Arthur Fabian Kell adalah vampir yang dianugerahi kekuatan terlarang dari Lucifer. Bukannya dipuja, ia justru dibenci oleh klannya sendiri dan ditolak oleh ayahnya, pemimpin Dark Moon.
Saat sang ibu mengorbankan nyawanya demi menyelamatkannya, Arthur berubah menjadi sosok kejam yang hidup hanya untuk membalas dendam. Untuk menyempurnakan kekuatan hitamnya, ia harus meminum darah manusia yang diberkahi.
Setelah berabad-abad menunggu, Arthur akhirnya bertemu Sonja, gadis yang memiliki darah tersebut. Namun, alih-alih membunuhnya, ia justru jatuh cinta.
Kini Arthur harus memilih, menyempurnakan dendamnya atau mempertahankan satu-satunya orang yang mampu menghidupkan kembali hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saasaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dunia Para Vampir
Wajah ketiga gadis dari bangsa manusia itu berubah pucat pasi. Tak ada lagi rona kehidupan yang tadi masih menghiasi wajah mereka. Jantung mereka berdetak begitu cepat, seolah hendak melompat keluar dari dada. Bahkan udara di dalam ruangan megah itu terasa begitu berat hingga sulit dihirup. Tak terkecuali Sonja.
Tubuh mungilnya bergetar pelan. Kedua tangannya saling menggenggam erat di atas pangkuan untuk menyembunyikan rasa takut yang terus menggerogoti dirinya. Namun, sekeras apa pun dia berusaha menenangkan diri, jemarinya tetap bergetar.
Di hadapan mereka, Pangeran Alex berdiri dengan wajah tenang. Suaranya terdengar datar, tetapi setiap kata yang keluar dari bibirnya terasa seperti vonis yang menghancurkan harapan. Dia menjelaskan tentang keberadaan Pangeran Kegelapan, penguasa vampir yang ditakuti seluruh ras malam. Sosok yang telah membantai begitu banyak nyawa demi menemukan seorang gadis terberkati.
"Telah lama dia mencari darah dari gadis terpilih untuk membangunkan kekuatan besarnya yang tertidur."
Tanpa sedikit pun menutupi kenyataan, Alex menjelaskan alasan mengapa mereka bertiga diculik dan dibawa ke rumah
besar itu. Ruangan mendadak terasa semakin dingin. Keheningan yang tercipta jauh lebih mengerikan daripada teriakan.
Alea terus memandangi Sonja tanpa berkedip. Sorot mata gadis vampir itu melembut saat melihat tubuh mungil manusia itu yang semakin gemetar setiap kali mendengar penjelasan sang pangeran. Dia sangat yakin bahwa kepala Sonja saat ini dipenuhi ribuan pertanyaan.
Kenapa aku?
Tatapan Sonja tampak kosong. Bibirnya sedikit terbuka, tetapi tak satu kata pun mampu keluar. Dunia yang selama ini dia kenal, runtuh hanya dalam beberapa menit. Tiba-tiba saja ia menjadi kandidat yang akan jadi tumbal para vampir.
"Hentikan tatapanmu pada gadis kecil itu, Lea. Kau membuatku cemburu." Bisikan lembut itu membuat Alea mengalihkan pandangannya. Di sampingnya, Elleanor menyunggingkan senyum tipis yang sulit diartikan.
"Sepertinya kau benar-benar tertarik padanya." Elleanor menghirup udara perlahan, seakan sedang menikmati sesuatu yang tak kasatmata. "Aroma darahnya, benar-benar menggoda. Manis, hangat, membuatku penasaran bagaimana rasanya." Tanpa sadar, ujung lidah Elleanor menjilat pelan bibirnya sendiri.
Ucapan itu membuat bulu kuduk Sonja, juga dua gadis lainnya, meremang. Meski tidak mendengar dengan jelas percakapan kedua vampir tersebut, tatapan lapar Elleanor sudah cukup membuat napas mereka tercekat.
Mereka sadar, di tempat ini, mereka bukan tamu. Mereka hanyalah manusia yang dikelilingi oleh para pemangsa.
"Kau terlalu berisik, Elle," ujar Alea dingin sambil melangkah menjauh.
Elleanor hanya terkekeh pelan. Tatapannya masih tertuju pada Sonja, seolah sedang menilai mangsa yang paling menarik di antara ketiga gadis itu.
Alea dapat merasakan tatapan sahabatnya yang penuh tanda tanya. Elleanor pasti menyadari perubahan sikapnya. Biasanya Alea tak pernah peduli pada apapun. Namun kali ini berbeda, ada dorongan aneh yang membuatnya ingin melindungi Sonja, meski dia sendiri tidak mengerti alasannya.
Sementara itu, Sonja masih berusaha mencerna setiap kalimat yang diucapkan Pangeran Alex. Semuanya terasa begitu mustahil.
Pangeran Kegelapan.
Gadis terberkati.
Semua itu terdengar seperti kisah dalam buku dongeng. Namun, dinginnya ruangan ini, aroma besi yang samar tercium di udara, serta puluhan pasang mata vampir yang sesekali menatap mereka dengan sorot penuh haus, memaksanya menerima kenyataan. Jika semua yang dikatakan Pangeran Alex benar. Maka mulai hari ini, hidupnya tak akan pernah sama lagi.
Tiba-tiba saja dia merindukan Arthur. Bagaimana jika kekasihnya kembali disaat Sonja tidak ada? apakah Arthur akan mencari Sonja? Bukankah ini adalah dunianya?
Dunia para Vampir.