NovelToon NovelToon
Aku Bertahan Untuk Membalasmu

Aku Bertahan Untuk Membalasmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:38.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

"Selama ini, aku bertahan bukan karena masih mencintaimu, Arsen. Bukan juga karena aku lemah. Tapi, aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk membuat kalian menyesal."

Alena selalu berusaha menjadi istri yang sempurna, setia, penurut dan, selalu percaya pada suaminya.

Namun, sejak setahun terakhir, Arsen selalu bersikap dingin padanya. Dia masih bisa berpikir positif, jika semua itu karena pekerjaan. Dan, dia tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri dengan sepenuh hati.

Sampai, ia menemukan ponsel kedua milik Arsen dan mengetahui bahwa pria yang ia cintai selama ini ternyata telah mengkhianatinya.

Lucunya, semua orang tahu tentang perselingkuhan itu, kecuali dirinya.

Dan, sejak saat itu, Alena berubah. Ia menghapus air matanya, berhenti menjadi istri yang bodoh. Dan, mulai membangun hidupnya sendiri.

Dalam hati, ia bersumpah akan membalas suami dan selingkuhannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 Pemenang

Alena kembali memasuki ruang pertemuan dengan ekspresi tenang, seolah tidak terjadi apa-apa. Ia melangkah menuju kursinya dan duduk dengan anggun.

Tidak lama kemudian, pintu ruangan kembali terbuka.

Arga dan timnya masuk bersama-sama, membuat suasana yang sebelumnya berisik langsung berubah hening. Semua orang menghentikan aktivitas mereka dan mengalihkan perhatian ke depan.

Wajah mereka menegang, menunggu satu hal yang sama.

Pemenang tender besar dari Atma Group.

Arga berdiri di depan ruangan, lalu menatap seluruh peserta satu per satu.

"Kami sudah selesai berdiskusi," ucapnya dengan suara tegas. "Keputusan ini juga diambil atas persetujuan langsung dari Tuan Dino selaku pemimpin perusahaan Atma Group."

Kalimat itu membuat suasana semakin menegangkan. Jantung para peserta seakan berdetak lebih cepat. Karena dalam hitungan detik, mereka akan mengetahui siapa yang berhasil memenangkan proyek bernilai fantastis tersebut.

Arga melanjutkan, "Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh perwakilan perusahaan yang hadir hari ini. Presentasi yang kalian berikan sangat memuaskan. Kami bisa melihat kesungguhan dan kerja keras dari masing-masing tim."

Ia berhenti sejenak, membiarkan semua orang semakin diliputi rasa penasaran.

"Namun, setelah melalui diskusi yang panjang dan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari konsep, inovasi, hingga visi jangka panjang, kami akhirnya menetapkan satu perusahaan yang akan memegang proyek ini."

Ruangan mendadak sunyi. Tidak ada seorang pun yang berani bersuara. Bahkan, suara detak jam di dinding terdengar begitu jelas.

Arga mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan sebelum tersenyum.

"Dan, perusahaan yang kami pilih adalah..." Arga perlahan mengangkat tangannya, lalu menunjuk ke salah satu sisi ruangan.

"Selamat kepada Perusahaan WIN Group."

Tepuk tangan langsung memenuhi ruangan. Beberapa orang tampak terkejut, sementara yang lain mengangguk seolah sudah menduga hasil tersebut.

Alena sendiri terdiam selama beberapa detik. Meski sudah berusaha mempersiapkan diri, ia tetap tidak menyangka bahwa perusahaan yang ia wakili benar-benar memenangkan tender ini.

"Selamat untuk perusahaan WIN Group," ucap Arga

"Yes! Akhirnya," seru Doni senang. Sementara, Alena, Silvi dan Ridwan saling berpelukan.

"Kami berharap WIN Group dapat bekerja sama dengan baik bersama Atma Group dan mewujudkan proyek ini sesuai dengan visi yang telah dipresentasikan," seru Arga.

Doni bangkit dari duduknya. "Terima kasih atas kepercayaan yang anda berikan kepada kami. WIN Group akan memberikan yang terbaik dan tidak akan mengecewakan Atma Group."

Tepuk tangan kembali terdengar. Tapi, di balik suasana meriah itu, sepasang mata terus menatap Alena dengan penuh kemarahan.

Arsen mengepalkan kedua tangannya di bawah meja. Ia merasakan kekalahan yang begitu menyakitkan. Dan yang lebih memalukan, orang yang mengalahkannya adalah istrinya sendiri.

Setelah acara selesai, satu per satu perwakilan perusahaan mulai menghampiri Doni dan tim WIN Group untuk mengucapkan selamat.

"Selamat, Tuan Doni."

"Presentasi kalian benar-benar luar biasa."

"Konsep yang ditawarkan WIN Group sangat menarik."

Ucapan selamat dan pujian terus berdatangan.

Tidak sedikit dari mereka yang secara khusus memuji Alena. Penampilannya saat presentasi tadi benar-benar memukau. Cara berbicaranya yang tenang, pemahamannya terhadap proyek, dan kemampuannya menjawab setiap pertanyaan membuat banyak orang terkesan.

"Nona Alena, Anda benar-benar hebat. Presentasi tadi sangat meyakinkan."

"Ya, saya bahkan tidak menyangka Anda bisa menjawab semua pertanyaan dengan begitu baik."

Alena tersenyum tipis dan menggeleng pelan. "Terima kasih. Tapi, semua ini bukan karena saya seorang diri. Saya hanya menyampaikan hasil kerja tim."

Ia menoleh ke arah Doni dan rekan-rekannya. "Saya masih harus belajar banyak dari Tuan Doni dan yang lainnya. Justru saya yang berterima kasih karena telah diberi kepercayaan untuk melakukan presentasi hari ini."

Mendengar itu, beberapa orang tersenyum kagum. Jarang sekali ada orang yang tetap rendah hati setelah memenangkan proyek sebesar ini.

Namun, tidak semua orang merasa senang.

Di sudut ruangan, Arsen memandang Alena dengan tatapan tajam. Rasa kesal dan marah begitu jelas terlihat di wajahnya.

Beberapa saat kemudian, ia melangkah mendekat bersama Erina.

"Selamat atas kemenangan kalian," ucap Arsen.

Nada suaranya terdengar biasa, tetapi siapa pun dapat merasakan sindiran yang tersembunyi di balik kalimat itu.

"Aku sungguh tidak menyangka bahwa WIN Group yang akhirnya mendapatkan tender ini."

Doni tersenyum santai. "Jangankan Anda, kami sendiri juga tidak menyangka nya."

Arsen menyipitkan mata. "Ya, tim Anda memang berbakat." Ia menatap Alena sejenak sebelum melanjutkan, "Tapi, aku sedikit meragukan profesionalisme pihak tertentu."

Ucapan itu membuat suasana mendadak hening. Beberapa orang saling berpandangan, bingung dengan maksud perkataannya.

Namun, Doni tetap tersenyum tenang. "Anda tidak sedang meragukan keputusan Atma Group, bukan?"

Arsen mengernyit. "Apa maksudmu?"

"Tidak ada." Doni mengangkat bahu pelan. "Saya hanya berpikir bahwa Atma Group tentu telah melakukan penilaian secara objektif."

Tatapannya kemudian beralih ke Erina yang berdiri di samping Arsen, lalu kembali menatap pria itu.

"Lagipula, perusahaan sebesar Atma Group pasti bisa membedakan mana orang yang profesional dan mana yang tidak."

Seketika, wajah Arsen mengeras. Ia merasa ada makna lain di balik ucapan itu.

"Apa maksudmu?" bentaknya.

Doni justru tampak heran. "Saya tidak bermaksud apa-apa, Tuan Arsen." Ia tersenyum tipis. "Kalau memang tidak ada yang merasa tersinggung, kenapa Anda terlihat marah?"

"Kamu—"

Arsen langsung terdiam. Dadanya naik turun menahan emosi. Tangannya mengepal begitu erat hingga urat-urat di punggung tangannya terlihat jelas.

Tatapannya kemudian beralih kepada Alena.

Wanita itu berdiri dengan tenang, tanpa sedikit pun menunjukkan rasa takut di wajahnya.

Sikap itulah yang justru semakin membakar amarahnya.

Tanpa mengatakan apa-apa lagi, Arsen berbalik dan melangkah pergi, di susul Erina yang mengikutinya di belakang.

Sementara orang-orang di ruangan itu hanya saling berpandangan. Mereka bisa merasakan dengan jelas bahwa kekalahan kali ini bukan sekadar kehilangan sebuah proyek.

Tapi, bagi Arsen, ini adalah kekalahan harga diri.

***

Begitu mendapatkan tender dari Atma Group, Doni mengajak tim nya untuk merayakan kemenangan mereka dengan makan di restoran.

Doni mengangkat gelasnya dan berseru, "Selamat untuk tim kita karena sudah berhasil mendapatkan tender besar."

Alena dan yang lain melakukan hal yang sama. "Selamat untuk kita," sahut Alena dan yang lain.

Gelas mereka saling beradu lalu, mereka menenggak minuman masing-masing.

"Selama dua bulan kita terus bekerja keras. Dan, akhirnya membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Jadi, hari ini kita harus bersenang-senang," seru Doni.

"YEY!" teriak Alena dan yang lain.

Mereka mulai menikmati hidangan yang sudah tersaji. Di selingi obrolan ringan dan gelak tawa. Setelah selesai makan, mereka tidak langsung pulang, melainkan pergi ke tempat karaoke.

Mereka bernyanyi, menari bersama, seolah beban yang selama ini mereka pikul telah terlepas.

Hingga, tidak terasa hari sudah gelap. Mereka berpisah dan pulang ke rumah masing-masing.

Begitu juga dengan Alena. Dia memesan taksi untuk pulang. Dan, tepat pukul tujuh malam, ia tiba di rumah.

Saat ia membuka pintu, ia tertegun melihat Arsen yang berdiri menyilang kan kedua tangan di depan dada dengan tatapan yang tajam ke arahnya.

"Akhirnya kamu pulang, Alena."

1
Ma Em
Alena semangat ya dan kamu jgn mau direndahkan Arsen , Kenan pasti bohong pada Alena bahwa dia menggantikan kakek Rendra .
sunaryati jarum
Orang panik juga bisa lupa.sampai menggandeng tangan.orang tidak merasa.Untuk.Arsen Emak beritahu ya kamu memiliki masalah kesuburan jadi diaknosa saat masih jadi suami Alena kemungkinan kecil membuat pasangan kamu hamil
Muft Smoker: atuh perlu di pertanyakan atuh mak ,, ank di kandungan erina????😲😲😲😲😲
total 1 replies
sunaryati jarum
Astaga kirain emak Kenan baca pesan di Hp Alena, ternyata.hp kakek Rendra dibaea🤣🤣🤣
sunaryati jarum
O yang baca Tuan Kenan,ya.Sudaj berani baca pesan di Hp Alena
Yeni Astriani
ternyata saingan terberat Kenan dalam mendapatkan perhatian Alena Kakek Rendra sampai mencuri hape kakek nya sendiri biar gak bisa kencan sama Alena.
aduhh😂😂😂
nunik rahyuni
kan...kenan nakal..orsng tua dikerjai...sampai seisi rumah di balik cuma cari hp..tp sang cucu yg licik menguntit nya🤣🤣g ada nyali nya kenan...klo suka bilang bos
Heny
SUAMI YG GK BERSYUKUR DPT ISTRI SETIA DAN BAIK HATI
Heny
Main cabtik Alena
Heny
Alena yg sabar
nunik rahyuni
yg di beri kbr si kakek tp notif nya msuk di hp kenan jg🤣🤣🤣l modus kenan licik
Muft Smoker
jgn2 yg nerima pesan bukan kek rendra tp si kenan ,,
😂😂😂😂
sunaryati jarum
Bosnya suka kamu,dia bayar dengan dana pribadi ,dia mengatakan dana perusahaan agar kamu tidak menolak.Untuk urusan Arsen di perusahaan ASN kamu tidak perlu kawatir,dari hasil sidang dan terungkapnya fitnah Arsen padamu, Arsen sudah tidak mendapatkan kepercayaan lagi.Apalagi jika perselingkuhannya diungkap, mungkin para pemegang saham memintanya mundur
sunaryati jarum
Semangat dan sukses Alena.Dan emak ingin segera melihat kehancuran Arsen dan keluarganya termasuk selingkuhannya
sunaryati jarum
Kenan Pepet Alena dengan dalih menemani kakek Rendra.Cerdas juga bisa memanfaatkan kedekatan kakeknya dengan Alena 🤣🤣🤣👋👋
Ma Em
Semangat Alena semoga kamu makin sukses selalu bahagia tinggalkan masa lalu menuju masa depan yg bahagia , semoga Arsen tdk akan pernah bahagia bersama selingkuhan nya dan mendapatkan balasan yg lbh menyakitkan .
Muft Smoker
tdk perlu memandang lg kebelakang Alena ,, anggap aj mereka mimpi buruk yg perlu km lupain ,,
Muft Smoker
tkuut kesaing ma kakek ny sndriii yx kenan😂😂😂😂😂
sunaryati jarum
Arsen yang menghubungi atau ada bukti baru
sunaryati jarum
Cerdas juga
Ma Em
Kenan takut Alena diserobot kakek Rendra makanya Kenan rebut alamat yg diberikan Alena 😄😄.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!