Aisyah dan Abidzar mereka tidak bisa menghindari takdir yang sudah di buat oleh orang tua nya.
Di mana mereka di jodoh kan tanpa bisa membantah sedikit pun.
Karena perbedaan usia yang lumayan jauh membuat mereka berdua jarang bertemu.
Dan jalan tengah nya adalah Abidzar harus mengikuti kegiatan Aisyah.
Pernikahan telah ditentukan meskipun Asiyah masih memakai seragam sekolah.
Di hari pengumuman kelulusan semua nya menjadi tidak terkendali, karena hubungan mereka tersebar luas di sekolah tersebut.
Banyak yang menganggap jika perbuatan mereka itu salah.
Hingga akhirnya pemilik sekolah harus turun tangan, untuk menangani kasus tersebut.
Jalan apa yang akan mereka ambil untuk menyelesaikan makalah tersebut?.
Banyak pelajaran yang bisa di petik dari cerita ini.
Jadi ikuti terus.
💞💞💞💞
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Silvi mungil0707, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hadiah ospek
Maaf ya bestie akhir akhir sangat jarang up.
baik lah lanjut.
Saat ini Aisyah sedang berada di restoran untuk membeli makan siang nya, dan juga sang suami.
Fagan sedang duduk santai, dengan memakan makanan yang Aisyah beli untuk nya.
Sedang kan Aisyah sendiri memilih untuk memakan kentang goreng, karena ia akan makan bersama dengan suami nya di kantor.
''Bang,'' panggil Aisyah.
''Hem," jawab Fagan.
''Aku gpp kok sendiri, lagian kantor nya juga dekat, jalan kaki juga bisa, jadi, lebih bik abang pulang aja dulu, Abang gak usah khawatir aku baik baik aja kok," jelas Aisyah.
''Yaoi Abang gak terima, Abang akan tetap di sini, baru setelah kamu ketemu dengan suami mu, Abang akan pergi, tapi sebelum itu terjadi jangan harap kamu akan bisa mengusir Abang," jelas Fagan.
''Ya udah kalau itu mau nya Abang," jawab Aisyah.
''Gimana rasa nya bisa menikah dengan guru tampan, yang di incar incar semua kaum hawa?'' tanya Fagan.
''Kenapa nanyak kayak gitu,'- jawab Aisyah.
''Pengen tai aja," jawab Fagan.
''Jujur aku masih gak nyangka, di saat mereka semua mengincar suami ku, aku malah yang mendapat kan nya tanpa harus berjuang, mungkin ini semua yang di kata kan takdir,'' jelas Aisyah.
''Apakah kamu bahagia?'' tanya Fagan.
''Aku bahagia bang, Abang tenang aja aku baik baik aja dengan pernikahan ini, dan aku akan pindah ke apartemen setelah ini,'' jelas Aisyah.
''Kenapa apakah kamu merasa terbebani dengan mertua mu?'' tanya Fagan.
Aisyah menggeleng.
''Suami ku hanya ingin mandiri, biar kita bisa menjadi orang yang lebih bertanggung jawab lagi,'' jelas Aisyah.
''Kenapa harus di apartemen?''
''Karena rumah yang dia bangun belum selesai,'' jawab Aisyah jujur.
''Sekarang aku yang akan bertanya, bagaimana bisa Abang bisa sana Fika, karena setau ku Fika dekat dengan pak Fandi?''
''Waktu Abang datang ke Jakarta, Abang gak sengaja ketemu dia di pinggir jalan dalam keadaan yang sangat kacau, dan singkat cerita dia sedang patah hati, karena orang yang ia cintai sudah di jodoh kan dengan orang lain, ke esok hari nya Abang gak sengaja ketemu lagi, dan dari situ lah kita mulai dekat, dan entah siapa yang mulai kita sudah berkomit satu sama lain,'' jelas Fagan.
''Kayak di film film ya,'' jawab Aisyah.
''Ya sama seperti cerita kamu,'' balas Fagan.
''Dramatis, tapi penuh makna, dan kejutan,'' jawab Aisyah.
Sedang kan di tempat lain, ada seseorang yang sedang asyik menatap foto seseorang yang sudah beberapa hari ini.
Banyak foto pemandangan yang menarik disana, tidak terkecuali beberapa foto se orang gadis yang sedang tertawa dengan riang, cemberut dengan tingkah lucu nya, bahkan melotot ke arah teman teman nya membuat pria itu menyunggingkan senyum nya.
Hal yang baru di rasakan nya.
Di ambil nya satu lembar foto yang baru saja selesai ia cetak, se orang gadis dengan rambut indah nya, sedang serius dengan hand phone nya. Foto tersebut ia ambil saat gadis itu sedang berada di bukit.
" Indah memang harus selalu di abadikan, dan dia yang terindah dari yang terindah."
Meskipun terkesan lancang karena memotret tanpa ijin dari si pemilik.
Tapi bagaimana ia senang melakukan itu.
"Kenapa jadi kacau gini sih?!" ucap nya dengan tersenyum.
Dan orang itu adalah Kevin, ketua BEM di kampus milik Abidzar, yang tau lain, dan tak bukan adalah kampus yang Aisyah dan Megan jadikan untuk mencari ilmu.
Kevin merasa sangat kacau karena satu gadis mahasiswi baru yang belum lama di kenal nya.
"Hey Aisyah, apa kabar, apakah kamu sudah sampai di rumah?."
Berbicara pada foto yang di genggam nya.
"Apakah bisa kita lebih dekat?, seperti kamu dekat dengan teman teman mu, menjadi kan aku teman curhat, menjadikan aku sebagai orang yang kamu ingin kan untuk menjaga kamu. Lalu mengobrol banyak hal berdua tentang, seperti apa yang kita suka, dan tidak? Pasti akan sangat seru sekali."
''Aku sangat ingin bisa dekat dengan mu.''
''Apakah aku bisa memiliki hati mu?''
Dan setelah itu Kevin bangun untuk mencetak semua foto yang ia abadikan di camera nya, dan semua nya salah foto Aisyah.
Rasa nya geli sekali ketika ada banyak kupu-kupu menggelitik perut nya.
Setelah selesai Kevin langsung membawa nya ke dalam kamar.
Kemudian menjejerkan nya dengan rapih.
''Aisyah Chamali.''
Hanya itu yang keluar dari mulut nya.
Nama seorang gadis yang berhasil menarik atensinya.
"Semoga kita bisa lebih mengenal jauh lagi nanti."
Sedang kan Aisyah sendiri sudah berada di kantor suami nya dari beberapa jam yang lalu.
Setelah selesai menemani suami nya makan siang, Aisyah bersiap-siap untuk pulang, karena sebentar lagi suami nya akan memimpin rapat yang akan di mulai nya beberapa menit lagi.
"Honey, aku pulang dulu ya," Kata Aisyah sambil merapikan semua bekas makanan mereka. sedang kan Abidzar yang baru selesai mencuci tangan mengangguk, tetapi saat istri nya akan pergi, ia malah menahan nya.
"Kenapa Honey?" Istri nya itu terlihat heran saat Abidzar mengajak nya duduk kembali disofa.
"Sebentar," ucap Abidzar.
Abidzar melangkah kan kaki nya untuk mengambil kotak kecil dari saku jas nya yang ia gantung di kursi kebesaran nya, namun ia tidak langsung menunjukan nya, dan malah menyuruh istri nya menutup mata.
"Tutup mata dulu!" Perintah nya.
"Janji ya gak ngapa-ngapain?" Peringat sang istri karena ia sudah sangat capek.
"Iya sayang, janji." Sahut nya dengan kekehan lucu.
Dengan sedikit ragu, Aisyah menutup mata nya. Aisyah terus saja mengomel kembali saat Abidzar dengan sengaja mencium pipi nya.
"Tuh kan, ngambek nih!" uavo Aisyah yang sudah kesal dengan kelakuan suami nya yang selalu saja menggoda nya.
"Iya-iya Baby, gemes banget aku tuh!"
Abidzar memakaikan sebuah benda berkilau pada lengan sang istri, gadis itu berhenti mengomel dan membuka mata nya.
la terkejut dengan benda dengan gantungan berbentuk love tersebut.
"Honey ini?"
''Ini hadiah karena kamu sudah berhasil melewati ospek dengan baik,'' jelas Abidzar.
Benar kata pepatah, semua wanita akan menjadi ratu jika bertemu dengan lelaki yang tepat, semua lelaki akan menjadi raja, jika bertemu dengan wanita yang tepat. Pada akhir nya memang bukan tentang seberapa cepat tapi seberapa tepat.
Setuju gak bestie?.
...Jangan lupa dukungan ya bestie...
...Jangan koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya...
...Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang...
...Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian...
...💞💞💞💞...
semangat aisyah.. 💪💪💪💪💪