Zeya diam terpaku ketika melihat suaminya sedang jalan bergandengan tangan dengan wanita yang tak Zeya kenal.
Ryan yang kebetulan juga melihat Zeya melengos tanpa mau menyapa istrinya tersebut, malah Ia bergegas meninggalkan Zeya.
Menikah dengan Ryan keputusan hidup yang Zeya sesali, manis di awal ternyata hanya kedok belaka, agar bisa menikah dengan mantan kekasihnya.
Zeya menerima perceraian itu dan melanjutkan hidupnya dengan pindah ke kota besar.
Akankan Zeya menemukan kebahagiaannya sendiri, atau Zeya terus di bayang bayangi oleh masa lalunya.
Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Ryan setelah menikah dengan mantan kekasihnya itu?, Kenapa dia kembali mengejar cinta nya Zeya?
Pergulatan batin Zeya dimulai di saat tuan Gatra ingin menikahinya sedangkan mantan istri Gatra ingin kembali rujuk dengan Gatra, ditambah lagi dengan Ryan yang kembali membayangi hidupnya…
Akankan keputusan Zeya akan merubah semuanya..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mande Qita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 10 Pergi
Ryan tersenyum sinis dalam hatinya melihat Zea langsung diam seolah terpengaruh dengan rayuannya barusan.
[Dasar wanita bodoh dirayu sedikit saja sudah runtuh, cckk kalau bukan karena sikapnya yang terlalu tenang menghadapi perselingkuhan ku, pasti sudah aku talak dari semalam]
[Aku akan cari bukti kalau Zea juga selingkuh dengan pria lain, sehingga saat aku bercerai dengannya tak perlu memberikan harta Gono gini untuknya, sayang juga kalau rumah ini jadi hak miliknya, ini aku bangun dari hasil jerih payahku sendiri]
[Tapi di lubuk hatiku yang paling dalam, aku masih mencintai Zea! tapi penampilan Zea yang kampungan ini membuatku malu mengajaknya bertemu dengan rekan bisnisku, kalau Freya kan sudah teruji untuk tampil di tempat mewah dan bagus seperti itu]
Ryan dalam hatinya malah merencanakan hal keji lainnya pada Zea, dia ingin membuktikan kecurigaan dalam hatinya mengenai sikap Zea.
Tidak berapa lama mereka berdua sudah selesai sarapan pagi, dengan suasana kaku dan dingin, karena masih ada permasalahan di antara mereka berdua.
“Aku berangkat ke kantor dulu Zea! mengenai hal semalam aku minta maaf ya, kamu jangan marah lagi dong” Ryan kembali merayu Zea, dia ingin membuktikan kalau dirinya serius meminta maaf pada Zea.
Zea hanya diam tidak menanggapi rayuan Ryan yang membuat perutnya mual dan ingin muntah, tapi Zea menahan diri untuk tidak membuat Ryan curiga, karena setelah ini Ia akan bersiap untuk pergi dari rumah ini.
Tidak mau berlama lama lagi Ryan segera berangkat ke kantor, karena pagi ini dia sudah berjanji bertemu dengan Freya di tempat biasa mereka bertemu beberapa bulan belakangan ini.
[Zea sudah bisa aku tenangkan, sekarang aku akan mencoba bicara dengan Freya mengenai perceraiannya yang belum bisa dilakukannya sekarang, nanti aku akan menceritakan semua rencanaku pada Freya, dan berharap Freya mau mengerti dan tidak mendesak ku lagi]
Ryan yang sudah tenang menjalankan mobilnya menuju tempat pertemuan nya dengan Freya.
Zea tidak mengantarkan Ryan ke depan rumah untuk berangkat kerja, seperti yang biasa dilakukannya selama mereka menikah.
“Oke, Ryan sudah pergi ke kantor sekarang aku akan merapikan semua barang milikku” ucap Zea, lalu berjalan ke arah pintu depan dan menguncinya dari dalam, setelah itu Zea mengambil tas dan koper di gudang untuk membawa semua barang pribadinya.
***
Sekarang Zea sudah berada di bandara menuju ibukota Jakarta, semua barangnya sudah dipacking dengan rapi, tidak banyak memang karena Zea tidak terlalu suka membeli barang yang tidak dibutuhkannya.
“Halo Ze..” Tari segera mengangkat sambungan telepon dari Zea
“Aku sedang di bandar udara menuju ke Jakarta ya” balas Zea.
“Oke siap, aku ke bandara sekarang menjemputnya kamu Ze, kebetulan hari ini aku nggak masuk kerja” Tari kaget mendengar Zea akan ke Jakarta hari ini, dalam pikiran Tari paling Zea dua atau tiga hari lagi bisa pergi dari rumahnya.
“Oke Tari, terima kasih ya”
“See you Ze…” teriak Tari kesenangan karena dia memang sudah kangen dengan sahabat terbaiknya itu.
“See you cantik…” balas Zea, dan setelah itu mereka sama sama menutup sambungan telepon.
Zea segera melangkahkan kakinya masuk ke pesawat yang akan membawanya ke Jakarta, untuk memulai hidup barunya melupakan semua kesedihan dan sakit hatinya karena sudah di selingkuhi oleh Ryan, pria yang dulu sangat mencintainya.
“Selamat tinggal kenangan indah dan kenangan yang menyedihkan, di kota ini semua bermula dan hari ini semua akan berakhir, walaupun aku belum sempat mengurus surat ceraiku, setidaknya aku sudah terbebas dari pengkhianatan ini, dan ini akan aku jadikan pelajaran hidup untuk ke depannya”
Zea meneguhkan hatinya untuk melepaskan semua masa lalunya dengan Ryan.
Ditengah kegalauan hati Ryan memilih antara Freya dan Zea, istri sahnya telah pergi meninggalkan rumah mereka, dan juga pergi meninggalkan Ryan dengan segala permasalahan yang sedang mereka hadapi berdua.
“Hai sayang….” sapa Freya dengan suara manja, tanpa canggung dan tanpa perasaan malu Freya memeluk Ryan ketika Ryan masuk ke restoran tempat Pertemuan mereka berdua.
“Hai cantik, senyumanmu manis sekali” puji Ryan yang langsung membalas pelukan dari Freya dengan erat, pertemuan di pagi hari seperti ini sering mereka melakukan secara diam diam.
“Kangen…” rayu Freya sambil merebahkan kepalanya di dada bidang Ryan dengan manja.
“Duh senangnya yang di kangenin oleh wanita cantik seperti kamu sayang” balas Ryan memuji Freya, setelah itu mereka tertawa bersama lalu duduk di kursi yang ada di ruangan tersebut.
“Bagaimana rencana kamu sayang?” tanya Freya penasaran
“Aku belum sempat bicara dengan istriku, Zea sakit semalam aku nggak tega untuk mengajaknya bicara badannya sangat panas, lagian bicara dengan orang yang sedang sakit kan percuma sayang” jawab Ryan, dengan cepat Ryan memberikan alasan yang masuk akal bagi Freya.
“Cckk kenapa pakai sakit segala sih wanita itu, apa dia pura pura sakit mungkin sayang” tuduh Freya
“Nggak kok sayang, Zea memang sedang sakit, aku sempat merasakan panas badannya yang begitu tinggi, aku tunggu Zea sembuh dulu baru bicara masalah rumah tangga kami, dan juga rencana pernikahan kita”
sahut Ryan, Ia membela Zea bukan karena keinginannya tapi Ryan membela Zea agar Freya berhenti mendesaknya.
Kamu kelihatan kok berat hati ya untuk meninggalkan wanita itu Ryan?” tanya Freya dia menatap tajam ke arah Ryan, Ia jadi curiga kalau Ryan tidak mau menceraikan istrinya itu.
“Bukan begitu sayang, aku sedikit curiga dengan sikap Zea” Ryan sangat mengerti dengan sikap Freya, kalau Freya sudah memanggil namanya ketika mereka bicara, berarti Freya saat ini sangat serius dan Ryan tak berani untuk bercanda.
“Kamu curiga sama istri kamu sendiri! ada apa? bukannya istri kamu wanita yang sangat sederhana, bahkan kamu sendiri bilang kalau wanita itu sedikit kampungan, hal itu membuat kamu agak malu mengajak istri mu bertemu dengan rekan bisnis kamu”
Freya mengingatkan Ryan akan perkataan yang pernah diucapkannya dulu pada Freya, ketika Ryan mengajaknya pergi ke acara perusahaan.
Ryan terdiam ketika mendengar apa yang Freya katakan padanya, mengingatkan kembali pada perkataannya yang sempat merendahkan Zea di depan Freya.
“Zea sangat tenang mendengar perselingkuhan kita sayang”
“Apa Ryan? istri kamu sudah tahu kalau kita saat ini sedang menjalin hubungan spesial!” tanya Freya, dia kaget karena Ryan kemarin masih mengatakan kalau istrinya belum tahu perselingkuhan mereka berdua.
“Iya sayang”
“Dia tahu dari mana?” tanya Freya penasaran
“Kemarin Zea melihat kita di pusat perbelanjaan sedang bergandengan tangan” ungkap Ryan
“Apa? kemarin istri kamu melihat kita di mall! oh pantas kemarin kamu terlihat gelisah!” Freya sangat kaget mendengar kalau istri Ryan melihat mereka sedang berkencan kemarin di pusat perbelanjaan.
“Iya, makanya Zea tiba tiba sakit semalam jadi aku belum sempat bicara mengenai pernikahan kita” Ryan terpaksa berbohong sedikit di depan Freya
“Oke Ryan nggak masalah, terus kamu curiga kenapa pada istrimu itu”
“Zea walaupun sakit, tapi dia terlihat sangat tenang menghadapi masalah ini, disini lah aku jadi curiga, pasti ada hal yang membuat Zea terlihat tenang” jelas Ryan, tapi dia belum menceritakan kecurigaannya pada Freya.