*Sekuel dari cerita "Ada pelangi sehabis hujan"
Juna, seorang pria yang sangat menggilai pekerjaan, hari-harinya hanya dilalui dengan pekerjaan. Baginya pekerjaan adalah hal yang terpenting dalam hidupnya setelah keluarganya.
Orang tuanya berusaha mencarikan jodoh untuknya. Tapi, setiap wanita yang datang untuk dijodohkan padanya semuanya gagal. Menurut Juna wanita itu tidak ada yang menarik baginya. Padahal wanita yang dijodohkan padanya wanita yang cantik dan tampak seksi.
Wanita seperti apa yang dapat menaklukkan hati Juna? Seorang pria yang menggilai pekerjaan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilda ellen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Karena Ban Mobil
Icha langsung memberi tanda, supaya mobil itu berhenti. Ternyata usahanya tidak sia-sia, mobil itu langsung berhenti.
"Maaf, pak! Bisa tolong saya?" tanya Icha pada orang yang didalam mobil itu.
Saat mendengar suara Icha, pria yang duduk dibelakang mobil sambil sibuk dengan laptopnya, langsung menghentikan tangannya. Karena dia tidak asing dengan suara Icha.
Pria itu langsung membuka kacanya, dia terkejut melihat Icha yang berdiri disamping mobilnya
"Icha!" sapanya. Mendengar namanya, Icha langsung menoleh kursi yang di belakang mobil itu.
POV Juna
Aku sebenarnya tidak tahu kalau yang menyetop mobil ku salah Icha. Asisten ku Boni, hanya mengatakan ada seorang gadis minta pertolongan sepertinya. Jadi, sebelum dia menghentikan mobil ku di depan Icha, asisten ku minta pendapat dari ku.
"Bos, apa kita bantu dulu perempuan itu?" tanya Boni pada ku.
Aku yang masih serius dengan laptop, ku. Tidak melihat ke depan. Aku hanya memberikan dia ijin untuk membantu orang itu.
"Baiklah, cepat lakukan!" ucap ku dengan singkat.
Mobilku langsung berhenti dan asisten ku langsung membuka kaca jendelanya.
"Maaf, pak! Bisa tolong saya?" ucap orang itu. Suaranya sangat tidak asing bagiku. Aku ingat suara itu, suara yang selalu sudah terekam di pikiran ku.
Aku langsung menghentikan pekerjaan ku, aku membuka kaca jendela mobil ku. Aku melihat siapa yang minta tolong pada Boni. Aku tersenyum dan bahagia melihat dia berdiri disamping ku.
"Icha!" aku mengucapkan namanya. Di pun langsung melihat kearah ku, setelah mendengar namanya ku panggil.
"Kak Juna!" dia menyebut nama ku dengan wajah kaget. Mungkin dia kaget karena mobil yang dihentikannya salah mobil ku.
Aku pun langsung keluar dari mobil ku. Kami kini saling berhadapan.
"Mobil kamu, kenapa Cha?" aku bertanya padanya.
"Ban mobil aku pecah, kak! Aku tidak ban serep pula!" ucapnya dengan kesal, sambil melihat mobilnya.
"Aku minta tolong sama kakak, untuk memberikan aku tumpangan! Apa bisa, kak? Soalnya aku harus cepat Samapi ke toko ku!" ucap Icha padaku.
"Jadi, mobil mu?" tanya ku padanya bingung.
"Sebentar lagi tukang bengkel, datang kak!" ucapnya.
"Baiklah, kakak akan mengantar kan mu!" ucap ku.
"Terimakasih, kak!" ucap Icha pada ku dengan tersenyum.
POV Juna end
***
Icha langsung mengambil tasnya dari dalam mobilnya, dan langsung menguncinya. Icha sudah menghubungi Jacky untuk mengambil mobilnya supaya dibawa ke bengkel.
Icha duduk dibelakang bersama Juna. Juna sangat senang dalam hatinya, karena Icha dan dia bisa duduk bersampingan dalam mobilnya. Dia sangat bersyukur pada ban mobil Icha pecah, sehingga dia bisa bersama Icha.
Didalam mobil, Juna kembali lagi dengan kesibukannya dengan laptopnya. Icha yang duduk disamping Icha, sangat terpesona melihat Juna seperti itu.
"Dia sangat keren seperti itu!" gumam Icha dalam hati.
Boni yang sudah pernah ke toko kue Icha, membuat dia lancar membawa mobilnya. Tanpa harus bertanya pada Icha, untuk menunjukan arah padanya.
"Cha, apa di toko ku mu juga menyediakan minuman kopi?" tanya Juna.
Icha memang dari tadi melihat Juna sering menguap. Dan dia tahu, kenapa Juna bertanya padanya.
"Ada, kak!" Jawab Icha dengan lembut.
"Boni, kita mampir dulu di toko kuenya. Aku harus menghilang rasa ngantuk ku, sebelum kita rapat!" ucap Juna.
"Baik, bos!" jawab Boni.
Boni tahu, sudah beberapa hari ini, Juna selalu lembut untuk mempersiapkan rapat nya. Dia tahu bosnya ini, selalu gila kerja. Dia memang tidak pernah nyuruh pegawainya untuk lembur, tapi dia sendiri malah sering lembur. Kadang pun dia selalu saja lupa untuk makan.
Kini mereka sudah didalam toko kue Icha. Juna memilih duduk di bagian sudut, supaya dia bisa merasa tenang.
"Kak Juna dan kak Boni mau minum apa?" tanya Icha pada mereka setelah mereka duduk.
"Kopi cappucino dua saja, Cha!" ucap Juna.
"Apa kakak juga mau kue?" tanya Icha Lagi.
"Boleh! Tapi, aku tidak tahu kue apa yang ingin ku makan. Kamu saja yang pilih!" ucap Juna.
"Baiklah. Kakak tunggu ya!" ucap Icha.
Juna kembali memeriksa pekerjaannya, yang tertunda tadi sambil menunggu pesanannya.
Sedangkan Icha, Icha langsung menyiapkan pesanan dari Juna dan Boni. Dia sendiri yang menyiapkannya, padahal tadi karyawannya ingin membantunya, tapi dia menolaknya.
Sebenarnya para pegawainya sangat bingung melihat Icha datang bersama pria. Dan apalagi dia langsung melayani pria itu.
Tidak butuh waktu yang lama, Icha membawa pesanan Juna dan Boni.
"Silahkan diminum, kak!" ucap Icha.
"Terimakasih, ya Cha!" ucap Juna sambil mengambil kopinya.
"Terimakasih, nona!" ucap Boni.
Juna meminum cappucino buatan Icha. Dia merasakan rasanya sangat berbeda dengan yang biasa dia minum.
"Bagaimana, kak? Apakah minumannya tidak enak?" tanya Icha. Dia takut Juna dan Boni tidak menyukainya.
"Sangat enak! Rasanya sangat berbeda dengan yang biasa aku minum. Tapi, ini lah yang paling enak!" ucap Juna dengan tersenyum.
"Benar nona! Ini sangat enak!" jelas Boni lagi.
"Terimakasih, kasih kak! Saya masuk dulu. Kalau ada perlu lagi, panggil saja aku!" ucap Icha.
"Baiklah!" jawab Juna.
Juna hanya senyum sendiri saja, melihat kepergian Icha.
Sudah setengah jam mereka di toko kue Icha. Sesekali Juna melihat Icha yang sangat ramah melayani pelanggan. Juna sangat terpesona dengan senyum Icha. Boni melihat tingkah bosnya itu, tapi dia hanya diam saja. Karena dia tahu saat ini Juna sedang lagi jatuh cinta. Dia tidak menyangka bos nya bisa jatuh cinta pada Icha.
Tut....Tut...
Telepon Boni berbunyi. Boni melihat ternyata yang menelepon adalah Cherry, sekretaris Juna. Boni pun langsung mengangkatnya. Setalah bicara dengan Cherry, Boni sangat bingung bilang pada Juna.
"Bos!" panggil Boni dengan gugup.
"Ada apa?" tanya Juna sambil menatap asisten pribadinya itu.
"Begini, bos! Pak, Andrew dari Singapura sudah datang kekantor. Dia ingin membicarakan kerjasama kita dengan perusahaannya!" ucap Boni.
"Baiklah. Kita pergi sekarang!" ucap Juna.
Meskipun Juna masih ingin melihat Icha, tapi dia harus bersikap profesional, dia memiliki tanggung jawab yang besar denagn perusahan.
Juna langsung menuju kasir, di ingin membayar pesanannya.
"Tidak usah dibayar, kak. Anggap saja itu ucapan terimakasih ku, karena kakak sudah menolong ku!" ucap Icha dari belakang Juna.
Juna langsung menghadap Icha, dia sangat terkejut ternyata Icha sudah berdiri dibelakang Icha.
"Tidak bisa, itu tetap harus dibayar." ucap Juna sambil memberikan uang tunai untuk membayar pesanannya.
"Tapi, kak.."
"Kamu akan membalas denagn cara yang lain. Bukan mentraktir ku minum kopi!" ucap Juna sambil mengacak rambut Icha.
Icha mematung karena denagn Juna mengelus rambut Icha sehingga rambut Icha agak sedikit berantakan.
"Mana handphone mu?" tanya Juna.
Icha langsung memberikan handphone nya pada Juna dengan nurut. Icha tidak tahu apa yang dilakukan Juna pada handphone nya.
"Aku akan memberitahu mu, bagaimana kamu membalas bantuan tadi. Oh, ya apa aku bisa buat pesanan?" ucap Juna.
"Bisa, kak! Kakak mau pesan apa?" tanya Icha.
"Jam satu siang nanti aku ada rapat. Aku mau pesan kopi 25 dan kue 25 kotak! Apa bisa?" tanya Juna.
"Oke, kak! Nanti kami akan mengantarkan nya!" ucap Icha.
"Baiklah, aku mau bayar sekarang saja!" ucap Juna, sambil memberikan kartunya. Icha pun langsung mengerjakannya dan bon untuk pembayarannya.
"Terimakasih, kak! Kalau mau minum kopi lagi, silahkan mampir!" ucap Icha.
"Sama-sama. Baiklah aku akan mampir lagi disini." ucap Juna. Icha langsung tersenyum mendengar ucapan Juna.
"Kami pergi dulu!" ucap Juna. Icha langsung mengangguk kepalanya.
Icha menatap kepergian Juna dan Boni, sampai Juna masuk kedalam mobilnya.
***
jangan sampai dia berhasil dsn merusak semuanya....
pernikahan icha dan juna
icha untuk kali ini saja jangan protes ya...
walaupun kamu jago karate tapi kamu tetaplah seorang gadis...yg butuh perlindungan
ahhhh jangan sampai icha diculik ya....
khan mau married sama kak juna
jangan bilang kalau dia jahat
yg sangat berat dan taruhannya nyawa...