NovelToon NovelToon
Misteri Pernikahan Remaja

Misteri Pernikahan Remaja

Status: tamat
Genre:Misteri / Tamat
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Hanum Anindya

Renata tercekat saat ayahnya menjodohkan dengan Gio. Anak lelaki remaja kira kira 18 tahun, umur sebaya dirinya. Renata tidak mau kerena ia telah punya Rey. Masalahnya pak Iskandar tidak setuju ia pacaran dengan Rey. pak Iskandar ingin langsung menikahkan Gio dan Renata.

Renata menolak menikah dengan Gio. alasannya Renata masih mencintai Rey. Mereka bertemu ketika Renata mengikuti pertukaran siswa di Panimbang. Ya Renata ikut penukaran di SMU Negeri Panimbang tempatnya selama 14 hari lamanya. pertemuan itulah membuat mereka saling suka dan sayang.

Setelah pertukaran siswa selesai, keakraban mereka semakin dekat. Rey sering ke Serang atau Renata sering ke Panimbang.

Tapi pak Iskandar sangat murka. saat ia tahu putrinya dekat sama Rey. Renata berontak. Kabur. Tapi, pak Iskandar lanhsung membawa ke Mbah Mardi untuk di jodohkan sama Gio.

Sebenarnya siapa Rey, kenapa pak Iskandar tidak merestui Renta dan Rey?

Ada apa dengan Rey, sampai pak Iskandar tidak setuju mereka pacaran? Apa kerena mereka berdua masih dibawah umur? Yuk! baca terus di Misteri Pernikahan Remaja. insya Allah kalian akan menemukan rahasia Rey dan Renata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanum Anindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Itu!

Pagi itu!

Sisa air hujan masih terlihat. Pagi itu, mentari pagi enggan untuk melihat wajah bumi.

Ia masih bersembunyi. Di awan yang masih menghitam. Tanda tanda hujan akan turun kembali.

Angin dingin. Hujan gemericiknya masih ada.

Di depan gerbang SMP Negeri Angsana.

Terlihat kerumunan orang orang yaang melihat kecelakaan yang terjadi.

Semua orang merinding saat melihat kedua tubuh yang tergeletak..

penuh darah.

Awalnya.

Pak Hamdi, akan datang sendiri ke TKP. Tapi, niat itu diurungkannya. Akhirnya mereka menuju SMP.

Ibu Risnawati. Tidak, diberitahu sebelumnya. pak Hamdi tidak menceritakan, ia hanya mengajak istrinya.

Istrinya, akan ke kamar Rey, tapi pak Hamdi langsung menarik tangan istrinya untuk masuk mobil.

"Mas, kenapa kita pergi? kemana?" tanya istrinya.

Ia merasa heran sama suaminya. Tapi pak Hamdi tidak menyahut pertanyaan istrinya.

Dengan perlahan lahan ia membawa roda empatnya.

Ibu Risnawati,  hanya menatap wajah suaminya.

Dengan penuh keheranan.

Setelah sampai di depan SMP. Mereka melihat yang terjadi!

Pak Hamdi dan istri terguncang saat tahu Rey meninggal di tempat.

Ia tidak menyangka kalau kecelakaan akan merenggut Rey di hadapan mereka.

Ibu Risnawati meraung raung. melihat Rey seperti itu.

Pertahanan ibu Risnawati bobol juga. Pak Hamdi hanya bisa termangu melihat apa yang terjadi.

Tubuh Rey.  remuk. tanpa bentuk, kepala hancur, tangan terputus, kaki satunya terpental.

Darah membanjiri tempat itu!

Ibu Risnawati tidak menduga kalau Rey mengalami itu.

Ya, ia baru sadar. Kemarin sebelum Dzuhur hujan menguyur desa Angsana. Rey tidak pulang.

Awalnya, ia menyangka kalau Rey pulang terlambat saja.

Tapi kenyataan yang ada. Ibu Risnawati kembali menangis lagi. Hatinya  tercabik melihat keadaan Rey.

Ibu Risnawati baru sadar. Kalau Rey, memang pada malam itu tidak pulang. ia mencari cari Rey ke teman temannya.

menurut teman temannya Rey masih di sekolah. Ketika magrib tiba, ia tertidur kerena kecapean..

Ibu Risnawati tidak sadar. Kalau ia tidur kerena siluman panda yang melakukan penyireupan  dulu. Memang, hujan masih lebat saat itu.

Malam itu. Ibu Risnawati tidak menyadari hal itu. Akhirnya, ia tertidur dengan pulas. dan paginya ia bangun. Disangkanya Rey sudah pulang.

Ia menyesal sangat menyesal.

Tidak menjemputnya di sekolah. Membawakan payung buat Rey.

Kalau saja. Semuanya, bisa kembali ke awal.

ibu Risnawati, ingin menjemput Rey.

kalau ingat itu. Ia hanya bisa menangis. Menyesali tindakan dirinya, yang begitu percaya pada Rey.

Hari ini Rey tidak pulang.

Rey pulang ke pangkuan tuhan.

Tidak tahunya. Rey kini telah meninggal. Meninggalkan dirinya.

Tangis, ibu Risnawati masih terdengar. Memilukan hati yang melihat.

Segelintir, orang menyalahkan kedua orang tua masing masing.

Anak belum pulang..Tidak dicarinya. Saat terjadi kecelakaan baru menyalahkan sendiri.

ibu Risnawati, benar benar terpukul sekali. ia tidak menduga sama sekali, kalau Rey akan mengalami hal itu.

ibu Risnawati, duduk di samping suaminya. Di atas rerumputan yang tumbuh di pinggir sekolah.

mata mereka kosong. Menatap, kerumunan orang orang yang masih berkerumun.

kadang ibu Risnawati menghampiri tubuh anaknya.

warga banyak yang tersentuh. Tapi, hanya diam saja, ada salah satu warga yang memapah ibu Risnawati..

untuk duduk kembali.

Pak Hamdi tidak kuat melihat kenyataan anak yang disayang, anak yang dibanggakan kini hilang lenyap.

"Apa ini ritual yang ia harapkan. Ya, ia sebenarnya pelaku pembunuhan. Pembunuhan tanpa dilihat orang."

bisik hati pak Hamdi. Ada kecamuk, sesal, marah.

Tapi sama siapa? dirinya? ya, seharusnya, ia menyalahkan dirinya.

kerena dirinya lah semua peristiwa terjadi.

Pak Hamdi, hanya bisa mendesah. Tidak bisa berbuat apa apa.

Hatinya hancur. Melihat kenyataan yang terjadi, orang yang disayangi jadi korban.

korban kerena nafsu dan keserakahan..

membawa bencana dalam keluarganya.

kalau boleh mengulang. Ia ingin hidup sederhana saja, tanpa harus di korbankan. Tapi, terlambat..

kerena ini telah terjadi.

Ia terduduk. Pikirannya kosong. Ia tidak menggubris istrinya. ibu Risnawati masih meraung, memegang tubuh anaknya.

Tubuh itu.

Tubuh yang di urus, saat sakit. Kini hancur.

Warga disana diam. Tidak bisa apa apa melihat tubuh ibu Risnawati. RT setempat langsung memberikan evaluasi pada warganya.

Untuk mengurus dua remaja itu.

Tubuh Renata dibawa ke Puskesmas Angsana. ibu Vinda dan pak Iskandar pun kesana.

Awalnya, tubuh Rey akan dibawa ke puskemas Angsana. Tapi, melihat ibu Risnawati dan pak Hamdi seperti itu. Mereka akhirnya mendiamkan mayat Rey di sana.

Mereka hanya, melihat sekilas tubuh Rey. ibu Vinda dan pak Iskandar merinding melihat tubuh Rey seperti itu.

Pak Hamdi hanya bisa diam terduduk. Pandangan kosong. semua warga langsung mengurus tubuh Rey.

ibu Risnawati hanya bisa pasrah. Awalnya mereka melarang tubuh Rey diangkut. Tapi kepala desa Angsana..

memberikan nasehat untum kedua ssuami istri. akhirnya mereka mengizinkan untuk kebaikan Rey sendiri.

pandangan  wajahnya pak Hamdi kosong.

ibu ibu di sana. membantu ibu Risnawati dan pak Hamdi, untuk tetap tegar dan sabar..

Tapi, ibu Risnawati diam tidak bicara apa aapa. Wajahnya menunduk.

Mereka juga terenyuh melihat ibu Risnawati seperti itu.

Lebih parah lagi ibu Risnawati yang telah membesarkan Rey dengan ketulusan dan kesabaran.

Ia hanya ingin melihat anaknya Basar, menikah punya anak, punya rumah, tapi itu hanya bayangan saja.

Orang orang disana menolong keluarga pak Hamdi dan pak Iskandar.

Tubuh Rey, yang terputus dikumpulkan, lalu dibawa dengan kantong jenazah dari puskesmas Angsana untuk dikuburkan dengan layak.

Ibu Vinda dan pak Iskandar tidak bisa menjenguk keluarga pak Hamdi, mereka hari itu meluncur ke Pandeglang.

Untuk menyelamatkan nyawa Renata.

Ibu Vinda dan pak Iskandar.  Hanya termangu, saat dokter mengatakan kalau Renata butuh donor darah.

kerena persediaan darah di rumah sakit habis, Ibu Renata hanya bisa meraung memeluk suaminya.

Pada hari itu pak Iskandar mengunjungi pak Hamdi, biarpun bukan waktu yang tepat bagi mereka bertemu..

Tapi bagaiman lagi nyawa Renata lebih penting.

Setelah penguburan selesai.

Pak Hamdi dan ibu Risnawati hanya bisa memandang keramaian di rumahnya.

apalagi jasad Rey setelah di mandikan, disholatkan  warga dan lalu di kubur di tempat itu.

Warga kampung itu banyak melakukan Tazkia untuk menemani ibu Risnawati dan pak Hamdi.

Ibu Risnawati terkejut melihat kedatangan pak Iskandar..

Wajah kedua suami istri itu saling pandang satu sama lainnya.

"Maaf, sebelumnya.

Memang waktu ini belum tepat untuk bicara. apalagi kita lagi mendapatkan musibah."

kata pak Iskandar tiba tiba sambil menunduk..

Ada keraguan dalam hati untuk mengungkapkannya.

Pak Hamdi dan ibu Risnawati hanya diam saja.menunggu apa yang akan dibicarakan oleh pak Iskandar.

"Kami hanya butuh darah.

Renata membutuhkan darah ayah kandungnya." ujar pak Iskandar menatap wajah pak Hamdi dan ibu Risnawati bergantian.

Pak Iskandar sebenarnya sudah pasrah apa yang akan terjadi.

Tapi melihat pak Hamdi mengangguk, pak Iskandar bernafas lega.*

1
auliasiamatir
bikin penasaran ceritanya
auliasiamatir
gio siapa yach..?
auliasiamatir
penasaran ya
Author Halu
semangat kak, salam dari anggota arsgaf
Hanum Anindya: nuhun kak, udah mampir
total 1 replies
Anindya K Setiawan
Teman teman yang baca Misteri Pengantin Remaja karya Hanum Anindya. terimakasih atas dukungan kalian pada novel ini, semoga apa yang kalian berikan bisa Tuhan balas dengan kebaikan kalian.

Kerena akun Hyunjihen dengan nama pena Hanum Anindya tidak bisa dibuka kembali. Mungkin Misteri Pengantin Remaja akan pindah akun ke akun Anindya K Setiawan tapi masih mengunakan nama pena Hanum Anindya. Dan ini akun baru Hanum atas nama Anindya K Setiawan, tadinya ingin nama Hanum Anindya tapi tidak bisa. Maaf ya teman teman😊🙏🙏🙏
Hanum Anindya
kenapa kak🤔🤔
Zed Analytical Number Nine
udah aku favoritkan novelnya Thor 👍🏻 salam kenal ya.
Hanum Anindya: iya kak. aku juga udah fav buku kakak. salam kenal juga
total 1 replies
Zed Analytical Number Nine
wah hebat satu bab nya berapa kata itu Thor? kosa katanya juga bagus , Daebak 👍🏻👍🏻
Zed Analytical Number Nine
astaghfirullah 😰
Zed Analytical Number Nine
😰 sungguh mencekam
Hanum Anindya: itu berdua kakak. terimakasih kak sudah mampir
total 1 replies
VLav
hai ka, aq mampir ya, satu bab yang bener2 panjang. aq suka gaya penulisannya. lanjut 👌
Nasi Kaput
maju terus.
Nasi Kaput
balas thor.
Hanum Anindya
udah tamat. sampai up 20 😊😊😊😊😊
El_Tien
beneran ini udah tamat?
El_Tien
maaf aku baru mampir. lagi
El_Tien
kok ada siluman sih
El_Tien: huwaa...aku tatut ahk
total 2 replies
El_Tien
makasih ya udah saling dukung

waa pak Hamidi, rencana malam kliwon?
Hanum Anindya: iya kakak. 😊😊😊
total 1 replies
El_Tien
aku udah like rate fav
Hanum Anindya: siap kakak. makasih banyak kak.
total 1 replies
El_Tien
itu taman ciruas, aku mikirnya cisarua bogor wkwkw
Hanum Anindya: taman Ciruas adanya di Serang Banten
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!