NovelToon NovelToon
Legenda Pendekar Garuda

Legenda Pendekar Garuda

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Time Travel / Kebangkitan pecundang / Ahli Bela Diri Kuno / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:10M
Nilai: 4.9
Nama Author: AL Divo Febriansyah

Silahkan promo asal jangan SPAM
Sesama Author saling membantu ya Kak

Langit telah memilihku untuk mengemban tugas menghentikan turunnya utusan iblis dan menghabisi mereka semuanya, namun aku gagal.

Di saat semua sudah terasa sirna dan hancur, rupanya langit masih memberi kesempatan kedua untuknya.

Aku kembali saat berusia 10 tahun berkat pola prasasti aneh yang mengurung diriku saat jatuh dan hancur...

Di kehidupan keduaku kali ini, akan tuntaskan kehendak langit - Widura.


Terinsipirasi dari Novel Talles Of Demon, Pedang Naga Api (Karya Ricky Wicaksono), Pendekar Dewa Matahari (A. Lubis).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AL Divo Febriansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 21. Taring Maut

Widura langsung melesat cepat untuk kembali ke desa Pasmah. Widura terus menggerutu sepanjang jalan karena tidak memiliki ilmu peringan tubuh yang tinggi.

Widura jelas mengingat tentang Lontar Kuno yang menuliskan cara mempelajari Langkah Kilatan Angin, salah satu ilmu peringan tubuh terhebat yang pernah ada, kata Limbubu.

Widura sudah pernah mencoba mempelajarinya, namun ia sampai saat ini masih sulit mengartikan kata perkata di Lontar Kuno itu.

Widura sudah membulatkan tekadnya untuk segera mempelajari Lontar Kuno itu. Sepanjang perjalanan Widura juga memikirkan solusi terbaik untuk masalah yang sedang melanda keluarga Lentera.

Hari sudah sangat gelap, tapi Widura belum sampai di desa Pasmah. Widura akan membutuhkan waktu satu jam perjalanan untuk sampai di desa Pasmah.

Widura memilih menghentikan langkahnya karena ia sudah tidak bisa lagi melanjutkan perjalanan tanpa sebuah penerangan. Hari sudah benar-benar gelap gulita, sangat berbahaya jika dia nekad melanjutkan perjalanan.

Widura memilih berhenti di bahwa sebuah pohon besar. Widura langsung menghidupkan perapian untuk menghangatkan badan.

"Mereka sudah mulai bergerak, ini semua di luar dugaanku, seharusnya ini baru terjadi beberapa tahun ke depan. Aku harus bertindak cepat atau semua akan menjadi penyesalan panjang di dalam hidupku..."

Widura mengambil duduk bersila dan mulai bermeditasi. Widura mencoba untuk kembali meningkatkan tenaga dalamnya kembali agar cepat mencapai pendekar madya.

Widura baru menyelesaikan meditasinya saat menyadari hari sudah pagi. Tidak ada kemajuan berarti dalam tenaga dalamnya, selain Widura merasakan jika energi kehidupan yang di milikinya terasa semakin murni dan besar.

"Sampai saat ini aku masih tidak tahu apa kegunaan dari energi kehidupan ini," ucap Widura sambil melangkahkan kakinya melesat menuju desa Pasmah.

Satu jam kemudian Widura baru tiba di desa Pasmah. Ia menemukan Anas sudah menunggu dirinya di depan rumahnya dengan raut wajah yang di penuhi dengan kecemasan.

"Widura kau sudah kembali, ayah benar-benar khawatir saat menyadari kau tidak kembali semalaman," ucap Anas.

"Ayah tidak usah khawatir, Widura sudah dapat menjaga diri," balas Widura.

"Kau sudah mulai besar dan dewasa nak,"

***

Lantah Pati tampak duduk di singgasananya. Lantah Pati mengumpulkan seluruh pendekar maut, sebutan untuk pemimpin pasukan dari Taring Maut. Salah satu yang paling mencolok adalah Wawan Pricipto yang sudah mencapai pendekar bumi gerbang 9 sebelum genap berusia 30 tahun.

"Ketua ada keperluan penting apa sehingga ketua mengumpulkan kami semua?" tanya Wawan dengan sangat berhati-hati.

"Kau benar-benar tidak sabar Wawan," Lanta Pati tertawa dengan keras, "Aku ingin membentuk sebuah singgasana tunggal di pulau Andalas, dan aku ingin kalian menjalankan misi yang dapat memuluskan semua rencanaku. Aku sudah memutuskan untuk menguasai Kota Ampera untuk langkah awalnya," lanjut Lantah Pati.

"Aku ingin kau memimpin pasukan untuk memantau keadaan di Kota Ampera selama beberapa tahun ke depan, kau akan menyusup ke Kota Ampera selama 5 tahun, buat celah besar untuk kita dapat mengalahkan mereka dalan satu serangan saja," perintah Lanta Pati kepada Wawan Pricipto.

"Hamba menerima perintah ketua," Wawan menangkupkan tangannya memberi hormat kepada Lanta Pati.

"Kau Gendis ku tugaskan untuk mengumpulkan seratus anak laki-laki untuk menjadi kelinci percobaan penelitianku," perintah Lanta Pati kepada seorang perempuan yang berusia hampir kepala lima, namun wajahnya masih menunjukan jika umurnya baru menginjak 30 tahun.

"Hamba menerima perintah,"

Setelah itu Gendis dan Wawan Pracipto langsung undur diri dan segera melakukan misi yang di berikan oleh Lanta Pati. Lanta Pati lantas langsung membubarkan semua pendekar maut untuk segera kembali ke post mereka masing yang berada di pulau tengkorak setan.

Lanta Pati memilih kembali ke kediamannya yang berada di bibir pantai.

"Hanya tinggal menunggu waktu saja, aku akan menjadi penguasa tunggal di pulau Andalas ini dan kau Argadana akan menyesal karena sudah menolak ajakan baikku saat itu..." seru Lanta Pati seorang diri.

Lanta Pati dahulunya bersahabat baik dengan Argadana dan Troyo Bastolo. Mereka bertiga tumbuh bersama sejak kecil. Ketiganya juga berkembang menjadi pendekar langit dan ketika Kota Ampera mendapati serangan dari bangsa Siluman. Lanta Pati, Argadana dan Troyo Bastolo maju di barisan paling depan untuk memukul lawannya.

Mereka bertiga akhirnya berhasil mengatasi serangan dari siluman. Peristiwa itu jugalah yang mengangkat nama mereka yang akhirnya di kenal dengan sebutan pahlawan Kota Ampera.

Lanta Pati kalah itu meminta posisi Tuan Kota jatuh kepadanya, namun permintaannya di tolak secara halus oleh keluarga Bumi sehingga membuat Lanta Pati kecewa dan berakhir dengan pemberontakanya untuk mengkudeta posisi Tuan Kota, sebelumnya Lanta Pati sudah mengajak Argadana untuk bersama-sama mengkudeta posisi dan kursi Tuan Kota, namun Argadana menolak ajakan Lanta Pati dengan halus.

Pemberontakan Lanta Pati sendiri berhasil di padamkan atau di atasi oleh Troyo Bastolo. Lanta Pati kalah itu harus puas menerima luka yang parah, ia bisa di katakan hampir terbunuh jika bukan karena Troyo Bastolo membiarkannya hidup dengan syarat meninggalkan Kota Ampera.

Sejak saat itu, Lanta Pati membentuk kelompok bersenjata yang bernama Taring Maut yang dengan cepat menjadi ancaman utama keselamatan Kota Ampera.

Lanta Pati bergerak dengan sangat hati-hati dan senyap. Ia tidak ingin kembali mengalami kegagalan karena kurang kekuatan dan pasukan, seperti pemberontakannya yang pertama kali.

Lanta Pati memilih pulau Tengkorak Setan sebagai markas utama karena letaknya yang cukup terpencil dan sulit untuk di datangi oleh kelompok lain, selain anggota Taring Maut.

"Hahah akulah penguasa pulau Andalas, akan ku pastikan Kita Ampera adalah tempat pertama yang akan tunduk dibl bawah kakiku...Troyo Bastolo kau akan menyesali telah memberikanku kesempatan kedua," teriak Lanta Pati di bibir pantai dengan keras dan lantang.

***

Taring Maut semakin berhasil mengukir nama setelah begitu banyak kejahatan dan kriminalitas yang di lakukan kelompok mereka.

Semakin hari semakin banyak saja orang yang bergabung dengan kelompok mereka. Mulai dari bandit kecil hingga kelompok bandit besar.

Kelompok ini bukan hanya menjadi ancaman untuk Kota Ampera, tapi seluruh daratan pulau Andalas. Kota Rafflesia salah satu kota yang merasakan epek dari kelompok bersenjata ini.

Kota Rafflesia hampir mengalami kehancuran saat terjadi penyerangan dari kelompok bersenjata, Taring Maut. Beruntung saat itu Abbas berhasil melindungi mereka, namun setelah kepergian Abbas Kota Rafflesia saat ini benar-benar dalam keadaan yang tidak menguntungkan.

"Ketua, apa yang harus kita lakukan? Taring Maut semakin merajalela saja di wilayah kita setelah kepergian pendekar Abbas," ucap salah satu prajurit.

"Segera kirim permintaan bantuan ke Kota Ampera, hanya mereka satu-satu harapan kita jika ingin selamat dari Taring Maut. Aku ingin kau sendiri yang mengantarkan surat permintaan bantuan!!"

1
Taufan Sule Muskita
Jiaaahhhh katro gitu 😂😂
Yanto Ibon
sudah mau tamat episodenya, sepertinya susah kebaca alur ceritanya
Yanto Ibon
ada ke ANEHAN lagi ni thor. ..
kamu di bab sebelumnya mengatakan bahwa ki joko budoyo MAHA TAHU atas segala yang terjadi.

gantinama aja thor. .. jadi JOKOBODO wkwkwk
Yanto Ibon
next author harus lebih baik lagi dlm merangkai kata dan cerita
Yanto Ibon
author lagi lagi bikin cerita jd aneh /Facepalm/
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
nheriiiiiiiiiiiiiiiii perangnya benar benar ngeriiiiiiiiiiiiiiii
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
ah kasihan sukma ayu, perjuangannya seakan sia sia
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
ingat pesan sesepuh jangan jadi iblis widura
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
sehat sukses selalu tho
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
terlalu banyak ilmu dan musuh
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
mana ciung wanaranya
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
hi ngeri jurusnya goyangan malam pertama
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
hore panjul hebat
Sih Winarti
you
HeriSupriyatno 99
Luar biasa
zayick
pendekar ko sedikit sediki kaget sedikit sedikit kaget knpa gk mati saja
zayick
pendekar lemah jk bertarung trnyata banyak omongnya. menyedihkan
zayick
lemah sangat lemah. pendekar langit lawan pendekar bumi tenaga dalam langsung habis. tidak layak disebut pendekar. pulang aja nyusu lagi sama emak

sungguh menyedihkan
Windy Veriyanti
RIP Argadana
Windy Veriyanti
kalah terus...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!