NovelToon NovelToon
TEGA!

TEGA!

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:944.1k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Tujuh tahun pernikahan, tak pernah terbayangkan dirinya akan menjumpai hal yang paling menyakitkan dalam perjalanan hidupnya.

Arimbi, ia menemukan jejak wanita lain dalam biduk rumah tangganya. Bahkan wanita tersebut telah memiliki anak yang usianya sudah lebih dari setahun.

"Kita masih merintis usaha, jadi kita jangan punya anak dulu ya."

Ucapan sang suami terngiang begitu jelas di telinganya. Arimbi yang naif menyetujui. Namun itu jadi bumerang bagi dirinya karena oleh keluarga suami Arimbi di cap mandul.

Dan yang lebih mengejutkannya lagi, nama perusahaan yang didirikan suaminya ternyata ada unsur dari nama wanita itu.

Apakah Arimbi akan terpuruk? Atau dia akan bangkit dan membalas rasa sakit hatinya dan menemukan cinta lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berita 26

"M-mas, anak kita Mas. Hu hu hu."

Farrah ambruk dan berakhir di pelukan Amar. Keduanya sama-sama terkejut tak terkira ketika mendengar penjelasan dari dokter yang menangani putri mereka.

Dokter mengizinkan salah satu dari mereka untuk masuk. Yang pertama Amar, dia masuk lebih dulu untuk menemui Afira. Tak ada yang bisa Amar sampaikan, dia hanya diam sambil menggenggam tangan putrinya.

Tangan mungil itu sungguh sangat rapuh. Tak tega rasanya melihat anak sekecil itu harus bertarung dengan semua alat medis yang membelenggu tubuhnya.

"Maafkan Ayah, nak. Ayah mu ini bahkan kemarin sempet lupa kalau kamu sakit," ucapnya lirih sebelum dia meninggalkan ruangan tersebut.

Amar keluar, dan kini giliran Farrah yang masuk. Air mata Farrah tumpah tidak terbendung melihat putrinya yang bisa dikatakan sekarang ini tengah tidak sadar.

Masih ingat jelas dalam kepala Farrah, kemarin ia masih tertawa bersama bermain dengan sang putri. Tapi sekarang putrinya itu terkulai lemas.

"Kenapa kamu kayak gini, sayang? Kenapa harus kamu yang sakit begini? Kenapa bukan aku aja Ya Allah, kenapa harus putri kecilku yang lucu. Hiks."

Farrah benar-benar sangat sedih saat ini. Selama ini Afira sama sekali tak pernah sakit seperti ini. Biasanya Afira hanya demam atau flu ringan semata.

Maka dari itu Farrah benar-benar syok mendapati putrinya yang baru berusia satu setengah tahun itu lemah tak berdaya.

Dalam kondisi seperti ini, Farrah sama sekali tidak bisa berpikir jernih. Perasannya campur aduk, dan seketika nama Arimbi muncul di pikirannya.

"Semua ini muncul setelah wanita itu membuat postingan itu. Hidup kami jadi berantakan gara-gara orang itu. Sebeleum orang itu muncul, semua baik-baik aja. Aku sama anakku hidup dengan tenang. Tapi setelah dia muncul, kami jadi nggak karuan. Dan Afira tiba-tiba sakit. Bener, ini karena orang itu."

Grrrrrttt

Farrag mengeratkan gigi-giginya, tatapan matanya juga sangat tajam menunjukkan kebencian yang mendalam.

Saat ini dia sedang menyalahkan Arimbi atas apa yang terjadi pada anaknya. Dia menganggap bahwa Arimbi adalah penyebab utama dari semua yang terjadi pada diri Afira.

Sungguh kasihan Arimbi, dia yang selama ini disakiti, dia yang selama ini dibohongi dan dikhianati, sekarang masih juga mendapat sasaran kemarahan dari seseorang yang agaknya belum sadar bahwa semua itu sebenarnya berawal dari kesalahannya.

"Uhuk ... uhuk,"

"Kenapa Arimbi, kamu sakit kah?" tanya Ran, saat ini ia masih bersama dengan Arimbi untuk membahas tentang langkah-langkah yang akan mereka lakukan di persidangan. Arimbi juga sedang menyiapkan nama untuk perusahaan ekspedisinya nanti jika sudah bisa berpisah dengan FAE.

"Ekhem, nggak Kak. Aku nggak sakit. Aku baik-baik aja. Tiba-tiba aja tenggorokanku gatel banget. Tapi aku nggak apa-apa kok," jawab Arimbi setelah menenggak air putih dalam botol miliknya.

"Syukurlah kalau kamu nggak apa-apa. Ini uda sore, kita akhiri di sini aja dan lanjut besok. Kamu jangan terlalu memforsir tubuhmu, nanti malah ambruk," ucap Ran sambil tersenyum lebar.

"Iya Kak, makasih ya udah banyak dibantu,"jawab Arimbi.

Senang rasanya memiliki orang dekat seperti ini. Meski dia tahu bahwa hubungan mereka hanyalah sebatas hubungan antara pemberi jasa dan klien, akan tetapi Arimbi sangat merasa senang bisa berkenalan dengan Ran.

Selama ini dalam hidupnya hanya ada Amar dan pekerjaan. Arimbi sama sekali tidak memiliki teman dekat. Hidupnya benar-benar hanya sebatas rumah dan tempat kerja. Sehingga ketika ia mengetahui perselingkuhan Amar, hal pertama yang dia lakukan adalah menangis dengan keras tanpa bisa berkata kepada siapapun.

Tak ada tempat untuk mencurahkan rasa hatinya, termasuk ketika dirinya dipojokkan oleh Yani, sang mertua. Setiap kali Yani berkata buruk tentangnya terlebih menyinggung soal keturunan, Arimbi hanya bisa diam tanpa menjawab. Ia juga hanya bisa menyimpannya sendiri tanpa bisa bercerita kepada siapapun.

Bahkan Arimbi juga tidak bisa membalas ucapan Yani, bahwa belum adanya anak di pernikahannya itu adalah keinginan Amar.

Lagipula jika dia berkata demikian, Yani pasti tidak akan percaya dan hanya akan menganggap bahwa dirinya lah yang mengada-ada.

Mengingat tentang sang ibu mertua, Arimbi baru saja ingat bahwa beberapa hari yang lalu orang itu menghubunginya.

Apalagi kalau bukan soal pemecatan yang dilakukannya terhadap Amara. Dengan marah khasnya, Yani menyatakan tidak terima dan malah mengolok-olok Arimbi. Namun Arimbi bersikap dengan sangat tenang. Dia membiarkan Yani bicara sesuka hati sampai puas. Baru setelah selesai Yani berbicara, Arimbi menjawab dan mengeluarkan kartunya.

"Apa Anda tahu, Ibu Yani dengan apa yang anak Anda lakukan? Amara, dia sudah menggelapkan dana perusahaan. Jumlahnya tidak sedikit, itu banyak. Dan Anda perlu tahu, FAE itu bukan milik Amar. Bukan Amar yang mendirikannya, tapi ada uang saya di sana. Ya nggak apa-apa sih kalau kalian ngerasa nggak terima. Tinggal tuntun aja saya. Tapi jangan salahkan saya jika Amara bakalan mendekam di penjara."

Setelah berkata demikian, Yani tak lagi bisa bicara. Dan juga tidak lagi menghubungi Arimbi.

Ada satu hal pelajaran yang bisa diambil oleh Arimbi saat itu, bahwa seharusnya dia bisa menjawab setiap yang dikatakan Yani jika itu memang tidak benar dan menyakiti hati.

Selama ini Arimbi diam karena dalih rasa hormat kepada mertuanya. Akan tetapi ternyata dirinya malah selalu diinjak-injak. Padahal Arimbi datang ke keluarga Amar tidak hanya dengan tangan kosong.

"Kalau aku cuma bawa badan aja, entah perlakuan apa yang akan aku terima dari mereka. Haaah, kenapa sih mertua pada kayak gitu. Padahal kita sebagai menantu udah berusaha buat diem dan nyenengin mereka. Tapi ada aja salahnya. Ughhhh, kalau suatu hari aku punya anak cowok, aku bakalan jadi mertua yang baik buat menantuku. Haaah apaan sih malah mikir yang enggak-enggak."

Arimbi berkata demikian setelah mengingat semua perlakuan tidak menyenangkan dari Yani terhadapnya. Jika diingat dengan baik, tak pernah sekalipun Yani berkata baik kepadanya. Dan itu sangat menyesakkan.

Seolah-olah Yani tidak menghendaki pernikahannya putranya dengan Arimbi.

Blak!

"M-maaf Bu Arimbi. A-ada berita lelayu."

Degh!

Arimbi terkejut melihat Farhan yang membuka pintu ruangannya tanpa permisi dan salam. Ia juga segera membuka ponselnya, namun tak ada sesuatu di sana.

"Siapa?"

"I-itu, a-anak Pak Amar."

"Innalillahi wa Inna ilaihi rojiun. Ya Allah, beneran?"

TBC

1
Violet
Benar2 definisi keluarga besar yg saling menyayangi & hampir di semua bidang bisnis ada aja salah satu anggota kluarga mereka bekerja.
Terima kasih utk karyanya Kak 🙏🏻💐
Sehat2 slalu & semangat utk karya terbarunya 💪🏼🥰
lia_sembiring
kyk cerita nyata yang lagi viral beberapa bulan lalu . yang itu loh, yang punya animasi nusa dan rara. suami istri bangun perusahannya samapai karakter umumnya ternyata mirip sama selingkuhan suaminya.
Bunda
nyimak😊🙏
Sindy Sintia
udah Farrah jgn jadi murahan untuk yg ke dua x nya, kamu pintar dan cerdas, minta maaf ke arimbi dan berubah, tinggalin Ammar cerai dan mulai dr awal, aku yakin tanpa ammar kamu bisa, ngapain sih masih berharap sama Ammar yg gamon dan terobsesi masih bisa dapetin Arimbi pdahal di lirik Arimbi juga ngga
Datu Zahra
Paling suka karakter Arimbi, wanita tegar yang keren elegant.
Yani Suryani
kasihan si dedek bayi, anak tak bersalah tapi dia ikut nanggung sakitnya,yg dosa orang tuanya yg haram perbuatan orang tuanya, tapi anak malah yg di katain haram, mereka kan juga nikah siri bukan? 🤔
Yani Suryani
berita sudah viral menyebar bak hama, kenapa gak pakai masker biar gak diliatin orang, apalagi dirumah sakit juga banyak pasien
Yani Suryani
mertua aneh, mantu gak kunjung punya anak dibilang mandul, setelah punya cucu gak mau denger suara tangis bayi, hadehhh 🤦
Yani Suryani
orang tua yg melakukan anak kena dampaknya, kasian juga buat anak
Yani Suryani
dari pada di fitnah tapi gak ngelakuin maka biar jadi kenyataan lakukan saja biar jadi fakta tuduhan itu 🤭
Melliyani Batubara
keren
Yani Suryani
suka peran Arimbi yg tegas 🔥
Yani Suryani
masih nyimak
Yani Suryani
mampir 🤗
Arimbi kenapa malah gak mau gugat ?🤔
Datu Zahra
Kak Othor, ceritamu ini kek kisah nyata pasangan salah satu pemilik ekspedisi besar diIndonesia. Mereka merintis usaha bareng dari nol, nikah selama 35 tahun akhirnya cerai karena masalah anak dan suaminya juga selingkuh. persis banget gini, cuma bedanya enggak ada drama anak pelakor meninggal 🤭
Damar Pawitra: waaah, asli beneran gak ekspek ada kisah secara real life nya .. akh beberan masih kayak hah heh hoh, woaaah ....
hehehe semangat kak, kalau ada ode tulis aja ya 🤗💪💪
total 5 replies
Datu Zahra
7 tahun hak Arimbi pengen hamil direnggut sama Amar, sekarang gantian hak jadi orangtua diamabil dari Amar
Yus Nita
dan akhir ny janji KangBhumi terealisadikan 😊😊😊
Yus Nita
sam nech 22 ny dusmi istri sskit jies.
bukan ny sadar atas krlakuan ny, kok mzlah mskin parah.
Maryami
💪💪💪💪👍👍👍👍🦾🦾🦾🦾💞💞💞💞💞💞
Yus Nita
benar2 udah putus srmua urat mslu si Farrah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!