NovelToon NovelToon
Penguasa Para Dewa

Penguasa Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:50.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Angin malam berhembus dingin, membawa aroma pinus yang tajam menyapu halaman belakang sekte pinggiran. Lin Chen duduk bersila di atas batu basal yang dingin, menarik napas panjang. Malam ini terasa berbeda. Setelah bertahun-tahun menderita dan dihina oleh sesama murid, ia akhirnya bangkit dan menyadari satu kebenaran mutlak yang selama ini tertidur di dalam darahnya: tubuhnya sama sekali bukanlah sampah. Meridian yang selama ini tersumbat perlahan mulai beresonansi, menandakan ia telah melangkah mantap di tahap awal kultivasi, yakni ranah Penempaan Tubuh.

Ia membuka mata perlahan. Tepat pada saat itu, dari kejauhan di bawah cahaya bulan purnama yang pucat, pandangannya tertuju pada sesosok gadis yang sedang berdiri di anjungan tebing.

Gadis itu adalah Su Qingyue. Untuk pertama kalinya, Lin Chen melihatnya dari jarak sejauh ini, tampak sangat dingin dan cantik tiada tara, seolah-olah ia bukanlah makhluk yang berasal dari dunia yang fana ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34: Kesepakatan di Balai Alkimia

Tiga bulan di dunia kultivasi sering kali berlalu bagaikan satu tarikan napas pendek bagi para ahli tingkat tinggi. Namun, bagi para murid Akademi Bintang Tujuh, tiga bulan ini adalah masa-masa penuh ketegangan yang mendidih di bawah permukaan.

Di dalam Lembah Gravitasi Ekstrem, sebuah ruangan batu raksasa yang tertutup rapat terus-menerus memancarkan fluktuasi energi yang ganjil. Kadang kala, suhu di sekitarnya mendadak melonjak tajam hingga melelehkan batu di pintu masuknya, dan di saat lain, udara bergetar oleh distorsi gravitasi yang sangat berat.

Di dalam ruangan itu, Lin Chen duduk melayang beberapa inci di atas lantai batu, menentang gravitasi puluhan kali lipat yang menekan ruangan tersebut. Selama tiga bulan ini, ia tidak hanya sekadar menjinakkan sisa-sisa energi kelopak api Teratai Bintang Kembar.

Di bawah bimbingan Tua Hitam, Lin Chen mengeluarkan Inti Binatang Kalajengking Bintang Ekor Besi yang ia dapatkan di Alam Rahasia Jurang Bintang Runtuh. Energi elemen tanah yang sangat padat dari inti binatang purba itu ia serap secara gila-gilaan untuk memadatkan tulangnya lebih jauh.

"Terus tekan, Bocah! Jangan biarkan energi itu bocor! Kau harus menyusul gadis es itu jika tidak ingin mati konyol di arena nanti!" kata Tua Hitam.

Lin Chen menggertakkan giginya. Meridiannya berderit menahan aliran Qi yang masif. Namun, Teknik Penempaan Tubuh Gajah Purba menelan semuanya dengan rakus, meresapkan energi murni itu ke seluruh jaringan tubuhnya.

BAM! BAM! BAM!

Suara ledakan tumpul terdengar berturut-turut dari dalam tubuh Lin Chen. Aura emas-hitam meledak menyapu ruangan, menghancurkan bebatuan di sekitarnya menjadi debu. Tingkat 7... Tingkat 8... hingga akhirnya mendobrak batas dan memantapkan pijakannya di puncak ranah Pengumpulan Qi Tingkat 9!

Lin Chen membuka matanya. Tidak ada kilatan cahaya yang menyilaukan, hanya ketenangan bagaikan kedalaman kosmos. Meski belum mencapai ranah Pondasi Abadi seperti Su Qingyue, fondasi gajah purbanya membuat satu pukulannya kini setara dengan daya hancur kultivator Pondasi Abadi tahap menengah. Ia kini memiliki modal yang cukup untuk menantang langit.

Ia mengambil satu langkah ke depan. WUSSH! Tubuhnya mendadak menghilang, meninggalkan bayangan sisa yang perlahan memudar, sebelum akhirnya ia muncul kembali di ujung ruangan dalam sepersekian detik. Langkah Bintang Jatuh miliknya telah mencapai tahap kesempurnaan awal.

Di depan Balai Alkimia, Li Huo pemuda kurus dengan wajah cemong jelaga yang terkenal sangat pelit namun baik hati sedang marah-marah sambil menyapu pelataran.

"Menjauh dariku, Babi Gemuk! Terakhir kali kau berada di dekatku, kau memakan pil berhargaku dengan dalih itu manisan kacang!" omel Li Huo sambil mengacungkan sapunya ke arah Zhu Da yang berdiri cengengesan di depannya.

Zhu Da tidak mundur. Ia malah menurunkan sebuah karung besar dari punggungnya dengan bunyi berdebum yang berat. "Tenanglah, Pelit Tua. Kali ini aku datang membawa bisnis besar. Chen-ge memberiku beberapa daging monster purba dan rumput spiritual dari Alam Rahasia. Aku tidak tahu cara memasak rumput ini agar enak, jadi aku membawanya padamu."

Mendengar kata "Alam Rahasia", mata Li Huo seketika membesar. Ia melempar sapunya dan langsung melompat membedah karung tersebut. Tangannya gemetar saat menyentuh tanaman spiritual yang memancarkan aura purba yang kental.

"I-ini Daun Bintang Merah! Dan ini... Daging Monster Tingkat Pondasi Abadi!" pekik Li Huo histeris. Ia langsung memeluk karung itu seolah itu adalah harta karun. "Berapa banyak pil yang kau inginkan untuk semua ini?!"

"Buatkan aku pil yang rasanya seperti ayam panggang untuk camilanku, dan tentu saja... beberapa pil penyembuh luka terbaik untuk Chen-ge nanti saat turnamen," jawab Zhu Da dengan wajah polos namun menyiratkan kepedulian yang tulus pada sahabatnya.

Tepat saat mereka berdua sedang bernegosiasi, seorang murid luar bertubuh sangat kekar dan tegap berjalan melintas. Namanya Tie Shan. Meski memiliki otot yang menonjol dan tinggi nyaris dua meter, Tie Shan memiliki satu rahasia memalukan: ia sangat penakut.

Melihat kepala monster purba berlumuran darah hijau pekat menyembul dari dalam karung Zhu Da, wajah Tie Shan seketika memucat pasi.

"Hiii! M-monster apa itu?!" pekik Tie Shan dengan suara melengking yang sama sekali tidak cocok dengan tubuh raksasanya. Ia refleks melompat dan bersembunyi di balik punggung kurus Li Huo, membuat alkemis pelit itu nyaris terjengkang karena tertindih.

"Singkirkan tubuh raksasamu dariku, Dasar Pengecut Berotot!" maki Li Huo dengan susah payah berusaha mendorong Tie Shan.

Zhu Da hanya tertawa terbahak-bahak melihat kejadian itu. Di tengah kerasnya dunia kultivasi dan ancaman seleksi yang penuh darah, interaksi aneh dan persahabatan di antara murid-murid ini menjadi oase kecil yang menjaga kewarasan mereka.

Di waktu yang sama, jauh di puncak tertinggi Akademi Bintang Tujuh yang selalu diselimuti badai salju abadi, Puncak Salju memancarkan pendar biru yang sangat jernih.

Su Qingyue sedang berdiri di tengah hamparan es, matanya terpejam. Jubah putihnya berkibar pelan. Di lehernya, kalung manik batu hitam pemberian Lin Chen masih melingkar pas, memberikan kehangatan konstan yang menjaga inti jiwanya tetap utuh di tengah latihan elemen es yang sangat ekstrem.

Tiba-tiba, ia membuka matanya. Ratusan kepingan salju yang melayang di udara seketika berhenti membeku di tempatnya.

Qingyue mengayunkan pedang kristalnya dengan gerakan yang sangat pelan. Namun efeknya mengerikan. Sebuah Domain Es Mutlak menyebar sejauh ratusan meter, membekukan bahkan hembusan angin. Ia telah sepenuhnya mengkokohkan ranah Pondasi Abadi-nya.

Tetua Puncak Salju yang mengamati dari kejauhan mengangguk puas.

"Guru," Su Qingyue berbalik dan membungkuk hormat. "Waktu tiga bulan telah habis. Izinkan murid turun gunung untuk menghadiri Seleksi Murid Warisan."

"Pergilah. Tunjukkan pada dunia kekuatan Puncak Salju," jawab sang Tetua. "Dan... berhati-hatilah dengan Fraksi Harimau Ungu."

"Jika harimau itu mengaum terlalu keras, saya akan membekukan rahangnya," jawab Qingyue dengan nada datar andalannya, sebelum akhirnya melesat turun menembus badai salju.

Teng! Teng! Teng!

Lonceng raksasa Akademi Bintang Tujuh berdentang nyaring, menggema di seluruh penjuru pelataran hingga ke Arena Bintang Utama. Arena melayang yang terbuat dari batu giok putih itu kini dipenuhi oleh aura membunuh yang kental. Hari ini, para tetua sekte duduk berderet di anjungan kehormatan, termasuk Tetua Wu dan Tetua Kuang dari Fraksi Harimau Ungu.

Sorak-sorai menggemuruh saat kerumunan murid warisan terbelah. Liu Meng, kakak kandung Liu Zhan, berjalan membusungkan dada. Dua bilah pedang melengkung terpasang di punggungnya. Aura liar dari ranah Pondasi Abadi tahap awal meledak dari tubuhnya, membuat banyak murid elit harus mundur karena tak tahan dengan tekanannya.

Tak lama kemudian, kerumunan dari arah asrama elit ikut terbelah. Lin Chen melangkah masuk dengan tenang, didampingi oleh Zhu Da yang sedang mengunyah pil rasa ayam panggang.

Meski Lin Chen menyembunyikan sebagian besar auranya, langkahnya kini memancarkan tekanan psikologis yang sangat berat. Kekuatan puncak Tingkat 9 Pengumpulan Qi yang dipadukan dengan fisik gajah purba membuatnya terlihat seperti gunung yang berjalan.

Saat mata Liu Meng dan Lin Chen bertemu, udara di antara mereka seolah bergesekan memunculkan percikan api.

"Nikmati sisa napasmu, Bocah," ancam Liu Meng dari kejauhan tanpa suara, menggunakan gerak bibir.

Lin Chen bahkan tidak repot-repot membalas tatapan itu. Perhatiannya justru teralihkan ke arah langit, di mana sesosok bayangan putih meluncur turun dengan anggun, mendarat dengan ringan tak jauh darinya.

Su Qingyue telah tiba. Keduanya saling bertukar pandang. Tidak ada kata-kata panjang, hanya sebuah anggukan kecil yang menyimpan ribuan arti. Janji sehidup-mati yang mereka buat di dalam Reruntuhan Kuno kini akan diuji di bawah tatapan ribuan mata.

1
Budi Wahyono
sumpah saya awal bacanya kuil wajan gosong...
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor
KING Escanor
lanjut
Sang_Imajinasi
Halo Para Reader.
Jika Kalian Suka dengan cerita ini silahkan beri ranting ⭐️ dan vote 🎟 serta gift 💰.

Penilaian & Kontribusi kalian sangat berharga bagi author untuk tetap semangat update cerita ini.

TERIMA KASIH.... ✌️
KING Escanor
lanjut thor
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!