NovelToon NovelToon
PORTER: System Override

PORTER: System Override

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kebangkitan pecundang / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:665
Nilai: 5
Nama Author: VANDEMIC

Apa jadinya jika pahlawan elit Rank-A meregang nyawa di dasar Dungeon hanya karena menenggak sebotol air garam?

Di dunia yang memuja sihir tempur, Arka hanyalah kuli Porter F-Rank. Nyawanya dihargai lebih murah dari selembar poster promosi Vanguard Guild. Tapi para elit arogan itu melupakan satu hukum mutlak: Jangan pernah merendahkan orang yang memegang kunci gudang obatmu.

Berbekal Skill [Logistics Grid], Arka meretas sistem dari dalam. Dia memanipulasi data manifes, menukar ramuan bernilai miliaran rupiah dengan air garam, dan memutus rantai pasokan tepat saat pasukan elit itu terjebak di hadapan bos monster mematikan.

Tanpa perlu mengangkat pedang, Arka membalikkan hierarki dunia Hunter. Saat Mana mengering dan taring monster mengincar leher, para pahlawan palsu itu dipaksa menangis, berlutut, dan menjual seluruh jiwa mereka hanya demi setetes ramuan dari tangan sang Porter.

Sistem telah diretas. Monopoli Grey Underground baru saja dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VANDEMIC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Kulit Sintetis dan Darah Segar

Efek anestesi dari salep murah itu hanya bertahan kurang dari dua puluh menit. Begitu rasa kebasnya memudar, denyut api kembali merambat dari dada Arka, merobek kewarasannya lapis demi lapis.

Ia tidak bisa terus bersembunyi di bawah dermaga. Angin laut Sektor 3 yang lembap dan dingin perlahan membekukan ujung-ujung jarinya. Kemejanya yang hangus dan celananya yang basah kuyup oleh limbah beracun adalah tiket langsung menuju kematian akibat hipotermia, atau lebih buruk—penangkapan.

Meringis tertahan, Arka merayap menyusuri jembatan inspeksi berkarat itu, mengikuti arah pipa pembuangan yang membawanya naik ke daratan pelabuhan. Ia mengintip dari balik tumpukan palet kayu.

Pemandangan Sektor 3 membentang di hadapannya. Tidak ada gubuk kumuh berbahan seng seperti di Sektor 4. Di sini, menara-menara pendingin kargo menjulang tinggi, disinari lampu neon industrial berwarna biru steril. Drone pengawas berpatroli di udara, sementara kendaraan berat tanpa awak berlalu-lalang memindahkan kontainer. Ini adalah surga efisiensi logistik milik Sitorus.

Mata Arka tertuju pada sebuah bangunan beton panjang beratap datar, sekitar lima puluh meter dari posisinya. Sebuah plakat besi pudar menempel di pintunya: FASILITAS SANITASI & RUANG LOKER PEKERJA BLOK B.

Itu targetnya. Pakaian kering.

Arka mencoba memperhatikan jam digital merah yang menyala di atas pintu bangunan tersebut. Pukul 04:15. Jika pergantian sif pekerja pelabuhan dirotasi setiap delapan jam dengan margin tumpang-tindih lima belas menit untuk sanitasi, maka probabilitas ruang loker itu kosong adalah...

BZZZZZT!

Pangkal tengkoraknya serasa ditusuk paku panas. Pandangan Arka berbayang ganda. Ia terhuyung, nyaris menabrak tumpukan palet. Darah segar menetes dari lubang hidung kanannya, terasa hangat menyentuh bibirnya yang pecah-pecah.

Berhenti, rutuk Arka dalam hati, menyeka darah itu dengan punggung tangannya yang penuh luka sayatan teritip. Jangan gunakan perhitungan komputasi.

Ia membuang logikanya dan mengandalkan telinganya. Sunyi. Tidak ada suara gemericik air dari pancuran, tidak ada obrolan kasar dari para pekerja bongkar muat. Hanya dengungan kipas ventilasi. Waktu yang tepat.

Dengan langkah terpincang-pincang yang menyedihkan, Arka melesat keluar dari bayang-bayang palet, menyeret kakinya melintasi aspal basah menuju bangunan beton itu. Ia menekan tuas pintu besi dengan bahunya. Pintu itu tidak dikunci.

Ruang ganti itu berbau sabun antiseptik murah, keringat basi, dan oli mesin. Deretan loker baja kelabu berbaris rapi seperti nisan. Di sudut ruangan, mesin pemanas ruangan berdengung pelan, mengembuskan udara hangat yang membuat bulu kuduk Arka meremang nikmat sekaligus perih.

"Kau terlihat seperti mayat hidup, Bos,"

Suara itu menggema dari ujung ruangan. Arka perlahan menoleh. Di atas bangku kayu reyot, delusinya memproyeksikan sosok Bram yang sedang duduk santai, mengenakan seragam mekanik bersih sambil memainkan korek api Zippo-nya.

"Cepat cari baju zirahmu sebelum kuli-kuli Sitorus masuk dan menjadikanmu bubur," ejek halusinasi Bram.

Arka tidak menjawab. Matanya menyapu deretan loker, mencari pintu yang tidak tergembok. Di ujung barisan, loker nomor 042 sedikit terbuka. Seseorang terlalu lelah setelah sif malam hingga lupa menguncinya.

Arka membuka pintu loker itu. Di dalamnya terdapat sepasang seragam coverall berbahan kanvas tebal berwarna abu-abu, lengkap dengan sepatu bot berpelat baja, sarung tangan kulit, dan masker respirator pelabuhan. Ini bukan sekadar pakaian kering; ini adalah kamuflase yang sempurna. Seragam kuli Sektor 3.

Namun, bagian terburuknya baru akan dimulai.

Arka harus melepaskan sisa kemejanya yang membeku dan menempel pada perban kasar di dadanya. Tangannya gemetar saat ia menarik kain kaku tersebut.

SKRAAAK.

Kain kemeja dan perban itu menempel pada cairan getah bening dan nanah yang mulai mengering di atas luka bakar stadium duanya. Saat Arka menariknya lepas, sebagian kulit matinya ikut terkelupas paksa.

Arka jatuh berlutut. Mulutnya terbuka lebar, menjerit dalam kebisuan. Matanya melotot hingga urat-urat merah di sklera matanya terlihat jelas. Keringat dingin meledak seketika, bercampur dengan air mata yang tidak bisa ia tahan. Rasanya seperti dadanya disetrika ulang.

Napasnya memburu liar. Butuh dua menit penuh bagi Arka hanya untuk berhenti mengejang di lantai ruang ganti.

Dengan tangan yang masih gemetar parah, ia memaksa dirinya memakai seragam coverall kanvas itu. Bahan kain kanvas yang kaku dan kasar bergesekan langsung dengan luka bakar terbuka di dadanya setiap kali ia bergerak. Setiap tarikan napas adalah siksaan.

Ia memasang sepatu bot dan menarik masker respirator ke atas wajahnya, menyembunyikan memar dan pucat pasi yang menempel pada rahangnya. Ia kini menatap bayangannya di cermin buram yang tertempel di dinding loker.

Bukan lagi Arka si buronan sekarat dari Sektor 4. Pantulan itu menunjukkan seorang pekerja tak bernama dari Sektor 3, wajahnya tertutup mesin filter udara, matanya dingin dan siap membakar kerajaan logistik ini dari dalam.

NGUOOONG.

Suara sirene pergantian sif mendadak membelah udara. Suara tawa kasar dan langkah-langkah sepatu bot kuli yang berat mulai terdengar dari luar, mendekat ke arah pintu masuk ruang ganti.

Mereka datang.

Arka segera membanting pintu loker, memutar badannya, dan berjalan ke arah pintu keluar sekunder di ujung lorong dengan langkah dipincang-pincangkan, berbaur menembus kepulan uap hangat menuju gemerlapnya jalanan Sektor 3.

***

**[AUTHOR NOTE]**Siksaan ganti baju yang brutal! Arka harus mengelupas luka bakarnya sendiri demi mengenakan seragam pekerja Sektor 3. Dengan masker respirator dan coverall abu-abu tebal, dia sekarang sukses menyamar menjadi bagian dari sistem Sitorus. Keringat dingin, darah segar, dan rasa sakit yang menusuk setiap kali bajunya bergesekan. Kini Arka sudah berada di jalanan Sektor 3! Apa yang harus ia tuju pertama kali untuk menghancurkan sistem Sitorus dari dalam?

1
Hunter S
keren bangetttt aku bakal baca terus
Hunter S
Berat sekali untuk arka, mungkin banyak kejutan setelah nya
Hunter S
Sebagai penyuka genre system dan MC pintar, ini novel sangat keren di plot dan karakter yang lokal, please mangatoon jadikan ini karya ekslusif, karena di platform yang genre boys tab sangat sedikit
VANDEMIC: Dukung terus novel ini dengan membaca dan masukan kedalam rak buku
total 1 replies
Hunter S
aku pengen skuad elit ngerasain akibat nya❌
Hunter S
lanjut 😍
Roses
sumpah ini cerita nya bikin deg degan banget, keren.
Roses
kejam banget sih ini 😭
VANDEMIC: 😈
Terimakasih atas dukungannya nanti kan setiap perjalanan arka yang lebih berdarah-darah.

vandemic-
total 1 replies
Roses
Arka😭
Roses
kalau aku jadi arka aku bakalan hopeless banget😭
Roses
kasian arka 🙂‍↕️
Roses
Ditunggu lanjutannya abangku
Roses
Paraah kece
Roses
Lanjutkan thoorr kereen💪
Roses
Ketika scroll tidak sengaja lihat cover yang mengintimidasi 😱 langsung aja gasskeen karena jarang banget novel yang dari segi plot cerita nya bagus gini jadi makin penasaran.
kalian harus pada baca kawan kawan yang suka manga atau manhwa, please kepada editor mangatoon/noveltoon angkat ini jadi karya di platform ini karena di platform ini banyaknya cerita percintaan perempuan saja
Semangat thoorr😼
VANDEMIC: Terimakasih atas dukungannya kak, pastikan masuk rak buku dan jadi novel favoritmu!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!