NovelToon NovelToon
Istri Yang Mereka Remehkan

Istri Yang Mereka Remehkan

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:258.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Elina bukan istri yang polos. Saat suami dan mertuanya berusaha merebut aset dan perusahaannya, ia memilih diam sambil menyiapkan perangkap.

Mereka mengira Elina tidak tahu apa-apa, padahal justru menggali kehancuran sendiri.

Karena bagi Elina, pengkhianatan tidak dibalas dengan air mata... melainkan dengan kehancuran yang terencana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saat kesabaran Elina habis

"Sial! Di mana Elina menaruh semua berliannya?" geram Amelia dengan wajah memerah.

Sudah beberapa jam berlalu, namun Amelia, Maya, dan Ares masih belum menemukan satu pun berlian milik Elina. Rumah besar itu telah mereka obrak-abrik, dari ruang tamu hingga kamar-kamar, tanpa hasil.

Napas Maya tersengal. Ia menjatuhkan tubuhnya di sofa, lalu mengelap dahinya yang bercucuran keringat.

"Kita sudah hampir menelusuri semua ruangan yang ada di sini, tapi tak ada satu pun yang kita dapatkan," keluhnya dengan nada frustrasi.

Sementara itu, Ares mengepalkan tangannya. Sorot matanya dingin saat menatap sekeliling ruangan, seolah mencoba mengingat setiap sudut rumah itu.

"Res, apa kamu nggak pernah tanya soal ini ke Elina?" tanya Amelia, menatap putrinya dengan tatapan tajam.

"Terakhir dia menyimpannya di lemari kamar kami, Mah," jawab Ares. "Kalau sekarang aku tanyakan di mana semua berliannya, tidak mungkin dia akan menjawab. Apalagi hubungan kami sudah tidak sebaik dulu lagi."

"Terus bagaimana ini dong? Kita harus bikin Elina sebangkrut-bangkrutnya sampai dia hidup di jalanan!" sahut Maya dengan nada kesal, tangannya mengepal di pangkuan.

"Sabar, sayang," ujar Ares berusaha menenangkan. "Walaupun berlian Elina tidak kita dapatkan, masih ada perusahaan dan asetnya yang bisa kita miliki."

"Ada apa, Nih?"

Mereka bertiga kompak menoleh. Arman terlihat memasuki ruangan dengan langkah ringan santai.

"Papa? Papa dari mana?" tanya Amelia, menatap suaminya penuh selidik.

"Apa Mama lupa?" jawab Arman tenang sambil duduk di sofa. "Papa kan habis ketemu teman-teman baru Papa."

"Teman baru?" ucap Ares, keningnya berkerut.

"Iya, Res. Papa punya teman baru," balas Arman. "Kamu saja nggak tahu, Papa." Ia lalu mengedarkan pandangan ke wajah mereka satu per satu. "Oh ya, kalian ngapain? Wajah kalian kelihatan kesal semua."

"Kita lagi mencari kembali berlian Elina, Pah. Mumpung dia bermalam di rumah orang tuanya," jelas Maya.

"Bagaimana? Dapat?" tanya Arman lagi.

Mereka semua menggeleng pelan.

"Tidak, Pah. Entah di mana dia menaruhnya," keluh Ares.

"Berlian itu kita skip dulu," ujar Arman dengan nada penuh perhitungan. "Mungkin Elina menyimpan di tempat yang tidak kita ketahui. Sekarang kita fokus ke perusahaan dan asetnya saja. Setelah semua kita dapatkan, kita bisa beli berlian sebanyak yang kalian mau."

Pandangan Arman kemudian beralih ke Ares. "Bagaimana dengan orang kepercayaanmu, Res? Kinerja mereka bagaimana? Jangan sampai kamu ditipu. Kamu sudah mengeluarkan uang banyak."

"Papa tenang saja," jawab Ares yakin. "Orang kepercayaan Ares sangat dapat dipercaya. Mereka sudah menangani banyak klien dan hasilnya memuaskan."

"Bagus," ucap Arman mengangguk. "Dua hari lagi, kan? Pengumuman CEO?"

"Iya, Pah," jawab Ares singkat.

"Mas, kamu masih jadi kandidat CEO?" tanya Maya penuh harap.

"Iya, sayang," jawab Ares dengan senyum bangga. "Namaku sudah masuk dalam daftar kandidat CEO Anderson Group Internasional."

Namun di balik senyum itu, hatinya menyimpan sedikit keraguan, terutama sejak kedatangan Radit dengan kinerja yang nyaris sempurna.

"Aduh, Mama nggak sabar hari itu tiba," seru Amelia antusias. "Pokoknya Mama bakal ke salon, pakai pakaian mewah. Pasti di sana banyak istri-istri sosialita. Mama harus tampil wow!"

"Maya juga nggak sabar banget lihat Mas Ares jadi CEO," ucap Maya dengan mata berbinar.

♡♡

Elina membuka matanya perlahan. Pandangannya menyapu ke kiri dan ke kanan, hingga ia tersadar dirinya sudah berada di atas tempat tidur.

"Pasti aku ketiduran di pelukan Ayah," gumamnya pelan, mengingat kejadian semalam ia mengobrol dengan kedua orang tuanya.

Ia bangkit dari tidurnya, lalu bersandar di kepala ranjang. Tatapannya tertuju pada jam dinding yang berdetak pelan.

"Ternyata baru jam empat pagi..." ucapnya lirih.

Elina meraih tabletnya yang tergeletak di samping ranjang. Dengan gerakan cepat namun tenang, ia membuka kembali rekaman CCTV di rumahnya, ingin melihat apa yang dilakukan para benalu itu saat ia tidak ada.

Beberapa detik kemudian, rahangnya mengeras. Tangannya mengepal saat layar tablet menampilkan Ares dan Maya yang tengah berhubungan intim di kamar mereka.

“Brengsek kamu, Mas!” geram Elina. Ia menghempaskan tabletnya ke atas ranjang, napasnya naik turun, dadanya terasa sesak oleh amarah yang mendidih setelah apa yang baru saja ia lihat.

“Ares! Kamu sudah benar-benar keterlaluan. Aku akan secepatnya menyingkirkan kamu dan keluarga kamu itu.”

♡♡

Di meja makan keluarga Anderson, suasana pagi berlangsung dalam keheningan. Aurelia dan Albert memperhatikan putri mereka yang tampak terlihat dingin. Tak ada senyum di wajah Elina, pandangannya kosong, sementara makanannya hanya ia aduk perlahan tanpa benar-benar disentuh.

“Elina…” ucap Aurelia dengan nada lembut.

Elina menoleh pelan, tatapannya naik tanpa ekspresi berlebihan.

“Makanan Bunda nggak enak, Nak?” tanya Aurelia penuh perhatian.

“Enak, Bun,” jawab Elina singkat.

“Terus kenapa cuma diaduk doang, Nak?”

“Maaf, Bun.” Elina segera menyuap makanannya, lalu memaksakan senyum kecil ke arah bundanya, seolah tak ingin menimbulkan kekhawatiran lebih jauh.

“Sayang, bagaimana dengan acara besok malam? Ayah dapat kabar dari Arga kamu membuat pesta mewah?” tanya Albert, sorot matanya menyelidik namun tetap hangat.

Elina mengangguk pelan. “Iya, Yah.”

“Kenapa harus mewah, Nak? Bukan Ayah nggak setuju. Ini kan hanya pengangkatan CEO, bukan acara ulang tahun perusahaan,” ucap Albert dengan nada tenang.

Elina tak langsung menjawab. Senyum tipis kembali terukir di wajahnya—senyum yang tak sepenuhnya bisa ditebak.

“Elina telah menyiapkan langkah besar.”

1
Gintania nia
cukup bagus
THAILAND GAERI
kok tokoh perempuannya kek lucinta luna 🤣🤣🤣🤣
Sarminem Mimi
gitu Thor aga gambar nya 👍. biar bisa ngebayangin cantik nya Elina☺️☺️😍
Nona Jmn: Terima kasih🤭
total 1 replies
Sarminem Mimi
gitu Thor ada gambar nya👍
Ophelia Roosevelt
ga punya kaca apa gimana neng..
Raisha Mieyka
𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬𝘬𝘬𝘬𝘬
Lies Atikah
mang enak ternyata bukan anak loh
Lies Atikah
si jala nk maya aman 2 saja masih tetatp bahagia ada yang ngelindungi lagi kebohongan mu hamil anak si ares aman menang banyak kamu maya
Lies Atikah
kebayang perasaan si Ares pastahu kalau anak yang di kandung si jala nk Maya adalah anak dari lelaki lain cian deh loh
Lies Atikah
semoga berjodoh yah oma
Lies Atikah
kayanya yang mandul teriak mandul 😄😄😄😄 semoga begitu
Lies Atikah
semoga yang di kandung bukan anak s Ares biar si ares jatuh dlm penyesalan yang patal
Lies Atikah
kirain lengah suka thor yang satset ginni sedikit lebih kejam bolehlah biarkan hancur merangkak dan punah.. puas👍
Lies Atikah
skalian putarkan juga perselingkuhan dan kebusukan si Arres dan si maya biar orang2 tahu
Lies Atikah
kelamaan makin lengket dan bahagia aja Si ares sama si amel bebas melakukan niu niu nya di man saja termasuk di kamar pribadi menang banyak Amel😄
Lies Atikah
nah gitu donk thor adakan saingan cowok janga menyedih kan kesan jadi lebih cantik si maya laku sampai si Ares kelepek2 jadi kasihan lina gakada pengagum yang bikin si ares cemburu
Lies Atikah
jangan lemah Lin jangan karna bucin sama si Ares berengsek kamu jadi bodoh sadar diri kamu sudah di campakan gitu harga dirimu mana ngenes banget
Lies Atikah
jangan ragu 2 untuk bertindak bener2 harus di hancur kan
Hasanah
🤣🤣 keluarga gila iri kok sama harta dan hidup orang lain mereka berada di titik itu kan Krena kerja keras lah Klian klau mau Kya gitu ya kerja jngan jdi benalu aj krjax
Hasanah
Klian ngak bersyukur udah di ksih berlian ee milih batu got 🤣🤣 ya udah nikmati aj
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!