NovelToon NovelToon
Setelah Diceraikan Aku Menemukan Rumahku

Setelah Diceraikan Aku Menemukan Rumahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Pengkhianatan
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Dhatu Lukita

Enam tahun menunggu suami pulang dari Korea, Nandin percaya semua pengorbanannya akan terbayar. Ia membesarkan dua anak kembar seorang diri, bekerja siang malam demi menyambung hidup, sementara suaminya tak pernah mengirim nafkah sedikit pun.
Namun kepulangan suaminya justru membawa surat perceraian.
Pengkhianatan itu menghancurkan hidup Nandin hingga ia kehilangan kewarasannya dan harus menjalani rehabilitasi di sebuah pondok di Jawa Timur. Terpisah dari kedua putri yang sangat dicintainya, Nandin berjuang bangkit dari luka yang nyaris merenggut hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhatu Lukita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar dari Negeri Seberang

Kadang sebuah rumah bisa kembali terasa hidup hanya karena satu hal sederhana.

Kebebasan.

Dan itulah yang dirasakan Nandin setelah kembali ke kontrakan lamanya.

Rumah kecil itu memang jauh dari kata mewah.

Cat temboknya mulai memudar.

Atap dapurnya masih bocor kalau hujan deras.

Keramik di ruang tamu bahkan ada yang retak.

Namun setiap kali Nandin membuka pintu rumah sepulang belanja bahan katering, dadanya terasa lebih ringan.

Tidak ada suara Ibu Sri yang memanggilnya setiap lima menit.

Tidak ada tuntutan untuk mengurus rumah orang lain.

Tidak ada tatapan menghakimi setiap kali ia membeli sesuatu untuk anak-anaknya.

Yang ada hanya dirinya.

Shella.

Dan Sherly.

Tiga manusia yang sedang berusaha bertahan hidup bersama.

"Mammaaa..."

Sherly berlari kecil dari ruang tamu.

Tangannya belepotan biskuit.

Sementara Shella mengikuti dari belakang sambil membawa boneka kelinci yang sudah mulai kusam.

Nandin langsung tertawa.

"Ya Allah..."

"Kalian habis ngapain?"

“Nannnan." Sambil memegang pipinya yang sedang mengunyah sesuatu.

kata Sherly bangga.

"Lho kok makan sendiri?"

"E eemmm."

Nandin menggeleng sambil tertawa.

Anak-anak itu tumbuh cepat sekali.

Sekarang mereka sudah berusia satu tahun lebih.

Sudah bisa berjalan.

Sudah bisa memanggil mama.

Sudah bisa berebut mainan.

Bahkan kadang sudah bisa bersekutu membuat rumah berantakan.

Dan anehnya...

Melihat semua itu justru membuat Nandin bahagia.

Karena setiap perkembangan kecil mereka terasa seperti hadiah.

Usaha kateringnya juga mulai bangkit lagi.

Bahkan lebih baik dibanding sebelumnya.

Beberapa pelanggan lama kembali memesan.

Bu Rini membantu menyebarkan kabar bahwa Nandin sudah kembali ke kontrakan.

Dan seperti biasanya, ibu-ibu kompleks menjadi media promosi paling ampuh.

"Nasi kuningnya enak."

"Rendangnya juga."

"Sambalnya mantap."

Dalam waktu dua bulan, pesanan mulai berdatangan lagi.

Memang belum besar.

Namun cukup membuat dapur kembali hidup.

Cukup untuk membayar kebutuhan sehari-hari.

Dan yang paling penting...

Tidak ada lagi yang mengambil hasil jerih payahnya.

Tentu saja kepindahan itu membuat Ibu Sri murka.

Bahkan sangat murka.

Tiga hari pertama setelah pindah, telepon dari Wisnu datang hampir setiap malam.

"Nggak usah keras kepala."

kata Wisnu malam itu.

"Aku cuma mau hidup tenang."

jawab Nandin.

"Kamu mempermalukan Ibu."

Nandin tertawa kecil.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama.

Tertawa tanpa rasa takut.

"Aku mempermalukan?"

"Iya."

"Aku cuma pindah rumah."

"Kamu nggak nurut."

"Nurut itu bukan berarti harus mengorbankan diri sendiri."

Hening.

Wisnu tidak terbiasa mendengar Nandin bicara seperti itu.

Dulu istrinya selalu mengalah.

Selalu diam.

Selalu menuruti.

Namun sekarang berbeda.

"Aku bisa ceraikan kamu kapan saja."

ancam Wisnu.

Kalimat yang dulu selalu membuat Nandin menangis.

Selalu membuatnya gemetar.

Namun malam itu...

Tidak.

Nandin hanya menatap langit-langit kamar.

Lalu menjawab tenang.

"Kalau itu memang maumu."

Justru Wisnu yang terdiam.

Karena ancaman yang tidak lagi ditakuti akan kehilangan kekuatannya.

Hari-hari berlalu.

Hidup memang masih sulit.

Tetapi setidaknya Nandin bisa bernapas.

Sampai suatu siang.

Saat sebuah kabar aneh mulai masuk ke hidupnya.

Hari itu Nandin sedang mengantar pesanan ke rumah Bu Hani.

Seorang pelanggan lama.

Suaminya bekerja di Taiwan.

Sedangkan adiknya menjadi TKW di Korea Selatan.

Mereka sedang mengobrol santai di teras.

Seperti biasa.

Membahas anak-anak.

Harga cabai.

Dan kehidupan perantau.

Sampai tiba-tiba Bu Hani berkata,

"Eh, kamu tahu nggak?"

"Tahu apa?"

"Ada berita viral dari Korea."

Nandin tidak terlalu tertarik.

Namun tetap mendengarkan.

"Katanya ada TKI Indonesia yang bikin heboh."

"Kenapa?"

"Menghamili TKW Indonesia juga."

Nandin tertawa kecil.

"Ya ampun."

"Iya."

"Terus?"

"Kabarnya sampai rame di komunitas pekerja Indonesia sana."

Nandin mengangguk pelan.

Masih menganggap itu hanya gosip biasa.

Sampai Bu Hani melanjutkan.

"Katanya laki-lakinya udah punya istri dan anak di Indonesia."

Deg.

Entah kenapa.

Jantung Nandin langsung berdetak sedikit lebih cepat.

"Masa sih?"

"Iya."

"Kasihan istrinya."

"Iya lah."

Bu Hani menghela napas.

"Katanya si perempuan sampai hamil."

Nandin mulai merasa tidak nyaman.

Bukan karena cerita itu.

Melainkan karena sesuatu yang tidak bisa dijelaskan.

Semacam firasat buruk.

"Orangnya dari mana?"

tanya Nandin.

"Nggak tahu pasti."

"Katanya sih orang Jawa."

Nandin mencoba mengabaikan rasa tidak enak itu.

Karena pekerja Indonesia di Korea sangat banyak.

Tidak mungkin ada hubungannya dengan Wisnu.

Tidak mungkin.

Namun dua hari kemudian.

Kabar itu muncul lagi.

Kali ini dari pelanggan lain.

Bu Santi.

Adiknya juga bekerja di Korea.

"Eh Din."

"Iya Bu?"

"Dengar nggak soal TKI yang bikin hamil TKW?"

Nandin yang sedang membungkus nasi langsung berhenti.

"Lagi?"

"Lho kamu sudah dengar?"

"Iya."

Bu Santi langsung mendekat.

Seperti orang yang akan membocorkan rahasia besar.

"Katanya orangnya kerja di pabrik."

Jantung Nandin mulai berdetak lebih cepat.

Wisnu juga bekerja di pabrik.

Namun ia tetap berusaha tenang.

"Terus?"

"Katanya sudah bertahun-tahun di Korea."

Deg.

Malamnya Nandin tidak bisa tidur.

Bukan karena percaya.

Tapi karena terlalu banyak kebetulan.

Pekerja Indonesia.

Di Korea.

Sudah beristri.

Kerja di pabrik.

Sudah lama di sana.

Semuanya terdengar terlalu mirip.

"Tidak mungkin."

gumamnya.

"Tidak mungkin Wisnu."

Namun semakin mencoba meyakinkan diri sendiri...

Semakin gelisah hatinya.

Beberapa hari kemudian.

Kebenaran mulai mendekat.

Tanpa ia sadari.

Tanpa ia minta.

Dan tanpa ia siap menghadapinya.

Saat itu Nandin sedang memasak pesanan katering.

Ponselnya berbunyi.

Pesan WhatsApp dari nomor yang tidak dikenal.

Nomor luar negeri.

\+82.

Kode Korea Selatan.

Nandin langsung mengernyit.

Siapa?

Dengan ragu ia membuka pesan itu.

Dan jantungnya langsung berhenti berdetak sesaat.

"Apakah ini istri Mas Wisnu?"

Tangannya membeku.

Panci di atas kompor hampir terlupakan.

Ia membaca pesan itu berulang kali.

Lalu membalas.

"Maaf, siapa ini?"

Jawaban datang beberapa menit kemudian.

"Saya teman kerja lama Wisnu."

Deg.

Napas Nandin mulai tidak teratur.

Ada sesuatu yang tidak beres.

Ia bisa merasakannya.

Sangat jelas.

"Saya ingin bicara soal Wisnu."

Pesan berikutnya masuk.

Dan saat itulah tangan Nandin mulai gemetar.

Karena entah kenapa...

Ia merasa hidupnya akan berubah setelah percakapan ini.

"Memangnya ada apa?"

balas Nandin.

Tiga menit.

Lima menit.

Sepuluh menit.

Tidak ada jawaban.

Lalu akhirnya pesan itu masuk.

Pesan yang membuat seluruh tubuhnya dingin.

"Saya tidak tahu apakah Mbak sudah tahu atau belum."

"Tapi di sini banyak orang Indonesia yang membicarakan suami Mbak."

Nandin langsung memegangi meja.

Jantungnya berdebar semakin keras.

"Apa maksudnya?"

Ia membalas cepat.

Kali ini jawabannya datang lebih cepat.

"Karena perempuan yang sedang hamil itu..."

Nandin membeku.

Matanya membesar.

Napasnya tercekat.

Sementara pesan berikutnya muncul perlahan di layar ponselnya.

"...katanya hamil oleh suami Mbak."

Brak!

Sendok di tangan Nandin jatuh ke lantai.

Suara logam beradu dengan keramik menggema di dapur.

Namun Nandin bahkan tidak menyadarinya.

Karena dunia di sekelilingnya mendadak terasa sunyi.

Sangat sunyi.

Seolah semua suara menghilang.

Yang tersisa hanya satu kalimat.

Satu kalimat yang terus berputar di kepalanya.

"Perempuan itu hamil oleh suami Mbak."

"Tidak."

bisiknya.

"Tidak mungkin."

Air matanya mulai menggenang.

Tangannya gemetar hebat.

Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama...

Nandin benar-benar takut.

Karena kalau kabar itu benar...

Maka semua yang selama ini ia pertahankan...

Semua pengorbanan.

Semua air mata.

Semua perjuangan.

Mungkin hanyalah kebodohan yang terlalu lama ia pertahankan.

Dan jauh di dalam hatinya...

Untuk pertama kalinya...

Nandin mulai takut mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.

Karena ada beberapa kebenaran yang mampu menghancurkan seluruh hidup seseorang hanya dalam satu malam.

1
Dhatu Lukita
semangat buat akuu😂
falea sezi
males MC di buat oon gini thor🤣 buat dia kuat gk menye bales dendam bego😒
Dhatu Lukita: hehehhe ya maap🙏
total 1 replies
falea sezi
😒 jalang.. emank pelakor nih buat nadin waras dan minta cerai dr laki kardus lah
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
tazayaa
bagus kak, mampir dikarya ku juga😍
tazayaa
halo kak, mampir di cerita ku yuu😍
Dhatu Lukita: haloo,,
oke baik. mari kita berkawan💗
total 1 replies
falea sezi
laki kardus g tau diri
Dhatu Lukita
pantengin terus ya kak 🤭💗
anakmafia
up tiap hari 10 episod bisa gasih thor hehehe
waya520
halooo aku mampir nih 🤭
Dhatu Lukita: haloo kaka🤭😍
total 1 replies
Arwondo Arni
cerai aja lebih bahagia semoga ketemu pria yg lbh segalanya dari bpknya si kembar yg berengsek.
Dhatu Lukita: heheheh pantengin terus ya kak🤭😍
total 1 replies
Wawan
Mawar dan iklan buat si kembar... ✍️💪
Dhatu Lukita: ahhh terimakasih banyak 🤭😍
total 1 replies
Lintang_Tara✨
saling dukung ygy❤️
Musea
udah mampir nih, semangat terus ya dari sesama authorr
Dhatu Lukita: siaaapppp💪💪💪
total 1 replies
anakmafia
nih ku kasih dukungan biar semangat wkwkwk.
Dhatu Lukita: ho.ohh tengkyu kak😍🥰🥰
total 1 replies
anakmafia
nih ku kasih dukungan biar semangat wkwkwk.
D. Nightshade
semangat terus thor,💗
Wawan
Salam kenal buat Nandin ✍️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!