NovelToon NovelToon
Ruang Teduh Untuk Arkan

Ruang Teduh Untuk Arkan

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:286k
Nilai: 5
Nama Author: sakabiya

Dalam setiap perceraian, korban paling nyata adalah anak. memiliki orang tua yang tidak pernah harmonis adalah pukulan telak untuk seorang anak yang sudah mulai mengerti arti sebuah keluarga, itulah yang dialami Arkana.

Diusia remaja yang butuh perhatian penuh dan bimbingan untuk menentukan jati diri, Arkan malah mengalami keterpurukan atas perceraian kedua orangtuanya. dia tidak menemukan kehangatan dan dia selalu mencari perhatian dengan cara brutalnya.

Mungkinkah akan ada ruang teduh untuknya merasakan kehangatan ??
Bisakah dia melewati masa transisinya dengan baik ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sakabiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rehab 3

Nina sedang mendapat perawatan rutin dari seorang suster, suster itu sedang mengganti labu cairan infus yang masih harus Nina dapatkan.

"Sus, suster tahu sama pasien yang masuk untuk rehabilitasi 2 hari yang lalu?" tanya Nina membangun topik obrolan, dia penasaran dengan keadaan Arkan pagi ini.

"Oh, Arkan??" tanya balik Suster.

"Iya iya, Arkan!" sahut Nina penuh semangat.

"Saya tahu, dia di rawat di ruangan di ujung koridor lantai ini, kasihan dia."

"Oh, bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Nina antusias.

"Dia baru mendapat prosedur detoksifikasi, tapi dari semalam dia meraung, mungkin ... dia mengalami sakau, entahlah, semoga dia cepat sembuh ya," harap Suster itu, Nina benar-benar merasa sedih mendengar itu.

"Iya, semoga dia cepat sehat kembali."

"Kamu teman sekolahnya?"

"Iya, saya teman sekelasnya."

Suster itu selesai dengan tugasnya.

Lalu dia hendak pergi dari ruangan Nina tapi Nina tiba-tiba menahan langkahnya.

"Sus, boleh gak kalau saya pergi ke ruangannya sebentar." Nina meminta ijin pada suster itu, dia sangat ingin melihat keadaan Arkan.

"M ... boleh saja, tapi kamu cuma bisa lihat dia dari luar ruangan, kondisinya sangat labil, dia kadang-kadang meronta dan menyerang siapapun yang ada di dekatnya," kata sang Suster.

"Iya, gak apa-apa, saya cuma mau lihat keadaannya!"

"Sebentar, saya ambilkan dulu kursi roda ya."

Nina senang akhirnya dia bisa melihat Arkan, dia sangat ingin memastikan kalau Arkan masih mungkin bisa untuk di selamatkan.

Keadaan ruangan isolasi Arkan.

BRAAK ... Arkan melempar gelas yang ada di meja samping ranjangnya, sepertinya dia sedang mendapat konseling dari seorang Dokter ahli psikologis.

Sang dokter mengerti hal itu, dia tahu betul kondisi mental Arkan saat ini.

"Kamu akan mendapatkan kebahagiaan yang lebih indah lagi, jalan kamu masih sangat panjang!" kata sang Dokter, Arkan hendak menyerangnya tapi ada dua perawat yang senantiasa menahan amarah dan kebrutalannya.

Dokter itu pergi, sepertinya dia sedang memikirkan metode lain untuk menyembuhkan Arkan. Dia berlalu meninggalkan Arkan yang kembali meronta dan meraung-raung, dia minta obatnya lagi. Mungkin dia kembali mengalami sakau.

Nina datang, dia menyaksikan Arkan di belenggu seperti seorang pasien rumah sakit jiwa. Arkan memang sedang mengalami kesakitan yang luar biasa. Wajahnya sangat pucat, badannya juga kurus dan itu membuat Nina tak bisa menahan air matanya.

"Sus, dia kenapa?" tanya Nina.

"Mungkin dia sedang mengalami sakau, sudah terhitung dua hari dia tidak mendapat asupan metamfetamine lagi, katanya, orang kecanduan akan bersikap seperti itu. Sakau itu, menyakitkan!" jawab Suster, Nina hanya mengelus dada.

"Tapi, Arkan pasti sembuh kan?"

"Pasti! Arkan sudah mendapatkan penanganan yang tepat, saya yakin dia akan segera sembuh."

Nina pandangi lagi Arkan yang mulai kelelahan lewat jendela ruangan yang cukup lebar, hati Nina sangat sakit melihat hal itu.

Tak lama Ayah datang, dia langsung menghampiri Nina yang menatap putranya dengan pandangan perih, Ayah tahu kalau Nina sangat peduli pada Arkan.

"Lanina ...." sapa Ayah.

"Eh, Pak Aria ...." sapa balik Nina, dia duduk di atas kursi roda jadi dia tidak bisa bergerak dengan leluasa.

"Sudah merasa lebih baik?" tanya Ayah.

"sudah, hanya sedikit ngilu."

"Orang tuamu ... belum datang juga?" tanya Ayah, wajah Nina berubah semakin muram, dia malu pada Ayah karena Ibu sama sekali tidak peduli padanya.

"Belum ...."

Ayah semakin kasihan dengan Nina, dia tahu kalau Nina hanya seorang anak angkat di keluarganya, mungkin dia tahu dari Bi Ija.

Arrrrggggghhhhh

Teriakan Arkan terdengar lirih, suaranya sudah hampir habis karena hampir setiap waktu dia mengamuk dengan brutal.

Nina melirik kearah Ayah yang menatap Arkan dari jauh, pandangannya sangat sedih. Nina tahu betapa sedih dan kecewanya ayah saat ini, tapi Ayah selalu berusaha terlihat kuat dan baik-baik saja.

"Saya kembali ke ruangan saya ya Pak," pamit Nina.

"Iya, istirahatlah!" kata Ayah, Nina mengangguk lalu sang Suster mendorong kursi rodanya menuju ruangannya. Sepanjang koridor Nina melaburkan lamunannya, dan yang terdengar hanya teriakan Arkan, pekikan itu terngiang-ngiang di kepala Nina, dan hatinya semakin perih.

Nina sampai di ruangannya, Suster itu membantu Nina kembali terbaring lalu dia pergi, tinggal lah dia sendiri dalam kesunyian yang nyata. Tidak ada yang menemaninya tapi dia tahu kalau dunia Arkan lebih sunyi dari apa yang dia alami sekarang.

Saat ini, hanya ada Arkan dalam pikiran Nina. Dia benar-benar merasa bertanggung jawab atas apapun yang Arkan alami. Setiap bayangan yang dia lihat di ruang sunyinya itu adalah bayangan Arkan yang selalu bersikap cuek dan kasar kepadanya, tapi itulah yang membuat Nina semakin menyayangi Arkan sebagai teman.

Bagaimana keadaan Arkan sekarang?

Arkan sudah tampak tenang, dia sangat kelelahan. Dia terbaring kembali di atas tempat tidurnya. amAda lingkar hitam di sekitar matanya. Lelah dan insomnia benar-benar membuatnya semakin depresi saat ini.

Matanya menerawang kearah jendela yang menghadap ke luar gedung tempat dia dirawat saat ini. Dunianya sangat kacau saat ini, yang dia lihat hanya hitam dan kelabu, tak ada warna lain yang dia lihat, dunianya semakin monokrom.

'*P*ain must go

life must go on'

Tiba-tiba Arkan mendengar bisikan aneh di telinganya, tapi dia nikmati kata-kata itu. Entah siapa yang membisikan kata-kata sederhana itu, Arkan seperti terbuai.

'*B*angun,bangkit,semangat!'

bisikan itu kembali terdengar, berputar dan menari-nari di gendang telinga Arkan. Suara tulus masih dia dengar terus menerus, kalimat-kalimat itu benar-benar mengalun membuat Arkan perlahan menutup matanya.

Kata-kata motivasi dari Nina beberapa waktu lalu terdengar tiba-tiba, masuk begitu saja kedalam ingatannya yang tengah sakit saat ini. Suara hati Arkan bersenandung mengulang-ngulang kata-kata itu sampai dia benar-benar tertidur.

Tahukah?

Ternyata bisikan itu adalah kata-kata yang saat ini sedang Nina katakan dalam kesendiriannya. Sepertinya kontak batin Nina sampai pada Arkan saat ini. Bisikan Nina dari ruangan yang terletak di selatan gedung rumah sakit sampai pada Arkan yang terbaring di ruangan di ujung utara gedung itu.

Apakah Nina adalah teman yang sudah Tuhan takdirkan untuk menemani kesepian yang Arkan rasakan saat ini?

Apakah Nina adalah ruang teduh yang sangat Arkan butuhkan saat ini?

1
erviani
telat bgd ya cek cctv nya
erviani
baru mampir . .
Nurul Azzandy
Hai Ka biya
ko tokohnya sm kaya d platform sebelah y arkana n lalina 😂
Srie Hastuti
bagus... sangat mendidik u/anak muda yg mncari jati diri
Srie Hastuti
lanjuttt Thor... sampe dewasa
Srie Hastuti
lanjut Thor... sampe mereka nikah😁
Aan Nurhasanah
lanjut donk cerita nya sampai nina &arka dewasa👍👍👍
Aan Nurhasanah
kagum sama nini saking semangat nya bujuk arka belajar& sekolah lanjut kak👍👍👍
Tri Haryani
salut banget sama tokoh Lanina, banyak pelajaran hidup bisa diambil oleh Arkan dari Lanina
Choiriyah ArBy
sampai menikah punya anak
Sri Rahayuu
bagus, menginspirasi
Lia Yulia
q mampir kak🤗
🥰Dewimitohamasreka🥰
nagis aku thor😭😭😭😭
🥰Dewimitohamasreka🥰
bab pertama meyentuh, mari lanjutkan
Leni Fatmawati Fatmawati
aku yg nangis Thor,Nina baik bngt sih km
Leni Fatmawati Fatmawati
hadeuuhh udah kaya sinetron,aku kesel author
Leni Fatmawati Fatmawati
ga kerasa mata ku berair Thor,sakit aku thor
sry rahayu
ah.... so sweet
sry rahayu
ya Allah ... terharu banget....
sry rahayu
senangnya.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!