Daniel, Minami dan Latifa. Tiga sahabat yang bermimpi membangun sebuah roket bersama. Impian besar ini mereka rancang sedari mereka masih berada di sekolah dasar. mereka berambisius untuk membangun roket bersama.
Namun kondisi Latifa begitu kritis, disaat-saat terakhirnya, Latifa ingin impian mereka tetap berjalan meski tanpa dirinya.
Daniel dan Minami berjanji untuk menuntaskan misi besar yang diberikan Latifa sebelum dirinya tiada.
ini adalah kisah tiga sahabat yang bermimpi membawa umat manusia selangkah lebih maju.
ManuverNine.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Awazaki Chiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
• Delta Virginis
1 Bulan telah berlalu semenjak Minami Dan Daniel melihat bintang malam, Kehidupan mereka kini mulai sedikit membaik meski Daniel Dan Latifa jarang bertemu, Latifa sudah diberitahu Minami dengan kondisi yang dialami antara Daniel Dan Chiru, Latifa akan bekerja sama sampai situasi kembali membaik.
Sore sepulang sekolah, Daniel langsung pulang ke rumahnya, Restoran Pak Mil untuk satu minggu kedepan diliburkan karna Pak Mil sedang mengikuti kontes memasak bergengsi di Luar Negeri. Acara itu disiarkan di tv Internasional dan ditonton lebih dari 4 Jt penonton setiap tahunnya. Malam ini adalah Puncak acara tersebut, Puncak yang akan menentukan siapa yang berkah membawa topi koki emas, Pak Mil adalah salah satu finalis yang sampai ke babak akhir yang mewakili Indonesia.
"Ku harap pak Mil bisa menang" Ucap Daniel.
"Yakin, Kalau Pak Mil menang kemungkinan Restoran miliknya akan menjadi lebih ramai, Lho!" Sahut Minami yang sedari tadi berada di belakang Daniel.
"Astaga, Minami, bikin kaget aja" Daniel terkejut karena Minami yang sedari tadi di belakang Daniel.
mereka berdua berjalan pulang bersama ditengah indahnya Matahari terbenam.
"Jadi, Minami. apakah kau sudah menjawab semua pertanyaan yang aku berikan itu?" Daniel Menanyakan tugas yang diberikannya.
"Tentu, tapi aku agak kesulitan dengan maksud dari soal kamu itu, kupikir semua tes yang kamu berikan hanya soal matematika dan fisika, ternyata ada tugas Psikologinya juga, ya" Jawab Minami sembari menyerahkan kertas lembaran yang diberikan Daniel sebelumnya.
Daniel mengambil kertas itu dan menyimpannya di dalam tas untuk ia koreksi saat di rumah nanti.
"nanti di rumah akan aku periksa, kamu istirahat saja dulu" Ucap Daniel.
Satu bulan yang lalu Minami meminta Daniel untuk mengajarinya menjadi seorang Astronot, Namun sebelum sampai menjadi astronot, Minami harus mengerjakan soal-soal kompentensi yang sangat menyulitkannya. Minami pikir menjadi astronot hanya butuh belajar matematika dan Fisika, ia tak tahu jika kesehatan dan kewarasan seorang Astronot itu penting di luar sana.
"Kalau begitu, aku pulang dulu, ya, Minami." Daniel masuk ke dalam rumanya dan Minami lanjut berjalan karena rumahnya masih sedikit jauh dari sana.
Malamnya Daniel menonton di TV tentang kontes memasak yang dimana itu adalah final dari acara tersebut. Saat acara dimulai Daniel begitu tegang dengan acara tersebut, ia berharap Pak Mil berhasil memenangkan kontes memasak itu.
Setelah Pak Mil dan Lawannya selesai masak, Mereka semua disuruh mengantarkan makanan kepada para juri untuk dicicipi.
saat pengumuman final, dipilih 3 orang terbaik. Di Nomor 3 ada Dũng yang berasal dari Vietnam dengan masakan Khas negaranya yaitu Goi Cuon. Lumpia basah transparan yang berisi bihun, udang, daging babi atau ayam, dan sayuran segar, biasanya disajikan dengan saus kacang.
Dan di Nomor 2 ada Xiao Ru dari China dengan masakan Xiaolongbao pangsit tipis yang diisi dengan daging cincang dan kuah kaldu panas. Saat dikukus, kaldunya mencair sehingga menghasilkan sensasi "ledakan rasa" kaldu gurih yang lezat di mulut saat digigit.
Dan diurutan nomor 1 ada Mile dengan masakan Khas Negaranya, Rendang.
sebagai orang Indonesia, tentunya kita tak asing dengan makanan khas dari Minangkabau Indonesia. yang dimasak perlahan dengan Santan dan rempah-rempah hingga kuahnya mengering dan menyerap, membuat rendang menjadi masakan khas yang paling nikmat.
Melihat Pak Mil juara satu, Daniel bersorak gembira, ia tak menyangka makanan yang biasa dimakan di Negaranya malah dipilih menjadi juara.
"Ini benar-benar gila! aku bangga dengan Negaraku!" Ucap Daniel.
Pak Mil menjadi juara masak dan menjadi koki terbaik di tahun 2026.
...
Keesokan harinya Daniel seperti biasa berangkat ke sekolah, karna toko pak mil masih belum buka, ia langsung saja menuju sekolah.
di sekolah ia berpapasan dengan Chiru, namun hubungan dia dengan chiru semakin renggang, Bahkan dalam satu bulan terakhir mereka tidak pernah bertegur sapa lagi. Ini semakin memperkeruh keadaan.
Daniel tidak memperdulikan hal tersebut. ia hanya fokus ke satu tujuannya, yaitu belajar, untuk apa dia ke sekolah ini jika tidak belajar, itu bukan urusan dia jika tak ada yang suka dengan dirinya.
...
Sepulang sekolah Daniel mengunjungi rumah Minami, ternyata hari itu Minami tidak masuk sekolah, Minami sedang demam, karna itu dia tak bisa masuk sekolah.
"Tuh kan, Kamu terlalu memaksakan diri!" Ucap Daniel.
"Haha, engga, kok"" Jawabnya.
"Sebelum kamu sembuh, aku gak akan bikinin soal-soal dulu, kamu fokus kepenyembuhan kamu aja" Daniel tidak ingin membuat Minami tambah sakit karena soal yang ia berikan.
"Eh.. kok gitu, sih?" Minami kecewa dengan Daniel karna ia tak diberikan soal latihan.
"Kamu itu cewek, meski imun kamu lebih kebal, tapi kamu juga butuh istirahat, aku tau kamu mengerjakan soal-soalnya sampai larut malam, itu gak baik buat kamu!" Daniel menjelaskan dengan serius, Ia tak ingin Minami sakit, Daniel masih memiliki rasa sayang dengan Minami meski Minami tak menyadarinya.
"Eh..." Minami cemberut mendengar jawaban Daniel.
"dengar, ya Minami. Menjadi seorang astronot itu harus disiplin, tidak bisa seperti kamu, kamu jaga jam tidur saja sudah berantakan" Daniel mulai mendekati Minami perlahan.
"Tapi kan aku gak punya cukup waktu jika aku santai santai seperti ini" Ucap Minami.
"tidak punya waktu apa? menjadi seorang astronot itu tidak seperti kamu bekerja, yang setelah lulus sekolah harus mencari pekerjaan, Menjadi astronot itu butuh ketekunan dan disiplin yang tinggi, kamu jaga kesehatan saja sudah belepotan kayak gini, gimana mau jadi astronot, Minami!" Daniel Menjelaskan yang membuat Minami tertampar.
"Ohhh gitu ya, kamu masih ga percaya aku," Minami berbalik badan merajuk.
"Bukan begitu, Minami. Sudah ku bilang, kesehatan lebih penting, Kalau kau saja gak bisa jaga kesehatan diri kamu, gimana kamu bisa jaga kesehatan kru lainnya, tugas kamu di luar angkasa bukan hanya diam, tapi juga meneliti, Kalau kamu sakit itu akan jadi sia-sia saja." Daniel memberikan tamparan realistis beratnya menjadi seorang astronot.
"Jadi astronot itu gak bisa egois, Minami. Aku ingin kamu sembuh, nanti aku kasih lagi soal-soalnya! aku janji! yang penting kamu sembuh dulu" Daniel melanjutkan ucapannya sambil membujuk Minami.
Minami perlahan berbalik badan.
"ambilkan jus" Ucapnya pelan.
Daniel tak mendengar apa yang Minami katakan dan menyuruhnya untuk mengatakannya sekali lagi
"Hah? apa, minami?"
" ku bilang ambilkan jus, Dasar Daniel tuli" Minami membalikkan semua badannya, Mukanya memerah, namun bukan merah yang biasanya, melainkan demam yang semakin membuat tubunya lemah. Minami terjatuh dan pingsan, Daniel bergegas memanggil orang tua Minami. Daniel panik setengah mati melihat Minami yang tiba-tiba saja terjatuh. Daniel takut jika perdebatan mereka tadi menjadi sebab Minami tak sadarkan diri.