NovelToon NovelToon
Bintang Untuk Bumi

Bintang Untuk Bumi

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:458.4k
Nilai: 5
Nama Author: Shakeena

Najma gadis belia sebatang kara, bertemu dengan seorang Dokter tampan idola gadis di rumah sakit, bagaimana kehidupan mereka? Apakah sanggup Najma menghadapi kenyataan bahwa suaminya diinginkan banyak wanita lain...

.. Ini hanya fiksi, happy reading dear 🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persiapan Akad

Keesokan harinya Hamida menjemput Najma untuk dibawa ke konveksi gamisnya, hari ini rencananya Najma dibuatkan gaun untuk akad nikahnya.

Sesampainya di sana dia diukur agar gamis pas untuknya.

"Kamu mau gamis dengan model bagaimana dan warna apa?" tanya Hamida.

"Kalau boleh tahu, kak Ardi pakai apa Ma untuk akad nanti?" Najma balik bertanya, juga untuk menyesuaikan dengan gamisnya.

"Mama mau bikinkan setelan pengantin muslim sebetulnya, tapi dia maunya pakai jas dan kemeja, jadi kamu bisa bebas mau yang gimana, kan kemeja sama jas dipasangin sama apa aja cocok," jawab Hamida.

"Iya Ma, saya mau warna lilac Ma kalau ada, untuk modelnya saya ngikut saja, yang penting tidak ribet kalau dipakai, dan saya mau cadar dobel layer karena warnanya muda, takut nerawang jadi kelihatan mukanya," ucap Najma.

"Oh iya, baiklah lilac ya, ada kok kain lilac yang bagus, kalau untuk keluarga, warna violet masuk ya?" kata Hamida sambil memilih-milih gamis di gantungan.

"Iya Ma, yang ini bagus, Mama sama Mba sarah pasti cantik pakai ini, ma syaa Allah," ucap Najma yang ikut memilih.

"Bukan hanya Mama dan Sarah, itu Qumil dan Ibunya juga, kan mereka keluarga kamu," ucap Hamida.

"Oh, iya," sahut Najma.

"Mba Wanda, yang model ini minta ukuran M dua, yang L dua," ucap Hamida kepada pegawainya.

"Baik Bu," sahut Wanda.

"Qumil dan ibunya badannya kecil, mungkin ukuran M cukup ya, kalau kurang cocok ukurannya in syaa Allah bisa ditukar, ini model baru sebenarnya, belum dirilis, jadi masih banyak stok warna dan ukurannya," tutur Hamida.

"Ah iya, Ma mau tanya nanti saudara-saudara yang mau datang di hari akad berapa orang kira-kira?" tanya Najma.

"Mungkin dua puluh orangan, cuma keluarga saudara kandung saya dan papanya Ardi, sama sepupunya Ardi, dua puluh sampai tiga puluh lah, kenapa?"

"Itu, mau saya siapkan souvenir kecil, seperti gantungan kunci, boleh Ma?" Najma meminta izin.

"Ya bolehlah, iya juga, Mama sampai gak kepikiran," sahut Hamida.

"Apa lagi yang bisa saya bantu Ma?" tanya Najma.

"Sudah sayang, kamu persiapkan diri kamu saja," sahut Hamida.

"Oh iya, satu lagi, masalah tempat akad nikah di rumah kami, kamu gak keberatan kan?" tanya Hamida.

"Ndak Ma, saya ngikut saja gimana baiknya, lagian tempat saya di pusat kota, jalannya ramai, ga bisa kalau dibikin acara pernikahan," ucap Najma.

"Syukurlah kalau kamu paham, oh iya hampir lupa pesan Ardi, setelah akad tinggallah barang beberapa hari di rumah kami, setelah itu bisa tinggal di tempatmu atau mau disewakan dulu, sambil nunggu rumah baru," ucap Hamida.

"Iya saya akan ikut saja kemana Kak Ardi mau tinggal," sahut Najma.

"Alhamdulillah, ga ada masalah kalau gitu," ucap Hamida.

.

.

.

Hari Jumat tiba, pagi itu seperti biasa Ardi sarapan pagi dan bersiap ke Rumah Sakit.

"Hari ini kamu nikah lho, yakin masih mau ke Rumah Sakit?" tanya Hamida yang duduk di depan putra bungsunya itu.

"Iya Ma, ada operasi pagi ini, semoga sudah selesai sebelum sholat Jumat," sahut Ardi sambil makan dan melihat video operasi kasus serupa dari tabletnya.

"Mama doakan semoga lancar operasinya, habis jumatan langsung pulang ya," pesan Hamida.

"Iya Ma, in syaa Allah," sahut Ardi, kemudian ia meminum susu dan bergegas menuju mobilnya.

"Ah iya Ma, Najma dijemput siapa?" tanya Ardi.

"Sopir," sahut Hamida.

"Minta tolong Mba Sarah menemani Ma," ucap Ardi.

"Iya, aku temani, serius kamu kerja Ar? Aku aja libur demi kamu,," sahut Sarah yang ada di sana juga.

"Iya mending sekarang daripada habis akad Mba, aku pasti sibuk," ucap Ardi.

"Iya sibuk di kamar," sahut Sarah menggoda iparnya. Ardi memerah wajahnya.

"Udah ah berangkat dulu, uda ditungguin tim ini," Ardi kemudian pergi dan menghilang dari pandangan mereka.

Ardi segera masuk ke ruang operasi, berganti baju dan mencuci tangan, lalu memakai gaun bedah dan memulai operasinya.

Hampir empat jam berlalu, akhirnya operasi selesai. Ardi kembali ke ruang istirahatnya untuk rehat sejenak sebelum sholat Jumat. Berbaring di sofa sebentar sebelum waktu sholat jumat tiba.

.

.

Najma telah dijemput sarah dari rukonya untuk dibawa ke kediaman Abdurrahman sejak jam sepuluh pagi, dia dikenalkan dengan om dan tantenya Ardi, juga sepupu-sepupu serta keponakannya. Kemudian juga sedikit membantu Hamida menyiapkan kue dan souvenir, yang akan dibawa pulang tamu.

"Najma, kamu makan dulu, nanti habis sholat Jumat kamu di dandanin, jadi sekarang makan gih, yuk mama temani," tutur Hamida. Najma pun mengiyakan dan mengikuti Hamida mengambil menu prasmanan yang sudah tersedia di garasi rumah mereka.

Setelah makan, Najma diantar ke kamar Ardi, dimana nanti juga akan menjadi kamarnya selama ia tinggal di sana. Najma ternganga melihat kamar yang begitu besar, sudah dihias sedemikian rupa menyerupai kamar pengantin. Sebentar lagi dia akan jadi pengantin, di kamar ini dia akan menghabiskan waktu bersama Ardi. Hmm bikin dia tersenyum sendiri.

"Ama, ini periasnya sudah datang," ucap Hamida yang datang bersama dua perias pengantin kenalannya.

"Ah, iya, silakan duduk dulu, saya mau sholat sebentar, ucap Najma," dia segera ke kamar mandi untuk mengambil wudhu dan sholat duhur, sedapat mungkin ia menjaga wudhu nya agar ashar nanti bisa langsung sholat setelah di makeup.

"Silakan duduk sini Mba, bisa dibuka jilbabnya Mba," Najma menuruti Mba perias untuk membuka jilbabnya kemudian duduk di depan meja rias Ardi.

"Ma syaa Allah cantiknya calon mantu Bu Hamida," ucap Mba perias setelah melihat Najma, kemudian mulai merias Najma.

"Mba tolong alis saya jangan dicukur ya, sama jangan dipakein bulu mata," pesan Najma, perias itu mengangguk setuju.

"Iya Mba, bulu matanya sudah panjang, tinggal dilentikkan aja paket maskara nanti," sahut Mba perias.

Qumil yang sudah datang bersama ibunya langsung naik ke atas menemani Najma yang sedang dirias, sedangkan ayahnya berada di bawah mengobrol bersama papa Ardi.

"Duh, ma syaa Allah cantiknya pengantin ini.." ucap Qumil.

"Semua pengantin juga cantik Mil, didandanin kan," sahut Najma.

"Nanti kalau kamu nikah, didandanin sama Mba ini aja Mil, ya Mba," lanjut Najma.

"Masih lama Ama, biar Qumil kuliah dulu," sahut Arina yang hari itu memakai baju yang sama sebagai keluarga inti Najma.

Di bawah, Hamida dan seluruh keluarga mulai panik, pasalnya sudah jam dua siang dan dua jam lagi tepatnya jam empat sore akad nikah dimulai, namun Ardi belum muncul juga.

Hamida, Rahman, Arya dan yang lainnya mencoba menghubungi Ardi, namun tak diangkat. Sebenarnya kemana Ardi?

1
Komariah
athur jangan babe dong yang lain
Mukmini Salasiyanti
yeeeee otw ma Ardy nihhh
Mukmini Salasiyanti
aaa
meweeekkkkkkk
Mukmini Salasiyanti
Assalamu'alaikum
nyimak ya thor
Soumena Mishy
pasti ibux dr Ardi tu
RJ_ rafanjulian
suka
yani suko
harusnya di jama ta'dim saja
drpd ntar kentut....khan repot
wkwkwk
Pelangi Senja
suka
Vivi Bidadari
Ga terasa sdh end ceritanya .. lanjut thour
dewi rofiqoh
Dua-duanya thor qumil and yudha lanjut akbar and nadia
Yuliana Susanti
ya..segitu aja tamatnya najma, kapan tu qumil Ama Yudha & Akbar Ama Nadia, GK sabar diaplikasi apa ya
dewi rofiqoh
Semoga babang ardi gk ada sakit parah
Vivi Bidadari
Ternyata sabrina gila ya waduh dokter cantik gila kasihan kali lah nasib mu sabrina
dewi rofiqoh
Wah si Sabrina bikin gara-gara ni...
Vivi Bidadari
Aduh ada" aja Ardi ini suka banget buat org resah.. lagian pake tlg ingin Sabrina ihh kesel kamu ga kasihan apa ama Najwa 😠
Vivi Bidadari
Ternyata Sabrina gampanga dan murahan juga 🤔

Semoga. gajadi salah paham ya Najwa kan ga tau juga kalau yg diruangan Ardi ada orang lain
Erna Ohe
bagus banget
Vivi Bidadari
Jangan sampe tergoda ya Ardi awas aja kamu kasihan. Najwa dan anak"

Jangan buat ulah ya Sabrina

ayooo dong kak semangat jarang" up date kok cuma 1 bab ga terasa. loh bacanya kalau cuma segitu. doang 😕
dewi rofiqoh
Babang ardi 👍 suami idaman
dewi rofiqoh
Selamat babang ardi.. 🎉🎉🎉
Meski bakal tambah sibuk, tetap harus perhatian ama keluarga ya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!