Ayumi mengganti namanya setelah berpindah ke London mengikuti keluarga angkatnya. Lea Wilson melanjutkan hidupnya yang berantakan di Jepang. Setelah lima tahun berlalu, tanpa disangka Lea bertemu lagi dengan orang yang membuat hidupnya berantakan di masa lalu. Memang masih ada ingatan yang tersisa, seharusnya sekarang baik - baik saja namun ada rahasia tak terduga diantara mereka. Amora, rahasia yang ingin Lea sembunyikan dari Rui Nakajima.
Bagaimanakah reaksi Rui mengetahui Mora? Akankah Rui menerima Mora sebagai anak yang empat tahun lalu lahir tanpa sepengatahuannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eva IM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AMORA #21
“Mommy.. pukul berapa gramma dan auntie datang?”
Lea melirik jam dinding di kamar Mora sebelum menjawabnya.
“Mungkin sebentar lagi. Mora sudah tidak sabar bertemu kucing?”
Mora mengangguk pelan.
“Tunggu sebentar lagi, gramma dan auntie Anne pasti sedang dijalan..” Jawab Lea mencoba menenangkan putri kecilnya yang sudah tidak sabar bertemu hewan kesukaannya.
Mora melonjak turun dari atas kasurnya saat mendengar bel rumah berbunyi.
“Itu pasti gramma dan auntie, Mora mau membukakan pintu? Mommy akan memasukkan Bear dan Dorry ke dalam tas..”
“Oke mommy..” Jawab Mora segera berlari turun tangga.
“Hati – hati jangan berlari..” Nampaknya ucapan Lea ini tidak didengar oleh Mora karena anak itu sudah berlari menuruni tangga.
Merasakan keheningan di lantai bawah rumahnya, Lea segera menyusul Mora dengan membawa tas kecil yang berisi Bear dan Dorry yang kepalanya tidak muat. Jika ada Maria atau Anne datang, suasana di bawah akan ramai penuh dengan tawa.
“Sayang?” Lea berusaha memanggil Mora seraya menuruni anak tangga.
Begitu sampai ke anak tangga paling bawah dan Lea bisa menjangkau pintu rumahnya, tubuh Lea langsung menegang. Lea melihat Mora yang mematung di depan pintu berhadapan dengan tubuh tinggi Rui di depan pintu masuknya. Rui menatap Mora dan Lea bergantian.
“Rui?” Ucap Lea spontan.
“Hai.. kamu tidak menjawab telponku makanya aku datang kesini..”
“Kamu siapa?” Suara kecil Mora mengalihkan pandangan Rui.
“Ah.. hai cantik..” Rui masuk tanpa dipersilahkan.
Lea masih mematung ditempat dia berdiri.
“Namaku bukan cantik..” Jawab Mora dengan tatapan dingin dan nada yang tinggi. Itulah sifat warisan Lea. Meskipun Mora mudah akrab dengan orang lain, Mora cenderung ketus pada orang yang baru dia temui.
“Sayang tidak boleh begitu.. berucaplah yang sopan..” Tegur Lea seraya menghampiri Mora kemudian segera menggendongnya.
Hancur sudah usaha Lea untuk merahasiakan Mora. Hari ini Rui telah bertemu dengan Mora.
“Aku Rui, siapa namamu?”
“Amora Maria Wilson..”
“Salam kenal Amora..”
“Panggil aku Mora..”
“Oh hai Mora, senang berkenalan denganmu..” Ucap Rui dengan senyum yang sangat tulus.
Lea masih berdiri dengan tubuh yang gemetar. Lea takut rahasinya terbongkar. Kini Rui telah mengetahui Mora. Rui telah bertemu dengannya. Wajah Lea pusat dan kepalanya berputar. Apa yang harus dia lakukan, apa yang akan terjadi padanya.
Pintu bel berbunyi menyelamatkan Lea dari ketakutannya.
“Itu pasti gramma..” Lea menurunkan Lea dari gendogannya untuk membuka pintu.
“Gramma!” Teriak Mora begitu melihat Maria ada di depan pintu.
“Hai sayang, kamu sudah siap?” Mora mencium pipi Mora kemudian mengangkat tubuh Mora ke dalam pelukannya.
Mora mengangguk dalam pelukan Maria.
“Kamu ada tamu Lea?” Tanya Maria saat melihat Rui yang berdiri tak jauh dari Lea.
“Selamat sore Mrs. Wilson, saya Rui Nakajima..” Rui menghampiri Maria kemudian mengulurkan tangannya.
“Rui?” Suara Anne terdengar dari belakang Maria. Anne langsung merangsek masuk begitu mendengar suara Rui memperkenalkan diri.
“Hai Anne, senang bertemu denganmu lagi..”
Sama dengan reaksi Lea, Anne mematung menatap Rui yang ada di depan matanya. Anne mengerjapkan kelopak matanya memastikan dia tidak salah lihat. Setelah beberapa saat Anne sadar jika matanya tidak salah. Pria tinggi dengan jas rapi itu adalah Rui, Rui Nakajima. Anne menoleh pada Lea yang menundukkan kepalanya.
“Bagimana kamu bisa disini?” Tanya Anne dengan nada yang dingin.
“Kalian saling mengenal?” Tanya Maria.
Baik Anne maupun Lea kompak tidak menjawab.
“Benar Mrs. Wilson, kami pernah berteman dulu.. di Jepang..”
“Oh ya ampun, kamu orang Jepang? Aku tidak mengenalinya karena wajahmu
tidak seperti orang Jepang..”
“Ibu saya berdarah Rusia Mrs. Wilson..” Jawab Rui sopan.
“Oh ya.. senang bertemu denganmu Rui Nakajima..”
Bersambung...