NovelToon NovelToon
Mekanik Rongsokan Menaklukkan Galaksi

Mekanik Rongsokan Menaklukkan Galaksi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Ketika langit malam berkedip dan suara mekanis yang dingin bergema di benak miliaran manusia, Bumi tidak lagi sama. Kiamat tidak datang membawa api dari neraka atau wabah mematikan, melainkan sebuah layar biru transparan yang melayang di udara.
​Era damai telah dihancurkan oleh "Sistem". Manusia secara paksa ditarik ke dalam arena kelangsungan hidup semesta, di mana monster bermunculan dari bayang-bayang dan hukum rimba menjadi satu-satunya aturan. Beradaptasi, berevolusi, atau mati.
​Yudha, seorang mekanik penyendiri yang lebih nyaman berbicara dengan mesin daripada manusia, secara tidak sengaja meretas anomali sesaat sebelum kiamat dimulai. Berkat sebuah kubus hitam misterius yang ia temukan di pasar loak, Sistem salah mengidentifikasinya dan memberikannya kelas yang belum pernah tercatat dalam sejarah integrasi: Mekanik Kosmik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Hierarki Sekte dan Nafas Inti

​Bau anyir darah merendam jalan aspal di depan gerbang baja Tatanan Besi Hitam, namun tidak ada satu pun pekerja yang mengeluh. Di bawah langit sore yang mulai meredup, puluhan orang bekerja dengan semangat yang membara.

​Bara memimpin kelompok pekerja kasar, menggunakan tambang baja dan tuas katrol rakitan untuk menyeret bangkai beruang Tingkat 5 masuk ke dalam halaman pabrik. Di sudut lain, Arya dengan cermat mencatat ratusan kristal energi yang berhasil dipanen dari bangkai-bangkai monster kecil.

​Ini bukan sekadar bertahan hidup; ini adalah kekayaan yang melimpah ruah. Di luar sana, orang-orang saling menggorok leher demi satu kristal kotor, sementara di sini, mereka menyapunya layaknya kerikil jalanan.

​Yudha berdiri di atas balkon lantai dua bangunan bengkel, menatap halaman bawah dengan tenang. Atribut Kecerdasannya yang tinggi memungkinkannya memproses jumlah rampasan perang hanya dengan satu kali pandangan.

​Rampasan Tingkat Rendah: 412 Kristal Energi (Tingkat 2 dan 3)

​Rampasan Tingkat Menengah: 45 Kristal Energi (Tingkat 4)

​Rampasan Pemimpin: 1 Inti Energi Batu Darah (Tingkat 5)

​Material: Berton-ton daging mutan yang bisa dikonsumsi (setelah dimurnikan oleh Sistem) dan material zirah tulang/batu.

​Yudha memanggil layar antarmukanya. Ia memiliki 10 Poin Atribut Bebas dari kenaikan Tingkat 6. Mengingat musuh-musuh di depannya akan semakin mengandalkan pertahanan zirah alami yang tebal dan serangan elemen, ia memutuskan untuk menyeimbangkan fondasi fisiknya sebelum meningkatkan otaknya lebih jauh.

​"Sistem, alokasikan 5 poin ke Kekuatan, dan 5 poin ke Agilitas."

​[Distribusi poin dikonfirmasi.]

[Kekuatan: 17 -> 22]

[Agilitas: 17 -> 22]

​Sensasi hangat seketika menyelimuti otot-ototnya. Tulangnya berderak pelan, memadat dan mengeras. Otot di balik jubahnya tidak membesar secara berlebihan, melainkan menjadi seringkas dan sekuat kabel baja tegangan tinggi. Dengan atribut fisik yang kini rata-rata melampaui dua kali lipat batas maksimal manusia normal, Yudha yakin ia bisa menghindari dan membalas serangan entitas Tingkat 6 dengan tangan kosong.

​"Ketua," sebuah suara menyela dari bawah balkon.

​Lin Tian dan Lin Chen berdiri tegap di sana. Pakaian mereka terkena percikan darah, namun postur mereka memancarkan ketenangan yang tajam, layaknya pedang yang baru saja diasah.

​Yudha melompat turun dari balkon setinggi enam meter itu, mendarat tanpa mengeluarkan suara sedikit pun, memperlihatkan kendali Agilitasnya yang baru.

​"Kalian tidak mengecewakanku hari ini," ucap Yudha seraya berjalan mendekati mereka. Ia menunjuk ke arah ratusan kristal energi yang sedang dikumpulkan. "Namun, pertarungan fisik murni memiliki batasan. Monster tingkat tinggi akan semakin tebal, dan manusia dari fraksi lain akan menggunakan kemampuan Sistem yang tidak masuk akal."

​Yudha berhenti tepat di depan kedua bersaudara itu. Pandangannya menajam.

​"Mulai hari ini, Tatanan Besi Hitam tidak akan lagi beroperasi seperti kelompok penyintas biasa. Kita akan menerapkan hierarki mutlak layaknya sebuah sekte bela diri kuno. Kalian berdua memegang posisi Tetua Penegak Hukum sekaligus Murid Inti. Bara dan kelompok pertahanannya adalah Murid Luar. Sisanya adalah pelayan sekte."

​Lin Tian dan Lin Chen menelan ludah. Mendengar kata sekte, darah bela diri di dalam tubuh mereka mendidih. Itu adalah tatanan impian para petarung, di mana kekuatan dan pemahaman adalah satu-satunya mata uang yang berlaku.

​"Di dalam sebuah sekte, kekuatan tidak diberikan secara cuma-cuma, melainkan dibina," lanjut Yudha. Ia merogoh sakunya, melemparkan masing-masing dua kristal Tingkat 4 kepada Lin Tian dan Lin Chen.

​"Menyerap energi Sistem secara mentah hanya akan membuat otot kalian membesar, tapi tenaga kalian akan cepat terkuras. Gunakan metode pernapasan kuno kalian. Anggap energi di dalam kristal ini sebagai Qi atau tenaga dalam murni. Alirkan ke pusat perut kalian, putar melalui jalur urat nadi, dan padatkan sebelum membiarkannya menyatu dengan tulang."

​Mata Lin Tian berbinar terang. Penjelasan Yudha terasa seperti kunci pencerahan yang selama ini ia cari. "Memadatkan energi menjadi Qi murni... Jika kami berhasil, tenaga kami tidak akan pernah habis saat bertarung, dan daya hancur senjata kami akan berlipat ganda!"

​"Tepat," Yudha mengangguk dingin. "Jangan keluar dari barak kalian sebelum kalian berhasil memadatkan aliran energi itu. Aku ingin kalian menembus Tingkat 4 dalam tiga hari. Dunia di luar tembok ini sedang menyusun ulang kekuatannya, dan kita harus selalu selangkah di depan."

​"Kami akan mempertaruhkan nyawa untuk mencapainya, Ketua!" Lin bersaudara menangkupkan tangan, membungkuk sangat dalam, lalu segera undur diri menuju ruang latihan mereka dengan wajah penuh antusiasme.

​Setelah memastikan hierarki dan perkembangan pasukan intinya berjalan, Yudha kembali berjalan menuju bangunan bengkel utama. Kumbang Baja Pengangkut masih tertidur di sudut ruangan, sementara Inti Pengendali Wilayah di tengah ruangan memancarkan cahaya keemasan yang menenangkan.

​Yudha duduk bersila di depan meja kerjanya. Ia meletakkan Inti Energi Batu Darah yang ia cabut dari beruang raksasa tadi ke atas meja. Benda itu masih berdenyut layaknya jantung hidup, memancarkan hawa panas dan aura yang sangat berat.

​"Pertahanan kita sudah mutlak, daya angkut sudah terpenuhi, dan pasukan inti sedang berkembang," gumam Yudha pada dirinya sendiri, menyentuh batu merah tersebut. "Tapi aku masih belum memiliki daya tembak area yang mematikan jika harus menyerang markas lawan."

​Daya Komputasi Yudha berdengung di angka 250. Ia memejamkan matanya, memanggil daftar cetak biru yang bisa diciptakan menggunakan material monster jenis zirah batu dan inti tipe ledakan fisik.

​[Menganalisis material: Inti Batu Darah (Tingkat 5), Serpihan Tulang Kepadatan Tinggi, Baja Padat, Lilitan Tembaga.]

[Kecocokan Cetak Biru Ditemukan: Meriam Genggam Penghancur Formasi (Peringkat Menengah - Atas)]

[Biaya Perakitan: 200 Daya Komputasi.]

​Senyum tipis yang mematikan mengembang di wajah Yudha. Sebuah senjata artileri berat yang bisa digenggam dengan satu tangan. Itulah yang ia butuhkan untuk menghancurkan tembok fraksi musuh dalam satu kali serangan.

​Sementara Yudha tenggelam dalam perakitan senjatanya di bawah pendaran cahaya biru, ratusan kilometer dari sana, gelombang kejut dari keberhasilan Tatanan Besi Hitam telah mencapai telinga para penguasa lain.

​[Pusat Kota - Markas Fraksi Serikat Langit Putih]

​Di dalam sebuah gedung pencakar langit yang lantai tertingginya masih utuh, seorang pria berpakaian serba putih berdiri menatap Papan Peringkat Wilayah melalui layar Sistemnya. Nama 'Dirgantara' bertengger di puncak peringkat individu, namun raut wajahnya dipenuhi amarah yang tertahan.

​"Tatanan Besi Hitam... Yudha," desis Dirgantara. Tangan kanannya yang memancarkan energi badai meremukkan gelas anggur hingga menjadi debu kaca. "Kita kehilangan puluhan petarung terbaik di reruntuhan itu, hanya untuk mengetahui bahwa inti wilayahnya telah dicuri dari bawah tanah."

​Di belakangnya, seorang bawahan berlutut gemetar. "Ketua Dirgantara, pengintai kita melaporkan bahwa gelombang lima ratus monster yang menyerang pinggiran barat kota siang tadi... telah musnah sepenuhnya. Dan mereka melihat kilatan energi keemasan dari arah pabrik baja di wilayah tersebut."

​Dirgantara berbalik, matanya berkilat penuh ambisi. "Sekte kecil yang bersembunyi di pabrik rongsokan berani mengklaim Inti Tingkat Epik? Mereka terlalu rakus untuk ukuran perut mereka."

​Ia berjalan menuju jendela kaca yang pecah, menatap ke arah barat tempat matahari terbenam.

​"Kumpulkan seluruh pasukan elit Tingkat 4. Besok, Serikat Langit Putih akan melakukan ekspansi wilayah. Kita akan menghancurkan tembok baja mereka, membantai seluruh pengikutnya, dan merebut takhta itu dari tangan sang Mekanik Anomali."

1
REY ASMODEUS
lanjut thor
Aisyah Suyuti
good
REY ASMODEUS
karya ini menarik untuk dinanti kelanjutannya. petualangan di dunia apocalipse sungguh membawa aroma baru untuk kalian yang haus ketegangan dan pertempuran epik. 10 Jempol untuk karya terbarumu othor badhot
REY ASMODEUS: othornya salh 🤣🤣🤣. othor bhodat
total 1 replies
REY ASMODEUS
i like it
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!