NovelToon NovelToon
Legenda Mutiara Yin-Yang Primordial

Legenda Mutiara Yin-Yang Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bahari

Tiga tahun lalu, Lin Tian adalah jenius nomor satu di Kota Daun Merah sebelum takdir menghancurkan seluruh meridiannya. Menjadi sampah yang diinjak-injak semua orang tidak membuat pemuda ini menyerah pada nasib buruknya.
Keberuntungan berubah saat darahnya membangkitkan Mutiara Yin-Yang Primordial, pusaka kuno yang menyimpan jiwa Permaisuri Iblis seksi bernama Yue Chan. Di bawah bimbingan sang permaisuri, Lin Tian memulai jalan kultivasi ekstrem melalui pembantaian dan kultivasi ganda.
Dia bukan pahlawan suci, melainkan kultivator bermuka tebal yang sangat realistis. Jika musuh terlalu kuat, dia akan melarikan diri, menyebarkan racun, atau menikam dari belakang.
Namun, siapa pun yang berani menyentuh wanitanya akan menghadapi pembalasan paling kejam. Saksikan kisah Lin Tian menghancurkan surga dan menjadi penguasa tertinggi alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Keajaiban di Dasar Jurang

​BRAAKK!

​Suara benturan fisik yang sangat keras menggema memecah keheningan absolut di dasar Jurang Kematian malam itu. Ribuan serpihan debu dan daun kering berhamburan ke udara akibat hantaman benda jatuh dari langit.

​Tubuh Lin Tian terpental beberapa meter ke depan sebelum akhirnya berhenti berguling di atas permukaan empuk. Aroma apak dari tumpukan jerami purba langsung menyergap masuk ke dalam rongga penciumannya yang berdarah.

​Rasa sakit yang luar biasa seolah merobek setiap inci serat otot di area punggung bidangnya. Pemuda itu memuntahkan seteguk darah hitam pekat yang langsung menodai dedaunan di bawah tubuhnya.

​'Aku masih hidup bernapas dan belum hancur berkeping-keping di dasar tempat terkutuk ini.' Lin Tian membuka matanya perlahan menembus kegelapan pekat.

​Dia memaksakan kedua lengannya yang mati rasa untuk menopang sisa berat badannya agar bisa bangkit. Suara derit tulang persendiannya terdengar sangat memprihatinkan di tengah sunyinya dasar jurang tersebut.

​Pemuda itu tidak mempedulikan luka parahnya dan langsung meraba area di sekitarnya dengan gerakan cepat. Tangannya akhirnya menyentuh kain basah pelayan yang menutupi tubuh mungil Su-er.

​Lin Tian menarik napas lega saat telapak tangannya merasakan ritme detak jantung gadis itu masih berdegup stabil. Su-er hanya kehilangan kesadaran akibat kelelahan ekstrem dan tekanan gaya gravitasi yang menghantam mereka.

​Dia mulai mengamati tempat pendaratan ajaib yang baru saja menyelamatkan nyawa mereka berdua secara kebetulan. Tempat ini sama sekali bukan dataran berbatu tajam seperti yang diceritakan dalam legenda kota.

​Mereka berdua ternyata mendarat tepat di atas sebuah sarang burung purba yang berukuran sangat raksasa. Sarang ini tersusun dari anyaman dahan pohon baja dan dedaunan spiritual yang telah mengeras.

​Setiap helai jerami penyusun sarang ini memiliki tingkat ketebalan sebesar lengan pria dewasa normal. Permukaannya ditumbuhi lumut bercahaya biru redup yang memberikan sedikit sumber penerangan alami bagi mata.

​Bulu-bulu burung berwarna emas gelap berserakan menutupi lantai dasar sarang laksana karpet yang sangat tebal. Bantalan bulu spiritual inilah yang baru saja menyelamatkan tulang belulang mereka dari kehancuran mutlak.

​Lin Tian mencabut sehelai bulu emas itu dan langsung merasakan aura tekanan buas yang masih tersisa. Bahkan sehelai bulu mati ini masih menyimpan jejak energi dari seekor monster penguasa langit.

​'Ini adalah sarang peninggalan dari Elang Badai Sayap Emas yang sudah lama bermigrasi.' Suara Yue Chan terdengar menggema di dalam benak Lin Tian dengan nada yang sangat tenang.

​'Monster raksasa itu memiliki kebiasaan insting untuk mengumpulkan benda-benda spiritual di sekitar area sarangnya.' Permaisuri iblis itu memberikan petunjuk berharga kepada Lin Tian untuk mulai mengeksplorasi tempat tersebut.

​Lin Tian menganggukkan kepalanya pelan menanggapi informasi berharga dari jiwa kuno di dalam tubuhnya itu. Dia menyadari bahwa setiap tempat mematikan selalu menyembunyikan peluang kehidupan yang setimpal.

​Pemuda itu tidak langsung bergerak melainkan duduk bersila untuk menstabilkan kondisi luka luarnya terlebih dahulu. Dia memutar teknik pernapasan mutiara iblis untuk menekan rasa sakit dari sistem saraf pusatnya.

​Darah segar perlahan berhenti mengalir dari dua lubang sayatan panah di punggungnya dalam hitungan puluhan napas. Kondisi fisiknya masih sangat lemah namun setidaknya ancaman pendarahan fatal berhasil dia atasi sementara.

​Setelah memastikan tubuhnya bisa diajak bergerak tegak, Lin Tian perlahan berdiri menumpu pada pedang beratnya. Dia mengangkat tubuh mungil Su-er dengan sangat hati-hati dan membaringkannya di sudut sarang teraman.

​Dia menutupi tubuh gadis kecil itu menggunakan sisa jubah kering yang masih tersimpan di cincin ruangnya. Tangan kanannya kemudian mencengkeram erat gagang Pedang Berat Hitam untuk memulai langkah penjelajahan.

​Lin Tian melangkah tanpa suara menyusuri batas tepi sarang burung purba yang membentang seluas lapangan. Indra spiritualnya disebar hingga batas maksimal untuk mendeteksi setiap anomali aliran energi di sekitarnya.

​Ujung sarang raksasa ini ternyata terhubung langsung dengan sebuah mulut gua di dinding tebing jurang. Mulut gua itu memancarkan hawa dingin yang pekat namun secara paradoks dipenuhi fluktuasi energi murni.

​Tanpa sedikit pun keraguan di hatinya, pemuda itu melangkah masuk ke dalam lorong gua gelap tersebut. Setiap langkah kakinya sangat terukur dan tidak menimbulkan satu pun suara gesekan di lantai batu.

​Dinding gua purba ini dipenuhi oleh bebatuan kristal stalaktit yang memancarkan pendar cahaya perak alami. Tetesan air dari ujung stalaktit jatuh menimpa lantai gua menciptakan melodi alam yang menenangkan jiwa.

​TRINGG!

​Suara tetesan air itu bergema lembut seolah mencuci bersih hawa pembunuhan kotor di dalam benak Lin Tian. Dia terus berjalan lebih dalam mengikuti tarikan sumber energi spiritual yang semakin menguat tajam.

​Semakin dalam dia melangkah masuk, suhu udara di sekitarnya secara aneh justru terasa semakin menghangat. Padahal menurut hukum alam biasa, dasar jurang terdalam akan selalu memiliki suhu beku yang mematikan.

​Sebuah ruangan batu alami berbentuk kubah raksasa akhirnya terbuka lebar di ujung lorong sempit tersebut. Pemandangan di dalam ruangan ini membuat langkah kaki pemuda yang selalu tenang itu terhenti seketika.

​Tepat di pusat ruangan kubah itu terdapat sebuah kolam batu alami berukuran lima meter persegi. Kolam tersebut dipenuhi cairan berwarna seputih susu yang terus mengeluarkan kepulan uap energi tipis.

​Aroma wangi yang sangat menyegarkan sistem pernapasan langsung menyeruak masuk ke dalam hidung Lin Tian. Aroma ini berasal dari proses kondensasi tetesan energi alam selama ribuan tahun tanpa campur tangan manusia.

​“Kolam spiritual murni yang tercipta dari kumpulan embun esensi bumi.” Lin Tian bergumam pelan dengan sepasang mata yang membelalak lebar memandangi harta karun alam tersebut.

​Cairan di dalam kolam ini bukanlah air tanah biasa melainkan bentuk cair dari energi spiritual murni. Satu tetes air dari kolam surgawi ini setara dengan ratusan pil Pengumpulan Qi di dunia luar.

​'Keberuntunganmu memang sangat tidak masuk akal untuk ukuran seorang anak fana dari kota terpencil.' Yue Chan memberikan komentar bernada takjub melihat temuan sumber daya kultivasi tanpa batas tersebut.

​'Segera gunakan kolam ini untuk memurnikan sumsum tulangmu dan menghapus seluruh racun sisa di meridianmu.' Permaisuri iblis itu langsung memberikan instruksi kultivasi tingkat tinggi yang paling optimal bagi Lin Tian.

​Pemuda itu tidak membuang waktu satu detik pun untuk sekadar merenungi takdir baiknya malam itu. Dia segera melucuti seluruh sisa pakaian compang-camping basah yang menempel di tubuh penuh lukanya.

​Tubuh atletis Lin Tian yang dipenuhi puluhan bekas cambukan masa lalu melangkah perlahan ke dalam kolam. Suhu cairan spiritual itu terasa sangat hangat menembus kulit bagaikan pelukan energi kehidupan abadi.

​BYUURRR!

​Tepat saat tubuhnya tenggelam sebatas dada, rasa sakit yang sangat brutal meledak menyerang seluruh meridiannya. Energi spiritual padat itu masuk secara paksa melalui setiap pori-pori kulitnya tanpa belas kasihan.

​Lin Tian menggigit bibir bawahnya keras-keras hingga berdarah untuk menahan jeritan penderitaannya agar tidak pecah. Cairan kolam ini sedang mengikis sel-sel daging rusaknya dan merajut ulang jaringan otot yang baru.

​Luka tembus menghitam di bahu dan punggungnya mulai mengeluarkan asap berbau busuk yang sangat menyengat. Racun sisa anak panah baja kapten pembunuh itu sedang dibakar habis oleh kemurnian energi Yang.

​Pembuluh darah di seluruh permukaan kulit Lin Tian menonjol keluar memancarkan pendar cahaya berwarna keemasan. Otot-ototnya terus berkedut liar merespons proses kelahiran kembali daging yang sangat menyiksa kewarasan tersebut.

​'Jangan pernah menahan aliran energinya di dada, biarkan arus itu menabrak dan menghancurkan penghalang meridianmu!' Suara Yue Chan kembali menggema memandu proses penyembuhan kritis di dalam lautan kesadaran jiwa pemuda itu.

​Lin Tian mengosongkan seluruh beban emosi pikirannya dan membiarkan tubuhnya menjadi wadah tampung yang pasif. Dia memutar metode mutiara iblis hitam untuk menarik lebih banyak cairan energi ke dalam pusat dantiannya.

​Pusaran air skala kecil mulai terbentuk mengelilingi tubuh Lin Tian yang sedang duduk bersila tegak. Mutiara primordial hitam di dalam pusar perutnya berputar dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

​Energi cairan putih dari kolam itu ditelan habis oleh mutiara hitam lalu dimurnikan menjadi qi murni. Qi esensi tersebut kemudian disemburkan kembali untuk memperlebar jalur sirkulasi spiritual di seluruh tubuh.

​Suara retakan pelan mulai terdengar ritmis dari dalam susunan kerangka tulang rusuk pemuda fana tersebut. Sumsum tulangnya sedang mengalami tahapan pencucian kotoran duniawi untuk mencapai tingkat ketahanan struktur baja.

​Rasa gatal luar biasa yang amat menyiksa perlahan merayap dari dalam tulang menuju ke permukaan luar kulit. Lin Tian hanya bisa mengepalkan telapak tangannya di bawah air untuk menyalurkan siksaan neurologis ini.

​Lapisan lendir kotoran berwarna hitam pekat dan berbau amis perlahan merembes keluar dari pori-pori kulitnya. Lendir kotoran itu adalah racun bawaan fana dan sisa residu pil medis yang selama ini mengendap.

​Air kolam yang semula berwarna seputih susu mulai memudar perlahan menjadi bening seiring berjalannya waktu. Seluruh esensi energi ratusan tahun di tempat rahasia ini sedang dihisap sangat rakus oleh satu orang.

​Lin Tian bisa merasakan batas penghalang kultivasi tingkat akhirnya mulai menipis laksana selembar kertas basah. Dia memusatkan seluruh dorongan qi elemen barunya untuk menabrak dinding batas ranah spiritual tersebut.

​BBOOOMMM!

​Sebuah ledakan energi tertahan bergema dari dalam dantian Lin Tian menciptakan gelombang kejut di udara. Pusaran air di dalam kolam langsung terhempas kuat menghantam dinding kubah gua batu secara menyebar.

​Ranah kultivasinya akhirnya berhasil menembus sempurna ke tingkat Pengumpulan Qi puncak tanpa ada cacat sedikit pun. Aliran qi di tubuhnya kini terasa sepuluh kali lipat lebih padat dan bergerak jauh lebih buas.

​Lin Tian perlahan membuka sepasang matanya yang kini memancarkan kilatan aura setajam bilah pedang pusaka. Seluruh rasa lelah dan sisa penderitaan fisik dari malam pembantaian sebelumnya telah lenyap tanpa bekas.

​Kulitnya kini terlihat lebih cerah namun memancarkan sebuah ketahanan fisik yang setara dengan logam pertahanan langka. Luka mematikan di punggung bidangnya telah menutup rapi hanya menyisakan bekas garis luka tipis.

​Dia melangkah santai keluar dari dalam kolam batu yang kini hanya berisi genangan air bening biasa. Setiap langkah kakinya memancarkan aura dominasi mutlak yang tidak bisa disembunyikan oleh usianya yang muda.

​Pemuda itu mengambil jubah ganti cadangan berwarna hitam dari dalam cincin ruangnya lalu mengenakannya dengan tenang. Dia mengikat sebagian rambut hitam panjangnya ke belakang menggunakan seutas pita kain sutra abu-abu.

​Lin Tian mengambil Pedang Berat Hitam kesayangannya lalu mengayunkannya ke arah ruang kosong di depannya. Kecepatan ayunan lengannya kini jauh lebih mengerikan hingga membelah molekul udara di sekitar bilahnya.

​ZRRTTT!

​Ruang di depannya seolah terpotong menjadi dua bagian oleh tekanan murni dari kekuatan otot lengannya. Lin Tian mengangguk puas merasakan integrasi yang sangat sempurna antara aliran qi dan ketahanan daging barunya.

​'Sekarang kamu sudah memiliki modal dasar yang cukup pantas untuk merangkak kembali ke dunia atas.' Yue Chan tertawa pelan menyadari lompatan potensi mengerikan yang baru saja dicapai oleh tubuh inangnya.

​Lin Tian menyarungkan kembali pedang berat itu ke punggungnya dengan ekspresi wajah yang selalu datar. Sepasang matanya menatap tajam menembus lorong gua seolah pandangannya menembus tebing untuk melihat seisi kota.

​“Klan Zhao, Wang Teng, dan seluruh anjing sekte yang malam itu berani menumpahkan darah keluargaku.” Pemuda itu berbisik pelan dengan nada suara yang mampu membekukan sisa air menetes di bebatuan.

​“Kalian hanya perlu menunggu aku merangkak keluar dari neraka ini untuk menagih setiap keping nyawa kalian.” Sumpah pembalasan dendam absolut itu kembali terpatri lebih kuat di dalam jiwa pemuda yang terlahir kembali ini.

​Lin Tian membalikkan badannya berniat kembali ke arah sarang tempat Su-er sedang tertidur lelap memulihkan diri. Namun pergerakan langkah kakinya seketika terhenti saat indra penciumannya menangkap sebuah anomali aroma baru.

​Aroma wangi dedaunan herbal spiritual ini sangat berbeda dengan aroma air kolam murni yang baru diserapnya. Wangi ini membawa hembusan hawa dingin ekstrem yang bahkan mampu membekukan genangan air di lantai.

​Dia memalingkan wajahnya menatap ke arah ujung lorong lain yang tersembunyi di balik pilar stalaktit. Asal mula hawa dingin beraroma herbal ini mengalir deras dari celah sempit yang tidak tersentuh cahaya.

​Insting berburu dan rasa penasaran kuat membuat Lin Tian memutar arah langkah kakinya menuju celah tersebut. Dia diam-diam memadatkan pelindung qi di permukaan kulitnya untuk menangkal segala potensi serangan mendadak musuh.

​Semakin jauh dia melangkah masuk menyusuri lorong baru itu, kristal es mulai terlihat menutupi dinding batu. Suhu udara anjlok dengan sangat drastis hingga jauh berada di bawah titik beku air normal.

​Napas Lin Tian berubah menjadi kepulan kabut putih tebal setiap kali dia mengembuskan udara dari paru-parunya. Dia terpaksa memutar sirkulasi qi api di meridiannya agar aliran darahnya tidak berhenti membeku mendadak.

​Sebuah pintu batu alami yang dilapisi bongkahan es tebal menghalangi ujung lorong sempit tersebut tanpa celah. Pintu beku ini tidak memiliki ukiran aksara apa pun namun memancarkan fluktuasi formasi perlindungan tingkat tinggi.

​'Ini sama sekali bukan fenomena alam melainkan jejak buatan tangan seorang kultivator manusia tingkat tinggi.' Lin Tian menyipitkan matanya menganalisis struktur aliran energi tidak kasatmata di permukaan pintu es tersebut.

​'Pasti ada seseorang yang sedang mengurung diri atau menyembunyikan pusaka di balik pintu ruang batu ini.' Otak rasional Lin Tian bekerja cepat mempertimbangkan segala kemungkinan risiko kematian dan keuntungan di depan mata.

​Pemuda itu perlahan meletakkan telapak tangan kanannya ke atas permukaan bongkahan es yang sangat padat tersebut. Dia berniat meminjam kekuatan mutiara iblisnya untuk menyerap paksa energi formasi pembeku ini secara diam-diam.

​Tiba-tiba pintu batu es itu bergetar hebat dari dalam dan mulai memunculkan pola retakan jaring laba-laba. Suara desisan udara dingin yang bocor keluar menyerang gendang telinga Lin Tian laksana ribuan jarum tajam.

​BBOOOMMM!

​Pintu es itu meledak hancur berkeping-keping ke arah luar akibat dorongan fluktuasi energi dari arah dalam. Lin Tian langsung menyilangkan kedua lengannya di depan wajah untuk menahan terjangan proyektil bongkahan batu es.

​Gelombang tekanan hawa dingin absolut menyapu dada pemuda itu hingga mendorongnya mundur sejauh sepuluh langkah. Ujung rambut dan alis mata Lin Tian seketika memutih tertutup oleh lapisan embun beku sisa ledakan.

​Setelah badai debu es perlahan mereda turun, pandangan Lin Tian akhirnya bisa menembus masuk ke ruangan. Di tengah ruangan es tersebut, duduk seorang wanita yang kecantikannya mampu meruntuhkan kesadaran pria manapun.

​Wanita itu mengenakan gaun sutra panjang seputih salju yang sangat kontras dengan lingkungan kotor dasar jurang. Wajahnya begitu sempurna bagai pahatan surga dengan sepasang kelopak mata terpejam rapat menahan penderitaan ekstrem.

​Kulitnya yang seputih porselen mahal kini memancarkan semburat warna merah muda yang menandakan suhu tubuh tinggi. Suhu tubuh wanita ini secara paradoks menjadi sumber hawa dingin menyengat sekaligus memancarkan panas yang memabukkan.

​Di area leher putih jenjangnya, terdapat dua lubang bekas gigitan hitam yang terus menyebarkan jaring racun. Garis-garis racun kemerahan itu merayap naik menuju pipinya membawa efek siksaan yang merusak fondasi jiwa.

​'Racun Ular Naga Api, ini adalah racun afrodisiak paling mematikan dan langka di seluruh wilayah benua.' Suara Yue Chan terdengar sedikit terkejut sekaligus menyimpan nada geli yang sulit disembunyikan olehnya.

​Lin Tian menatap wanita sekarat itu dengan tingkat kewaspadaan absolut yang terpusat di seluruh ototnya. Dia bisa merasakan secara jelas bahwa kekuatan fluktuasi wanita ini melampaui jauh batas ranah Pembentukan Inti.

​Wanita cantik berpakaian putih itu tiba-tiba membuka sepasang matanya yang berwarna biru sebening kristal es samudra. Sorot mata itu menatap langsung ke arah posisi Lin Tian dengan tatapan kosong namun sangat buas.

​Udara di dalam ruangan batu es itu mendadak menjadi sangat kental dan mustahil untuk dihirup normal. Niat membunuh murni yang bercampur aduk dengan gelombang hawa nafsu meledak menekan dada Lin Tian.

​Ini adalah langkah awal dari sebuah pertemuan takdir yang sama sekali tidak pernah direncanakan oleh surga. Dasar Jurang Kematian tidak hanya memberikan Lin Tian keajaiban hidup melainkan juga sebuah ujian kewarasan baru.

​Sudut bibir Lin Tian berkedut pelan melihat aura tekanan energi yang sangat tidak rasional di depannya. Dia mulai berpikir sinis bahwa melompat dari atas tebing mungkin adalah pilihan yang terlalu terburu-buru.

......................

......................

......................

​Catatan Penulis:

Panduan Tingkat Kultivasi di Alam Fana (Alam Rendah)

​Di alam fana tempat cerita ini berlangsung, jalan spiritual terbagi menjadi enam tingkatan besar yang pasti. Setiap satu tingkatan besar tersebut memiliki sembilan lapisan kecil yang harus dilewati secara bertahap oleh kultivator.

1.​ Ranah Pengumpulan Qi (Qi Gathering)

Fase awal menyerap energi alam semesta ke dalam tubuh fisik untuk memperkuat batas kemampuan dasar manusia. Mencapai puncak ranah ini tidak akan menambah umur alami namun memberikan kekebalan mutlak dari penyakit fana. Manusia fana yang mencapai tahap ini memiliki batas usia maksimal 100 tahun.

2. ​Ranah Pembangunan Fondasi (Foundation Establishment)

Proses memadatkan qi bentuk gas menjadi tetesan cairan murni di pusat dantian seorang praktisi bela diri. Pada tahap ini kultivator mulai bisa memanipulasi energi elemen dan mampu melayang atau terbang di udara. Tambahan Umur: Mencapai batas usia maksimal 200 tahun di dunia fana.

3. ​Ranah Pembentukan Inti (Core Formation)

Proses panjang mengkristalkan energi cair dantian menjadi sebuah inti emas yang berwujud sangat padat dan keras. Kekuatan fisik meningkat drastis dan mampu menggunakan seni bela diri ilusi serta manipulasi area tingkat tinggi. Tambahan Umur: Mencapai batas usia maksimal 500 tahun di dunia fana.

4. ​Ranah Jiwa Baru Lahir (Nascent Soul)

Inti emas hancur dan melahirkan jiwa roh kecil yang menyerupai bentuk fisik kultivator di dalam tubuh. Dapat bertahan hidup meskipun tubuh fisiknya hancur total asalkan jiwa kecil ini tidak ikut dimusnahkan. Tambahan Umur: Mencapai batas usia maksimal 1.000 tahun di dunia fana.

5. ​Ranah Transformasi Dewa (Deity Transformation)

Menyatu sempurna dengan hukum alam dan bisa menciptakan domain energi spasial milik sendiri secara instan. Sosok di tahap ini dianggap sebagai legenda abadi penguasa mutlak di wilayah benua fana mana pun. Tambahan Umur: Mencapai batas usia maksimal 3.000 tahun di dunia fana.

6. ​Ranah Kesengsaraan Surgawi (Heavenly Tribulation)

Tahap puncak mutlak alam fana di mana kultivator harus menahan sambaran petir hukuman dari kehendak langit. Jika berhasil melewati ujian petir, tubuh mereka akan dimurnikan dan bersiap naik menuju ke alam dewa. Tambahan Umur: Mencapai batas usia maksimal 10.000 ribu tahun sebelum diwajibkan paksa untuk naik dimensi.

​Tingkatan karakter saat ini: Kakek Lin Tian berada di ranah Pembangunan Fondasi puncak dengan teknik terlarang. Gu Tua adalah seorang kultivator ranah Pembentukan Inti awal yang menjadi pengawal elit faksi kota. Lin Tian baru saja menembus ranah Pengumpulan Qi tingkat sembilan puncak.

1
septian arista
bersikap dingin dan acuh tak acuh boleh saja
tapi ini kok aku rasa keterlaluan bersikap dingin kepada semuanya walaupun orang itu baik dan benar-benar setia kepada dia
septian arista
terlalu dingin
bahkan terhadap orang yang berbuat baik kepadanya
septian arista
bagus
tak perlu membuang-buang energi hanya untuk menyelamatkan orang yang pernah mencampakkanmu dan memandang rendah pada dirimu👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
MC nya kebanyakan makan, di ulang2 mulu membahas makan buah doang
Sutono jijien 1976 Sugeng
jurus petarung jalanan
Arinto Ario Triharyanto
harusnya kultivasi ganda dulu bentar biar tambah joss 🤭
Blue Manusia Biasa
terlalu sombong kau Lin Tian
Arinto Ario Triharyanto
demen dah kalo kultivasi ganda 😎
septian arista
trik yang sangat licik namun memberikan hasil yang sangat apik👍👍👍🤣🤣🤣
septian arista
habis sih sampai ke akarnya jangan Sisakan satupun👍👍👍
yos helmi
tiba2 kakek sakit ??? cerita mulai ngawur.. thor jgn terlalu tolol
Bahari: Iya, saya tolol. maapin ya🙏
total 1 replies
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!