Seorang Duda yang sangat tampan,tapi dia mempunyai masalalu buruk ,dia juga telah kehilangan seorang Istri dan seorang anaknya.Duda itu bernama Aditiya Pradana.
Seorang gadis muda yang sedang menuntut ilmu di negri singa,dia adalah Tiwi Maharani,gadis mandiri dan pintar.
"Jangan biarkan rasa cinta ini tumbuh untuknya ya Tuhan,Aku tidak pantas untuknya"Adit.
"Kenapa rasa cinta untuknya tidak bisa hilang di dalam hatiku Tuhan,Aku mohon padamu Tuhan,jika dia jodohku dekatkanlah,tapi kalau dia bukan jodohku tolong jauhkan dia dari ku dan hilangkan rasa cinta ini untuknya"Tiwi.
Akankah Tiwi dan Adit bersatu,dan apakah kaka Tiwi dan Ibu Tiwi akan merestuinya kalau sampai mereka jadian,yuk kita langsung baca aja ceritanya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tuti yuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cincin Berlian
Adit dan Tiwi duduk di meja yang berbeda dengan yang lainya,di meja Adit dan Tiwi sudah tersedia makanan yang sangat enak enak.
Lalu di dekatnya mereka makan juga ada yang bermain biola ,memainkan lagu yang sangat romantis.
Adit dan Tiwi sangat menikmati acara makan malam ini,terlihat dari wajah mereka berdua yang selalu tersenyum.
Selesai makan Pak panitia menyuruh Adit dan Tiwi Berdansa,juga dua pasangan yang lainya juga ikut berdansa.
3 pasang pemenang langsung berdansa,Tiwi dan Adit sedikit grogi,karena memang mereka bukan lah pasangan seperti pasangan lainya.
Adit dan Tiwi saling pandang dan saling memberi kode,lalu keduanya dengan pelan berjalan dan sekarang sudah saling berhadapan dengan dekatnya.
Adit mengerakan tanganya menuju pinggang Tiwi,sedang tangan Tiwi di letakan di Adit,karena ini bukan lomba jadi semuanya bergerak bebas dan tidak jaga imej.
Adit dan Tiwi saling melempar senyum,mata mereka saling tatap.alunan musik terdengar sangat menyejukan hati,sampai semua pasangan sangat menikmatinya.
Satu tangan Adit merapikan anak rambut Tiwi yang menutupi wajahnya,lalu di selipkan ketelinganya.Tangan Adit ngga langsung lepas dari pipi Tiwi,tapi tangan Adit dengan jarinya mengusap pipi Tiwi,itu membuat jantung Tiwi berdetak sangat cepat,dag dig dug.Pipi Tiwi sudah memerah untung aja malam hari jadi ngga terlihat .
Tiwi lalu menundukan wajahnya karena Adit terus saja menatapnya,membuatnya merasa malu.
Lalu Adit menarik kepala Tiwi agar bersandar ke dadanya,Tangan Tiwi di kalungkan di leher Adit,dan tangan Adit masih di pinggang Tiwi dua duanya.
Sekitar 25 menit mereka semua menikmati dasa bersama ,karena ini adalah malam terahir di pulau ini,jadi panitia membuat acara malam ini sebagai malam yang idah dan malam perpisahan.
Sebelum dansa selesai Adit mencium rambut Tiwi ,itu membuat Tiwi kaget dan mendongakan wajahnya.
Lalu musik pun berhenti dan dansa pun selesai,Pak Panitia lalu menyurih semuanya dusuk.
"Karena malam ini malam terahir,jadi semoga kalian semua menikmati malam ini,dan untuk juara satu dari lomba memasak nasi goreng ,selain menjamunya makan malam yang sepesial ,ada juga hadiah untuk mereka,,dan untuk pak Adit dan Ibu Tiwi silakan maju ke depan,karena ada hadiah buat kalian,,"
Adit pun mengulurkan tanganya pada Tiwi agar Tiwi menggandengnya,lalu keduanya maju kedepan.
"Ini hadiah dari juara masak nasi goreng buat kalian,silakan Bapa Adit buka kotaknya dan isinya langsung di berika pada Ibu Tiwi,,"Pak panitia memberika sebuah kotak kecil kepada Adit,Adit pun menerimanya .
Saat Adit membukanya ternyata cincin yang sangat cantik di dalamnya,dan juga ada permatanya walau kecil sebagai pemanis.
"Wah,,,ternyata sebuah cincin yang sangat manis,,"kata Pak panitia saat melihat ke kotak.Adit tersenyum tipis.
"Ayo Pak Adit silakan berikan pada Ibu Tiwi,ya walau kalian kaka adek tapi ngga papa lah di kasihkan pada adeknya,,"kata Pak Panitia lagi.
"Pakekan,,pakekan,,,"semuanya bertepuk tangan.menyuruh Adit untuk memakaikan cincinya ke pada jari Tiwi.
Adit melihat ke Tiwi untuk meminta persetujuan,dan Tiwi mengangguk pelan.lalu mengulurkan tanganya ke arah Adit,Adit mengambil cincin dari kotaknya dan memakaikanya pada jari Tiwi.
Semuanya bertepuk tangan dengan sangat meriah setelah cincin terpasang di jari Tiwi.Tiwi melihat ke jarinya dan terlihat sangat indah dan pas di jarinya juga.
Acara lanjut dengan mengobrol dan minum minum,Ternyata minumanya yang beralkohol.
Adit meminum dua gelas sedang Tiwi tidak mau karena tidak doyan dan belum pernah meminumnya.
"Kak,,sudah jangan minum lagi,,kita kembali ke kamar aja yuk,ini sudah malam,,"Adit pun menurut,lalu berpamitan pada semuanya juga pada Pak panitia,pak Panitia bilang untuk hadiah lomba beli barang terbanyak akan di berikan besok pas akan pulang kekota.
Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...