NovelToon NovelToon
Belenggu Pernikahan Semu

Belenggu Pernikahan Semu

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Poligami / Angst / Romansa / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: teh ijo

~Pernikahan tanpa cinta, tak selamanya berakhir dengan bahagia~

Zahra terpaksa harus menikah dengan Alzam, pria asing pilihan ibunya. Pernikahan tanpa cinta membuat Zahra harus menerima perihnya kenyataan. Terlebih saat dia mengetahui jika Alzam telah memiliki seorang tunangan.

Selama pernikahan Alzam tak pernah sedikitpun menganggap Zahra sebagai seorang istri meskipun mereka berada dalam satu ranjang yang sama. Bahkan Zahra harus berlapang dada ketika Alzam memutuskan untuk menikahi Aira. Mampukah Zahra mempertahankan rumah tangganya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teh ijo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21 | Sebuah Alasan

Satu hari ini aku menghabiskan waktuku di rumah Zahra. Saat aku ingin pulang hatiku terasa sangat berat untuk meninggalkan seseorang. Terlebih Zahra yang tampil natural. Aku tak pernah memperhatikan wajahnya dengan jelas. Baru kali ini bisa memandangnya dengan puas.

Malam ini Zahra tidur lebih awal. Mungkin karena bawah ibu hamil yang mudah lelah. Saat aku ingin merebahkan tubuhku di sampingnya, ponselku kembali berdering. Sebuah nama dari Aira mengambang.

"Halo," kataku setelah ku geser tombol warna hijau.

"Mas, kamu gak pulang lagi?"

"Ra, aku masih lembur. Aku lagi kerja," dustaku.

"Tapi ingat waktu, Mas. Kamu kan bisa kerjain di rumah. Aku mau sekarang kamu pulang!"

"Maaf Sayang, tapi aku harus mengerjakannya disini. Aku juga harus memantau orang yang sedang lembur juga. Sekali lagi maaf ya. Kamu beristirahatlah, Jangan tidur malam-malam," pesanku pada Aira sebelum mengakhiri panggilan telepon.

Ku tatap Zahra yang sudah terlelap dalam tidurnya. Sebenarnya aku tidak ingin membawanya masuk kedalam masalahku, tetapi semua ini demi Aira, wanita yang telah berjasa banyak dalam hidupku.

Ku rebahkan tubuhku untuk menyusul Zahra ke alam mimpi. Sebenarnya aku juga tidak tega melakukan ini padanya, tapi apa boleh buat, dia sudah aku beli dengan harga yang cukup malah.

"Ra, maaf," kataku sambil ku kecup kepalanya pelan. Ada getaran yang menjalar dalam aliran darahku saat ku sentuh dia.

Baru kali ini tidak aku menghabiskan waktuku bersama dengan Zahra. Mulai dari pagi hingga malam. Tidak ada yang istimewa, Zahra hanyalah biasa dengan segala kepolosannya. Bahkan terselip rasa penyesalanku saat aku hanya ingin meminjam rahimnya untuk mengandung benihku. Aku tak bisa membayangkan bagaimana kelak jika dia mengetahui aku hanya memanfaatkannya saja. Pasti akan sangat hancur, terlebih aku juga harus melepaskannya setelah anak itu lahir.

Terlalu besar cintaku pada Aira, hingga aku begitu kejam pada orang yang begitu polos. Padahal aku tahu jika Zahra sedang berusaha untuk melanjutkan kuliah. Namun, tanpa perasaan aku menghancurkan semua harapannya demi ambisi ingin memiliki keturunan.

Malam ku saat terasa sangat panjang. Entah mengapa tidur bersama Zahra malam ini aku bisa merasakan semua kesedihan, bahkan kesakitan yang dia alami.

***

Aku terkejut saat cahaya keemasan menyilaukan mataku. Ternyata Zahra menarik gorden jendela. Ku lihat jam yang berada diatas nakas ternyata sudah pukul 7 pagi.

Aku menggusar rambutku dengan kasar. Ku hembuskan napas berat ku, karena aku telah kesiangan. Semua ini gara-gara aku terlalu banyak memikirkan Zahra.

"Kamu gak pulang, Mas?" tanya Zahra saat melihatku terduduk.

"Sejak tadi ponselmu terus berbunyi. sepertinya Mbak Aira sedang mengkhawatirkanmu, Mas," lanjutnya lagi.

"Aku mau mandi, dulu. Tolong siapkan pakaianku," kataku datar.

Tak ada jawaban iya dari bibir Zahra, tetapi dia langsung melangkah ke lemari untuk segera mencari pakaianku. Saat ini aku memilih mengabaikan Aira. Aku sudah tahu jika apa yang akan terjadi jika aku mengangkat panggilan teleponnya. Sarena aku sudah mengatakan akan pulang, Namun nyatanya aku malah kesiangan.

"Ra," panggilku saat tak melihat Zahra di dalam kamar. "Zahra," ulang ku lagi.

Sama sekali tak ada sahutan. Aku berdecak kesal. Baru juga satu bulan menikah, aku sudah lupa untuk memakai dasi. Bisanya Zahra dan Aira yang akan memakaikannya.

Karena aku juga sedang memburu waktu untuk pulang ke rumah, aku segera keluar kamar untuk mencari keberadaan Zahra. Ku lihat dia sedang menata sarapan diatas meja.

"Ra, tolong pakaikan dasiku! Aku sedikit lupa," kataku tanpa melihat keadaan sekitar.

Dengan gerakan pelan Zahra mendekat dan segera membenarkan dasiku. Namun, tanpa ku sadari jika saat ini ada Hani yang sedang menatap kami.

"Hani," lirihku.

"Lanjutkan saja, aku juga masih ada kerjaan di belakang," ucapannya sambil meninggalkan kami.

Setelah Zahra memasangkan dasi dengan rapi, segera kutarik kursi di sampingku. Menu makanan yang tak asing bagiku.

"Kamu yang masak?" tanyaku.

"Iya," jawab Zahra singkat.

Tak perlu di ragukan lagi masakan Zahra yang lebih enak dari para masakan restoran. Berbeda dengan Aira yang tak sedikitpun pandai untuk memasak.

"Mengapa juga aku malah membandingkan mereka?" tanyaku dalam hati.

Meskipun tak mengenakan polesan bedak dempul dan gincu merah, wajah Zahra sudah terlihat cantik. Mungkin karena dia adalah gadis yang baru saja lulus dari sekolah dan belum mengenal bedak dan teman-temannya. Mungkin jika sudah tahu, hidupnya juga tak akan lepas dari berhias.

Karena aku yang sedang memburu waktu, aku segera memutuskan untuk pulang ke rumah. tidak tahu alasan apa yang harus aku jelaskan kepada Aira. Padahal niatku, subuh sudah sampai di rumah.

Mobil yang kukendarai dengan cepat, ini telah sampai di pekarangan rumah. Kepulanganku pagi ini disambut oleh Aira dengan wajah dinginnya. Dengan tatapan menusuk, Aira segera menodongku dengan pertanyaan.

"Hebat kamu ya, Mas! Jam segini baru pulang! Bilangnya lembur, gak tahunya malah menghembuskan malam dengan wanita lain! Kamu sudah menikah, Mas!" bentak Aira dengan wajah merah padamnya.

Dia tersenyum getir kearah dan bertanya, "Pulang kemana malam tadi?"

"Sayang, kamu tenang dulu. Kita masuk ya," rayuku pada Aira. Segera ku tuntun dia untuk masuk kedalam. Disana juga ada mbok Inah yang sedang membersihkan rumah. Baru saja ku dudukkan di sofa, Aira sudah melayangkan pertanyaannya lagi.

"Sekarang jelaskan, kamu tidur dimana dengan siapa? Apakah aku tidak cukup untukmu, Mas?" tanyanya dengan mata berkaca-kaca.

Aku masih terdiam untuk memikirkan alasan apa yang tepat. Jika aku aku mengatakan tertidur di kantor, Aira tidak akan percaya.

"Sayang, ada kejadian yang tak terduga di kantor. Sewaktu pulang, tak sengaja aku melihat salah satu karyawan mengalami kecelakaan. Aku yang tidak tega segera membawanya ke rumah sakit. Sampai saat ini pun dia belum sadarkan diri. Dia hanya anak rantau yang tidak memiliki sanak saudara di sini. Aku sebagai atasan jelas tidak tega, kalau kamu tidak percaya nanti kita jenguk dia, bagaimana?"

Benar saja, Aira langsung merasa iba dengan ceritaku dan meminta maaf atas segala tuduhan yang diberikan kepadaku. Namun, aku tak berani untuk menatap mata mbok Inah yang sudah menatapku dengan tajam.

.

.

.

.

BERSAMBUNG

1
Siti Maulidah
ceritanya baguss skli /Good//Good//Heart//Heart/
Qaisaa Nazarudin
Jadi malas bacanya dari awal hanya ada Kebodohan Zahra, mengorban kan Kanna orang yang sangat mencintai nya,demi menukar dengan Denna,Biarkan saja Denna sama bapaknya,karena dari awal kamu yg Bodoh fan gak tegas...🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Baru sadar kan kamu??
Qaisaa Nazarudin
Terima aja KEBODOHAN kamu dari awal,Alzam kan udah milih kekasihnya dari kamu,juga memilih anaknya utk kekasih/isteri nya,Dan bukan kamu pilihannya,Kamu aja yg Gamon dan Bego..
Qaisaa Nazarudin
Rasain Zahra BODOH..
Qaisaa Nazarudin
Dari awal udah ku nilang Zahra ini mmg BEGO,saat keluar dari rumah Alzam pertamakalinya,Harusnya dia langsung gugat Cerai,setelah itu oergi kemanapun yg penting Alzam tdk bisa menemukan kalian kembali,Tapi dengan Bodoh nya dia mau2 aja kembali dan bodohnya lagi sampai Alzam tau dia Hamil..
Dan udah bagus menghindar bertahun2 tapi hujung2 nya balik lagi kesana, udah pasti lah Alzam akan menemukan mereka kembali dan mengambil anaknya..Udah 5 Tahun juga berlalu tapi tetap aja BODOH di simpan,padahal Kanna katanya Dosen tapi Oon,kan dia bisa bersikap Tegas menguruskan perceraian Zahra,tapi gak dia lakukan.. Ckkk KEBANYAKAN DRAMA..
Qaisaa Nazarudin
Astaga KENAPA LELET BANGET SIH? UDAH 5 TAHUN TANPA NAFKAH LAHIR BATHIN UDAH KIRA CERAI YA,APALAGI SI ISTRI YG KELUAR RUMAH APAPUN ALASANNYA DIKIRA NUSYUZ LHO..MAAF THOR KALO SALAH..
Qaisaa Nazarudin
Udah 5 tahun berlalu,Jangan sampai kalo harus pulang ke kota,yang Ada Alzam akan menemukan anaknya,dan mengambilnya..Kenapa Kanna tdk menikahi Zahra aja,atau Kanna udah ada pujaan hatinya,gak kan..ini pasti zahra yg gak mau..ckk
Qaisaa Nazarudin
wah berarti Kanna denganZahra masih di Villa ini ya selama 5 tahun ini..
Qaisaa Nazarudin
Pasti ini Kanna dengan anaknya Zahra..Apakah Kanna dan Zahra udah Nikah? moga aja ya?
Qaisaa Nazarudin
Definisi Lelaki gak Tegas,Tamak..sana mau sini mau,ya tanggung aja..
Qaisaa Nazarudin
BEGO kamu pikir Alzam akan melepaskan mu saat dia tau kamu hamil anak nya? Harusnya sebelum dia tau kamu hamil,kamu gugat dia ckk kesel aku..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Sekarang aja harusnya kamu SADAR,dalam keadaan gini aja dia masih menomor satu kan Aira dari kamu..
Qaisaa Nazarudin
Astaga kamu aja yang BODOH,DATI AWAL JUGA DIA MEMILIH KEKASIHNYA DARI KAMU,KALO GAK,NGAPAIN DI NIKAHIN PACARNYA SEDANGKAN DIA SUDAH MENIKAHI MU,KAMU ITU YG BODOH DAN GAK TEGAS,GUGAT CERAI AJA DIA DARI KEMARIN SETELAH KAMU KELUAR DARI RUMAH,MALAH MAU3 NYA PERCAYA MA DIA LAGI,OGEB..
Qaisaa Nazarudin
Tunggu..kedua adiknya bukan anak kandung ayahnya Zahra dengan ibunya? Terus anak ibunya dengan siapa? Ayah tirinya,Kalo ia kenapa ibu dan ayah tirinya gak bawak sekalian dua orang anak nya itu pergi juga malah ditinggalin,Gila nih ibunya, Binatang aja tau gimana menyayangi anaknya..
Qaisaa Nazarudin
Ckk mesti HAMIL nih,katanya gak cinta sama isteri benci sama isteri nya, Tapi ditidurin juga..🤔
Qaisaa Nazarudin
aku kalo baca alur kayak gini,lebih suka baca novel yg udah End,Jadi tau hujung2 nya dia bahagia dengan siapa,Kalo balik lagi ke orang yg sama,jadi malas bacanya..
Qaisaa Nazarudin
keputusan mu udah paling benar,ngapainasih dipertahankan,yang ada kamu makin terluka,kamu juga berHAK mencari kebahgiaan mu sendiri,Jangan jadi perempuan BODOH yg mau2 aja ditindas dan disakiti,Walaupun kamu Nikah hasil perjodohan,kamu juga punya harga diri kali..Biarkan Dia dengan keinginannya,Semoga aja dia GAK NYESEL NANTINYA...
Hariyanti
Arya itu ternyata alzam ke dua😏😒
Hariyanti
ohhh hubungan satu malam 😩😩🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!