itu Clara menunggu di dalam mobil.

Bersambung ....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!