NovelToon NovelToon
Complicated Love #2

Complicated Love #2

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:482.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Jingga Lestari

Complicated Love sudah memasuki musim kedua ya. Selamat membaca. 🥰😘🤗



Riana : Wanita dewasa, memiliki sifat tidak tegaan mudah tersentuh, namun karena sifat itulah terkadang dia terjebak sendiri dengan perasaannya. Pengalaman yang akhirnya membuatnya sadar, bahwa cinta adalah kekuatan sekaligus kelemahan dalam diri manusia.

Tefan : Pria dewasa, tidak tegas dalam mengambil sebuah keputusan, hal itulah yang kerap membuatnya tak bisa memutuskan sesuatu dengan benar. Tergantung pada orang tua karena tidak ingin mengecewakan.

Nina : Sahabat Riana, memiliki sifat penyayang dan sangat mencintai Tefan, tapi ternyata perasaannya harus melukai sahabatnya karena itulah dia merelakan perasaan sendiri. Wanita karir, pemikirannya lebih realistis, seorang pemilik butik.

Saka : Seorang Chef, karena masa lalunya dia akhirnya harus memilih jarak dengan perempuan yang dikenalnya. Seiring jalan dijodohkan dengan Riana oleh orang tua masing-masing. Lalu akankah mereka berjodoh?

Nantikanlah!

Selamat membaca... (≧∇≦)/

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jingga Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CL - 21. Ancaman

"Fan bangun... kita harus pergi! Kita harus cepat, sebelum semuanya terlambat."

Dengan mata sedikit merah, Tefan terbangun mengucek-ngucek matanya. Dengan santai ia menjawab.

"Ada apa?"

"Papamu ke sini, kita harus cepat."

"Tapi untuk apa?"

"Kamu mau dipukuli lagi hingga babak belur? Aku bahkan tak tahu apa yang akan dilakukan papamu padaku."

"Jangan takut Yan, ada aku."

"Fan, kita tidak harus berdiam di sini dan menunggu mereka datang kan? Papamu itu gila."

"Aku tidak mau lari lagi."

"Lalu untuk apa aku di sini sekarang? Jika bukan karena mencari kamu yang kabur?"

"Kamu benar-benar ingin pergi?"

"Setidaknya kita bisa memikirkan cara untuk menemui Papamu nanti. Pikirkanlah Fan."

Aku turun dari tempat tidur, mengambil jaket yang tergolek di sebuah kursi. Meraih kunci mobil dari tas dan hendak pergi.

"Baiklah, kita pergi bersama." ucap Tefan kemudian.

Mobil yang mereka kendarai melaju dengan cepat, pagi itu suasana masih sangat sepi. Mobil melaju membelah jalan, aku dan Tefan terdiam di dalamnya. Hati kami diselimuti cemas, juga rasa takut yang berusaha kami tutupi masing-masing.

Satu tangan Tefan mengendalikan setir, satu lagi menggenggam erat tanganku. Rasa hangat merasuk tiba-tiba, perlahan cemas itu berangsur berkurang.

*Rumah Riana*

Sementara di tempat yang berbeda, sebuah mobil hitam mengkilap berhenti tepat di depan rumah Riana diikuti beberapa mobil di belakangnya.

Nyonya Marina yang merupakan Mama Riana terkejut melihat rombongan mobil itu. Orang-orang berjas turun dari mobil, terakhir adalah mobil paling mentereng, pintu dibukakan untuknya dan keluarlah Lelaki tua berusia sekitar 60 tahunan yang tak lain adalah Pak Roy Papanya Tefan.

"Ada angin apa rupanya yang membawa anda datang ke rumah kami?"

"Kamu masih saja bisa menyombongkan diri padahal sudah tidak memiliki apa-apa Marina."

"Langsung saja, bukankah anda bukan orang yang pandai basa basi."

"Jadi begitu. Periksa rumahnya....!" Perintahnya kepada anak buahnya.

"Maksud anda apa?" Wajah nyonya Marina tampak menegang menahan marah.

"Tunggu apa lagi kalian? Periksa!"

Para suruhannya baru saja mau masuk rumah, namun di pintu telah ada Pak Johan yang merupakan Papa dari Riana.

"Beraninya kamu memeriksa rumah saya seperti ini. Memangnya apa lagi yang kamu curigai saya ambil dari kamu? Bukankah semua milik saya bahkan sudah kamu ambil?" Gertak Pak Johan dengan penuh amarah.

"Wah kejutan rupanya. Pantas saja anakmu semakin menggilai anakku, itu karena kalian sudah tidak punya apa-apa bukan? Sekarang bisa apa kamu Johan dengan kondisi cacat seperti itu."

"Jaga mulutmu Roy. Anak saya tidak pernah melacurkan diri untuk bermanis-manis pada anakmu. Anakmu yang datang padanya. Percuma jika hanya kekuasaan dan harta yang kamu tumpuk tapi kamu lupa menanam kasih sayang pada anakmu sendiri."

"Jangan banyak ceramah kamu Johan. Memangnya apa yang bisa kamu banggakan dari kondisi kamu yang seperti itu? Sudah kamu sebaiknya menyingkir dari sana. Biar anak buahku melakukan pekerjaannya."

Anak buah Pak Roy semakin memaksa masuk dan tidak ada yang bisa dilakukan oleh kedua orang tua Riana kecuali berpasrah rumahnya digeledah oleh orang gila seperti Pak Roy itu.

Selama sepuluh menit mereka memeriksa dan hasilnya nihil.

"Tidak ada siapa-siapa Tuan." Jawab salah satu anak buahnya.

"Brengsek!!!" umpatnya.

"Di mana kamu sembunyikan anakku?"

"Tefan sudah dewasa, tentu dia memiliki jalannya sendiri. Kamu salah besar jika mencarinya di sini."

"Hubungi anak kamu yang jalang itu, jika dalam dua puluh empat jam dia tidak kembali bersama Tefan, kalian berdua harus tanggung akibatnya. Aku pastikan, kalian akan jauh lebih menderita dari sekarang. Camkan itu!"

Setelah mengumpat dan memaki dengan keras, akhirnya Pak Roy masuk ke mobilnya dan berlalu dari sana.

*

*

*

"Halo... Mah... ada apa? Mama diam?" Aku menerima telpon dari Mama tapi di sebrang sana, Mama malah diam.

"Mah..."

"Mamah baik-baik aja kan?"

....

"Ada apa?"

Suara Tefan memecah sunyi.

"Mamah telpon tapi belum bicara apa-apa. Aku takut sesuatu telah terjadi di sana."

.....

"Mah..."

"Kamu di mana sayang?"

"Aku di jalan Mah. Ada apa? Papa sakit?"

"Kamu bersama Tefan?" Jawab Mama tanpa peduli akan Pertanyaanku.

"Iyah aku bersama Tefan."

"Bisakah kamu pulang sekarang sayang?"

"Ada apa Ma?"

"Papanya Tefan baru saja dari sini, ia mengancam jika kalian tidak pulang atau Tefan tidak pulang menemui orangtuanya maka hal buruk bisa saja ia lakukan pada Mama dan Papa."

"Astaga Ma.... Tapi Mama baik-baik saja kan?"

"Iyah sayang, tapi Papamu sepertinya mengalami trauma. Dari tadi dia hanya diam, mungkin memikirkan ucapan Papa Tefan yang menghinanya habis-habisan. Kamu pulang sayang."

"Baik Ma, aku pulang sekarang."

***

"Papa kamu benar-benar keterlaluan Fan. Barusan dia mendatangi rumahku, membuat kekacauan di sana dan mengancam jika aku tidak membawamu pulang maka dia tidak akan bermurah hati lagi pada Papa dan Mamaku. Aku tidak habis pikir, mengapa kamu bisa lahir di tengah keluarga gila seperti itu."

"Cukup Riana, kamu sudah menghina Papaku."

"Oh jadi sekarang kamu membela Papa kamu. Setelah apa yang sudah dia lakukan sama kamu, sama orangtua aku, apa itu semua tidak cukup?"

"Tapi kamu juga tidak boleh bicara sembarangan seperti itu Riana. Itu sama saja kamu menghina keluargaku."

"Hentikan mobilnya Fan...! Aku bilang hentikan!!!"

Mobil berhenti di pinggir jalan. Riana keluar dari mobil itu setelah mengucapkan kata-kata yang sangat menohok pasa Tefan.

"Kamu pulang sana ke keluarga kamu yang kejam itu. Jangan pernah temui aku lagi." Ucap Riana dengan marah dan membanting pintu mobil.

"Riana....!"

Panggil Tefan namun terlambat Riana sudah lebih dulu naik ke taksi yang kebetulan lewat.

Terlihat Tefan meremas rambutnya frustasi. Bagaimana bisa dia sampai salah bicara seperti itu.

****

Halo readers...

trimakasih karena kalian sudah mau membaca tulisan ini, saran dan kritiknya tetap aku tunggu ya. Semoga kalian dapat menarik nilai-nilai positif dari cerita ini.

Selamat membaca. Jangan lupa like dan komen ya!

:)

1
Baihaqi Sabani
duh riana mlakukan kslhn berungkali....tpi akhry mlhn jauh dritefan...... miris q thor nasib riana😭😭😭😭
Baihaqi Sabani
q lbh syang ma ortu y riana.....lope2😍😍😍 klw ma tefan n riana huft sulit d jlaskn..... bnci tpi g bs d slhkn......mndukung tpi slh🤣🤣🤣
Baihaqi Sabani
riana botol dsini....knp karakternya lemah bngt c thor
Baihaqi Sabani
aduh riana......ko botol bnget c.......kasihan suami kmu nnti😭😭😭😭😭😭
Baihaqi Sabani
duh ko mrk ke villa🤣🤣🤣🤣
Baihaqi Sabani
nyesek thor.......😭😭😭😭😭
Baihaqi Sabani
mmpir.......rumit....riweh n sembrawut🤣🤣🤣🤣🤣
Widhi Labonee
makasih authoorr... critsmu bgus sekali
Widhi Labonee
ya ampun,, mewek" deh siang" gini aq thorr
tersobek-sobek hati aq membayangkan kiano, saka, riana, tefan,, aaahhh... aq jd lapar deh kl habis nangis gini thorr.. bikin mie dulu aaah
Widhi Labonee
alhamdulillah saahhh
Widhi Labonee
ya ampun aq nagis baca part ini thorr..
daleeemm banget nancep di hatiku ya Allah,, kasian Riana, Saka dan Kiano... untung ada Tefan yg tegas dan baik,
buat mamah mertua,, jgn bgitu bersikapnya, nanti nyesel loh pas d akhir hayat, kyk almh. ibu mertuaku yg minta maaf dg segala sikap jahatnya ke aq.. eh malah curcol, kebawak sih, maaf ya...
Widhi Labonee
jd keingat aq lalu... tetiba badanku gatal semua ky alergi gitu, saat aq ke dokter, malah d suruh tes kencing, pdhl aq gak mual sama sekali fak muntah cm gatal" saja rasa badanku, eh ternyata aq sdh hamil 10 minggu, tp gak terasa.. hehehehhe dasar bandel aq nya
Widhi Labonee
bahagianya punya irtu oengertian begini... ah sudahlah abah umikq adh d srlurgaNya,, tak baik mengeluh...
Widhi Labonee
hmmm.. tringat mudaku dulu,, pernah diposisi Riana... hadeeuuh cintaaa cintaaa membuat hati gundah gulana merana tiada tara...
Fazlinah Razali
aku bisa rasa oksigen nya.... ahhh nyaman
Fazlinah Razali
wah org tua.... kmu sudah berlebihan donk..... tengsi aku nail klu bgni
Fazlinah Razali
jantung aku krem ni... Thor kamu harus tngjwb
Fazlinah Razali
Riana..
terlalu bekorban itu salah donk
Andrean Brima
gmna gk sakit hati lbh dlm, hlaah.. hubungan nya aja lbh dr sekedar cinta biasa, trllu jauh melangkah layaknya suami istri..., ya gtu akhirnya sakit... meninggalkan bekas noda lbh dalam,..
Andrean Brima
waaah... bisa cepat hamil 🤰 Riana nanti...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!