NovelToon NovelToon
MENANTU YANG TAK DIINGINKAN

MENANTU YANG TAK DIINGINKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Rumah Tangga
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

Alena menikah dengan Hendra meski tak direstui keluarganya karena dianggap miskin. Selama lima tahun ia dihina, dianggap mandul, dan hanya diberi satu juta rupiah sebulan untuk kebutuhan rumah. Saat Alena mulai berusaha bangkit, tekanan ibu mertua membuat Hendra akhirnya berselingkuh. Alena memilih bertahan, hingga ia menemukan jalan untuk membuktikan dirinya dan membalas semua perlakuan yang menyakitkan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AMARAH BU SARI

Sudah empat hari berlalu setelah pernikahan hendra. Rumah yang dulu selalu wangi, bersih mengkilap, dan makanan selalu siap di meja, kini berubah berantakan tak karuan. Pagi itu Ibu Sari bangun dengan perasaan kesal yang sudah menumpuk sejak tiga hari lalu.

Ia berjalan keluar kamar,dan langsung melihat lantai ruang tamu yang sudah berdebu tebal, ada bekas kaki di mana-mana. Piring bekas makan semalam masih menumpuk di wastafel, berbau agak asam. Sementara itu Siska duduk santai di sofa sambil memegang cermin kecil, sibuk memoles bibirnya.

Ibu Sari langsung meletakkan sapu di lantai dengan bunyi keras.

"Siska! kamu ngapain di sana? kamu nggak Lihat rumah ini sudah seperti kapal pecah! Kenapa nggak dibersihkan?"

Siska hanya melirik sekilas tanpa berhenti memoles bibir.

"Bu, aku kan belum terbiasa mengerjakan hal begini. Dulu di rumah orang tuaku semua ada pembantu yang melakukannya," jawabnya santai.

"kalau Belum terbiasa kan bisa belajar! Dulu Alena setiap pagi sudah selesai menyapu, mengepel, memasak, dan mencuci sebelum jam tujuh pagi!" bentak Ibu Sari mulai naik pitam.

"Ah Kak Alena ya memang begitu nasibnya. Aku kan beda sama dia," sahut Siska sambil memutar bola matanya malas.

Mendengar itu Ibu Sari terdiam menahan amarah, dadanya mulai naik turun. Karena tidak ada yang mau bergerak, akhirnya Ibu Sari sendiri yang turun tangan. Ia menyapu lantai, mengepel, lalu masuk ke dapur memasak nasi dan sayur sederhana. Badannya yang sudah tua terasa pegal sekali, punggungnya nyeri setiap kali membungkuk mencuci piring yang menumpuk

Saat Hendra pulang kerja, ia melihat ibunya sedang duduk di kursi teras sambil memijat pinggangnya dengan wajah lelah.

"Bu... ibu kenapa ??" tanya nya pada ibunya

"ibu kecapean ndra, abis beres beres,masak dan nyuci piring!!"

"kenapa Ibu yang mencuci piring dan memasak? Di mana Siska?"

Ibu Sari menghela napas panjang.

"Di dalam kamar dia lagi sibuk merias diri. Katanya belum terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah tangga."

Hendra langsung masuk ke dalam rumah. Ia melihat Siska sedang duduk di depan cermin meja rias.

"Siska, kenapa kamu biarkan Ibu bekerja sendiri? Ibu kan sudah tua, tidak sekuat dulu," tegur Hendra lembut namun tegas.

Siska menoleh sambil memutar bola matanya malas.

"Mas, aku kan sudah bilang. Aku belum bisa melakukan semua itu. Tunggu sampai aku bisa baru aku kerjakan. Sekarang jangan dipaksa dulu."

"Kau tidak bisa hanya diam saja! Ini juga rumahmu Siska!" suara Hendra mulai meninggi.

Belum sempat Siska menjawab, Dinda pulang dari kampus. Ia langsung meletakkan tas dan melihat meja makan yang baru saja dibersihkan ibunya.

"Kak, kenapa rumah ini jadi berantakan begini? Dulu Kak Alena belum pernah membuat Ibu sampai harus mencuci piring sendiri."

Siska langsung menoleh dengan wajah marah.

"Kamu jangan terus-terusan membandingkan aku dengan wanita itu! Aku bukan dia!"

"Kenapa tidak boleh dibandingkan? walaupun kak Alena sering dimarahi Ibu, dia tetap mengerjakan semuanya dengan ikhlas. Kakak baru beberapa hari di sini sudah banyak alasan!" balas Dinda tak mau kalah.

"Kamu diam ya Dinda! Kamu masih adik kecil tidak berhak menegurku!" bentak Siska keras sampai suaranya menggema di ruangan.

Mata Hendra dan Ibu Sari seketika melotot lebar tak percaya. Mereka sama sekali tidak menyangka Siska berani membentak Dinda sekeras itu. Ibu Sari langsung berdiri hendak memarahi menantunya.

"Hei Siska! Kamu ini bicara apa..."

Belum selesai Ibu Sari bicara, Siska lebih dulu mengomel dengan wajah merah padam.

"Kalian semua memang tidak pernah puas! Dari tadi pagi hanya tahu menyuruh dan membandingkan! Kalau masih menginginkan Alena, silakan panggil saja dia kembali! Aku nggak mau tinggal di rumah yang penuh aturan menyusahkan begini!"

Selesai bicara begitu, Siska langsung meraih tasnya dan berjalan cepat keluar rumah sambil membanting pintu depan sekuat tenaga.

Duar!

Suasana di dalam rumah seketika hening total. Hendra dan Ibu Sari hanya bisa saling pandang dengan mulut ternganga. Dinda berdiri mematung di tempat, matanya berkaca-kaca karena terkejut dibentak.

"Ya ampun... berani sekali dia sama kita..." gumam Ibu Sari pelan dengan wajah pucat.

Hendra duduk lemas di kursi. Ia baru menyadari betapa besar kesalahannya dulu. Ia mengira Siska akan menjadi istri yang lebih baik, ternyata wanita itu sama sekali tidak mau berusaha mengerti keadaan rumah tangganya.

"Mas... apa Kak Siska akan kembali lagi?" tanya Dinda pelan.

Hendra menggeleng lemah.

"Aku nggak tahu Dinda harus bagaimana lagi..."

Malam itu mereka makan sisa masakan siang dengan perasaan sangat berat. Ibu Sari tidak banyak bicara, hanya sesekali menghela napas panjang. Dalam lubuk hatinya, ia mulai mengakui satu hal yang tak ingin ia akui selama ini: rumah itu memang tidak akan pernah sama tanpa kehadiran Alena.

 BANTU LIKE, KOMEN DAN SUBSCRIBE YA

1
Thewie
jangan keluarkan airmatamu buat suami keparat itu ya alena
Thewie
terlalu lemah kau Alena. jadi agak gak suka lihat otor🤣🤣
Thewie
kapan Alena bahagia thorrrrr...
Nuna_Pena: ditunggu aja ya hehe,
total 1 replies
Thewie
5 tahun Alena... salut buatmu hidup dengan caci maki keluarga mertua .. luarbiasa kamu Alena..
Nuna_Pena: sprti diriku 7 tahun lbih bertahan dn sekarang menjauh dulu dri mereka😌😌😌.. hehe ngemeng2 makasi sudah mampir
total 1 replies
Himna Mohamad
lanjut kk
Cha Libra
jngan biarkan s alena d tindas mlu thour scpetnya cerai..semoga ja ada karma buat keluarga dajjal
Nuna_Pena: 😁😁😁... sabar sayang...
total 1 replies
Cha Libra
thour klo bsa hruf kapitalnya yg biasa ja jdi enak bacanya..
Nuna_Pena: makasi sudah mampir, nanti saya buat huruf biasa aja
total 1 replies
..
keren!
..
Hai kak, semangat yah. aku sudah bom like karya kamu. jangan lupa like balik karya aku juga yah. mari saling dukung!
Himna Mohamad
lanjut
..
semangat, kak. jangan lupa like balik dan saling dukung yah💪💪💪
SRIANA
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!