NovelToon NovelToon
Menjinakkan Tuan Kaku

Menjinakkan Tuan Kaku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Perjodohan
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: puput11

Freya Winata (25) adalah definisi sempurna dari wanita modern, cantik, ceria, manja, dan enerjik. hidupnya yang penuh warna mendadak berubah ketika kedua orang tuanya menjodohkannya dengan Adrian Valerick (30), seorang CEO dingin yang kaku, keras kepala dan hanya peduli dengan tumpukan berkas di kantornya.

Bagi Adrian, pernikahan adalah transaksi yang tidak logis. Namun, ancaman pencopotan jabatan dari sang ayah membuatnya terpaksa mengucapkan janji suci. Berbeda dengan Adrian yang murka, Freya justru melihat kejengkelan Adrian sebagai tantangan paling seru dalam hidupnya. Ia bertekad menjinakkan "Tuan Kaku".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon puput11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Amukan Sang Kaisar Tua

"Nah, itu dia Mas Kulkas baru mendarat di bawah, Pa!" celetuk Arsen dari pembatas pagar lantai atas sembari menunjuk ke arah foyer di lantai bawah.

Adrian melangkah masuk melewati pintu ganda, menatap lurus ke langit-langit koridor lantai dua. Di sana, formasi melingkar para orang tua berdiri mengepung Freya dengan raut wajah yang menegang sempurna.

"Turunkan semua egomu dan cepat naik ke atas, Adrian!" bentak Arthur, suaranya menggelegar dari lantai atas, meruntuhkan keheningan koridor.

Adrian membetulkan letak jam tangan mewahnya dengan satu gerakan formal, lalu melangkah kaku menaiki anak tangga satu per satu. Begitu kakinya menginjak lantai dua koridor tengah, Diana langsung maju selangkah dengan mata berkaca-kaca menahan kecewa.

"Tiga bulan, Adrian! Kamu menelantarkan Freya di kamar sebelah selama ini!" seru Diana, blazer satin yang dikenakannya naik turun seiring dadanya yang kembang kempis.

"Ingat ya, Adrian, kami menjodohkan kalian! Kami mengatur pernikahan ini dengan harapan baik, bukan untuk kamu sia-siakan begini!"

"Ini demi kenyamanan privasi domestik, Ma," jawab Adrian datar, suara bariton tanpa intonasi emosi sedikit pun.

"Kenyamanan privasi gundulmu!" potong Tirta, melangkah mendekat dengan wibawa yang menekan, menatap menantunya. "Anak tunggal Papi bukan pajangan etalase toko, Adrian! Kamu mengasingkannya seperti orang asing!"

Rossa ikut menimpali sembari mengusap lengan Freya, menatap Adrian dengan pandangan menuntut. "Iya, Adrian. Padahal kami menjodohkan kalian dengan harapan kalian bisa saling menyayangi dan hidup bahagia di bawah satu atap yang sama. Kenapa malah jadi terpisah begini?"

Adrian melirik Freya yang berada di dekat pilar kamar kanan. gadis berponi itu hanya membalas dengan tatapan pasrah yang anggun, meski ada binar jenaka yang tersembunyi di matanya.

"Pernikahan ini adalah kesepakatan antar perusahaan. Sejak awal saya menjalaninya hanya karena terpaksa memenuhi keinginan kalian," bela Adrian kaku di tengah koridor, keras kepalanya keluar secara mutlak.

"Bagi saya cinta itu tidak penting. Selama operasional bisnis berjalan efisien, pembagian kamar bukan masalah logis."

"Halah, alibi aja si Mas Kulkas emang takut khilaf kalau satu kasur sama Kakak Cantik yang gorgeous begini," celetuk Arsen kian tengil dari sudut pagar, menaik-turunkan alisnya jahil ke arah kakaknya.

"Takut capek atau takut meleyot nih menghadapi pesona Kak Freya?"

Adrian menolehkan kepalanya lambat, memberikan tatapan sedingin es freezer pada adiknya. "Diam kamu, Arsen. Atau motor kamu saya sita sekarang."

"Jangan berani-berani mengancam adikmu di depan Papa, Adrian!" bentak Arthur mutlak dari tempatnya berdiri, membela anak bungsunya dengan suara yang menekan ego anak sulungnya.

Arthur melangkah maju, menatap tepat di manik mata Adrian yang membeku. "Detik ini juga, lipat dokumen aturan main konyolmu itu. Jika besok pagi Papa masih mendengar kamu tidur terpisah di kamar sebelah, jabatan CEO kamu akan Papa copot secara tidak hormat!"

Adrian tersentak halus di tempatnya berdiri, urat lehernya menonjol tegang. "Papa, ini tidak ada hubungannya dengan posisi profesional saya."

"Ada!" potong Arthur tanpa kompromi, suaranya naik satu oktav dengan otoritas mutlak yang menggetarkan langit-langit lantai atas.

"Seluruh aset dan fasilitas mewah kamu, Papa bekukan malam ini juga jika kamu membantah!"

Suasana di koridor atas itu mendadak drop ke titik beku. Adrian mengepalkan kedua tangan kuat-kuat di sisi tubuh hingga buku-buku jarinya memutih sempurna, terpojok total oleh ancaman pembekuan dari sang kaisar tua tepat di depan pintu kamar tidurnya sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!