IG : @amy_myamymy
Tak perduli siapa namaku yang jelas akulah yang mengucap ijab qabul atasmu pada ayahmu.
Kehadiranmu di hidupku bukan hanya menghadirkan cinta baru tapi juga merubah alur hidupku.
Entah takdir apa yang ada di masa depan, untuk sekarang aku fokuskan hatiku untukmu,dan memendam dalam perasaan lain yang pernah ada.
(Raffa Putra Pradipta)
Aku selalu mencintaimu begitupun dirimu, aku tahu kamu masih mencintaiku,tapi kenapa sulit sekali untukmu jujur tentang perasaanmu sendiri?
Biarlah ku menunggu, menantimu kembali di saat ada cinta yang lain hadir di antara kita. seperti apa takdir cinta ini akan berakhir.
(Siena Putri Darmawan)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myAmymy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 21
Ayuna menatap bangunan mewah di depannya. Bangunan yang cukup besar di dominasi warna putih serta halaman yang cukup luas
"bagaimana kamu suka?"
"gede banget mas rumahnya..."
"mmm..kayaknya lebih gede rumah ayah deh.."
Ayuna menggeleng
"ini cukup besar kalau hanya di tinggali kita mas.."
"gak papa kan nanti akan ada banyak anak-anak kita.." ujar Raffa merangkul bahu Ayuna membuat wajah Ayuna bersemu, sementara Farel sibuk di teras menyentuh apapun yang ada di sana
"yuk masuk.." Raffa kembali menggendong Farel dan menuntun istrinya masuk ke dalam.
Raffa mulai mengenalkan bagian rumah itu.
"ini kamar Farel sayang..." Raffa menunjukan kamar yang di dominasi warna biru langit dan di penuhi dengan mainan.
"tapi mas,Farel kan..."protes Ayuna mengingat putranya yang belum bisa untuk tidur sendiri
"jangan cemas sayang..sini..".Ayuna menuntun istrinya ke pintu di dalam kamar Farel
"kamar putra kita terhubung dengan kamar kita..dan lihat ada kaca besar yang bisa kamu buka hordennya agar kita bisa memantaunya dari sini.."
Ayuna terdiam jujur ia masih khawatir membiarkan putranya untuk tidur sendiri
"kita tidak akan langsung memisah tidurnya..pelan-pelan..."
Ayuna tersenyum lalu mengangguk setuju"makasih mas.."
"ya sudah sekarang kita ke mall..nanti akan ada orang yang memindahkan barang-barang kita ke mari.."
"ke mall.."
"hemm..mas mau ajak kalian jalan-jalan.."
...................
Defan memasuki area kampus. Dia baru saja memarkirkan motor maticnya di samping sebuah mobil mewah
"he cupu.." tegur salah seorang gadis
'wih bening banget nih cewek..' puji Defan di dalam hatinya
"ck..bengong lagi..kagum ya sama kecantikan gue..?"
Gadis itu mendekati Defan dan merapikan kerah kemeja kotak-kotak milik Defan
"lo mau jadi pacar gue?"
'hehe,meski tampilan gue kayak gini ternyata gak ngilangin aura tampan gue' batin Defan lalu tersenyum
Gadis itu terkekeh
"mimpi lo siang-siang.."
Sementara Defan hanya mengerutkan keningnya
"minggirin motor jelek lo dari samping mobil gue.."
"a..aapa..."
"ck..gak ngerti juga lo.."
Gadis itu melirik motor Defan lalu mendorongnya hingga terjatuh
Brukkk
"TANIA..." pekik seorang gadis berkepang dua dan berkacamata tebal
"ck...wonder women datang lagi.."
Defan yang tengah berusaha mengangkat motornya merasakan seseorang membantunya
"a..aku bisa sendiri.."
"gak papa aku bantu.."
Setelah berhasil mendirikan kembali motornya Defan melirik kesal gadis yang di panggil Tania tadi
"ck...kayaknya lo ketemu Jodoh lo nan..kalian cocok sama-sama cupu.."
Tania segera masuk ke dalam mobil miliknya dan meninggalkan Defan dan gadis tadi
"kayaknya aku belum pernah lihat kamu..."
Defan melirik gadis tadi lalu memutar bola matanya malas ' habis lihat bidadari malah lihat itik buruk rupa'
" perkenalkan aku Kinanti..,panggil Kinan aja.."
Defan memaksakan senyumnya
"Def..eh..Fano..na..namaku Fano.."
"oh..Fano..kamu mahasiswa pindahan kah?"
"i..iya.."
"jurusan apa?"
"b..bisnis management.."
"wah...kita satu jurusan..aku semester 4...kamu?"
"4 juga.."
"wah...sama dong.."
"oh ya gadis tadi siapa?"
"dia..namanya Tania Kinasih Brawijaya..."
"B..brawijaya?"
"hmmm..."
Defan mengerti rupanya gadis itu putri pemilik Brawijaya Grup..pantas angkuh sekali gayanya...
"hei..bentar lagi aku ada kelas..aku tinggal ya.."
"i..iya.."
Defan bernafas lega setelah kepergian gadis bernama Kinan tadi
"pantes dulu joko cuma temenan ama siti..nah gue..tampilan cupu gini langsung yang deketin cewek cupu pula.."
Defan kembali mengingat gadis berambut coklat tadi
"Tania..." Defan menyeringai..'tunggu 3 bulan lagi gue pastikan lo jadi cewek gue'
.
.
Defan baru memasuki kelas yang akan ia ikuti pertama kali hari ini
"FANO..." seseorang memanggil nama Fano dan melambaikan tangannya
"ck..gadis itu lagi.." lirihnya lalu memaksakan tersenyum
"sini duduk sebelah aku.."
Defan terpaksa duduk di samping gadis tadi
"wah..kamu ambil kelas ini juga.."
Defan hanya mengangguk lalu mengeluarkan bukunya
"kita berteman ya mulai saat ini..." ucap Kinan sukses membuat Defan menoleh karena kaget
"aku gak punya temen selama ini,tapi aku yakin kamu gak nolak kan jadi temen aku.."
Defan cukup tertegun dengan ucapan gadis itu
"ke..kenapa?" tanya Defan penasaran
"apa lagi?karena aku jelek dan aku hanya gadis beasiswa.."
Defan membenarkan ucapan kinan,kinan jelek. Wajahnya kusam tanpa polesan make up kacamata bulat dan kawat gigi.
"gimana kita teman ya sekarang.."
Defan berfikir andai ia bisa menolaknya tapi jika orang dengan tampilan seperti Fano saja menolak bagaimana nanti perasaannya
"t..tentu..k..kita teman sekarang.."
Kinan tersenyum lebar menampilkan kawat giginya,matanya berbinar di balik kacamatanya sedikit membuat Defan terpesona
Defan menggeleng,bagaimana bisa mata Kinan membuatnya ikut tersenyum tadi
Merekapun memulai belajar saat dosen masuk ke kelasnya.
..............
Ayuna tersenyum haru melihat Farel tertawa bersama Raffa. Akhirnya putranya bisa merasakan bahagia bersama ayahnya. Sungguh Ayuna bersyukur bisa di pertemukan kembali dengan suaminya. Meski ia tak percaya awalnya jika Raffa benar-benar adalah Agung suaminya.
Bahkan Raffa sampai mengubah penampilannya seperti Agung demi meyakinkan Ayuna
"kita istirahat ya sayang..ayah capek.." ujar Raffa sambil merebahkan kepalanya di pangkuan Ayuna.
Mereka kini berada di rumah baru mereka bermain di kamar Farel
"ayah bobo..." ujar Ferel menunjuk Raffa
"ael bobo uga.." Farel menaiki tubuh Raffa dan berbaring di sana
"Yuna gak nyangka kalau Farel akan langsung lengket sama mas.."
"ya jelas..kan aku ayahnya..itu namanya ikatan batin sayang.."
"tapi kenapa waktu itu Farel langsung panggil mas Ayah?"
"hmm..kamu tau bunda sering mengajaknya ke rumah,tadinya dia panggil Ayah aku ayah..sampai adikku si Defan nyangka Ayah selingkuh.."
"a..aapa.."
Raffa terkekeh.."itu cuma gurauan sayang..itu karena kata bunda Farel sangat mirip dengan mas waktu kecil jadi Defan mikirnya Farel anak ayah.."
"k..kenapa mereka gak mikir kalau Farel anak mas Raffa."
"karena mereka tau mas ini bukan pria yang suka main perempuan.."
Ayuna tersenyum simpul mendengar ucapan suaminya
"kenapa senyum gitu..?" goda Raffa menjawil hidung Ayuna
Dengan cepat Ayuna menggeleng.
Raffa mengusap pipi istrinya
"mas gak pernah pacaran sebelumnya,sama kamu aja mas langsung ngajak nikah kan.."
"t...tapi mas pasti pernah jatuh cinta kan..?" tanya Ayuna
Raffa melepaskan tangannya. Menarik nafasnya dalam,memejamkan matanya dan menghembuskan nafasnya perlahan
"mas pernah jatuh cinta kan?" tanya Ayuna lagi
Raffa membuka matanya menatap mata istrinya lekat
"pernah..."
Tangan Raffa meraih tengkuk Ayuna dan menariknya agar Ayuna menunduk lalu mengecup bibir istrinya itu
"aku jatuh cinta sama kamu.."
"ih maksud aku bukan aku mas tapi.."
"udah gak usah di bahas..tuh Farel udah bobok,mau pindahin ke kasur..mas mau ke kamar mandi.."
Ayuna menatap putranya yang ternyata memang sudah tertidur lalu mengangguk.
Dengan hati-hati Raffa bangkit dan merebahkan Farel ke kasurnya lalu menyelimutinya dan mengecup pipinya.
"mas mandi dulu ya..."
"iya mas,Yuna mau masak makan malam dulu.."
Tiba-tiba Raffa menarik Ayuna ke dalam pelukannya dan mengecup kepalanya
''aku mencintaimu"
Ayuna tersenyum dalam pelukan suaminya dan membalas pelukan Raffa
"Yuna juga cinta sama mas.."
Melepas pelukanya dan mencium bibir istrinya lembut" terima kasih sayang karena masih menungguku dan tetap menjaga cintamu.."
"udah ih..katanya mau mandi.."
Ayuna melepas pelukan suaminya dan keluar kamar menuju dapur
Memandang sendu punggung istrinya dan kembali menghela nafasnya dalam
'aku pernah jatuh cinta sebelumnya sebelum denganmu tapi itu sesuatu yang tak mungkin,aku bersyukur atas kecelakaan itu dan membuatku bertemu denganmu dan merasakan indahnya jatuh cinta pada seseorang yang tepat..' batin Raffa
.
Jangan-jangan Raffa.....?
.
Yuk tulis tebakan kalian di komen..
.
⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
@myAmymy
di bab berapa ya pembahasannya?
Lalu si pak adam cinta sama bu sifa, adik kandungnya sendiri?
Incess ya??
Soalnya yg ada raffanya pasti aku skip
Apa jangan3 siena bukan anak kandungnya pak adam?