NovelToon NovelToon
Berbagi Cinta : Antara Kita

Berbagi Cinta : Antara Kita

Status: tamat
Genre:Poligami / Duda / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:6.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: warnyi

Kebahagiaan rumah tangganya selama ini ternyata hanyalah sebuah kepalsuan...

Ayu harus menerima kenyataan pahit, saat sang suami yang sangat di cintainya mengakui telah menikahi sahabatnya sendiri.

Di saat bersamaan tanpa Ayu sadari ada seseorang yang selalu memperhatikannya dan menjadi pelindung untuknya.

Mampukah Ayu menerima semua keputusan suaminya untuk berbagi cinta ?

Atau Ayu lebih memilih untuk menyerah dari rumah tangga yang sudah tak seperti yang ia inginkan...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon warnyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.22 Makan siang bersama

...Happy Reading...

...❤...

Sidang pertama, dengan agenda mediasi pertama itu akhirnya selesai. Setelah Ayu menghabiskan berjam-jam di dalam ruangan salah satu gedung pengadilan agama itu.

Ya... proses mediasi tadi sedikit mengalami kendala karena Radit yang masih bersikeras untuk mempertahankan rumah tangganya.

Ayu keluar dari gedung pengadilan agama dengan wajah yang kusut juga lelah. Dia sangat kesal dengan Radit, yang sama sekali tak mau mengalah dengan dirinya.

" Astagfirullah sudah jam dua belas siang " kaget Ayu ketika melihat arloji yang melingkar di tangannya.

Dengan sedikit terburu-buru Ayu langsung masuk ke dalam mobil dan melajukannya ke arah butik.

" Untung aja tadi aku sempat masak dulu sebelum ke pengadilan " ucap Ayu bergumam sendiri di sela menikmati kemacetan tengah hari itu.

Drrt... Drrtt....

Suara getar ponsel langsung mengalihkan perhatian Ayu.

" Assalamualaikum..." ucap Ayu setelah menekan tombol yang ada di earpods yang sudah ia pasangan di telinganya.

"......."

" Iya, ini Aunty udah di jalan, tunggu sebentar ya sayang " ucap Ayu lembut.

"...."

" Iya sayang, Aunty sebentar lagi sampai, okey ! Daaah..."

Ayu langsung mematikan sambungan telponnya dan mencari jalan alternatif agar lebih cepat sampai di butik.

" Aunty....!!" Seru dua orang anak kecil yang langsung berlari menyongsong kedatangan Ayu di saat ia baru saja melangkah masuk ke dalam butik.

" Hai cantik dan ganteng nya Aunty.." Ayu langsung berjongkok, merangkul kedua anak itu ke dalam pelukannya.

" Udah lama ya nungguin Aunty, maaf ya sayang tadi Aunty ada keperluan dulu " ucap Ayu dengan nada sendu penuh rasa bersalah.

" Enggak kok Aunty, kita belum lama datang " jelas Naura dengan ekspresi lucu khas anak kecil.

" Eh.. kenapa Bian ada di sini ?" tanya Ayu yang baru sadar kalau ada Bian ada di butiknya. Karena tadi pagi dia hanya ada janji dengan Naura untuk makan siang bersama.

" Bian tadi lagi main ke rumah sama Om Ansel, terus sekalian deh ikut ke sini sama Rara " jawab Naura.

" Oh... gitu, terus kalian ke sini sama siapa ?" Ayu melihat ke seluruh isi butik tapi tak menemukan Bu Nawang ataupun Mami Bian di sana.

" Kita ke sini di anter Dady. Tapi sekarang Dady sedang keluar sebentar sama Om Ezra " kali ini giliran Bian yang menjawab pertanyaan dari Ayu.

Ayu tersenyum hangat sambil mengelus puncak kepala kedua anak di depannya.

" Ya udah, kalian tunggu di sini dulu ya, Aunty siapin makanan untuk kita dulu " ucap Ayu memperlihatkan kotak bekal yang tadi dia bawa dari rumah.

" Rara ikut Aunty " seru Naura.

" Bian juga ikut "

" Hahaha... Ayo-ayo sayangnya aunty boleh ikut kok " Ayu tertawa dengan semua tingkah lucu kedua anak tersebut.

Mereka bertiga akhirnya berjalan ke dalam pantry yang berada di ruangan paling belakang butik.

" Sekar tolong jaga butik sebentar ya, nanti kalau para orang tua mereka datang suruh masuk ke dalam aja " pesan Ayu pada salah satu pegawai nya yang sedang berjaga di kasir, menggantikan Riska yang masih harus mengurus Ibunya di rumah sakit.

" Siap Mba " serunya memberi hormat seperti sedang upacara bendera.

Ayu, Naura dan Bian terkikik geli melihat tingkah lucu dari Sekar.

Para pegawai butik memang sudah tidak aneh bila melihat Ayu bisa dekat dengan anak kecil.

Mereka semua tau kalau Ayu memang sangat menyukai anak kecil, di tambah Ayu juga belum mempunyai keturunan, jadi mereka tak pernah mempermasalahkan para anak kecil yang tiba-tiba datang ke butik dan mencari Ayu.

Ayu memindahkan masakan yang tadi dia bawa ke dalam mangkuk dan piring untuk di sajikan.

Ayu membawa sayur sop baso, prekedel kentang dan ayam kecap.

" Hemm... Wangi nya enak banget Aunty "

Kedua anak itu sudah duduk di kursi dengan rapih menunggu Ayu yang sedang menyajikan makanan untuk mereka berdua.

" Gimana, masakan Aunty enak gak ?" tanya Ayu saat mereka baru saja memulai makan.

" Enak Aunty, ini lebih enak dari masakan Nenek " ucap Naura dengan mulut masih penuh makanan.

" Eh, kalau di mulut masih ada makanan, gak boleh bicara ya sayang, nanti kamu tersedak " peringat Ayu lembut, sambil mengelap sudut bibirnya Naura yang belepotan dengan kuah sayur dan nasi.

Naura langsung mengangguk tanpa protes sambil tersenyum lebar.

" Iya Aunty, ini enak banget nanti aku suruh Mami buat belajar masak sama Aunty " sambung Bian lalu menyuapkan satu sendok penuh nasi dan wortel ke dalam mulutnya.

Tanpa ketiga orang itu sadari di pintu masuk pantry dua orang lelaki sudah memperhatikan interaksi antara Ayu dan para anak-anak itu.

" Assalamualaikum..."

Suara kedua lelaki itu langsung mengalihkan perhatian Ayu, Naura dan Bian.

" Wah kalian kok makan siang enggak ngajak Dady sih ?" tanya Ansel duduk di salah satu kursi di sana.

" Lagian Om sama Papah pergi sih. Ya kan Bian ?" sangkal Rara.

" Hm... baunya harum nih, boleh dong kita juga ikutan makan ?" canda Ansel menghirup bau masakan di depannya.

" Boleh, sebentar saya bawakan piringnya dulu " jawab Ayu beranjak berdiri.

Untung saja tadi Ayu membawa lumayan banyak makanan, tadinya sekalian untuk para pegawai tapi sepertinya sekarang semua itu tidak akan terjadi.

Satu suapan pertama membuat Ansel langsung menghentikan gerakannya.

" Rasa ini " Ansel melebarkan matanya, ketika merasakan maskan yang di masak oleh Ayu.

" Ini kamu bikin sendiri ?" tanya Ansel pada Ayu.

" Iya Pak, kenapa ? Tidak enak ya ? Kalau begitu biar saya belikan di luar saja ya Pak ?" cerocos Ayu merasa khawatir makanannya tidak di sukai oleh kedua lelaki di hadapannya. Karena memang ia memasak untuk anak-anak, jadi ia menyesuaikan rasa yang di gemar oleh para anak-anak, bukan untuk orang dewasa.

" Masakan kamu enak " atensi orang yang ada di sana langsung teralihkan pada Ezra.

" Iya makanan kamu enak kok " Ansel langsung menyetujui perkataan temannya itu.

Beberapa saat kemudian semua makanan di meja sudah habis tak bersisa oleh para tamu dadakan Ayu.

" Aunty Ayo kita main ke taman lagi " ajak Bian setelah mereka cukup lama bermain di kantor Ayu. Sedangkan para Ayah dari anak itu sudah pamit untuk pergi keluar karena ada urusan.

" Baiklah, sebentar Aunty bereskan ini dulu ya " Ayu lalu membereskan semua kekacauan yang di buat kedua anak tersebut.

" Sekarang Rara sama Bian kasih tau Papa sama Dady kalian dulu kalau kita mau ke taman " perintah Ayu memberikan ponselnya.

" Naura tau kan nomor telpon Papah ? " tanya Ayu.

" Tau Aunty " Naura langsung mengambil ponsel di tangan Ayu, lalu mencoba menghubungi sang Papah.

" Oke... Ayo kita lets go...!" ucap Ayu penuh semangat pada kedua anak kecil di depannya. Setelah mereka mendapatkan izin dari Ezra dan Ansel.

" Lets go...!" jawab Naura dan Bian bersamaan.

Mereka bertiga akhirnya pergi menggunakan mobil Ayu ke sebuah taman bermain yang sering di datangi anak-anak.

...🌿...

...🌿...

...Bersambung......

...🙏😊😘...

1
Dandelion
ayu...ayu bikin gemes aja...ngapain suami medusa spt itu di pertahanin ..
Dandelion
laki2 medusa si radit 😠
Diana
yang mengalami siapa, yang balas dendam siapa!!!
gak masuk akal tuh sikap Alana yang licik dan picik!!
Diana
ada gak ya di dunia nyata tipe suami seperti Ezra ini?????
Diana
kalau keenan tidak bersikap tegas dengan Alana maka siap-siap akan kehancuran rumahtangganya!
Diana
hargai perasaan istrimu keenan!
Diana
hahahaha.....
mala sudah menerima karma atas perbuatannya!!.!
ckckck!!!
Diana
dari, sari, kamu itu orangtua yang tidak punya perasaan, giliran suami mendua, dia sakit hati, ketika anaknya disuruh mendua perasaaanya tumpul!!
Diana
ternyata karma sedang menghampiri keluarga Radit yang egois dan licik!!
Diana
maling teriak maling!!!
ckckck, kasihan deh Lo mala!
tinggal terima karma selanjutnya karena tidak bertobat.
Diana
nikmati saja kehidupanmu Radit!!
itu adalah pilihanmu sendiri!!
sutiasih kasih
biarin aja suamimu smakin ingkar janji ayu....
buknkah akn semakin mudah km melepasknnya....
yakinlah tak akn bahagia radit hidup dgn wanita brhati busuk sprti mala...
Dewi Yuliani
Luar biasa
Dewi Yuliani
Lumayan
Hotma Gajah
katanya jago bela diri kok gampang banget di gampar keluarin jurus kodok nendang langitnya dong/Facepalm/
Hotma Gajah
punya usaha ngapain kwatir..
mewek kata orang kayak ceeita ikan selam😀
Hotma Gajah
ayu kayak pengemis
Hotma Gajah
jgn bertele telelah sat set buang klo emang wanita kuat dan tangguh
Hotma Gajah
satu lagi wanita bodob yg gampang di tindes ama mertua😏
Asti Sugiyo
Makanya jadi perempuan tuch hrs punya prinsip...mau2nya diperlakukan begitu...😏😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!