NovelToon NovelToon
Di Sini Ada Arwah, Di Sana Ada Polisi

Di Sini Ada Arwah, Di Sana Ada Polisi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Action / Mata Batin
Popularitas:33.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Nino dan Asep harus mengungkap peristiwa pembunuhan berantai yang semua korbannya adalah wanita.

Musuh kali ini adalah seorang pembunuh yang kejam, licik, dan cerdas. Mereka berpacu dengan waktu untuk mengungkap pelaku sebelum lebih banyak korban berjatuhan.

Disclaimer:
Seluruh tokoh, tempat, dan peristiwa dalam novel ini adalah fiksi. Apabila terdapat kemiripan dengan orang, tempat, atau kejadian nyata, hal tersebut murni kebetulan.

Novel ini mengandung adegan kekerasan dan pembunuhan yang ditujukan untuk kepentingan cerita. Tidak dimaksudkan untuk mendorong atau membenarkan tindakan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pingsan, Jurus Andalan

Nilan langsung menghilang begitu bantal melayang ke arahnya. Gilang segera bangun dari tidurnya. Pemuda menggerutu kesal sambil mengacak-acak rambutnya. “Mau lo apa sih?!”

Nilan kembali muncul setelah keadaan dirasa aman. Hantu wanita itu bersembunyi di balik baju-baju Gilang yang tergantung di pintu.

“Kenapa lo masih ngintilin gue, sih?” kesal Gilang.

“Aku tidak tahu harus ke mana. Aku hanya mengenalmu.”

“Gue nggak kenal elo, ya. Lo aja yang tiba-tiba nongol depan gue. Dan gara-gara elo, gue jadi dicurigai sebagai pelaku pembunuhan elo!”

“Tapi polisi itu tahu kok kalau bukan kamu yang membunuhku. Tadi aku ngobrol dengan mereka.”

“Hah?”

Melihat sikap Gilang yang mulai melunak, Nilan pun mulai berani mendekat. Hantu wanita itu melayang, lalu berhenti tepat di samping Gilang.

“Dua polisi itu bisa melihatku. Mereka juga bisa berkomunikasi denganku seperti kamu.”

“Masa?”

“Iya, bahkan mereka dibantu dua makhluk astral juga. Yang satu jin, satu lagi arwah penasaran kayak aku.”

Gilang termenung mendengar penjelasan Nilan. Jika memang kedua polisi itu indigo seperti dirinya, maka pembebasan dirinya jadi masuk akal.

“Terus mereka bilang apa?”

“Cuma tanya-tanya biasa aja sama aku. Terus aku harus siap kalau suatu waktu dipanggil mereka lagi. Makanya aku milih ikutin kamu aja.”

“Kenapa malah ngikutin gue? Kenapa nggak ikutin mereka?”

“Aku takut sama jin yang sama mereka. Kayaknya dia galak, mukanya juga serem banget.”

“Ck … bangsa Jin mana ada yang ganteng. Mukanya serem semua, kecuali Jin BTS.”

“Kalau mukanya kayak Jin BTS, aku mau ikut polisi itu. Kan aku juga Army.”

“Buset dah, gaul juga lo,” Gilang terkekeh setelahnya.

Namun kekehannya berhenti saat menyadari bahwa sekarang dirinya sedang berbicara dengan hantu penasaran.

“Jadi selama pembunuh lo belum ketangkep, lo terus sama gue gitu?”

“Iya.”

“Ah elah, gue punya doa apa sih diintilin hantu penasaran. Gue lebih rela diintilin perempuan cantik.”

“Aku kayaknya bisa deh berubah jadi perempuan cantik.”

“Ogah. Casing doang, dalamnya tetap aja hantu,” sungut Gilang.

Nilan tertawa pelan. Berbincang dengan Gilang bisa sedikit mengurangi kesedihan atas tragedi yang menimpanya. Tubuhnya yang masih melayang, perlahan turun lalu duduk di sudut ruangan. Wajahnya kembali terlihat murung.

Melihat ekspresi Nilan, Gilang jadi merasa bersalah karena sudah mengusirnya tadi.

“Ya udah, lo di sini aja selama pembunuh lo belum ditangkap. Tapi jangan muncul tiba-tiba ya. Nanti kalau gue mati kena serangan jantung, lo nggak punya teman buat ngobrol lagi.”

“Makasih,” jawab Nilan sambil tersenyum.

Gilang mengangguk pelan. Pemuda itu bangkit lalu mengambil handuk yang tergantung di pintu. Pemuda itu segera masuk ke kamar mandi.

***

Sejak sore sampai malam, Gilang terus berada di depan laptopnya. Pemuda itu tengah menyelesaikan tugas kuliahnya.

Nilan yang masih bersamanya ikut duduk di samping Gilang. Terkadang hantu wanita itu mengoreksi ketikannya jika terdapat typo.

Rupanya keberadaan Nilan berguna juga bagi Gilang. Anggap saja Nilan adalah ChatGPT versi makhluk astral yang bisa mendeteksi kesalahan ketik.

Di tengah konsentrasi mengerjakan tugasnya, terdengar suara nyanyian dari perut Gilang. Saking fokusnya mengerjakan tugas, pemuda itu sampai lupa makan malam.

“Mending kamu makan dulu, jangan sampai kamu sakit,” ujar Nilan.

“Iya juga sih. Kalau gitu aku beli makanan dulu. Kamu tunggu di sini aja.”

Gilang mengambil dompet dan ponselnya lalu keluar dari kamar. Dia bermaksud mencari makanan yang letaknya tidak terlalu jauh dari kosnya.

Hari sudah gelap saat Gilang keluar. Jalanan di sekitar kosnya juga sudah mulai sepi. Pintu beberapa rumah yang dilewatinya sudah tertutup rapat. Bahkan ada yang bagian dalamnya sudah gelap. Lingkungan tempat kos Gilang memang terbilang sepi.

Pemuda itu terus berjalan melewati deretan pohon besar. Penerangan di sekitar juga tidak maksimal. Dari lima lampu jalan yang terpasang, hanya dua yang masih menyala.

Sebenarnya Gilang cukup takut berjalan sendirian di daerah ini. Namun rasa lapar yang teramat sangat membuatnya nekat melewatinya. Panjang jalan yang gelap ini hanya sekitar dua ratus meter. Namun suasananya cukup mencekam.

Gilang mempercepat langkahnya agar segera sampai di perempatan sana.

Langkahnya terhenti ketika merasa ada yang mengikutinya dari belakang. Pelan-pelan dia menolehkan kepalanya dengan jantung berdetak cepat. Gilang mengembuskan napas lega ketika melihat tidak ada siapa pun.

Perasaan gue aja kali, batin Gilang seraya meneruskan langkahnya.

Baru beberapa langkah, Gilang kembali berhenti. Kali ini telinganya menangkap jelas suara di belakang. Saat menoleh, lagi-lagi hanya kekosongan dan kegelapan yang dilihatnya. Begitu dia menoleh ke depan lagi, di hadapannya berdiri sesosok kuntilanak.

“Wleee,” kuntilanak itu menjulurkan lidahnya, seperti tengah meledek Gilang.

“HWUAAA!”

Saking terkejutnya, Gilang sampai jatuh terduduk di aspal. Belum hilang keterkejutannya, kali ini muncul pocong dari arah sampingnya.

“HWUAAA!!”

Gilang kembali berteriak ketakutan. Masih dalam posisinya duduk di aspal, pemuda itu beringsut menjauh dari dua sosok makhluk yang sedang menakutinya.

Keringat dingin mulai membasahi pakaian Gilang. Napasnya pendek dan cepat akibat ketakutan yang dirasakannya.

Setelah kuntilanak dan pocong, sekarang muncul dua tuyul. Kedua tuyul itu berlarian mengelilingi Gilang sambil tertawa. Dan terakhir, sesosok wewe gombel turun dari pohon dan mendarat tepat di depannya.

“HWUAAA!!”

Tubuh Gilang langsung jatuh terkulai.

Melihat Gilang yang terkapar, para hantu itu mendekat. Mereka mengamati pemuda itu yang sepertinya pingsan.

“Dia pingsan?” tanya kuntilanak.

“Kayaknya,” jawab si pocong.

“Lemah banget. Baru ditakutin gitu aja udah pingsan,” lanjut wewe gombel.

“Siapa juga yang nggak semaput lihat muka jelek kamu,” ledek dua tuyul itu sambil cekikikan. Tawa mereka berhenti ketika melihat sang wewe gombel melotot.

Gilang masih terkapar di tempatnya. Sebenarnya pemuda itu tidak pingsan. Berhubung dia sudah tidak punya tenaga untuk lari, Gilang memutuskan untuk pingsan saja. siapa tahu para hantu itu pergi setelah melihatnya tak sadarkan diri.

Namun ternyata tidak semudah itu mengusir mereka. Kelima makhluk astral itu masih berada di dekatnya. Sepertinya tidak ada niatan sama sekali untuk pergi.

Sue nih setan. Udah tahu gue pingsan, bukannya pergi, malah nongkrongin gue, kesal Gilang dalam hati.

“Gimana kalau kita pindahin dia?” usul kuntilanak.

“Pindahin ke mana?”

“Ehm … enaknya ke mana? Tempat sampah?”

Eh buset, dia pikir gue plastik bekas gorengan apa? Main buang ke tempat sampah aja.

Seketika Gilang menjadi bimbang. Kalau dia tetap pingsan, bisa jadi dia benar dipindahkan ke tempat sampah. Namun jika bangun, pasti mereka akan menakutinya lagi.

Saat dirinya masih menimbang apakah melanjutkan pingsan atau sadar, telinganya tidak menangkap suara-suara para makhluk astral itu.

Pelan-pelan dia memicingkan matanya. Semua makhluk menyeramkan itu sudah tidak ada lagi di dekatnya.

Gilang langsung membuka matanya. Pemuda itu mengembuskan napas lega.

“Alhamdulillah, pergi juga tuh setan. Ternyata ampuh juga cara gue tadi,” gumam Gilang pelan.

“Gilang!”

Gilang tersentak ketika mendengar suara di belakang memanggil namanya. Pelan-pelan dia memutar tubuhnya. Tak jauh darinya berdiri Nino dan Asep, dua petugas polisi yang menangani kasus Nilan.

***

Kamu selamat karena Nosep, bukan pura² pingsan😂

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
tersepona ga tuh
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
hehhhh kau tuh hantuuuuu
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
pria siapa
nayla tsaqif
Q mikirnya visual aqham itu kayak jin nya aladin thor,, tinggi besar, botak warna biru,, 🤭
Munas Tuti
ada2 ajhaa Achqom, pake ganti wajah....jurig mah jurigg wee 😄😄
Cucun Sukmawati
bisa bisanya si ahqam berubah jadi Tom Cruise,,🤣🤣🤣
yula
💪💪💪💪💪thor
Nawang Kasturi
sa AE si ahqam🤣🤣
Sari Hastuti
apartemen pelaku smaa pradipta smaa y,,
Erchapram
🤣🤣🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Effort juga si ahqam🤣🤣🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
😫AMNESIAAAA... streess lue pRisa😭🤣🤣🤣🤣
♋Ichageul💞
Lihat di cover🤣
Teti Usmayanti
pelakuny pintar, sangat profesional dan totalitas ya.. sprt belut. tp namany bangkai tertutup rapat akan tercium bauny. tenang asep dan nino pst akan ada temu titik terang mencari pelaku pembunuhan. by the way, jung kok itu di jadiin sandera sm pembunuh bertopeng. karena sdh lihat muka pembunuh bertopeng itu. apa2 jgn pembunuh bertopeng itu melakukan pembunuhan buat ritual dia ato buat hobi aja. ehm.. msh bnyk misteri yg blm terpecahkan.
Teti Usmayanti
🤣🤣 kykny cuma nino doank yg bisa menistakhan aqham 😄🤭. tuh eris, aqham berubah wujud jd tom cruise tambah ganteng.
tehNci
Tuuh di dalam tas ada drone sama laptop. Tergerak gak, hati Nino melihat kedua benda itu di tas si pembunuh? mungkinkah itu bukti awal yg bisa membongkar identitas si topeng Rahwana?
tehNci
Mission impossible nya Eris udah Dateng...tapi sekarang udah gak impossible lagi. Udah sangat possible kalo Eris makin cinta sama ahqam😅😅😅
tehNci
Lha....sebelum Asep dan Nino dibuang ke gunung Kawi, elu duluan yg dibuang ke kebun jengkol sama Abah Ade, trus gak bisa keluar dari sana karena kekuatan Abah Ade. Sampe mati kamu terpenjara di kebun jengkol Abah ade🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
cehhh ......
aaciieeeee.....
Ahqam cosplay jd Tom Cruise...emmhh biar Eris makin semakin...huweee /Puke//Facepalm/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ahahahahhaha..ada yg nepsong eungg di ghibahin..... Ahqam ooo Ahqam /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!