Sebelum membaca ini, mohon pahami Novel yang berjudul "PERFECT PARADISE" Bisa langsung baca di bab ke 350+
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhewhy M, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aib
"Beruntung lukanya tidak dalam," ucap Naira.
"Lain kali, kamu jangan nekat lagi. Ini ke dua kalinya kamu menolongku dengan resiko," imbuh Aminah memegang pipi Rebecca.
"Aku tidak tahu jika lelaki itu akan kabur, Kak. Anak buahku memang tidak becus, aku akan memenggal kepa...." Rebecca terlanjur sadar dengan ucapannya.
"Maafkan saya, Nona!" seru Willy.
"Sudahlah, sebaiknya kamu istirahat dulu. Di kamar lama Yusuf di rumah Airy kan tidak terpakai, jadi bisa kamu pakai istirahat dulu sana di sana, oke?" ucap Raihan.
"Terima kasih, Bang," ucap Rebecca.
Ia di antar oleh Yumna, Mawar dan Sarah ke kamar. Sementara yang lainnya menyambung pekerjaannya masing-masing. Waktu menegangkan itu malah digunakan oleh Cindy untuk mengungkap kisah Rebecca yang ia ketahui kepada Airy.
Sore setelah sholat ashar, semua kembali ke rumah masing-masing. Termasuk Aminah, Raditya dan Anam beristirahat di rumah Syakir. Melihat Airy keluar dari mushola, Cindy langsung menemuinya.
"Eh, Cindy. Kamu belum pulang?" tanya Airy.
"Iya, sengaja nunggu Kak Airy keluar selesai sholat," jawab Cindy.
"Kamu menungguku? Ada hal apa?" tanya Airy penasaran.
"Ada hal penting yang ingin aku katakan kepada Kak Airy. Tapi jangan di sini. Bisakah.. kita ke pinggir kolam sekarang?" usul Cindy.
Karena Cindy terlihat serius, Airy pun mengiyakan usul Cindy tersebut. Ia berjalan lebih dulu didepan Cindy dengan pelan. Entah apa yang ingin dikatakan Cindy, Airy belum mengetahui dan enggan untuk menebak karena takut jatuhnya berprasangka buruk.
"Baiklah, ada apa?" tanya Airy setelah mereka sampai di gubuk.
"Em, ini tentang Rebecca, Kak," jawab Cindy dengan ragu-ragu.
"Rebecca? Baiklah, katakan saja," ucap Airy masih santai.
"Awalnya aku masih biasa saja dengan keberadaan Rebecca. Tapi makin hari dia makin aneh, Kak. Setiap hari saat di resto, ada saja orang berpakaian stelan warna hitam yang mengamati Rebecca," ungkap Cindy.
"Lalu, aku tidak sengaja mendengar salah satu dari pria itu di telpon. Jika Rebecca ini memiliki seseorang yang sudah di jodohkan dengannya. Dan lebih anehnya lagi, Rebecca juga di panggil, Nona. Semakin kesini aku makin penasaran, aku mengutus salah satu karyawan di pabrikku untuk menelusuri latar belakangnya, ternyata Rebecca itu anak hasil di luar nikah, Kak." jelas Cindy sampai akhir.
Ekspresi wajah Airy hanya senyum tapi masih diam. Ia tidak menyangka jika Cindy mengungkap identitas Rebecca kepadanya. Selama ini, Airy mengira cindy ini berbeda, pada dasarnya memang cinta buta itu mampu merubah sikap seseorang.
"Udah?" tanya Airy.
"A, iya, Kak. Itu yang aku ketahui," jawab Cindy.
"Itu aibnya, kenapa kamu bongkar dan kenapa kamu ingin tahu lebih dalam? Berhenti menyelidikinya dan jalani saja kehidupanmu dengan tenang," tegas Airy.
"Cindy, kenapa kamu jadi seperti ini? Kamu nggak gini loh dulu. Kamu suka sama Yusuf?" tanya Airy masih sabar.
Cindy hanya menunduk.
"Cindy, tutupilah aib orang lain. Maka Tuhanmu pasti akan menutup aib mu juga. Jangan selidiki Rebecca lagi, ya. Dia tidak merugikanmu, bukan? Masalah cinta? Tenang saja, Tuhan lebih tahu mana pasangan yang cocok untuk kita kedepannya," ucap Airy mengusap bahu Cindy lalu pergi begitu saja.
Cindy tertunduk lemas, ia duduk di gubuk dan menyandarkan kepalanya di tiang. Airy nampak sekali marah ketika ia mengatakan tentang Rebecca.
"Apakah mereka sudah tahu? Kenapa mereka menerima aib Rebecca dengan mudah? Anak di luar nikah, apakah mereka lupa jika Yusuf dan Rebecca bersatu jatuhnya akan zina? Mereka lebih mengerti agama, tapi…."
Rebecca datang dan langsung menampar Cindy. Ternyata ia mendengar apa yang dikatakan Cindy kepada Airy beberapa menit lalu. Rebecca mengikuti mereka ke gubuk sejak mereka meninggalkan mushola ba'da ashar.
Plaakkkk!!!!
Tamparan itu sangat keras hingga terlihat jelas gambar tangan Rebecca di pipi Cindy. Tak terima di tampar, Cindy berusaha menampar balik Rebecca, namun ia berhasil menghindar dan membuat Cindy jatuh ke kolam lele.
Byur!!!
Yusuf yang melihat itu langsung membantu Cindy naik dan Cindy pura-pura teraniaya oleh Rebecca.
"Busuk! Kau mengumbar aibku sebagai anak haram, tapi kamu lupa dengan aib-mu sendiri yang suatu saat pasti akan terbongkar dengan omonganmu sendiri!" desis Rebecca menunjuk-nunjuk bahu Cindy.
"Re…?"
"Kamu diam, Bos! Yang kamu lihat hanyalah saat dia jatuh, bukan? Tapi aku mendengar dan merasakan betapa sakitnya saat dia mengolokku dan mengubar aibku kepada Kak Airy!"
"Aku memang anak di luar nikah. Tapi semua itu bukanlah kesalahanku. Aku tidak minta dilahirkan begitu, aku juga memiliki akta kelahiran dan masuk di kartu keluargaku milik Kakekku di Tiongkok. Aku anak legal meski harus menjadi adik dari ayah kandungku,"
"Aku memang tak seberuntung kalian yang lahir dalam ikatan pernikahan. Tapi aku juga punya perasaan un….."
Brukk!!
Rebecca pingsan di tangan Yusuf yang saat itu berdiri di dekatnya. Imun tubuh Rebecca memang belum stabil karena penembakan dan penusukan yang dilakukan oleh kaki tangan Neneknya beberapa jam lalu. Juga dirinya belum makan apapun sejak pertarungannya dengan kaki tangan Nenek Ling.
"Sebaiknya kamu minta maaf segera setalah dia sadar. Kamu pulanglah dulu dan ganti pakaianmu." ucap Yusuf menggendong Rebecca kembali ke rumah Airy.
Tak peduli seluruh santri melihatnya, Yusuf hanya fokus membawa Rebecca kembali dan segera mendapatkan perawatan yang baik. Yumna dan Mawar terlihat gelisah melihat Rebecca pingsan untuk ke dua kalinya. Ia segera merapikan tempat tidur dan Sarah memanggil Akbar yang saat itu berada di depan rumah Airy bersama dengan Anthea.
"Om, tolong, dong. Itu.. siapa, em... cewek yang matanya biru tadi pingsan lagi," ucap Sarah terlihat panik.
"Kakek Abang masuk dulu, ya. Anthea main dulu sama Bang Rafa, oke?" ujar Akbar.
Segera Akbar periksa Rebecca. Tak ada hal yang serius, ia hanya lemah saja setelah kehilangan darah ketika tertembak. Akbar menyarankan agar Rebecca dibawa kerumah sakit saja dan mendapatkan perawatan di sana. Tapi, semua itu di tolak oleh Willy, dan berencana membawa Rebecca kembali ke kediamannya di Australia.
"Nona akan saya bawa kembali ke Australia, bisakah saya bawa Nona kami pulang, sekarang?" tanya Willy dengan baik.
"Tidak! Dia harus di bawa kerumah sakit!" tolak Yusuf dengan tegas.
Semua menatap Yusuf, baru kali itu Yusuf mengatakan kalimat dengan tegas dan berbeda. Seakan dirinya tak ingin jauh dari Rebecca, meski sadar mereka tidak memiliki hubungan apapun.
"Percayalah kepada saya, segera Nona akan sembuh dan kembali lagi ke sini," Willy terus meyakinkan Yusuf dan semua orang di sana.
Secara detail, Akbar mengatakan kepada Yusuf untuk mengizinkan Willy membawa Rebecca kembali. Karena mungkin Willy memiliki cara lain agar Rebecca segera pulih.
"Yusuf, itu dunianya. Mereka memiliki cara sendiri untuk menyembuhkan Nona-nya. Sebaiknya, kita jangan ikut campur masalah itu," ucap Akbar.
"Tapi, Om.. dia terluka di sini. Kenapa harus repot-repot di bawa ke luar negri, sih? Lagi pula, dia juga butuh visa, butuh surat kesehatan pula untuk terbang. Nggak semudah itu mau naik pesawat," ujar Yusuf masih ngotot.
"Suf, kamu lupa? Dia putri Mafia, semua itu nggak perlu karena mereka memiliki kendaraan udara pribadi, biarkan saja Rebecca di bawa oleh asistennya," sahut Adam.
Ting!
Seketika Yusuf tersadar dari balon udara yang membuatnya bingung. "Aku kenapa, sih? Kenapa.. aku, ah.. Ya Allahu Ya Kareem, Astaghfirullah hal'adzim....." sebut Yusuf sembari mengelus dadanya.
"Bawalah! Aku mau ke pesantren aja dengerin Bang Rai ceramah, assalamu'alaikum!"
Yusuf mengalah dan pergi, semua pun tertawa melihat ekspresi wajah Yusuf yang lucu dan sulit di sembunyikan itu.
"Kapten kita mulai oleng oleh gadis SMA, hahaha..." ledek Akbar.
Kemudian, Hamdan dan Akbar mengantar Rebecca dan Willy ke mobilnya. Berjaga-jaga agar tidak ada hal serius, Hamdan juga memberikan sedikit vitamin untuk Rebecca agar cepat pulih sebelum di bawa pergi oleh Willy.
bagus
semangat
cerita yang unik
cerita islami+ mafia
siip lahhh
the best pokok e