NovelToon NovelToon
Cinta Dan Belenggu

Cinta Dan Belenggu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Dark Romance / Nikah Kontrak
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lenny Utami

[NIKAH KONTRAK]❗
[OBSESI] ❗
[DARK ROMANCE] ❗

start proses : Juni 2026-Ongoing

by Leni Utami

"Cinta yang seharusnya membuat Layla merasa bebas, justru menjadi rantai belenggu yang mengikat erat dirinya. Di antara kekuasaan dan luka masa lalu serta hasrat panas membara, ia terjebak di kobaran asmara yang gelap. Bayangan kelam masa lalu masih menghantuinya. Akankah ia bisa memilih melepaskan diri dari belenggu yang menyiksa batinnya atau memeluk belenggu itu selamanya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CBD 29

Pagi itu Zhao Lee bangun lebih awal.

Semalam ia mendapat telepon dari orang misterius yang berisi ancaman.

Zhao Lee duduk di tepi kasur dan memandang wajah Layla, tangannya mengepal kuat. Ia menghela nafas, kemudian tersenyum tipis,

"Perburuan di mulai" ucap Zhao Lee.

Zhao Lee bangkit dari tempat duduk, ia melangkah keluar kamar membiarkan Layla yang masih tertidur lelap.

Zhao Lee memberi pesan kepada bibi Tari, "Jangan biarkan dia keluar dari rumah ini," ucap Zhao Lee.

"Apa ada yang salah, Tuan?" bibi Tari khawatir.

Zhao Lee tak menjawab, ia hanya menelpon seseorang...

"Perketat keamanan rumah ini," ucap Zhao Lee singkat di telepon.

Beberapa saat kemudian Zhao Lee datang menemui Sechpia.

"Aku tau kau sibuk. Tapi jangan sampai melupakan aku," ucap Sechpia manja.

"Kita tunda dulu pertunangan kita," ucap Zhao Lee serius.

"Apa ada sesuatu yang salah?" tanya Sechpia khawatir.

"Aku kembali mendapat ancaman, kali ini lewat telepon," ucap Zhao Lee serius.

"Apa ada yang bisa aku bantu?" tanya Sechpia.

"Tidak, biarkan ini jadi urusan ku," ucap Zhao Lee.

Sechpia terdiam sejenak, tangannya mengepal kemudian kembali bertanya....

"Apa alasan mereka mengancam mu?"

"Aku belum punya bukti untuk memastikannya," ucap Zhao Lee.

"Bersabarlah. Setelah ini selesai semua akan baik-baik saja," ucap Zhao Lee tersenyum lembut memegang tangan Sechpia.

Sechpia memeluk manja Zhao Lee...

"Kumohon berhati-hatilah," ucap Sechpia lirih.

Sore itu Zhao Lee mempersiapkan segalanya dengan matang...

"Dengar Layla, jangan pernah lepaskan perlengkapan keselamatan diri ini dari tubuh mu. Jangan lepaskan juga ransel darurat itu dari punggung mu," ucap Zhao Lee tenang sambil memakaikannya ke Layla.

"Ini terlalu berlebihan, kita hanya pergi berburu bukan perperang," ucap Layla.

"Kita tidak tau apa yang akan terjadi nantinya, Layla," ucap Zhao Lee sambil menatap Layla.

"Bukankah hutan belakang rumah itu tempat pribadimu." kata Layla.

"Aku sudah lama tidak bermain di sana, aku hanya berjaga-jaga," ucap Zhao Lee.

"Pakai jam ini juga, jangan pernah lepaskan ini. Hutannya cukup luas aku tak ingin kau tersesat,'' kata Zhao Lee dengan wajah serius sambil memakaikan jam pelacak di tangan Layla.

Saat itu Layla seperti sedang memakai benteng berjalan. Zhao Lee sendiri telah siap memakai rompi anti pelurunya dan perlengkapan yang lengkap.

Layla bergumam sendiri...

"Apa-apaan sih berlebihan deh,"

Sebelum perburuan di mulai Zhao Lee terlebih dahulu mencoba senapan Laras panjangnya.

"DOR!!"

Bunyi tembakan beberapa kali tepat mengenai sasaran objek yang bergerak.

"Ohh.... Jago tembak rupanya," gumam Layla dalam hati.

Beberapa pengawal juga sudah bersiap mengikuti perburuan kali ini. Layla melihat salah satu pengawal yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Namun masker yang menutupi sebagian wajah pengawal itu membuat Layla ragu dengan dugaannya.

Mereka menuju hutan dengan mobil Jeep. Kondisi hutan yang asri dan udara yang sejuk membuat Layla sangat menikmati berjalannya kali ini.

Saat malam mereka mendirikan tenda di tengah hutan, Zhao Lee membuat api unggun untuk menghangatkan tubuh melawan dinginnya udara malam di hutan.

Layla yang tadinya duduk di samping Zhao Lee tiba-tiba berdiri tanpa aba-aba.

"Mau kemana?" tanya Zhao Lee.

''Buang air kecil," ucap Layla malu-malu.

"Aku antar," kata Zhao Lee.

Saat Layla sedang sendirian terpisah jarak beberapa pohon saja dari Zhao Lee, tiba-tiba ada seseorang yang memukulnya dari belakang dan pingsan. Dan itu pun terjadi pada Zhao Lee.

Di atas tanah datar, di bawah ketinggian 15 meter, Layla tergeletak tak sadarkan diri. Untungnya tidak ada luka yang serius yang di alami Layla, hanya terdapat beberapa luka gores di tubuhnya.

Zhao Lee terbangun dari pingsannya, samar-samar ia mendengar langkah kaki seseorang, kemudian laki-laki misterius itu muncul dari balik pohon dan berdiri di hadapannya. Menatap tajam ke arah Zhao Lee dengan penuh arti.

Zhao Lee segera berdiri meningkatkan kewaspadaannya. Ia melihat beberapa pengawal sudah tergeletak di lumpuhkan. Beberapa senapan mereka masih tergenggam, tetapi tak satu pun sempat ditembakkan.

Ponsel Zhao Lee berdering, ia menerima telepon dari paman Chen. Buru-buru ia mengangkat telepon itu sambil waspada.

"Ada penyusup di antara kalian, waspadalah," ucap paman Chen di telepon.

"Aku tau, aku sedang menghadapinya," ucap Zhao Lee kemudian menutup telepon.

Setelah mendengar itu Paman Chen menyiapkan bala bantuan.

Saat ini Zhao Lee sedang berhadapan dengan dalang di balik surat ancaman yang ia terima selama ini.

Zhao Lee berbisik, "Laporan status Layla,"

Kemudian dari micro headset itu terdengar suara robot yang menjelaskan dimana lokasi Layla berada dan status kesehatannya,

"Lokasi terakhir aktif. 286 meter arah timur laut. Detak jantung stabil."

Zhao Lee menghela nafas lega..

"Layla baik-baik saja,'' kata Zhao Lee dalam hati.

Beberapa saat kemudian Layla tersadar. Ia sudah di tempat yang berbeda dari sebelumnya. Tubuhnya kotor dan terasa perih serta kaki yang terkilir.

Layla gemetar ketakutan, ini pertama kalinya ia sendirian di hutan yang gelap. Layla memandang langit dan sekitarnya. Ia kebingungan di mana ia berada.

Layla menangis ketakutan, seketika ia ingat ransel yang di berikan Zhao Lee kepadanya. Ia melihat sekitar mencari ransel itu terjatuh. Tapat berada 10 meter dari sisi kanannya ransel itu berada. Dengan susah payah Layla menyeret tubuhnya meraih ransel darurat itu, mencari alat untuk setidaknya mengurangi rasa ketakutannya. Ia menyalakan senter dan mencoba menelfon seseorang. Namun sinyal yang buruk menggagalkan rencananya.

Layla merogoh ransel itu dalam-dalam, ia menemukan telepon satelit di sana. Ada catatan kecil petunjuk penggunaan. Ternyata telepon satelit itu terhubung dengan paman Chen.

Dengan panik ia menjelaskan keadaannya kepada paman Chen.

****************

1
Lenny Utami
terimakasih support nya...😭
Tulisan__mawar
Lanjut semangat.
Tulisan__mawar
Layla kamu sangat baik🥹
Tulisan__mawar
Kak soal jalan ceritanya aku suka, tapi terlalu panjang paragraf nya kak.
Tulisan__mawar
Bullying ini namanya. benar itu, mereka hanya iri padamu.
Tulisan__mawar
Ngeselin emang punya mertua nggak tahu malu gitu. kasian loh anak-anaknya, Itu cucu-cucu mu buk.
Tulisan__mawar
Itu memang benar, akhir-akhir ini terasa sangat panas, sangat panas bahkan.
onimaru rascall
up 10 bab di hari Sabtu nanti aku gift kopi🤫🤫🤫
Lenny Utami: hiikkkkssss😭
total 3 replies
Lenny Utami
sudah bagus tapi harus banyak belajar lagi, semangat untuk diriku. aku bangga pada aku
Lenny Utami
terimakasih koreksinya
Lenny Utami
iya...💪
The_D
pelajari lagi dialog tag yah
Nova Indriyani
Semangat /Angry/
Lenny Utami: terimakasih atas dukungannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!