Apakah hal tentang spiritual dan keabadian berasal dari kultivasi benar-benar nyata?
Menceritakan tentang seorang pria yang menjalani kehidupan keduanya di dunia berbeda dan menjelajah dimensi hingga sampai ke dunia spiritual.
Cerita ini berlatarkan sebuah Kekaisaran dan memiliki tema kultivasi. Alur ceritanya sendiri bisa dibilang cukup santai dan tidak terburu-buru. Semua karakter dicerita ini hanyalah fiktif belaka dan tidak ada didunia nyata.
Jika kalian suka novel ini tekan tombol like disetiap chapter dan klik juga tombol favorit agar kalian tidak tertinggal informasi update dari novel THE EMPEROR. Kalian juga bisa membantu author dengan membagikan novel ini keteman kalian, terima kasih dan selamat membaca~
~UP 2 Chapter perhari kecuali hari sabtu dan minggu dan dimulai pada 12 Oktober 2021. Setiap bab memiliki jumlah 2000 kalimat.
Genre : Action, Thriller, Millitary, Time Travel, Cultivation, Fantasy, Drama, Overpower.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aji Nugroho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Beer
Setelah melihat Hou Yu yang berlari keluar, hal ini membuat Shen Liu merasa penasaran dengan apa yang terjadi didalam kamar dan memutuskan untuk mengeceknya secara langsung.
Begitu masuk seketika Shen Liu terkejut melihat kondisi Xia Yueyin yang sudah berubah drastis, dari yang semula tampak sangat buruk kini sudah pulih dan tidak ada bekas luka sedikitpun ditubuh gadis tersebut.
"Kenapa dia bisa sembuh dengan seketika? Sebenarnya apa yang sudah terjadi disini!?" Gumam Shen Liu karena tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.
Saat tengah tercengang dengan apa yang terjadi kepada Xia Yueyin, dari luar kamar ia bisa mendengar suara orang yang terbatuk-batuk dengan cukup keras.
Shen Liu yang menyadari suara tersebut berasal dari Hou Yu segera berlari keluar dan menghampirinya. Begitu sampai didepan pintu kamar mandi, Shen Liu masih bisa mendengar jika Hou Yu masih terbatuk-batuk dari dalam sana.
"Bocah nakal! Apa kamu baik-baik saja!?" Tanya Shen Liu sembari mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi. Walaupun ekspresi Shen Liu tampak garang, ia tidak bisa menyembunyikan rasa kekhawatiran nya terhadap Hou Yu.
Akhirnya karena tidak mendapat jawaban, Shen Liu lantas masuk kedalam kamar mandi dan menemukan Hou Yu yang tengah terkulai dilantai sambil terbatuk-batuk.
Segera Shen Liu menghampiri Hou Yu dan mengecek keadaan nya. Saat membalik tubuh Hou Yu untuk dicek kondisinya, Shen Liu melihat bahwa dari tadi anak tersebut batuk darah dan secara bersamaan juga mimisan.
Shen Liu juga melihat jika wajah anak tersebut tampak pucat dan mengeluarkan keringat dingin, serta ia merasakan jika tubuh Hou Yu mengigil kedinginan seakan baru saja masuk kedalam kolam berisikan es.
Merasa kondisi Hou Yu yang semakin parah dan juga kedinginan, Shen Liu segera membawanya menuju kamarnya. Begitu sampai ia langsung membaringkan Hou Yu diatas kasur dan menyelimuti tubuhnya dengan lima kain tebal sekaligus.
Meski tubuhnya sudah diselimut dengan lima kain tebal, Hou Yu masih saja menggigil kedinginan. Hal ini membuat Shen Liu merasa bingung sekaligus panik, namun tak berselang lama akhirnya Hou Yu berhenti mengigil dan mambuat Shen Liu sedikit lega.
Tetapi hal baru kembali terjadi dimana Hou Yu terus bergumam tentang air dan segera saja Shen Liu mengambil segelas air. Ia kemudian mulai meminumkan nya kepada Hou Yu sedikit demi sedikit menggunakan sendok, sembari menyeka darah dengan kain.
"Hah... Yang satu sembuh dan yang satu lagi justru sakit..." Shen Liu menghela nafas sembari menyendokan air kemulut Hou Yu.
Malam itu akhirnya Shen Liu memutuskan menghabiskan waktunya untuk menjaga Hou Yu.
...****************...
Pagi harinya Hou Yu terbangun dan merasa sedikit kepanasan. Ia kemudian membuka matanya dan menyadari jika dirinya menggunakan lima selimut tebal sekaligus. Segera Hou Yu menyingkirkan selimut tersebut dari tubuhnya dan mengamati keadaan disekitarnya.
"Dimana ini?" Gumam Hou Yu dengan penuh kebingungan saat menyadari jika ia berada dikamar yang salah. Seingatnya ia waktu itu pingsan saat berada didalam kamar mandi dan bingung kenapa sekarang bisa ada disana.
Sekarang Hou Yu merasa tubuhnya sudah kembali normal, setelah kejadian semalam yang membuat ia merasa tubuhnya seperti ditusuk ribuan jarum dan terasa sangat menyakitkan.
Hou Yu lantas beranjak dari kasur dan keluar dari kamar dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka. Saat keluar dari kamar dirinya melihat Shen Liu yang sedang bersiap-siap keluar saat pagi-pagi buta.
"Paman Shen kamu mau pergi kemana?" Tanya Hou Yu sembari mengucek matanya.
Mendengar suara dibelakang, Shen Liu segera berbalik dan melihat Hou Yu tengah berdiri disana dengan keadaan yang sudah membaik seakan tidak terjadi apa-apa.
Shen Liu menggelengkan kepalanya sebab tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. Ia memilih untuk melupakan kejadian semalam dan berpikir jika Hou Yu menderita sebuah penyakit yang akan kambuh dimalam tertentu saja.
"Ah... Aku akan pergi membeli beer dipasar karena persediaan sudah-" Sebelum Shen Liu sempat menyelesaikan perkataan nya, Hou Yu tiba-tiba berjalan melewatinya dan membuka pintu lalu keluar.
"Huh!? Kamu mau kemana bocah?" Sambung Shen Liu.
"Tentu saja ikut, aku penasaran dimana tempat kamu membeli beer..." Balas Hou Yu dengan cepat sambil merenggangkan tubuhnya diteras rumah.
Shen Liu benar-benar tidak tau lagi harus berkomentar apa dan berjalan meninggalkan rumah bersama Hou Yu yang mengikutinya dari belakang.Kedua pria berbeda usia tersebut sepertinya melupakan sesuatu dirumah dan tidak menyadari hal tersebut.
Disisi lain beberapa menit setelah kepergian Shen Liu dan Hou Yu dipagi-pagi buta, Xia Yueyin terbangun dari tidurnya. Gadis tersebut merasa tempat tidurnya terasa empuk dan nyaman. Ia juga mencium bau vanilla yang membuat pikiran nya menjadi rileks dan tidak mau beranjak dari sana.
Setelah beberapa saat Xia Yueyin segera menyadari ada hal yang janggal, ia segera membuka matanya dan melihat jika dirinya kini berada disebuah kamar yang terlihat rapih serta bersih.
Merasa asing dengan tempat tersebut, Xia Yueyin memutuskan untuk melihat-lihat. Belum sempat ia keluar dari kamar, secara tidak sengaja Xia Yueyin melihat pantulan dirinya dicermin yang ada dikamar tersebut.
Mata Xia Yueyin terbuka lebar saat melihat jika penampilan nya sudah berubah dan tidak memiliki penyakit kulit lagi. Seolah tidak percaya Xia Yueyin memegangi wajah dan mencubitnya untuk memastikan kejadian yang terjadi.
"Ini tidak mungkin..." Gumam Xia Yueyin yang masih terkejut mendapati dirinya kini sudah sembuh. Ia juga kini merasa perutnya tidak sakit lagi seperti sebelumnya, dimana hal itu sangat menyiksanya.
Xia Yueyin akhirnya menangis saat itu juga, ia dengan begini bisa hidup normal kembali dan tidak perlu takut akan dikucilkan. Disana Xia Yueyin sangat bersyukur dan ingin mengetahui siapa yang sudah menolongnya.
Dengan perasaan senang dan penasaran Xia Yueyin akhirnya keluar dari kamar. Gadis tersebut tampak tidak merasa takut sedikitpun dibawa ketempat yang asing baginya, hal ini dikarenakan ia yakin bahwa orang yang telah membantunya bukanlah orang jahat.
Setelah mencari disetiap ruangan yang ada, Xia Yueyin belum juga menemukan orang telah menolongnya dan hal ini membuatnya merasa tidak. Sampai pada akhirnya ia memutuskan untuk menunggu dan melakukan sesuatu disana.
...****************...
Ditempat lain Shen Liu dan Hou Yu tengah berjalan kaki untuk pulang. Tampak disana Shen Liu membawa satu barrel beer berukuran besar dipundaknya, sementara Hou Yu juga membawa satu barrel beer namun dengan ukuran lebih kecil.
Saat tengah berjalan Shen Liu dan Hou Yu melihat banyak orang-orang yang berkerumun dialun-alun desa. Karena merasa penasaran akhirnya mereka memutuskan untuk mendekat dan melihat apa yang tengah terjadi disana.
blom puya kekuatan udh byk tingkah hihieee autor pantes klurga d bantai pdhal jendral
sekarang mau mulai tanpa kekuatan dan mngajak anak2 bahkn blom kultivasi ap gk bodoh sampe urat2 wkkwkkwk
benar nggk sih tulisan ny🤣🤣