Ujian rumah tangga tak selalu datang dari orang luar, namun terkadang datang dari orang-orang terdekat. Salah satunya adalah mertua. Begitu juga dengan kisah yang dialami oleh tokoh yang ada didalam kisah ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atha Diyuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
" Eeh cucu eyang sudah pulang sini nak, kamu pasti laper ayo makan! " Wina langsung menggandeng anjaz kemeja makan. Karena lapar anjaz langsung saja menuruti eyangnya untuk kemeja makan namun sbelumnya anjaz meminta izin untuk bersih-bersih.
Anita hanya menggelengkan kepala melihat mertuanya yang mendadak begitu manis.
Stelah slesai membrsihkan diri anjaz bergabung dengan keluarganya dimeja makan. Disitu sudah ada wiryo dan wisnu yang juga sudah menunggunya.
" Maaf lama nunggunya, harusnya kalian tak usah menungguku. " Ucap anjaz dengan wajah datar dan langsung mengisi piringnya dengan nasi dan lauk yang trsedia.
" Njas boleh eyang minta sesuatu dari kamu? " anjaz yang hendak menyuap makanannya seketika meletakan sendok dan garpunya saat mendengar eyangnya berbicara.
" Apa? " ucap anjaz tanpa melihat wajah lawan bicaranya.
" Kapan kamu menikah nak, eyang sudah sangat ingin menimang cicit. Eyang sudah tua, eyang ingin sbelum Tuhan mencabut nyawa eyang kamu sudah menikah dan memiliki anak. " anjaz mendongak menatap wajah eyangnya. Stelahnya anjaz terlihat menghela nafas.
" Apa tidak ada permintaan lain? Mobil baru, uang satu koper besar, jalan-jalan keluar negri, shopping atau eyang pengin rumah baru, berlian mungkin! Kenapa harus itu? " Mendengar jawaban anjaz wisnu terkekeh, begitupun dengan anita. Dia merasa lucu dengan jawaban yang dilontarkan putranya. Anita sampai membungkam mulutnya agar tawanya tak trdengar sampai ketelinga wina.
Wina berdecak kesal saat mendengar jawaban anjaz. Tanpa mau berdebat wina lbih memilih melanjutkan makananya dari pada nanti darah tingginya kambuh saat mendengar ucapan anjaz.
" Sudah tidak ada yang ditanyakan lagi? " Stelah mengatakan itu anjaz bangkit dari tempat duduknya. Padahal anjaz sama sekali belum menyentuh makananya.
" Anjaz kamu mau kemana nak, kamu belum makan apapun sayang? " triak anita saat anjaz sudah mulai naik keatas.
" Sudah kenyang ma, Selamat malam. " anjaz kembali kekamarnya dan mengunci pintu kamarnya dengan rapat. Karna tak mau diganggu anjaz memutar musik dengaan kencang supaya dia tak mendengar saat ada yang berusha mengganggunya dikamar.
Semua mata menatap wina dengan tatapan yang sulit diartikan. Yang ditatap seolah paham akan apa yang mereka pikirkan.
" Apa kalian pikir saya tidak mempetimbangkan dulu apa yang saya tanyakan. Kamu anita dan wisnu apa kalian tidak ingin punya menantu dan cucu! Apa permintaan saya salah? Kalau begini saya bakal carikan jodoh buat dia yang sesuai dengan bibit bobot dan bebetnya. Biar cucu lelaki saya mempunyai istri yang berkualitas , pandai mengurus suami dan tidak hanya jadi beban suaminya! " ucap wina sembari melirik anita.
Sementara ditempat lain Gina baru saja pulang dari rumah sakit bersama dokter anye. Anye menjemput gija dikantornya stelah mendapat telfon dari gina, sbelum menghabiskan wktu dengan para sahabatnya gina sempat meminta izin dulu kepada anye.
" Allhamdulillah gin kandungan kamu sehat. Kamu inget ya pesan dokter tadi, jngan stres jangan terlalu lelah. Satu lagi jangn lupa minum vitaminya! " Ucap anye sembari menggengam tangan gina.
" Iya mba trimakasih banyak, aku gak pernah sangka mba jika kehamilanku sudah hanpir menginjak dua bulan. Padahal seingatku waktu itu aku baru terlambat haid satu minggu. " ucap gina sembari mengusap perutnya yang masih rata.
Pov gina
Aku begitu bahagia saat pertama kalinya aku melakukan usg, dalam hatiku memanjatkan doa untuk calon bayiku. Melihatnya dari wujud gambar saja sudah membuatku begitu bahagia dan tumbuh semangat baru dalam diriku.
Aku bertekat aku harus bangkit dan berjuang demi anakku. Stidaknya aku harus punya rumah sbelum anakku lahir, aku tidak mungkin menumpang terus menerus dirumah mba anye. Aku tidak mau selalu merepotkanya.
Abang gak asik nih gak bisa diajak krjasama bohong.