NovelToon NovelToon
Obsesi Gila Tuan Kazarov

Obsesi Gila Tuan Kazarov

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:911
Nilai: 5
Nama Author: Kiandra_Reinn

Dominic Kazarov.
Seorang pria tampan, dingin, dan berbahaya. Pemimpin kelompok mafia paling ditakuti, sekaligus pemilik perusahaan raksasa DK Company. Semua orang mengenalnya sebagai monster yang tak memiliki belas kasihan.
Namun semuanya berubah setelah pertemuan keduanya dengan seorang gadis muda yang pernah menolongnya saat ia terluka.
Awalnya hanya rasa penasaran. Lalu berubah menjadi ketertarikan. Hingga perlahan menjelma menjadi obsesi yang memabukkan.
Dominic tidak hanya menginginkan gadis itu berada di sisinya.
Ia menginginkan senyumnya, waktunya, hidupnya... bahkan kebebasannya. Dominic memilih cara yang paling kejam untuk mendapatkannya. Sebuah ancaman berdarah ia berikan dengan melukai salah satu teman gadis itu, memaksa sang gadis untuk menyerahkan dirinya kepada pria yang tak ia kenal.
terjebak dalam dunia mafia yang gelap dan berbahaya, sang gadis harus memilih.
Melawan pria yang terobsesi padanya atau menyerah pada cinta seorang monster kejam itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiandra_Reinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekhawatiran Bara

"Sial... Kenapa nomor naya dari tadi nggak bisa dihubungi sih" Bara terus berjalan kesana kemari dengan perasaan gelisah.

"masih nggak bisa dihubungi ya? " Tanya kenzo yang mendekat ke arah Bara.

Bara menggeleng "gue ngerasa ada sesuatu yang terjadi pada naya"

"tenangin diri lo, gue yakin naya bakal baik-baik aja, mungkin dia hanya syok melihat kejadian tadi tepat didepan matanya, lo harus memberikan naya waktu, biarkan dia sendiri dulu" Kenzo menepuk pundak Bara, seakan memberikan kekuatan pada temannya.

Bara menghela nafas "lo bener, mungkin gue terlalu berlebihan, bagaimana keadaan yasa?"

"Keadaannya sudah membaik, dokter sudah mengeluarkan peluru dari kakinya"

Bara mengangguk lalu berjalan menuju ruang VIP tempat yasa dirawat,di depan ruangan Gio sedang duduk sambil bermain ponsel.

"Kalian dari mana?" Tanya gio.

"Dari luar cari angin, kenapa di sini? Lo nggak nemenin yasa? "

"Orang tuanya lagi didalam, tadi gue udah masuk tapi yasa masih tidur jadi gue keluar lagi,sekalian nunggu kalian"

"Oh"

Bara membuka pintu ruang VIP perlahan, aroma khas rumah sakit langsung menyambut indera penciumannya.

"Om, tante" Gip menyapa kedua orang tua yasa.

"Kalian! masuklah" Mama yasa kembali menyuapi makanan ke dalam mulut putranya.

"Ma udah, malu diliatin sama mereka ma! " Yasa mengeluh karena mamanya terus saja menyuapinya seperti anak kecil.

"Kenapa harus malu, kamu kan anak mama, lagipula saat ini tubuhmu terluka, sayang! "

"Ma, yang terluka itu kaki yasa bukan tangan yasa, aku bisa makan sendiri ma"

"Baiklah, dasar bocah nakal"

Gio ingin sekali tertawa melihat bagaimana tingkah yasa di hadapan mamanya tadi, sedangkan yang lain hanya tersenyum melihat kedekatan anak dan ibu tersebut.

"Mmm baiklah, karena kalian sudah datang, om dan tante minta tolong ya ke kalian buat jagain yasa, tante mau pulang sebentar karena ada urusan, tidak apa kan? "

Gio menjawab "nggak papa tante, tante pulang aja, kami bakal jagain yasa kok tan"

Kenzo dan bara mengangguk mengiyakan ucapan gio.

"Terimakasih ya, kalau begitu tante pulang dulu, ayo mas"

"Jaga dirimu son, jangan suka menggoda perawat disini, mengerti? "

"Pa" Yasa menatap wajah papanya dengan kesal.

Papanya hanya tertawa dan keluar dari ruangan.

"Gila,lo beneran godain perawat disini , parah sih lo.. Nggak di sekolahan, nggak di jalan, semua cewek lo godain.. Dasar buaya buntung lo" Gio tertawa setelahnya.

"Berisik lo"

"Gimana keadaan lo, masih sakit? " Tanya bara.

"Masih sih sedikit, eh ngomong-ngomong si naya mana?,kok gue nggak lihat dia dari tadi sih" Tanya yasa.

"Gue nggak tau, dari saat kejadian pagi tadi nomor naya sama sekali nggak bisa dihubungi"

"bos, saat gue tadi tertembak, gue denger kalau naya ngomong kalau itu salah dia, bener ya?"

"Iya,Tiba-tiba aja setelah dia dapat telepon dari seseorang,naya jadi panik. gue nggak tau apa yang terjadi. yang gue tau, gue cuman dengar suara cowok sedang marah setelah itu naya pergi dan gue nggak tau kemana dia pergi" Ujar bara sambil berjalan duduk disamping ranjang yasa.

"Menurut lo semua, penembakan ini mungkin nggak sih ada kaitan nya sama naya" Gio menimpali.

"Bisa ya, bisa juga nggak" Jawab kenzo.

Yasa mengernyit bingung

"Maksud lo?"

"Pertama ,Setelah naya dapat telepon dari seseorang dan bara dengar suara cowok,bisa jadi cowok itu marah dan nekat dengan menembak atau menyewa seseorang buat nembak salah satu dari kita karena liat kedekatan kita tadi, bisa jadi kalau itu pacar dia, dan kedua bisa juga nggak, kita kan tau selama ini bagaimana kehidupan naya, nggak mungkin kan naya berurusan dengan hal-hal seperti itu" Kenzo menjelaskan secara rinci bagaimana pandangannya.

"Bos, emang naya udah punya pacar ya atau dekat sama cowok lain gitu?" Tanya yasa.

"Selama gue dekat dengan naya, gue nggak pernah liat dia dekat dengan siapapun kecuali.... Liam"

Bara mulai berpikir, apa ini ada sangkut pautnya dengan Liam, setaunya naya hanya dekat dengan pria itu saat di tempat balap atau mungkin naya memiliki teman laki-laki di tempat lain.

Gio menepuk lengan yasa "nah gue juga mikirnya gitu, lo kan kemarin cerita kalau yang ikut balapan itu naya, dan kita berempat juga liat kan gimana kedekatan mereka, gue yakin yang saat itu menelpon naya pasti liam, bener nggak? "

"Aish sakit nyet, lo ya.. Temen masih sakit juga malah lo pukul" Yasa mengusap kasar lengannya.

Gio terkekeh "ya maaf, gue kelepasan"

"Kita nggak bisa nuduh orang begitu aja, bisa jadi bukan dia pelakunya" Jawab kenzo.

"Tapi kemungkinan besarnya die Ken, siapa lagi coba yang dekat dengan naya selain Liam dan kita tentunya"

"Apa polisi udah tau pelaku sebenarnya?” Tanya Yasa.

"Belum, polisi masih menyelidiki kasusnya,tenang aja, gue bakal sewa detektif buat menyelidiki kasus ini secara diam-diam" Bara berpikir jika apa yang dikatakan teman-temannya ada benarnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!