NovelToon NovelToon
Hancur

Hancur

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:643.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: I'm Blue

Sebenarnya apa salahku sehingga mereka sangat membenciku, bahkan dia tega memperkosa ku dan terus membuatku menderita.

Aku ingin ingin bertanya pada mereka, tapi aku sama sekali tidak punya keberanian. Apakah hidupku akan terus begini. Lalu, bagaimana dengan janin yang ada di kandunganku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I'm Blue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Reuni Membawa Petaka.

Aku bersiap-siap untuk pergi ke acara reuni yang di adakan oleh temen-temen sekolahku. Ini bukan acara resmi yang di adakan oleh sekolah, tapi acara yang di buat sendiri oleh alumni.

Aku memakai gaun berwarna coklat yang di beli oleh Xavier. Semua baju dan barang yang di beli Xavier, entah mengapa bisa sangat cocok di tubuhku.

Nilam menjemputmu, setelah aku selesai bersiap-siap. Sebelum pergi Nilam menyapa ayah dan ibu tiriku terlebih dahulu. Mereka sangat ramah pada Nilam. Aku tidak pernah mendapat perilaku seperti itu, dari mereka.

"Tante Nilam pergi dulu ya," kata Nilam, lalu menyalami mereka dengan hormat.

Xavier juga turun dari lantai atas. Dia menghampiriku lalu berbisik.

"Ingat! Jadilah anak baik," katanya lalu mengelus kepalaku lembut.

Nilam juga mendekati Xavier, tapi malah di abaikan oleh laki-laki itu. Nilam tetap tersenyum dan terus mendekati Xavier.

"Kak kemaren aku lihat kakak loh."

"Masalah buat gw," kata Xavier ketus, membuat Nilam diam.

Ibu tiriku langsung menghampiri Nilam dan mengelus pundaknya lembut. Di belainya rambut Nilam dengan penuh kasih sayang.

"Jangan di masukan hati. Xavier memang dingin."

"Gak kok Tante. Kak Xavier itu baik kok."

"Yasudah kalau begitu berangkatlah."

Hatiku sakit sekali melihat ibu tiriku sangat baik pada Nilam. Aku tersenyum bisa mungkin. Aku tidak boleh iri, Nilam adalah sahabatku.

Aku dan Nilam, akhirnya berangkat ke tempat reunian. Dia terlihat gusar, entah apa yang di pikirkannya. Nilam beberapa kali melirikku seakan ingin mengatakan sesuatu tapi tidak jadi.

"Ada apa Nilam?" tanyaku pada akhirnya. Nilam menatapku dan dia nampak sedih.

"Aya. Kakakmu masih pacaran sama Arinda?"

"Iya. Mereka masih pacaran," hatiku tidak nyaman mengatakan ini.

"Pantesan kakakmu dingin sekali padaku."

"Jangan di pikirkan Nilam. Kak Xavier memang sifatnya dingin."

"Tapi, tadi dia gak dingin kok sama kamu."

"Mungkin perasaan mu saja. Lagian kamu bilang kami gak suka kak Xavier."

"Hehehehe, kakakmu tampan sekali sih."

Aku hanya tersenyum, Nilam ternyata sudah jatuh ke dalam pesona Xavier begitu dalam. Aku ingin menghentikannya, tapi bagaimana caranya?

Sesampainya di tempat reuni, Nilam langsung mengajakku untuk bergabung dengan teman-teman sekolahku dulu. Mereka menatapku kagum, mungkin mereka kagum dengan baju yang ku gunakan.

Banyak yang mendekati kami, tapi aku hanya tersenyum. Seperti biasa aku memilih tempat paling pojok untuk menyembunyikan diriku dari keramaian.

Mereka tidak banyak berubah. Masih saja pamer tenteng kehidupan nyaman mereka. Aku tidak ingin bergabung dengan orang yang seperti itu.

Selama acara sangat membosankan, Nilam tidak bersamaku. Dia bergabung dengan mereka dan aku tidak masalah, karena memang Nilam wanita yang cukup di sukai.

Seseorang memberiku minuman dengan terpaksa aku menerimanya. Aku mengenal orang ini, tapi tidak cukup dekat. Dia anak sebelah kelasku dulu.

"Sudah lama tidak bertemu. Kamu makin cantik ya," puji laki-laki itu. Aku hanya tersenyum.

"Kamu masih pendiam seperti dulu," katanya dan mamaksaku untuk menghabiskan minuman yang di berikannya.

Laki-laki itu pamit ke toilet sebentar. Aku bisa bernafas dengan lega. Aku tidak nyaman di sekitarnya. Kilatan matanya terlihat mencurigakan.

Tubuhku terasa sangat panas dan tidak nyaman. Aku juga menjadi lebih sensitif, apa yang terjadi padaku?

Aku segera bergegas mencari Nilam. Tubuhku sudah berkeringat dan jalanku sempoyongan. Aku mengigit bibirku dengan keras, entah kenapa aku sensitif hanya dengan bertabrakan dengan laki-laki.

"Kamu tidak apa-apa?" Tanya laki-laki asing itu. Aku segera menjauh darinya. Mendengar suaranya membuat tubuhku semakin berkeringat.

Aku sudah tidak tahan lagi. Tubuhku terasa panas dan gatal di bagian tertentu. Aku mencari Nilam, tapi tidak bertemu juga.

Aku hampir menangis, tubuhku tidak terkontrol. Hasrat seksualku tiba-tiba sangat tinggi.

Aku bekali-kali meminum air putih untuk mengurangi rasa panasku, tapi aku malah semakin merasa panas. Wajahku sudah memerah dan nafasku menjadi berat.

Aku melihat sesosok yang tidak asing mendekat. Aku tanpa pikir panjang langsung memeluknya.

"Kak badanku panas sekali," kataku dengan suara menggoda. Aku bahkan sama sekali tidak menyangka aku bisa seperti ini.

"Beg*," maki Xavier tapi dia tetap memapahku menuju mobilnya.

"Lo bahkan gak sadar udah di kasih obat perangs*ng."

Aku tidak peduli dengan ocehan Xavier. aku terus memeluknya erat tanpa malu. Aku juga mencuri lihat kearah lehernya, leher Xavier sangat menggoda. Aku tanpa sadar mengecup lehernya dan berkekeh, aku benar-benar tidak bisa mengendalikan diriku.

"Jangan disini," desisnya, saat aku mulai meraba perutnya.

Xavier memasukkanku ke dalam mobilnya dengan susah payah, karena aku terus menempel pada tubuhnya.

Aku benar-benar tidak dapat menahan hasratku. Aku ingin di sentuh. Xavier menahan tanganku yang meraba bagian bawahnya. Aku tidak peduli dan merengek padanya.

"Biar aku menyentuhnya," kataku dengan suara menggoda.

Xavier berhenti di sebuah hotel dan segera memebawaku ke sebuah kamar yang sangat mewah.

Di sinilah aku dan Xavier melepaskan hasrat kami yang menggebu-gebu. Tidak ada pemaksaan kali. Aku menikmati setiap perbuatan Xavier padaku, aku memasrahkan semuanya padanya. Aku menikmati perbuatan Xavier dan tidak merasa sakit sedikit pun.

Xavier bahkan keluar di dalam diriku berkali-kali. Aku tidak peduli, karena rasanya sungguh nikmat. Aku suka sentuhan xavier, aku suka ciuman Xavier, aku juga suka setiap kali bibir indah itu memberikan tanda kepemilikan di leher, dada, atau di payudaraku.

Xavier menatapku dengan puas setelah selesai bercinta. Tubuh kami sama-sama di basahi oleh keringat, tapi kami tidak peduli.

Xavier merebahkan aku di dadanya. aku masih meraba-raba tubuhnya. Aku belum puas dengan sentuhan Xavier. Aku masih ingin bercinta dengannya.

"AH.......... Aku masih mau lagi kak," pintaku dengan suara menggoda.

"Dengan senang hati."

Aku dan Xavier kembali bercinta. Dia melakukan dengan sangat lembut, Xavier sangat memperhatikanku dan takut menyakitiku. Kami berciuman, menyalurkan semua kasih sayang yang ada tanpa berfikir akan hari esok.

Xavier mengecup keningku lembut saat mencapai puncaknya. Xavier keluar lagi dalam dirinya. Percintaan kami di tutup dengan kecupan hangat dari Xavier.

"Aku lelah ingin tidur," renggekku. Xavier menyelimuti tubuhku dan mengelap keringat yang membasahi wajahku.

"Aku suka desahan mu kak," Godaku. Xavier mengeram dan menggigit telingaku.

"Jangan menggodaku lagi, jika kamu masih ingin berjalan besok."

"Tapi aku benar-benar suka."

"Kamu bisa mendengarnya lain kali."

"Jangan jahat padaku. Jangan pukul aku."

"Jadilah anak baik."

Aku tersenyum dan mengangguk. Aku mencium bibir Xavier dan diapun membalas ciumanku.

"Obat perangsang ini cukup bagus. Aku tidak akan menghukum mu kali ini."

Mataku sangat berat dan tidak ingin apapun lagi selain tidur. Akhir nya aku terlelap di pelukan Xavier.

1
Zi-Ha
bodo kali tu cewek..
ngapain juga masih disitu...😡😡
Tatu Nadia
apa mungkin Aya hamil..hmm..
Tatu Nadia
kejam banget thor
Userr_Erorr
aneh ,, bilangnnyaxavier gk prnh bwa doi" sblumnya kermhnya,, tpi aya tau doi" xavier sblumnya,, n aya juga kn gk prnh kaluar rmh
Sri Suwarni
ini trlalu sadis cerita ny trustrang aja aku ngga suka cerita yg begini maaf
Sumarni Aurellia
kk kpn d lanjutin ceritanya🥺
Sumarni Aurellia
kk kpn d lanjut ceritanya🤔😔
wong_oseng
ini hiatus kah ?
Ira Wati
lanjut
wong_oseng
novel ini apakah sdh hiatus ya....
Tramitra Wisadi
hmmmm
warnita meridiana
lanjut thot
Nining Rahayu
kalo bacanya di loncat2 ga bakal faham ini mah...😁😁😁
Rina Tyas
Thor bukannya Aya panggilnya bunda, k' mama
Rina Tyas
suka thor
Rina Tyas
lanjut kakak
Rina Tyas
semangat ya thor
Rina Tyas
iya kak AQ suka critanya
Suyati Lihawa
kapan lanjutnya thor kok lama sekali ditunggu ya tks
Emma_ku
melotot kn loh..
hahahah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!